Archive for lambang dan simbol

Pelindung diri Man thian Hua Gai

 

 

man-thien-hua-kai

Pelindung Diri ‘Man Tian Hua Gai’

Dalam bersadhana, seorang penekun Tao (sadhaka) lumrah mengalami gangguan Mara, sehingga wajib menekuni Metode Pelindung Diri. Eksoterik, Esoterik, maupun, Taoisme, semua sama.

Taois Qingzhen pernah mengajari saya banyak Metode Pelindung Diri, di antaranya adalah Pelindung Diri ‘Man Tian Hua Gai’, manfaatnya sangat mulia, dipraktekkan oleh para Taois dari dulu hingga sekarang, metode rahasia ini boleh dikatakan tak ternilai, sangat berharga, orang yang belajar Taoisme dan meditasi, boleh coba melakukannya, sangat manjur untuk pelindung diri.

‘Man Tian Hua Gai’ ini menggunakan kain berbentuk bujursangkar, setiap sisi berukuran 5 kaki, tulisan dan Bagua di tengahnya digambar dengan Cinnabar, sedangkan pembatas yang berbentuk lingkaran itu digambar dengan tinta hitam.

Gantungkan di atas ruang meditasi dengan memilih hari ‘Ding’ (hari penetapan), ingat bahwa gambar atas kain kuning harus menghadap ke atas dan tersembunyi, gambar bawah menghadap ke bawah, menghadap tempat Anda (penekun Tao) bermeditasi, dengan kata lain, di atas kepala kita adalah gambar bawah ‘Man Tian Hua Gai’. Dan, penekun Tao duduk bersadhana di bawah ‘Man Tian Hua Gai’, maka sudah sangat aman. (Sebidang kain kuning digambar pada kedua sisinya, Jenderal Agung Wuji menghadap ke bawah)

Setelah memaku ‘Man Tian Hua Gai’ pada hari ‘Ding’ (hari penetapan) nyalakan dupa cendana di ruang meditasi, kemudian japa satu mantra sebanyak 21 kali, mantra berbunyi, “天上黃雲遍地護,人間黃雲祥光注,日月星辰大光景,江河山岳均靈至,魔也翻,鬼也翻,惟有神祇執靈柱,去渺茫來均迅速,世間萬事莫干擾,魂魄俱隨華蓋住,惟有三清太上翁,親乘羽蓋將軍護,上面團圓多神將,十團燦燦如秉燭,中有萬雷魔驚怕,一見祥光皆俯伏。吾奉三山九候先生律令攝。” (Tiānshàng huáng yún biàndì hù, rénjiān huáng yún xiángguāng zhù, rì yuè xīngchén dà guāngjǐng, jiānghé shānyuè jūn líng zhì, mó yě fān, guǐ yě fān, wéiyǒu shénqí zhí líng zhù, qù miǎománg lái jūn xùnsù, shìjiān wànshì mò gānrǎo, húnpò jù suí huá gài zhù, wéiyǒu sān qīngtài shàng wēng, qīn chéng yǔ gài jiāngjūn hù, shàngmiàn tuányuán duō shén jiāng, shí tuán càncàn rú bǐngzhú, zhōng yǒu wàn léi mó jīng pà, yījiàn xiángguāng jiē fǔfú. Wú fèngsān shānjiǔ hou xiānshēng lǜlìng shè.)

Mantra ini dijapa 21 kali, maka pahala pun sempurna. Ketahuilah bahwa ‘Man Tian Hua Gai’ ini akan memancarkan sinar kemujuran berwarna kuning menutupi di sekeliling tubuh penekun Tao (sadhaka) saat penekun Tao (sadhaka) sedang bermeditasi, Para Mara Langit dan Mara dari luar mengintip penekun Tao (sadhaka) menekuni Tao (bersadhana), di tengah sinar kemujuran berwarna kuning, penekun Tao (sadhaka) tidak akan terlihat alias menghilang, jika Mara Langit dan Mara dari luar bersikeras menerobos, dari tengah angkasa akan memunculkan kilatan petir yang menyambar sekaligus, menghancurkan roh Mara Langit dan Mara dari luar, kalau kabur dengan cepat, di antara 3 jiwanya akan berkurang 2, kalau telat, jiwanya akan musnah.

Ketika menggambar di atas kain kuning dengan Cinnabar dan tinta hitam, sebaiknya pikiran harus jernih, duduk tegak, juga mesti menyalakan dupa, saat memegang kuas untuk menggambar, lebih dulu menjapa mantra membersihkan mulut, membersihkan hati, dan membersihkan tubuh. Ketahuilah bahwa di tengah ‘Man Tian Hua Gai’ ini ada 3 bintang, 2 Dou, Bagua, 28 Jenderal Rasi, Empat Jiwa. Saat mau menggambar, bayangkan Taois Xuanhe (Bangau Misterius = Nama Taois Dharmaraja Liansheng) hadir, sinar keemasan memenuhi ruangan, celupkan Cinnabar dan tinta, lalu lebih dulu asapi sebentar dengan asap dupa, selanjutnya baru menggambar.

Mantra membersihkan mulut,

“嗡。玉池涎淨。羅千氣凝。虎賁異香攝。” (Om. Yùchí xián jìng. Luó qiān qì níng. Hǔbēn yìxiāng shè)

Mantra membersihkan tubuh,

“嗡。三華沖谷。五旡混凝。內外真白攝。” (Om. Sān huá chōng gǔ. Wǔ jì hùn níng. Nèiwài zhēnbái shè.)

Mantra membersihkan hati,

“嗡。台光瑩潔。神怡靈台。應變天真攝。” (Om. Tái guāng yíng jié. Shén yí língtái. Yìngbiàn tiānzhēn shè.)

Penekun Tao (sadhaka) melatih diri (bersadhana) di bawah ‘Man Tian Hua Gai’, seperti dewa sinar mentari memancar ke diri sadhaka, seperti dewa rembulan mengubah wujud, dilindungi oleh Mahadewa sejati, 28 Rasi adalah dewa pelindung Raja Cakravartin yang bergiliran melindungi setiap hari, sehingga semua Mara sesat, sama sekali tidak dapat mencelakai, fungsi ‘Man Tian Hua Gai’ ini begitu mulia, sangat luar biasa.

Seingatku, dulu saya mempunyai seorang teman, rumahnya dihantui, hantu-hantu itu awalnya hanya menindih di dalam mimpi, anggota keluarganya ditindih hingga teriak histeris, kemudian hantu-hantu menampakkan diri siang bolong untuk menakuti orang, banyak orang melihat pada saat bersamaan, di dalam rumah sering terjadi peristiwa aneh, seperti gelas retak sendiri tanpa sebab, pakaian beterbangan, tidur di ruang timur akan pindah ke ruang barat, cucu kecilnya mimpi berjalan, dan lain-lain….

Akhirnya, teman saya mengetahui saya seorang penekun Tao, sehingga memohon saya melakukan ritual, saya memohon pada Taois Qingzhen, Taois Qingzhen merogoh sebuah buntelan usang dan berhasil merogoh sepotong kain kuning yang sudah usang, begitu dibentangkan, ternyata ‘Man Tian Hua Gai’, Taois Qingzhen menyerahkan pada saya dengan penuh hormat, Guru Suci berkata, “Ini adalah ‘Man Tian Hua Gai’ yang berada di dalam ruang meditasi Kuil Shangqing yang berada di atas Gunung Qingcheng setinggi lebih dari 1600 meter, semula adalah peninggalan dari guru sesepuh, berfungsi mengusir kesesatan dan mengikat Mara, gantungkan di ruang tengah rumah teman Anda, setelah digantung 49 hari, turunkan lagi dan kembalikan pada saya.”

Saya tidak berani lalai, menyerahkan pada teman saya dan melakukan sesuai yang dipesankan. Aneh juga, begitu ‘Man Tian Hua Gai’ ini digantung, rumah teman saya itu terdengar suara berisik di mana-mana, seperti dua belah pihak sedang berperang, pihak yang menang mengejar pihak yang kalah.

Teman saya memberitahu saya. Begitu ‘Man Tian Hua Gai’ digantung, malamnya, suasana sangat tenang, selama bertahun-tahun lamanya, rumah ini tenang untuk pertama kalinya, selanjutnya, setiap malam juga demikian, anggota keluarga bersorak gembira, mereka berharap ‘Man Tian Hua Gai’ ini selamanya ditaruh di rumahnya, mereka bersedia membayar dengan harga tinggi untuk membeli ‘Man Tian Hua Gai’, mereka menawarkan saya harga 50 ribu dolar Taiwan. (saat itu, 50 ribu itu tidak sedikit)

Begitu Taois Qingzhen mendengarnya, tertawa terbahak-bahak, Guru Suci berkata, “Man Tian Hua Gai milik guru sesepuh dari Kuil Shangqing ini adalah pusaka tak ternilai, merupakan barang peninggalan sejarah, juga pusaka suci, manfaatnya tidak terhingga, begitu Man Tian Hua Gai ini menutupi jenasah, karma buruk dari mendiang juga akan sirna, yang berkarma ringan akan naik ke surga, yang berkarma berat akan bereinkarnasi. Begini saja! Liansheng, Anda buat satu lagi persis seperti contoh ini, digantung di ruang tengah rumah teman Anda, fungsinya juga sama, bisa aman dan bebas dari masalah.”

Lalu, saya buat satu lagi persis seperti contoh, lalu digantung di ruang tengah rumah teman saya, seperti diduga, rumahnya aman dan tidak bermasalah lagi, inilah kekuatan mahasakti dari ‘Man Tian Hua Gai’.

Hari ini, saya menulis ‘Legenda Tao’, menulis tentang ‘Man Tian Hua Gai’, jika ada orang begitu mengetahui metode ini, menguasai metode ini, sungguh tak ternilai, sungguh berharga sekali ibarat mendapatkan perhiasan batu permata, barangsiapa yang berjodoh dengan metode Tao, boleh melakukan simabandhana dan pelindung diri ala ‘Man Tian Hua Gai’.

source : http://www.tbsn.org/indonesia/news.php?cid=23&csid=57&id=5727

Leave a comment »

Shurangama dharani stempel

shurangama dharani stempel

sebagian umat dari vihara khawatir menjelang tgl 22 juli karena kita kaum minoritas dapat terkena dampaknya…cetaklah gambar diatas ini laminating simpan di tiap rumah, toko dan vihara yg ada altar taruh dialtar shurangama sutra dalam teks sancrit…dan bacalah sutra ini shurangama sutra setiap pagi…untuk perlindungan..

Menurut almarhum Master Hsuan Hua, bila ayat-ayat mantra ini anda print/tulis di sepotong kertas dan tempel di sebuah tempat, berdasarkan sumpah bodhisattva, akan datang Tentara Pelindung (Dharmapala) menjaga lingkungan di sekitar nya.

In the past, Great Master Hongren, the Fifth Patriarch, was cultivating in Hubei at East Mountain. He upheld the precepts strictly and cultivated with unusual intensity. Once when a group of bandits surrounded the city of Hubei, Great Master Hongren could bear it no longer and decided to try to save the people in that city. He came down the mountain and walked into that city. As soon as the bandits saw Great Master Hongren coming, they were terrified, dropped their armor and weapons, and fled. Why? Because although Great Master Hongren came alone into the city, the bandits saw an army of heavenly generals and heavenly troops clad in golden armour. It was as if the gods themselves had come down to earth–all donning golden armour and carrying jeweled swords and other awesome weapons. That’s what caused the bandits to retreat in such haste. And so, without the use of a single knife, spear, or arrow, he routed the bandits. It was because Great Master Hongren recited the Shurangama Mantra that the bandits found him to be so terrifying. You could say that was a manifestation created by the Vajra Treasury Bodhisattvas or you could say it was the awesome virtue of Great Master Hongren that frightened them. That a cultivator was able to frighten the bandits into retreat without the use of a single soldier or weapon is verification of his genuine skill.

jika anda membacanya setiap pagi akan menciptakan perisai energi sejauh 12 yojana untuk melindungi pembacanya….suasana sekitar akan berasa tenang tidak ada hawa ketakutan dan seram…

Konon kabarnya, selama ada orang yang hapal mantra ini, bumi tidak bakal kiamat dan Dharma akan bertahan. Kalau mantra dan sutra ini lenyap, maka proses lenyapnya Dharma buddha akan dimulai. dharma buddha yang pertama hilang adalah shurangama sutra yg terakhir Amitofo…

sebagian isi sutra…

Ananda, saat putera yang berbudi menjapa Dharani ini, akan mampu melenyapkan segala pelanggaran sila yang telah dilakukannya sebelum memperoleh dan memulai menjapa Dharani ini, baik itu pelanggaran ringan maupun berat. Dari bermabuk-mabukkan, gemar mengkonsumsi lima sayuran menyengat dan berbagai kebiasaan yang tidak suci yang dilakukannya sebelum mengenal Dharani ini , setelah dia menjapanya, maka Para Buddha Bodhisattva, Vajra dan para Deva tidak akan memandangnya sebagai pendosa.
Walaupun mengenakan pakaian usang dan tidak bersih, namun segala aktivitasnya akan menjadi murni. Walau tak membangun mandala, tak memasuki tempat ibadah, dan tak menjalankan formalitas ajaran tertentu, bila melafalkan Dharani ini, maka akan memperoleh pahala bagaikan memasuki mandala dan menjalankan segala aturannya.
Bila melakukan pancanantaryakarma (membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh arahat, memecah belah Sangha) dan catvarahparajikadharmah , namun telah bertobat dan tak mengulanginya lagi, dengan menjapa Dharani ini, maka karma berat seperti itu akan sirna bagaikan angin kencang meniup pasir sampai tak tersisa sedikitpun.
Ananda, bila ada insan yang telah melakukan berbagai karma buruk baik itu ringan maupun berat , yang dilakukan sejak berkalpa yang lampau, dan tidak sempat melakukan formalitas pertobatan, bila dapat melafal , menyalin, membawa serta dan mempersemayamkannya di rumah maupun halaman, maka karma buruk tersebut akan sirna bagaikan salju yang tersiram air panas, dan dalam waktu singkat akan mewujudkan anuttpatikadharmaksanti.
Dan lagi, Ananda, bila ada seorang wanita yang belum melahirkan putera atau puteri dan memohon ingin mengandung, bila dapat dengan sepenuh hati mengingat dan merenungkan Dharani ini, atau membawa serta Dharani ini, maka akan melahirkan putera maupun puteri yang memiliki berkah dan kebijaksanaan. Bagi yang menginginkan panjang usia, akan memperoleh panjang usia ; Barangsiapa ingin supaya perbuatan baiknya segera berbuah , maka akan segera memperoleh buah karma baiknya. Mengenai nyawa dan kesehatan juga demikian halnya. Setelah akhir hidupnya, akan terlahir di sepuluh penjuru Tanah Suci sesuai kehendak. Dan sudah pasti tidak akan terlahir di tempat yang menderita, apalagi alam rendah.
Ananda, jika di berbagai Negara atau wilayah, terjadi bencana kelaparan dan wabah penyakit, atau bencana senjata dan kejahatan merajalela, atau peperangan yang tiada hentinya, ataupun wilayah yang dilanda becana kekeringan , angin rebut/topan dan hujan es,tulislah Dharani ini dan semayamkan di empat penjuru pintu kota serta berbagai tempat ibadah/vihara maupun dvaja Dharani, kerahkanlah supaya para insan di negeri itu menyambut dan menerima Dharani ini, bersujud dan menghormati, sepenuh hati

memberikan pujana, setiap penduduk membawanya serta di badan, masing-masing mempersemayamkannya di rumah kediamannya,maka semua petaka itu akan sirna.  Ananda, bila dimana – mana ada Dharani ini, tiap penduduk mempunyai Dharani ini, maka Dewa dan Naga akan bersuka cita, hujan akan turun pada waktunya, hasil panen akan melimpah , aman dan tenteram. Demikian pula, Dharani ini dapat mengendalikan segala bintang kesialan dan petaka supaya tidak membuat kekacauan. Segala malapetaka tidak akan timbul, penduduk juga tidak akan memperoleh bencana yang membuat pendek usia, segala jerat dan belenggu tak akan membelenggu tubuh, tidur dengan tenteram tanpa mimpi buruk.
Ananda, ketahuilah bahwa dunia saha ini ada delapan puluh empat ribu bintang petaka dan kesialan yang dikepalai oleh dua puluh delapan bintang petaka, dengan delapan bintang malapetaka sebagai pimpinannya. Saat mereka dengan berbagai rupa muncul di dunia, maka akan menimbulkan berbagai malapetaka bagi para insan, namun di tempat dimana ada Dharani ini, semua petaka akan sirna. Dalam jarak dua belas yojana akan menjadi simabandhana, segala petaka selamanya tidak akan sanggup memasuki. Oleh karena itulah Tathagata membabarkan Dharani ini, supaya di masa yang akan datang dapat melindungi para sadhaka yang baru belajar, sehingga mampu memasuki Samadhi, jasamani dan rohani nya selalu diliputi ketenangan, memperoleh ketenteraman. Bahkan tidak akan ada para mara , setan dan dewa, maupun para musuh sejak berbagai kehidupan yang lampau, tidak akan ada yang sanggup melukai (praktisi ini). Engkau dan para siswa di tengah pasamuan ini, serta para sadhaka di masa yang akan datang, dengan berdasarkan instruksi pendirian mandala dari KU, jalankanlah sila, terimalah sila dari seorang biksu yang benar ? benar menjalankan sila dengan murni, saat melafal Dharani ini , dalam hati jangan sampai timbul keraguan maupun kemalasan.

by Tripitaka Master Hsuan Hua
Within Buddhism, there are very many important sutras.
However, the most important Sutra is the Shurangama Sutra. If
there are places which have the Shurangama Sutra, then the Proper
Dharma dwells in the world. If there is no Shurangama Sutra, then
the Dharma Ending Age appears. Therefore, we Buddhist disciples,
each and every one, must bring our strength, must bring our blood,
and must bring our sweat to protect the Shurangama Sutra. In the
Sutra of the Ultimate Extinction of the Dharma, it says very, very
clearly that in the Dharma Ending Age, the Shurangama Sutra is
the first to disappear, and the rest of the sutras disappear after it. If
the Shurangama Sutra does not disappear, then the Proper Dharma
Age is present. Because of that, we Buddhist disciples must use our
lives to protect the Shurangama Sutra, must use vows and
resolution to protect the Shurangama Sutra, and cause the
Shurangama Sutra to be known far and wide, reaching every nook
and cranny, reaching into each and every dust-mote, reaching out to
the exhaustion of empty space and of the Dharma Realm. If we can
do that, then there will be a time of Proper Dharma radiating great
light. Now there are even heavenly demons and externalists who claim that the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra are false. These heaven demons and externalists send their demon sons and grandsons to stir up rumors that cause people to not believe in the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra. This sutra and mantra are critically important to the preservation of the Proper Dharma. The Shurangama Sutra was spoken for the sake of the Shurangama Mantra. There’s no way to ever finish expressing the importance of the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra; to the ends of all time their merits, virtues, and wonderful functions could never be told–so absolutely inconceivable and ineffable are they! When all is said and done, the Shurangama Sutra is an ode to the Shurangama Mantra.

Leave a comment »

Usnisa Vijaya Talisman

cunsengfomu talisman

 

 

Usnisa vijaya /Cunseng Fomu talisman

Leave a comment »

Amogaphasa Talisman

amogapasa talisman

 

Mantra Rahsaya Usnisa yg Suci

Mantra Cakra Pemenuh Keinginan :
“OM . PA MO. WU XU NI XIA. BI MA LEI. HUM PEI”
(嗡 帕摩 無許尼夏 畢瑪雷 吽 呸)
Sumber : Amoghapasavalokitesvaratantra

Mantra ini adalah mantra rahasya Usnisa Teratai Putih tanpa noda yang mengandung mahaadhistana mebikis dan menyucikan karma buruk bagi yang dapat melihat , menyentuh (versi tulisan sansekertanya) dan membabarkan mantra ini.
Mantra ini tercatat dalam bentuk aksara sansekerta kuno dalam Amoghapasavalokitesvaratantra dan di Sutra Mendirikan Bangunan (建屋經)
Pahalanya adalah :
Bagi yg dapat melihat aksaraNya akan memperoleh mahaadhistana. Bila mantra ini diletakkan di atas pintu atau tempat yang tinggi, atau di tempat tinggi dimana banyak dilewati orang, barangsiapa yang telah melewati Nya, akan memperoleh mahadhistana (Pemberkatan/pemberkahan) yang sangat kuat, akan membangkitkan inspirasi menyucikan trikarma. Mengikis karma buruk sejak masa tak terhingga.
Setiap hari menjapakan Nya 7 kali dapat terlahir di Tanah Suci, setelah menjapa mantra ini, meniupkan Qi kepada pakaian atau dupa bakaran, dapat menyucikan diri sendiri dan makhluk lain. Bila dupanya dibakar akan memiliki kekuatan penyucian.

Di Tibet, mantra ini sering ditulis diatas kertas dan diletakkan diatas tubuh almarhum, dapat membantu membangkitkan aspirasi kesucian bagi almarhum.
Supaya mereka tdk terjerumus kealam rendah.
Bila hanya mengingat mantra ini 1 kali, kekuatanNya mampu mengikis Pancagarukhakarma.
Segala kejahatan dan halangan kegelapan batin dapat dihancurkan, selamanya tdk akan terjatuh di alam rendah.

Mantra ini dapat membuat orang mengingat kehidupan lampau dan melihat kehidupan yg akan datang.
Tiap hari menjapa 7 kali , pahalanya bagaikan memberi persembahan pada Buddha yg tak terhingga banyaknya.
Setelah menjapanya ditiupkan ke pasir dan pasir ditebar diatas mayat atau kuburan, akan dapat menyeberangkan arwah. Bila dapat ditupkan di minyak wangi , maka bau minyak wangi akan membuat orang ter adhistana dan terinspirasi mencapai ke Buddhaan.
Umumnya
Kl cari d Shambala Buddhist Shop, harganya sekitar 100rb lebih (wujudnya lembaran kain)
Kl d Counter feng shui d bbrp toko Buku G*a*e*i*, harganya sekitar 450rb-an (Wujudnya lempengan Kayu)

Kl mau cetak perbanyak utk dibagi” silahkan
diutamakan dlm wujud stiker (agar mudah digunakan)
tp kl lembaran kertas/lembaran kain tdk dilarang
(ada baiknya menululis fungsinya di lembar sebaliknya, agar umat&siswa yg akan mengambil tau fungsi & cara penggunaann

source : http://www.wihara.com/forum/true-buddha-school/15648-mantra-rahsaya-usnisa-yg-suci-usnisa-vijaya-dharani.html

sedangkan Amogapasa Avalokitesvara versi TBSN

Mantra Hati Amoghapasa Avalokitesvara: “Om. A Mo Ga. Pi She Ya. Hum Pan Zha.”

Perkenalan Gambarupang Amoghapasa Avalokitesvara
Bodhisattva Amoghapasa Avalokitesvara, bertubuh putih, berwajah 3 bertangan 4, setiap wajah bermata 3, tangan kanan memegang japamala, berikutnya botol suci, tangan kiri memegang teratai, berikutnya tali.

Amogapasha avalokitesvara

Amoghapasa Avalokitesvara adalah salah satu dari 7 Avalokitesvara, setara dengan Bhagawati Cundi, nama Tantranya adalah Vajra Menuntun Secara Setara. Di Tantra Timur adalah sesosok Avalokitesvara yang sangat rahasia, Ia adalah salah satu dari 7 Avalokitesvara di Istana Avalokitesvara Garbhadhatu.

Di dalam Tantra Timur, Ia berkepala 3 dan bertangan 4, setiap wajah bermata 3, bertangan 4. Satu tangan memegang japamala; menjapa nama-Nya, memperoleh penyeberangan.
Satu tangan memegang teratai, menitis di teratai, bencana sirna, rintangan karma sirna, berkah meningkat.
Satu tangan memegang botol suci; setiap orang yang memiliki rintangan karma, menggunakan air amrta dari botol suci, rintangan karma pun sirna; baik neraka, alam pretta, maupun alam hewan, semua rintangan karma sirna.
Satu tangan memegang tali, dengan tali menuntun ke alam Sukhavatiloka Barat.

Amogha artinya semua permohonan tidak akan sia-sia, semua harapan diikat dengan tali, agar semua harapan dapat tercapai.
Menyeberangkan secara setara adalah siapapun Anda, Anda akan dituntun tanpa ada perbedaan, siapapun yang memohon padanya, akan kontak batin, akan kontak yoga.

Ikrarnya yang paling mulia berada pada tali dan amogha nya.

“Om. A Mo Ga. Pi She Ya. Hum Pan Zha.” adalah mantra pendek-Nya. “A Mo Ga” adalah nama Amoghapasa Avalokitesvara.

Yang dijelmakan-Nya ada Mantra Persembahan Amoghamani, selain itu juga ada Mantra Penerangan juga merupakan jelmaannya.

Mantra Persembahan Amoghamani atau persembahan yang luas dan tidak sia-sia, juga ada kaitan dengan yidam yang satu ini, yidam ini bisa mengubah persembahan menjadi luas dan tidak sia-sia.

Memberikan persembahan kepada Avalokitesvara ada kuncinya, harus menggunakan bedak padat, lipstik, pensil alis, cermin, bulu mata palsu, bedak tabur, pemerah pipi.

Persembahan untuk Avalokitesvara diutamakan persembahan yang kita sukai; memberikan persembahan kepada Buddha dan Bodhisattva, Mereka belum tentu menghendaki barang Anda, asalkan kita suka, Mereka pun suka. Sedangkan memberikan persembahan kepada dewa, kita berikan apa yang mereka sukai, ini adalah kunci terpenting dari persembahan, maka akan mudah mencapai kontak yoga.

Tatacara Sadhana Penjapaan Bodhisattva Amoghapasa Avalokitesvara, silahkan klik situs internet berikut ini:
Web: http://indonesia.tbsn.org/modules/news1/article.php?storyid=25

Leave a comment »

Protector Talisman from Padmasambhava

protector talisman from Padmasambhava

Guru Padmasambava dengan tubuhnya sebagai mandala dewata, menaklukkan semua mahluk halus yang angkuh. Dengan ucapannya sebagai mandala tantra, ia mempesona semua mahluk-mahluk halus yang sombong. Dengan pikirannya sebagai mandala dharmata, ia dengan sendirinya menjadi damai dan dengan seketika menjernihkan semua pikiran-pikiran yang salah tentang lima racun dunia. Guru Padma kemudian mengikat di bawah sumpah semua mahluk-mahluk sakti, sperti 21 Genyen dari Tibet,21 Dewa-dewi pertiwi yang tinggal di gunung-gunung batu karang, kapur dan gunung-gunung salju dan 21 Rakshasa pria dan wanita Tibet,  Ia menjadikan semua dewa planet dan dewa -dewa bintang di bawah kendalinya.

Diagram ini disusun oleh Buddha Padmasambhava (pembawa ajaran Buddha tantra ke Tibet dalam menaklukkan aliran-aliran sesat di dalam perjalanannya) dengan menggabungkan talisman-talisman (hu) penolak bala paling manjur yang berasal dari Budaya Tibet, Tantra dan Cina. Ini merupakan pusaka yang luar biasa untuk melindungi rumah dan pemakainya agar mendapat kehidupan yang tenang dan tentram. Tidak perlu di khai kuang lagi. Tinggal pakai, cetak lalu laminating biar warnanya tidak gampang pudar. Dibikin jadi bandulan kalung, untuk dipakai bayi atau anak-anak juga yang lagi menderita penyakit. Diagram ini dapat menahan apes dan kesialan-kesialan yang ditimbulkan dari fengsui rumah, tanah, manusia, roh-roh jahat, dan mencegah segala hal-hal buruk yang terjadi seperti santet, pelet karena pelanggaran thai sui, sui pho, cie sa, fu ping, bintang tahun, bulan, hari waktu dsb menghindari hal yang buruk untuk memperoleh keharmonisan. Diagram ini dapat diletakkan di altar, depan rumah, mobil, kantor, toko, gudang dan dapat dibawa di badan tanpa pantangan kecuali jangan diinjak atau diduduki. Berfungsi mengundang kebijaksanaan, panjang umur, perkawinan, keluarga menjadi harmonis. Bila dibawa dibadan dapat membuang sifat-sifat buruk seseorang dengan berjalannya waktu tidak terasa sifat buruk akan hilang dengan sendirinya. Membuat sehat orang yang gampang kesurupan. Yang dapat menembus diagram ini hanyalah dari karma-karma buruk yang pernah kita lakukan itupun akan berjalan dengan aman tidak terlalu berlebihan selama kita di jalan yang lurus. Gambar Diagram ini telah diseleksi dan diambil dari koleksi Talisman protector yang paling cemerlang sinarnya dari Museum Ruben di New york. Jangan diedit lagi dan jangan dicetak terlalu besar power jadi lebih lemah kalau gambar terlalu besar.. Gambar ini boleh dicetak dan dibagikan dengan gratis. Catatan. Lambang-lambang dalam agama buddha tidak boleh sembarang untuk merk dagang atau lelucon. Anda harus menghormati lambang ini baru akan ada power yang kuat , semua mahluk yang pernah diikat sumpah oleh Padmasambava akan menghormati lambang ini dan menjaganya tetapi bila anda meragukannya lebih baik jangan digunakan sembarangan(takut kualat).

Leave a comment »