Archive for Kundalini

Pernapasan Botol(Bhadrakumbha Prana)

Kemudian Dharmaraja Liansheng melanjutkan Dharmadesana Dzogchen, serta secara langsung menjelaskan dan memperagakan kiat Bhadrakumbha Prana yaitu : TARIK, PENUH, MENYEBAR dan MELUNCURKAN. Demikianlah langkah-langkahnya :

Meditasi Anapanasati

1. Duduk dalam Tujuh Postur Vairocana.
2. Bervisualisasi di angkasa hadir Kesadaran Tertinggi Semesta berupa cahaya terang.
3. TARIK : Melakukan pernafasan penuh, menarik nafas sampai ke perut dan turun ke Dan-tian. ( Untuk wanita cukup sampai ke cakra hati / Dan-tian tengah )
4. PENUH : Penuh prana dalam Dan-tian, mengetatkan otot anus, ujung lidah disentuhkan langit-langit mulut, menekan tenggorokan.( Prana atas ditekan ke bawah, prana bawah dinaikkan ke atas ) , menahan nafas, menjadi bentuk Bhadrakumbha.
5. MENYEBAR : Menyebar yang pertama adalah prana masuk ke dalam Sushumna ; Menyebar yang kedua adalah prana diarahkan ke semua nadi di sekujur tubuh, bahkan sampai ke pembuluh darah kapiler. ( Pertama kali bisa mulai dari setengah menit, kemudian sampai satu menit, kemudian bisa ditingkatkan ) menahan prana dalam waktu lama, dengan alamiah prana akan memasuki Sushumna, dan dengan sendirinya juga ke sekujur tubuh.
6. MELUNCURKAN : Saat sudah tidak kuat menahan nafas, keluarkan. Langkah pertama adalah terlebih dahulu diarahkan ke ubun-ubun ( Ini merupakan Metode Phowa, namun begitu usnisa terbuka, satu bulan hanya boleh dilatih satu kali, tidak boleh lebih, juga harus bervisualisasi kaki Yidam menginjak dan menutup usnisa sadhaka, jika tidak demikian bisa menyebabkan pendek usia. )Yang kedua, baru mengeluarkannya lewat hidung.

Penekunan Bhadrakumbha Prana termasuk metode olah prana golongan keras, ada efeknya ( ada bahayanya ) , yang harus diperhatikan adalah :

1. Paling tepat dilakukan pagi hari kala perut kosong.
2. Setiap harinya dalam penekunan tidak boleh lebih dari 21 tarikan nafas.
3. Dalam menahan nafas tidak boleh dipaksakan, cukup dengan cara meningkatkan waktu secara bertahap.
4. Hanya menggunakan hidung untuk menghirup dan mengeluarkan nafas, tidak boleh melalui mulut.
5. Jika terlampau banyak menembus ubun-ubun, bisa mengakibatkan pendek usia, setelah usnisa telah terbuka, setiap bulan hanya boleh menembusnya satu kali.
6. Jika menekuninya secara berlebihan, dapat mengakibatkan telinga berdenging, mata merah, mimisan, gusi bengkak, pusing, sakit kepala dan aneka efek samping lainnya, harus menekuninya dengan disesuaikan.
7. Akan timbul fenomena abhijna dan tembus alam roh.
8. Wanita tidak boleh menekuninya saat sedang datang bulan, bisa mengakibatkan pendarahan.
9. Saat sakit, flu, saat kurang fit, samasekali tidak boleh menekuninya.

Dharmaraja Liansheng mengatakan jika penekunan Bhadrakumbha Prana bisa dipadukan dengan Metode Air Dewata, maka manfaat yang diperoleh akan lebih baik lagi, demikianlah tahapan penekunanya :

1. Lidah diputar – putar di garis gigi.
2. Menghasilkan air liur.
3. Menggunakan lidah untuk mengaduk liur menjadi buih.
4. Menelan buih liur.
5. TARIK : Nafas memasuki Dantian.
6. PENUH : Menjadi Bhadrakumbha.
7. MENYEBAR : Sampai ke Sushumna dan sekujur tubuh.
8. MELUNCURKAN : Prana dikeluarkan melalui hidung.

Berikut merupakan manfaat dari penekunan Air Devata yang dipadukan dengan Bhadrakumbha Prana :
1. Bindu ( Hormon ) akan terus tumbuh.
2. Tubuh sehat dan kuat, awet muda, menyehatkan otot dan tulang.
3. Prana asali melimpah, penuh semangat.
4. Prana dan darah akan mengalir lancar tidak terrintangi, menghindarkan dari penyakit pembuluh darah jantung.
5. Usus dan lambung sehat, pencernaan baik.
6. Prana memasuki Sushumna, membuka cakra, dapat menyaksikan sinar gemilang, melihat asap, melihat cahaya terang, pada akhirnya dapat menyaksikan terangnya Buddhatta.

Dharmaraja Liansheng mengatakan bahwa Bhadrakumbha Prana merupakan sarva-guna ; Dapat mencapai Anasrava, dapat membangkitkan Kundalini, dapat menaikkan dan menurunkan bindu, merupakan dasar semua Sadhana Dalam, sangat penting !

Buddha Dharma ada sejati juga ada yang dipalsukan, namun yang diajarkan oleh Dharmaraja Liansheng merupakan yang sejati, bahkan gratis tidak dipungut biaya !

( Note Penterjemah : Sadhana Dalam memerlukan abhiseka sarana dan abhiseka penekunan Sadhana Dalam secara langsung. Penekunannya memerlukan bimbingan Vajra Acarya sejati yang benar-benar menekuninya. Semua syarat ini mutlak diperlukan , jika diabaikan bisa mengakibatkan pelanggaran ketentuan Dharma, hasil yang menyimpang dan bahkan berbagai efek samping yang buruk )

bagi pemula sebaiknya belajar sadhana Ta Wen yang terlebih dahulu yang lebih simple ada di buku seri padmakumara

Leave a comment »

Sadhana Bindu (inti sari Kehidupan)

Sadhana bindu

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pembabaran 9 Tingkat Dzogchen, Sadhana Bindu merupakan Sadhana tertinggi dalam penekunan Sadhana Dalam !

Dalam penekunan Sadhana Dalam Tantrayana, terdapat oleh prana – nadi dan bindu, sedangkan Sadhana Bindu sudah merupakan yang tertinggi dalam sadhana dalam. Sekujur tubuh kita termasuk darah dan hormon merupakan bindu, dan bindu yang paling penting adalah bindu pada Cakra Ajna, yang diwakili oleh aksara HANG ,disebut sebagai Cairan Rembulan Bochicitta, disebut juga Padma berkelopan Seribu.

Pada mulanya Cairan Rembulan Bodhicitta adalah solid, beku, namun dengan pembangkitan kundalini, akan meleburkan Cairan Rembulan Bodhicitta, sehingga bindu dapat menetes ke bawah.

Pembangktian Kundali berfungsi untuk membakar bindu, saat bindu turun mengalir melalui Sushumna, akan menghasilkan Mahasukha ; Saat bindu turun ke Cakra Visuddhi akan menghasilkan semacam sukha yang disebut Sukacita Awal ; Saat bindu turun ke Cakra Anahata akan menghasilkan Sukacita Unggul ; Saat turun ke Cakra Manipura akan menghasilkan Sukacita Yang Melampaui ; saat turun ke Cakra Muladhara akan menghasilkan Sahajananda ( Sukacita Asali ), inilah Empat Sukacita.

Setelah bindu turun, kemudian bindu yang semua dinaikkan, akan timbul Sukha yang lain lagi, pada sukha yang demikian akan timbul anubhava sunyatha, inilah Empat Sunya.

Kemudian Dharmaraja Liansheng Menjelaskan : “Sukha tidak bisa diambil, namun bisa dirasakan melalui ekspresi dan ucapan, oleh karena itu persepsi lah yang membuat Anda bersukacita. Sukha yang umum tidaklah bertahan lama, namun Empat Sukacita dalam Tantrayana melampaui sukacita manusia awam.”

Dengan visualisasi kita juga bisa menghasilkan Sukha, penekunan Tantrayana bisa memperoleh Empat Sukacita dan Empat Sunya, dengan menggunakan prana – nadi dan bindu bersirkulasi naik turun menggesek, dapat menghasilkan Sukha yang bisa bertahan beberapa jam, bahkan bisa bertahan seharian penuh, juga bahkan sukha yang abadi, Sukha ini dapat melampaui semua kerisauan, mampu mematahkan lobha dosha dan moha, sukha yang demikian mudah memasuki Samadhi, dengan melakukan meditasi dalam Sukha tanpa batas , maka dengan mudah akan menyaksikan Sinar Kesunyataan Bindu.

Pembangkitan Kundalini adalah demi Sadhana Bindu , Sushumna merupakan akar dan sumber Mahasukha dan Mahaprabha, Sukha timbul dari gesekan, sukha bukan pada satu tempat saja, tapi pada sekujur tubuh, sekujur tubuh adalah bindu.

Sedangkan yang terutama dalam Sadhana Bindu adalah membuka Lima Cakra, saat semua nadi dan cakra terbuka, bindu akan memasuki semua nadi dan cakra, sehingga semua organ dalam akan harmoni, sekujur tubuh menghasilkan sinar terang.

Sukha yang umum tidak sebanding dengan sukha tertinggi dalam hidup manusia , sedangkan sukha dalam hidup manusia tidak sebanding dengan Sukha yang dihasilkan gesekan pada Sushumna. Sebab saat prana menggesek pada Sushumna, tubuh akan merasa enteng, mudah memasuki samadhi, ini disebut Samadhi Sukha dan Sunya, jika kita menekuni sampai terbukanya Cakra Anahata maka bisa menyaksikan Buddhatta, saat sinar Buddha diri sendiri melebur dengan Sinar Buddha Alam Semesta, berarti mencapai Kebuddhaan.

Dharmaraja Liansheng juga mengajarkan kepada semua bagaimana cara melonggarkan lima cakra :

1. Cakra Ajna : Kedua tangan beranjali, dengan ringan diketukkan ke arah cakra ajna, dapat melonggarkan cakra ajna.

2. Cakra Visuddha : Leher melakukan gerakan memutar perlahan, dapat melonggarkan cakra visuddha.

3. Cakra Anahata : Melakukan push up dapat melonggarkan cakra anahata.

4. Cakra Manipura : Sit-up dapat melonggarkan cakra manipura.

5. Cakra Muladhara : Melatih Zhu jianfa dapat melonggarkan Cakra Muladhara. ( Note : Zhu jianfa hanya dapat ditekuni setelah memperoleh abhiseka dari Dharmaraja Liansheng )

Asalkan caranya tepat, maka semua nadi dan cakra akan terbuka,melalui penekunan yang konsisten, kelak suatu hari nanti pasti akan mengalami Mahasukha ! Setelah memperoleh Mahasukha, tidak akan lagi serakah pada harta, seks, ketenaran, sebab Mahasukha mengungguli semua nafsu keinginan, Mahasukha adalah Lobha yang terbesar . Begitu tiada lagi lobha, maka Anda telah melampaui, segala penderitaan akan sirna, Anda menjadi Suciwan, Anda dapat meraih Siddhi.

Leave a comment »

Tips sadhana Anasrava(non bocor)

visualisasi sadhana anasvara

Dharmaraja melanjutkan pembabaran mengenai cara penekunan luar dan dalam dari Sadhana Anasrava dalam Dzogchen.

Sadhana Anasrava sangat penting, sebab jika bindu bocor, tubuh bagian bawah akan dingin, tidak mampu mempertahankan suhunya, maka tidak akan bisa mengkonsentrasikan prana, tidak mempunyai daya untuk mempertahankan AIR, maka akan timbul banyak masalah di tubuh.

Dalam menekuni Sadhana Anasrava, kayu bakarnya harus cukup, dengan demikian Kundalini bisa bangkit dengan mudah. Terlebih dahulu kita menekuni Bhadrakumbha Prana sampai mempunyai prana yang melimpah, kemudian melanjutkan dengan Sadhana Anasrava, membangkitkan Kundalini, kemudian menekuni Sadhana Pengolahan Bindu, jika pintu airnya kokoh, maka tidak akan bocor.

Biasanya, dikarenakan gravitasi bumi, semua kekuatan akan tertarik ke bawah, oleh karena itu semua benda akan mengarah ke bawah, Anda memerlukan daya untuk mengangkatnya.

Kita menekuni Sadhana Anasrava, bagian perut akan bertenaga, akan mempunyai daya untuk mengangkat.

Berikut merupakan pembabaran Dharmaraja Liansheng mengenai tahapan Visualisasi Dalam di Penekunan Sadhana Anasrava :
1. Membentuk Mudra Vajranguli kemudian menekan lembut kepada ubun-ubun.
2. Bervisualisasi bagian perut terdapat aksara HUM merah yang mengait Padma putih ( Bodhi Putih ) , untuk wanita bervisualisasi di bagian ini mengait Padma Merah ( Bodhi merah )
3. Meneriakkan HUM, kedua tangan diangkat ke atas dengan kuat, bervisualisasi aksara HUM dan padma terangkat sampai ke ubun-ubun.
4. Saat itu bervisualisasi di atas ubun-ubun terdapat aksara HUM dan padma yang berdiri, di bawahnya terdapat Usnisasirsa ( Bagi wanita tidak perlu memvisualisasikan Usnisasirsa )

Dharmaraja Liansheng melanjutkan dengan transmisi Postur Luar untuk Sadhana Anasrava ( Enam Postur Sakya ), berikut kiatnya :

1. SURYA CANDRA MENENGADAH KE LANGIT
Kedua mata melihat ke atas, memindahkan konsentrasi pada Yidam di atas, supaya bindu dapat dipertahankan.

2. UJUNG LIDAH MENYENTUH LANGIT-LANGIT MULUT
Supaya prana memperoleh jembatan yang menghubungkan ke atas, tak terintangi.

3. MENEKAN TENGGOROKAN
Setelah menekan dan mempertahankan prana, prana disimpan tak tergoyahkan. Bagaikan sedotan yang ditekan kemudian diangkat, maka air tidak akan jatuh ke bawah.

4.PERUT MENEMPEL PADA PUNGGUNG
Menggunakan kekuatan perut untuk menuntun bindu menuju ke atas, ditarik sampai ke dalam tubuh, jangan sampai keluar.

5. PRANA ATAS DIKELUARKAN
Memuntahkan prana atas, dengan demikian bisa mengalirkan bindu ke atas.

6.MENGETATKAN OTOT ANUS

Enam Postur Sakya di atas, diselesaikan dalam sekejap. Saat belum timbul sukha, menangkap bindu kembali, diri sendiri harus merasakannya.

Meski sangat sukar, namun harus tetap belajar sampai menguasainya, sebab dengan demikian baru bisa mengokohkan akar, ini adalah sumber daya, dengan adanya sumber daya barulah bisa membangkitkan Kundalini.

Berikut merupakan Manfaat penekunan Sadhana Anasrava :
1. Kesadaran dan Prana akan segar dan fit, Chi positif tercukupi.
2. Bagian perut berkekuatan, kandung kemih kuat, mencegah mengompol.
3. Hormon bertumbuh, daya tahan tubuh kuat, tidak akan bungkuk.
4. Mampu mempertahankan dan mengangkat bindu, tidak bocor.
5. Dapat menghasilkan Mahasukha.
6. Menembus Sushumna.
7. Samadhi Mahasukha.

Setelah berhasil dalam Sadhana Anasrava, perlu menekuni Sadhana Kundalini, sebab perlu untuk mentransformasikan Bindu menjadi Prana “Melebur intisari menjadi prana.” , jika hanya menekuni Anasrava namun tidak menekuni pembangkitan Kundalini, tetap masih berpenyakitan, akan timbul masalah. Menurut ilmu kedokteran, jika bindu tidak dipergunakan akan rusak, oleh karena itu kita perlu menggunakan kekuatan api untuk mentransformasikan bindu menjadi uap, kemudian didistribusikan ke semua pembuluh darah, pori-pori dan tulang.

Dharmaraja Liansheng menyimpulkan bahwa penekunan Sadhana Anasrava ada manfaatnya, antara lain dapat menembus Sushumna, prana berkecukupan, tidak mudah jatuh sakit, menghasilkan mahasukha, prana cukup sukha juga cukup, usai Mahasukha dapat dengan mudah memasuki Samadhi, di dalam sukha yang hangat ini, akan menyaksikan terang, setelah menyaksikan terang, kemudian menekuni Metode Melihat Sinar dalam Dzogchen akan lebih mudah berhasil.

Dharmaraja Liansheng telah membeberkan Sadhana Anasrava yang demikian unggul dan berharga, supaya semua umat memperoleh rahasya penekunan Sadhana Dalam, lubuk hati setiap umat dipenuhi rasa syukur , juga penuh dengan Dharmasukha !

Leave a comment »

Tips Samadhi Kundalini dalam Dzogchen

meskipun hidup makmur, tetap harus memahami bahwa itu semua hanyalah fenomena sementara, semua adalah ilusi, begitu waktunya tiba semua bisa berubah menjadi hampa.

Sebab semesta ini anitya, ada lahir pasti ada mati, ada kuat pasti ada lemah, ada kebangkitan maka pasti ada kejatuhan ; Meyakini keberadaan neraka, tahu menekuni bhavana. Orang yang pernah mengalami penderitaan, baru mengetahui betapa berharganya bhavana.

Kemudian Dharmaraja Liansheng melanjutkan dengan Dharmadesana mengenai kiat Samadhi Kundalini dalam Dzogchen, terlebih dahulu mengingatkan bahwa penekunan olah prana dimulai dari penekunan

1. Sembilan Tahap Pernafasan Buddha,

2. Vajra-japa,

3. Bhadrakumbha Prana, ditambahkan dengan Sadhana Air Dewata,

terus sampai merealisasikan Anasrava, barulah memulai penekunan pembangkitan Kundalini.

Kunci utama pembangkitan kundalini adalah : Pada tubuh setiap orang terdapat api, hanya saja masih belum berkobar.

Tubuh manusia merupakan gabungan elemen tanah, elemen air, elemen api, elemen angin dan elemen akasha.

Elemen Tanah adalah tulang dan daging ; Elemen Air adalah darah ; Elemen Api adalah suhu tubuh ; Elemen Angin adalah udara nafas ; Elemen akasha adalah pikiran.

Sedangkan Kundalini adalah memanfaatkan suhu pada tubuh, Elemen Api untuk melakukan pembinaan diri.

Dimanakah Elemen Api ini ?
Menurut Bhavana Tantrayana, lokasinya terletak empat jari di bawah pusar ( Dantian bawah ) , disana terdapat bija dari Api Induk, dari sinilah sumber panas tubuh.

Ini adalah Darah Induk, yaitu Dorje Pagmo ( Bunda Vajra Varahi ) , penekunan pembangkitan kundalini adalah melalui Bunda Vajra Varahi sebagai Adinata Adhistana.

Ada Tiga Syarat Dalam Penekunan Kundalini :
1. NAFAS :
Dibagi menjadi : halus, perlahan dan panjang ( Api Lembut ) dan Kasar, cepat dan pendek ( Api Keras ) ( Pernafasan Berritme )

2. PIKIRAN
Istana Kelahiran Dharma yang berlokasi di empat jari di bawah pusar, berbentuk mirip Bintang Daud.

Dilihat dari atas berbentuk Bintang Daud, dilihat lurus adalah dua segitiga berdiri ; Dorje Pagmo ada di segitiga atas, dari sinilah api bangkit, setinggi dua jari atau boleh juga memvisualisasikan satu segitiga

Kemudian menggunakan tanur tinggi ( pernafasan penuh ) untuk meniup Api Induk, Api Induk akan bergoyang, akan memancar, meledak-ledak bagaikan matahari , juga akan naik ke atas. Naik sampai ke manipura cakra, sampai anahata cakra, visudhi cakra, ajna cakra, sekujur tubuh adalah api, menggunakan kekuatan nafas, supaya dia menjadi hangat, merah bercahaya, lari ke bagian atas. Ini semua memerlukan pikiran.

Menekuni pembangkitan Kundalini juga membutuhkan kesabaran. Harus menggunakan pernafasan penuh untuk menghirup, dan pikiran tidak boleh terpecah, tiada suara.

3. GESEKAN
Saat tidak bisa bangkit, harus menggunakan cara tekanan, menggunakan cara gesekan, supaya bisa dibangkitkan. Seperti saat cuaca sedang dingin, kedua telapak tangan saling digesekkan, menghasilkan panas ; Juga bagaikan kayu yang digesekkan untuk menghasilkan api, tidak hanya menggunakan angin untuk menghasilkan api, juga perlu untuk menggunakan metode menggesekkan kayu.

Api lembut dan api kasar (Ritme pernafasan) saling berpadu , kemudian menggunakan gesekkan untuk menghasilkan panas, setelah dipanaskan, bervisualisasi api membumbung ke atas, api bisa membakar bindu, sekujur tubuh berada dalam api.

Manfaat Pembangkitan Kundalini :
1. Bindu menjadi prana, sepenuhnya Anasrava.
2. Tubuh sangat sehat, daya tahan tubuh bertambah kuat.
3. Kondisi batin tenteram, prana harmoni, suasana hati bebas dari kekhawatiran.
4. Batin sejuk dan damai.
5. Menghasilkan Mahasukha dan abhijna.
6. Membakar habis klesha.
7. Leluasa dan ringan, tidak terombang ambing oleh dunia fana.
8. Mudah memasuki Samadhi Terang Api.

Dalam Samadhi membuka lima cakra, membuka sushumna, menyaksikan terangnya Buddhatta.

Kundalini disebut juga api internal, hangatnya roh, ular roh. Penekunan ini membutuhkan konsistensi dan ketekunan.

Menekuni pembangkitan kundalini, menggunakan pernafasan penuh sebanyak 10x sampai di manipura cakra, kemudian 10x lagi sampai ke anahata cakra, terus demikian sampai ke ajna cakra, maka bindu akan larut turun.

Bangkitnya kundalini dapat menghasilkan sinar, dapat menyaksikan sinar internal dan eksternal. Sadhana Pembangkitan Kundalini berhubungan dengan Pencapaian Kebuddhaan Secara Langsung dan Sinar Pelangi.

Dalam menekuni Sadhana ini harus senantiasa berdoa memohon adhistana Guru, Yidam, Dharmapala dan Bunda Vajra Varahi.

Terakhir, Dharmaraja Liansheng menggunakan lelucon mengenai “Rasa Gatal yang Timbul Bertahap Selama Tujuh Tahun.” sebagai perumpamaan tahapan pembangkitan kundalini :
Tahun pertama adalah masih baru, tahun ke dua adalah telah familiar, tahun ke tiga adalah kebosanan dikala api masih belum bangkit, tahun ke empat adalah sedikit menarik, tahun ke lima adalah mulai ada api ( pembangkitan), tahun ke enam mulai meronta, tahun ketujuh sekujur tubuh adalah api.

Namun ini semua membutuhkan penekunan bertahun-tahun, bukan sesuatu yang bisa dicapai hanya sekejap saja.

Juga bisa menggunakan Metode Memukul, memukul semua nadi sekujur tubuh , supaya tidak terrintangi, namun juga tidak perlu terlampau keras. Metode memukul bisa melancarkan peredaran darah, dengan sendirinya bisa menghasilkan panas ; Menggunakan panas eksternal untuk membantu panas internal, kemudian menggunakan visualisasi, kemudian menggunakan pernafasan, maka Kundalini pun bangkit !

Leave a comment »

Pelatihan Internal Tubuh dalam Tantrayana

Pelatihan Internal Tantrayana (I)
密教的內修

Oleh Mula Guru Silsilah Budha Hidup Lian Sheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu

Kita berbicara tentang Pelatihan Dalam Tantrayana.

Yang disebut Pelatihan Dalam adalah pelatihan ke dalam batin Anda sendiri, itulah Pelatihan Dalam. Pelatihan Dalam Tantra di masa lalu kita pernah bahas tentang mengelola Chi, Nadi dan Bindu, sebenarnya ada lagi tentang pembagian tiga nadi dan tujuh cakra dalam tubuh kita.
                                                
Tiga nadi, adalah batang nadi yang ada di tengah (sushumna), yang sangat penting. Yang lain adalah satu nadi kanan (ida), satu nadi kiri (pingala). Tujuh cakra, dimulai dari ubun-ubun kepala: cakra mahkota, cakra ajna, cakra tenggorokan, cakra jantung, cakra pusar, cakra seks, cakra dasar, inilah tujuh cakra, semua ini harus diketahui dalam Pelatihan Dalam.

Cakra Jantung adalah yang paling penting, didalam Pelatihan Dalam cakra jantung mendapat perhatian paling banyak. Mengapa? Karena seperti yang hampir selalu disebut dalam Ajaran Budha adalah satu kata ‘hati’, terutama adalah ‘Selaksa fenomena berasal dari hati’ 「萬法唯心」.

Menurut pandangan biologi, ‘hati’ (jantung) ini adalah bagian fisik paling penting dari keseluruhan tubuh Anda. Jadi orang jaman dulu ketika mereka akan berperang, yang paling penting adalah menaruh sebuah cermin di daerah jantung, yang disebut ‘cermin pelindung jantung’, untuk melindunginya. Karena di bagian manapun Anda terluka, umumnya bisa diselamatkan. Jantung tidak boleh terluka, karena ia merupakan pusat yang sangat penting untuk pengendalian Chi, Nadi dan Bindu di seluruh tubuh.

Jantung dari benda apapun adalah yang paling penting. Pada mobil, apa yang paling penting? Bagian silinder mesinnya yang paling penting.

Kita manusia bagian mana yang paling penting? Daerah jantunglah yang paling penting. Semua sirkulasi keluar dan kembali, selalu ada hubungannya dengan jantung. Daerah itu adalah tempat paling terkumpulnya segala nadi. Yang juga berarti urat syaraf dalam tubuh Anda semuanya berkumpul disitu. Jadi kalau jantung Anda sangat kuat, Anda akan panjang umur. Kalau jantung Anda paling lemah, usia anda akan terpengaruh.

Tantrayana berbicara tentang cakra jantung, yang juga merupakan yang paling penting. Karena tersimpan apa di tempat ini? Disini tersimpan Budha. Budha berada di cakra jantung, Budhatta berada disini. Nanti Cahaya Budha memancar adalah bermula dari sini. Tantrayana melukis Cahaya, sebagian besar adalah melukis pancaran Cahaya dari daerah jantung, dimulai dari cakra jantung.

Apalagi yang terdapat disini? Dimanakah kesadaran Tathagathagarbha? Adalah juga terdapat di cakra jantung. Dimanakah avidya itu? Avidya juga sama terdapat di cakra jantung. Segala rintangan karma ada di mana? Segala kegelisahan batin (klesha) ada di mana? Tetap sama ada di jantung. Kita orang Taiwan berkata ‘banyak kegelisahan batin’, banyak kegelisahan dimulai dari mana? Dari hati. Hati terikat. Ada semacam penyakit yang sangat dahsyat yang disebut ‘myocardial infarction’. Sebentar saja orang telah mati, ini adalah karena jantung terikat.

Ada banyak syaraf di jantung, banyak nadi yang keluar dari jantung. Asal saja terjadi penyumbatan pembuluh di dalam jantung itulah ‘myocardial infarction’. Begitu otot jantung tersumbat, denyut jantung akan berhenti. Jantung berhenti berdenyut, tidak bisa berdenyut lagi. Sesuatu di sekelilingnya telah mengikatnya, jantung tidak mampu berdetak lagi, seluruh tubuh orang itu akan berhenti, matilah ia. Penyumbatan pembuluh darah jantung juga sama, pembuluhnya tersumbat, mempengaruhi jantung sehingga tidak bisa bekerja, ini juga sama celakanya. Jadi Tantrayana paling menitikberatkan cakra jantung.

Pelatihan diri kita dalam Tantrayana itu apa gerangan? Itu adalah melepaskan, menguraikan, mengendurkan, syaraf-syaraf yang ada di cakra jantung, agar seluruh Chi dapat mengalir dengan sangat lancar.

Jadi pada saat darah dan Chi bebas mengalir, maka semangatmu akan kuat, semangatmu akan bagus, dalam pelatihan dirimu akan mencapai sukses besar. Sedikit sumbatan pun tidak boleh ada, jadi klesha walaupun tiada bentuk, akan tetapi klesha benar-benar akan membuat cakra jantungmu tersumbat.

Jadi di dalam Tantrayana, dengan memanfaatkan saripati kehidupan di tubuh Anda, untuk melancarkan semua nadi meridian di dalam tubuh Anda dan menghilangkan segala sumbatan baik yang berbentuk maupun yang tidak berbentuk, membuat syaraf di sekitar cakra jantung mengendur, membuatnya rileks, inilah sadhana Tantra, jadi ini termasuk dalam Pelatihan Dalam.

Cakra jantung sangat penting, karena Budha ada didalamnya, klesha ada didalamnya, avidya ada didalamnya, Tathagata ada didalamnya, segala rintangan karma karena cakra jantung, juga semuanya ada disitu. Inilah pentingnya cakra jantung kita, kelak kalau tubuh kita memancarkan Cahaya, itu juga dimulai dari cakra jantung. Jadi mengendurkan cakra jantung, membuatnya tidak tersumbat, membuatnya bisa bekerja dengan rileks adalah yang paling penting.

Hari ini ceramah sampai di sini.

Om Mani Padme Hum.

 

Pelatihan Internal Tantrayana (II)
密教的內修

Oleh Mula Guru Silsilah Budha Hidup Lian Sheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu

Kita berbicara tentang Pelatihan Dalam Tantrayana.

Kita pernah membahas tentang pentingnya cakra jantung, sebenarnya jantung itu baik yang berbentuk (jantung fisik) maupun yang tidak berbentuk (jantung spiritual), adalah yang paling penting.

Aku membaca Kitab Penyelamatan Guru Padmasambhava (蓮華生大士應化), Guru Padmasambhava pernah berkata, Ia seumur hidup telah mengunjungi banyak negara, pergi ke Nepal, Tibet, China, Khotan, dan masih banyak lagi. Tempat yang Ia tinggali ada delapan tanah pekuburan besar, lokasi Ia melatih diri. Dan lagi, Ia mempunyai delapan tempat retreat suci.

Akan tetapi terakhir Ia berkata: ‘Perjalanan seumur hidup-Ku, menjelajah ke mana-mana, pergi menyepi, pergi bersadhana, namun tidak pernah meninggalkan hati sendiri.’ Setelah Aku membaca kata-kata ini, Anda harus mempunyai pengalaman yang mendalam.

‘Hati’ menciptakan segalanya, hati seseorang meliputi segala wujud. Kemampuan penyimpanan dari ‘hati’, tiada hingga. Jadi dikatakan ‘Segalanya diciptakan oleh hati.’ (一切唯心造), ‘Segala fenomena berasal dari hati.’ (萬法唯心)

Makna kata-kata dari Guru Padmasambhava, seolah seluruh Alam Semesta Langit dan Bumi, seluruhnya ada didalam hati-Nya, poin ini sangat penting.

Saat Aku bertemu dengan Guru Padmasambhava, Ia memberikan ‘Abhiseka Gabungan’ (總持灌頂) pada-Ku. Apa itu Abhiseka Gabungan? Semua Budha, semua Bodhisatva, semua Vajra Dharmapala, daka dakini, para Dewa, semuanya masuk ke dalam tubuh Anda, masuk ke dalam hati Anda. Budha, Bodhisatva, Vajra Dharmapala, daka dakini, para Dewa, semuanya masuk ke dalam tubuh Anda. Kemudian, tubuh Anda menjelma menjadi sebuah huruf ‘Hum’.

Guru Padmasambhava membuka mulut-Nya, menelan huruf ‘Hum’ ini. Naik ke cakra ajna, turun ke cakra tenggorokan, lalu ke cakra jantung. Kemudian huruf ‘Hum’ ini dimuntahkan kembali, inilah ‘Abhiseka Gabungan’.

Aku belum pernah membicarakan hal ini, Guru Padmasambhava memberi abhiseka dengan tubuh-Nya, menarik semua Budha, Bodhisatva, Vajra Dharmapala, daka dakini, para Dewa, semuanya masuk ke dalam tubuh Anda. Lalu Anda berubah menjadi sebuah huruf ‘Hum’, kemudian huruf ‘Hum’ ini ditelan masuk ke dalam tubuh-Nya, bersirkulasi di dalam tujuh cakra Nya, kemudian memuntahkan kembali huruf ‘Hum’ itu.

Pada saat ini, begitu huruf ‘Hum’ ini berubah, menjelmalah ia menjadi Guru Padmasambhava, yang sama artinya dengan abhiseka apa yang didapat oleh Guru Padmasambhava maka Anda akan mendapatkan abhiseka itu, berubah menjadi ‘Abhiseka Gabungan’ Guru Padmasambhava, luarbiasa gaibnya.

Disini membahas tentang apa yang Guru Padmasambhava katakan, menjelajahi dunia, delapan tanah pekuburan besar, menyepi di delapan tanah suci, belajar Dharma di berbagai tempat, ada pengajaran dari delapan Guru, ternyata tidak beralih dari hati-Nya. Disini adalah poin yang sangat gaib, Dharma yang diucapkan oleh Guru Padmasambhava, harus direnungi secara detail untuk dimengerti.

Dalam Pelatihan Dalam Tantra, bodhi putih, bodhi merah, yang putih berada di cakra ajna, yang merah berada di cakra pusar. Merah mewakili kundalini, api kundalini naik ke atas. Menyentuh bodhi putih yang ada di cakra ajna, mencairkan bodhi putih dan menetes, ini adalah air. Air dan api melebur di cakra jantung, membuat jantung fisik berubah menjadi padma kelopak delapan mekar, di sini menyinggung soal padma kelopak delapan.

Mengapa padma kelopak delapan? Guru Padmasambhava berkata delapan tanah pekuburan, pengajaran delapan Guru, menjelajahi delapan negara, delapan tanah suci penyepian, semua tidak lari dari ‘delapan’, intinya mengenai hati-Nya, didalam padma kelopak delapan terkandung segalanya, ia mengandung makna hakiki didalamnya.

Berbicara tentang huruf ‘delapan’, apa itu padma kelopak delapan? Di dalam Tantrayana ada Mandala Garbhadatu Ruang Tengah Delapan Kelopak, apa itu delapan kelopak? Daun dari delapan teratai. Ruang Tengah Delapan Kelopak dari Vajradatu dan Garbhadatu Mandala, semua Budha dan Bodhisatva ada disini. Jadi ini adalah sebuah cakra jantung.

Cahaya Budha Anda bagaimana memancarnya? Itu adalah karena didalam hati Anda, dari atas bodhi putih menetes, dari bawah bodhi merah menjilat ke atas, melebur di cakra jantung, sehingga membuat cakra jantung Anda mekar, bagaimana hati mekar? Adalah menguraikan semua klesha Anda, melancarkan semua nadi Anda, melancarkan semua aliran chi Anda, semua bindu melebur. Membuat hati Anda mekar laksana mekarnya sekuntum teratai, Sifat Budha otomatis akan muncul, inilah Pelatihan Dalam Tantrayana. Jantung fisik berubah menjadi teratai delapan kelopak yang mekar, Sifat Budha muncul maka Cahaya Budha pun memancar.

Jadi di dalam Tantra sering disinggung ‘Cahaya hati muncul dan memancar’, begitulah memancarnya. Yang adalah juga mekarnya teratai cakra jantung, adalah terurainya segala klesha, tercapainya Budha dengan teratai mekar, inilah Pelatihan Dalam Tantrayana.

Tentu saja, di dalamnya ada ‘Sadhana Kundalini’. ‘Sadhana Kundalini’ adalah bagaimana menaikkan api bodhi merah, bagaimana menurunkan bodhi putih. Dengan api bodhi merah naik sampai ke cakra ajna, mencairkan dan meneteskan bodhi putih. Bersatu di cakra jantung, membuat teratai menjadi mekar.

Didalamnya masih ada sadhana chi, yaitu teknik memanfaatkan chi melancarkan nadi dan teknik api melancarkan nadi.

Hari ini sampai disini.

Om Mani Padme Hum.

 

Pelatihan Internal Tantrayana (III)
密教的內修

Oleh Mula Guru Silsilah Budha Hidup Lian Sheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu

Kita membahas lagi tentang Pelatihan Dalam Tantrayana.

Pengalaman pribadi-Ku sendiri, Aku merasa bahwa Pelatihan Dalam Tantrayana, harus dimulai dari pelatihan chi, sebagai permulaan. Setiap sadhaka yang telah beryukta dengan Yidamnya, harus mulai melatih chi. Pelatihan chi, harus melatih sampai chi sangat-sangat penuh. Jadi di dalam Tantrayana ada ‘Chikung Tanpa Bentuk’, itu adalah ‘Badrakumba’ (Pernafasan Botol). Ada lagi ‘Penjapaan Vajra’, Badrakumba dan Penjapaan Vajra luarbiasa pentingnya.

Mengapa harus terlebih dahulu melatih chi? Karena kalau chi didalam tubuh Anda tidak cukup, kundalini pasti tidak dapat naik. Kundalini tidak bangkit, bindu di cakra ajna Anda tidak akan menetes. Biasanya kalau menetes itu adalah bindu material (物質明點), bukan bindu ajna yang sebenarnya. Ini disebut ‘Cairan Bodhi’, atau ‘Cairan Bulan Bodhicitta’, ia tidak akan menetes. Yang menetes adalah bindu material yang biasa.

Jadi melatih chi dalam pandangan Tantrayana, sangat-sangat penting. Guru Padmasambhava berkata ‘Badrakumba’ adalah pahala dari segalanya, yang juga berarti bahwa melatih chi itu sendiri adalah suatu fondasi. Seandainya chi Anda tidak cukup, tubuh akan sangat hampa/lemah. Anda sendiri saja tidak sanggup mencukupi diri sendiri, Anda masih terpikir ingin menghidupkan kundalini. Tubuh Anda akan seperti seonggok abu mati, tidak ada apa-apanya, bagaimana Anda bisa menyalakan kundalini? Bagaimana kundalini bisa bangkit? Jadi kalau chi Anda sudah cukup, kekuatan angin Anda baru cukup, kekuatan POMPA baru cukup, POMPA Anda tidak cukup, bagaimana meniup angin untuk menyalakan api? Dari pandangan Tantrayana, poin ini sangat penting, ini adalah pengalaman pribadi-Ku sendiri. Setelah chi Anda cukup, meniup angin baru akan menyalakan api. Chi tidak cukup, tidak akan ada angin, bagaimana meniup api kundalini? Tubuh bagian bawah pasti kosong.

Tubuh bagian bawah sendiri sering hampa dan dingin, tubuh bagian bawah Anda tidak kuat, sering bocor bindu (air mani), masih menyalakan api apa lagi? Tangan dan kaki dingin, begitu datang musim dingin, dingin sampai menggigil. Orang yang melatih chi dan kundalini, ada sedikit api, selalu tersimpan dan senantiasa menghangatkan tubuh sendiri, Anda tidak takut dingin. Selembar selimut tipis sudah cukup, sudah dapat melalui suatu musim dingin. Jadi cukupnya chi sangat penting, serta tubuh bagian bawah harus kuat. Baik bindu material maupun Cairan Bulan Bodhicitta tidak akan bocor. Ini adalah pengalaman pribadi-Ku dalam Pelatihan Dalam, pengalaman ini sangat penting.

Jadi tidak peduli apakah Anda telah beryukta dengan Yidam atau belum, Anda sehari-hari bisa melatih Badrakumba, melatih chi sampai sangat trampil? Bagaimana yang disebut trampil itu? Adalah tubuh bagian bawah kuat, chi dapat beredar di seluruh tubuh, mampu bersirkulasi di dalam tubuh Anda, ingin ke lokasi mana maka chi akan ke situ.

Jadi bisa sampai ke ujung jari, sampai ke ujung kaki, sampai ke syaraf dan nadi meridian yang paling halus, ini baru bisa dibilang berhasil. Melatih chi, Anda bisa mengerahkan chi, dari puncak kepala terus sampai ke ujung kaki, terlebih dahulu melatih chi sampai berhasil, chi sangat penuh, bahkan sampai bisa bersirkulasi. Ini adalah tingkat paling dasar dari Pelatihan Dalam, belum sampai pada pembicaraan tentang kundalini.


Juga ada banyak orang bertanya, apa itu ‘yab-yum’? Kalian merasa sangat ganjil dan penasaran dengan ‘yab-yum’ Tantrayana. Sebenarnya ‘yub-yum’ masih merupakan fungsi dari chi. Apa artinya? Nadi tengah kita sangat sulit untuk dibuka, Anda melatih secara ‘single’, chi Anda telah cukup dan mengerahkan chi Anda memasuki nadi tengah. Karena chi Anda sangat penuh, barulah chi bisa memasuki nadi tengah. Setelah memasuki nadi tengah, chi akan mengalir di nadi tengah dan terus menerobos nadi tengah. Nadi tengah tidak sanggup ditembuskan, biasanya menggunakan ‘yab-yum’, itu adalah untuk menerobos nadi tengah.

Hubungan pria dan wanita duniawi itu bukan untuk menembus nadi, itu adalah kebocoran bindu. Sadhana Tantrayana adalah mencegah kebocoran bindu. Bindu tidak dibocorkan tetapi diarahkan ke dalam dengan bantuan chi, lalu membuat nadi tengah tembus, timbul semacam saling-mengalir, semacam sirkulasi, awalnya adalah seperti ini. Bahkan, dengan chi bisa membuka semua cakra, cakra jantung, cakra pusar, cakra seks, membuat cakra-cakra terbuka, ini adalah semacam cara kemudahan (upaya kausalya), sadhana Tantrayana adalah semacam upaya kausalya. Bukan perihal hubungan pria dan wanita biasa, hubungan pria dan wanita biasa itu adalah kebocoran bindu, Tantrayana bukan kebocoran bindu. Tetapi mengerahkan chi,membuka nadi, membuka cakra jantung, cakra pusar, cakra seks, cakra yang setingkat lebih tinggi, inilah ‘yab-yum’, bisa dibilang semacam upaya kausalya.

Dengan ‘yab-yum’, bindu mudah untuk menetes, chi mudah memasuki nadi tengah. Chi mudah menembuskan nadi tengah, chi mudah membuka cakra-cakra, begitulah kemudahan itu. Jadi fungsinya adalah disini, adalah sama persis dengan pelatihan ‘single’. Pelatihan ‘single’ adalah aliran dalam tubuh sendiri, ‘yab-yum’ adalah saling-mengalir dalam tubuh dua orang.

Hari ini ceramah sampai disini.

Om Mani Padme Hum.

 

Pelatihan Internal Tantrayana (IV)
密教的內修

Oleh Mula Guru Silsilah Budha Hidup Lian Sheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu

Kita membahas lagi tentang Pelatihan Dalam Tantrayana.

Dalam Pelatihan Dalam Tantrayana, tentang ‘saling-mengalir’ (對流, konveksi energi Yin dan Yang) adalah sangat penting. Chi di dalam tubuh kita dengan apa yang disebut ‘saling-mengalir/konveksi energi’ dalam Ajaran Tao, yaitu ‘Peredaran Kecil’ (小周天), ‘Peredaran Besar’ (大周天), disebut ‘Konveksi Peredaran’ (周天對流), seharusnya juga benar. Adalah pada saat chi dikeluarkan, ia mengikuti peredaran ini dalam bersirkulasi. Apa yang terjadi? Ini adalah penembusan nadi dan pembukaan cakra. Dengan prinsip yang sama, penembusan nadi dan pembukaan cakra dalam Tantrayana adalah juga penggunaan chi dalam konveksi energi (對流).

Jadi ‘yab-yum’ adalah chi ini pergi ke tubuh orang lain, lalu dari tubuh orang itu, melakukan sirkulasi yang sama. Yang juga bisa dikatakan bahwa awalnya adalah pelatihan ‘single’, pelatihan satu orang, dalam pelatihan ‘single’ setelah Anda menghirup chi kemudian melakukan satu sirkulasi. ‘Sembilan Langkah Pernafasan Budha’ adalah suatu sirkulasi, adalah suatu konveksi energi. ‘Pernafasan Badrakumba’ adalah suatu konveksi energi, adalah suatu sirkulasi, adalah mengisi nadi.

‘Yab-yum’ juga sama merupakan suatu sirkulasi, hanya saja memanfaatkan kekuatan dua orang, pelatihan ‘single’ menggunakan kekuatan satu orang, ini sepenuhnya merupakan suatu keterampilan konveksi chi.

Mengapa harus konveksi energi? Kalau chi tidak mengalami konveksi, maka tubuh Anda akan berpenyakit. Seandainya Anda sering menggerakkan chi Anda untuk bersirkulasi dan konveksi, kalau kelak Anda berhasil, tubuh Anda akan sama dengan lapis lazuri, adalah transparan. Anda memandang ke dalam batin Anda sendiri, akan bisa melihat chi sedang beredar. Ini sangat gaib, tubuhmu sepenuhnya transparan, cukup hanya chi bersirkulasi di dalam tubuh, tubuhmu akan sangat sehat. Dimana chi mengalami sumbatan di situlah akan ada penyakit.

Jadi kita sadhaka Tantra, bisa dikatakan sebagai Yogi Pelatih Chi. Ada orang berkata: ‘Saya adalah Yogi Pelatih Chi’. Yogi Pelatih Chi adalah setelah Anda melatih sehirup chi, maka chi itu akan bersirkulasi dimana-mana di sekujur tubuh Anda. Chi bergerak di mata, maka mata Anda akan sangat terang. Chi bergerak di ajna, maka otak Anda akan sangat jernih. Chi bergerak ke telinga, maka telinga Anda akan sangat tajam. Chi bisa digerakkan ke tenggorokan, maka saluran pernafasan Anda sedikit penyakit pun tidak ada. Di dalam tubuh Anda chi sangat penuh, tiada sedikitpun sumbatan dalam peredarannya. Semakin bersirkulasi, tubuh Anda akan semakin sehat. Setelah Yogi Pelatih Chi sukses dalam latihan, tubuh laksana burung walet, mampu bergerak mengikuti aliran angin. Lebih tinggi lagi tingkatan Alam pencapaian, mampu manunggal dengan Alam Semesta, jadi ini adalah posisi yang sangat misterius.

Akan tetapi, Aku beritahukan pada saudara sekalian, setelah chi penuh, chi mampu bersirkulasi, beredar di dalam tubuh Anda tanpa henti, Anda setiap waktu melatih chi ini, kelak pencapaian Anda, tubuh laksana lapis lazuri. Memandang ke dalam, Anda akan tahu dimana chi itu. Kalau mampu tiada sumbatan di dalam tubuh, tubuh Anda akan luarbiasa passaddhi, penuh dengan citarasa Dharma, luarbiasa nyaman, semangat sangat baik, segala penyakit lenyap, ini adalah salah satu fungsi dari Yogi Pelatih Chi.

Anda manfaatkan chi ini, dalam istilah Tantra, meneruskan melatih api Dantian, membangkitkan api kundalini. Kemudian hari Anda tidak gunakan lagi chi ini, chi ini sendiri adalah semacam alat transportasi. Api kundalini itu apa? Api kundalini adalah intisari hidup Anda, api dalam yang berhasil dinyalakan bisa dikatakan sebagai api di dalam tubuh Anda. Kemudian memanfaatkan api untuk menembus nadi, membuka semua cakra, menyentuh Cairan Bulan Bodhicitta di cakra ajna. Bindu sejati Cairan Bulan Bodhicitta baru akan menetes, disini juga merupakan suatu konveksi energi. Begitu bindu mencair, turun ke cakra tenggorokan, turun ke cakra jantung, turun ke cakra pusar, turun ke cakra seks, hampir mengalir keluar, pada saat ini berputar kembali ke cakra ajna. Dalam Tantrayana, turunnya bindu disebut ‘Empat Sukha’ (四喜), naik ke atas disebut ‘Empat Sunyata’ (四空), Empat Sukha dan Empat Sunyata adalah semacam konveksi energi.

Konveksi energi jenis ini dibandingkan dengan konveksi energi chi, lebih halus dan gaib lagi. Karena turunnya ia dan bersirkulasi lagi naik ke atas akan memperoleh Mahasukha. Bangkitnya api kundalini sendiri sudah sangat sulit, mencairnya bindu lebih sulit lagi. Jadi kemampuan Pelatihan Dalam itu luarbiasa tiada tara. Anda mampu melatih sampai keluarnya chi, setelah chi penuh, juga sudah luarbiasa tiada tara. Jadi yang disebut bhavana dalam Tantrayana adalah pelatihan api kundalini, pelatihan bindu, pelatihan chi.

Apa itu bindu? Di dalam Tantrayana dikatakan, bindu ibarat api (catatan penerjemah: nampaknya disini ada kesalahan dari artikel aslinya, seharusnya bindu ibarat air). Nadi tengah ibarat apa? Nadi tengah ibarat mandala. Chi ibarat apa? Chi ibarat alat, kekuatan angin untuk menggerakkan. Menyalakan api juga perlu mengandalkan kekuatan angin, angin meniup api menyala. Bindu juga mengandalkan angin, karena kekuatan angin meniup api kundalini untuk membakar bindu, maka bindu baru bisa menetes.

Yang paling mendasar, chi harus penuh, tubuh bagian bawah harus kuat. Itu bagian yang ada buka tutupnya dikunci, tubuh bagian bawah kuat. Jadi ini adalah keahlian yang sebenarnya.

Anda ingin bindu Anda menetesi cakra-cakra, cakra ini biasanya kita sebut sebagai lokasi di mana terdapat paling banyak urat syaraf. Seperti cakra jantung, ada banyak nadi yang terhubung ke sana sini. Cakra pusar juga terdapat banyak jalur, cakra ajna juga sama, disini terdapat banyak sekali urat syaraf. Cakra tenggorokan juga banyak urat syaraf, semua lokasi ini adalah tempat paling banyak urat syarafnya, maka disebut ‘cakra’.

Terbukanya benda ini, maka Anda akan mendapatkan ‘permata’. Karena telah terbuka, maka menjadi jernih dan terang, menjadi berkekuatan. Asalkan terbuka, Anda bisa mengembangkan batin Anda. Tidak terbuka, ikatan klesha membelit Anda, maka ia akan mengunci Anda sampai mati.

Jadi Pelatihan Dalam Tantrayana, adalah membuka hutan rimba syaraf ini. Hutan rimba syaraf semua dibuka, semuanya ditembuskan. Inilah Pelatihan Dalam Tantrayana, membuka satu cakra mempunyai maknanya tersendiri.

Hari ini sampai disini.

Om Mani Padme Hum.

 

Pelatihan Internal Tantrayana (V)
密教的內修

Oleh Mula Guru Silsilah Budha Hidup Lian Sheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu

Kita berbicara lagi tentang Pelatihan Dalam Tantrayana.

Beberapa hari yang lalu, kita telah membahas banyak tentang Pelatihan Dalam Tantrayana. Yang paling penting, bisa juga dikatakan begini, membangkitkan kundalini dan membuat bindu mencair. Terakhir, membuat nadi dan cakra di seluruh tubuh, semuanya terurai. Pada saat ini, Anda akan memancarkan Cahaya di seluruh tubuh, adalah Maha Sidhi Pelangi.

Membuat Sifat Budha kita sendiri, Cahaya batin kita sendiri, dilepaskan seluruhnya. Manusia mempunyai banyak sekali klesha, begitu banyak rintangan, begitu banyak avidya, mengikat dan melilit begitu rupa. Begitu Anda menguraikannya, melepaskannya, Sifat Budha Anda akan muncul, ini termasuk metode Pelatihan Dalam Tantrayana.

Nadi dan cakra tembus dan lancar, memiliki arti pentingnya sendiri. Tujuh cakra, dari cakra mahkota sampai ke cakra dasar, adalah tujuh cakra. Setiap cakra yang terurai mempunyai arti pentingnya sendiri.

Dalam Tantrayana dikatakan, begitu cakra seks terbuka, Anda akan memperoleh jnana, memperoleh Prajna, cakra seks mewakili kebijaksanaan.

Kemudian cakra pusar terbuka, kalau nadi cakra pusar mampu diuraikan, Anda akan memperoleh Dharma dari sepuluh penjuru Tathagata. Anda mampu memahami semua Budha Dharma, ini adalah arti penting pembukaan cakra pusar.

Cakra jantung yang terbuka, Anda akan memperoleh sidhi Yidam, disebut juga pencapaian Nirmanakaya Budha. Pada saat ini, Budha sudah muncul.

Lagi, cakra tenggorokan terbuka, adalah pencapaian Sambhogakaya Budha. Cakra ajna mempunyai pencapaiannya sendiri, disebut Tiada Cemar (無邪). Dalam perspektif Tantrayana, itulah Abhavana Yoga (無修瑜伽, sgom-med, yoga non-meditasi), sampai ke cakra ajna adalah Abhavana Yoga.

Begitu cakra paling tinggi cakra mahkota terbuka, di dalamnya adalah Tathagata Samantabadraraja, disebut Alam Kesadaran Budha Primordial.

Jadi setiap cakra mempunyai arti penting dan simbolnya masing-masing. Asalkan Anda telah membuka satu cakra, maka Anda akan dengan mudah membuka cakra-cakra yang lainnya.

‘Pelatihan Dalam’ adalah suatu hal yang sangat misterius, dulu Aku membaca cerpen silat, didalamnya tertulis ‘orang ini luka dalam’, seandainya chi terluka, ia mengangkat sehirup chi, ia akan merasa chi ini tidak bisa terkonsentrasi, ini ada pengalamannya, Anda sebagai Yogi Pelatih Chi pasti akan faham ini.
Anda sehari-hari mengangkat sehirup chi, merasa sangat penuh dan padat, dan chi ini bisa terkumpul. Kalau Anda sakit, cobalah Anda mengangkat chi. Pada saat sakit, Anda mengangkat sehirup chi, chi ini tidak mau terkonsentrasi, chi terpencar. Dalam cerpen kungfu, ini disebut ‘ilmu perusak’.
Apa yang ditulis sangat beralasan, Aku sendiri mempunyai pengalaman ini. Saat Anda ingin loncat jauh, sebelum meloncat tarik dulu satu chi, lalu seluruh tubuh diangkat, maka akan meloncat sangat jauh.
Tokoh dalam cerpen kungfu, saat ingin mengerahkan ilmu peringan tubuh, harus menarik satu chi. Tetapi chi yang ditarik tidak padat dan penuh, terpencar. Yang dimaksud terpencar adalah saat ia mengangkat chi, ia gagal melakukannya. Ia terkejut, akhirnya ia menyadari chinya terpencar, mengalir ke mana-mana, tidak terkendali.
Tadinya ia ingin terbang dari sini ke pohon itu, tetapi saat menginjak daun pohon, bergoyang beberapa kali. Akhirnya monyet tua jatuh dari pohon. Satu hirup chi tidak terangkat, setengah jalan, jatuhlah ia ke tanah.

Hari ini dalam Pelatihan Dalam Tantrayana, Anda akan mempunyai semacam perasaan, biasanya saat tubuh Anda sehat, Anda mengangkat chi, melakukan ‘Badrakumba’, benar-benar terbentuk satu botol mustika. Chi atas menekan ke bawah, chi bawah diangkat ke atas, chi di dalamnya tidak akan terpencar.
Pada saat Anda sakit, cobalah Anda angkat, angkat satu chi, chi atas tidak mau menekan ke bawah, chi bawah tidak mau diangkat ke atas. Walaupun Anda berhasil menekan ke bawah dan mengangkat ke atas, berhasil mengangkat dan menyerupai sebuah botol mustika, semua chi itu akan terpencar ke mana-mana lewat samping, , Anda bisa tidak merasakan, sedikitpun tidak merasakan adanya chi ini, ini disebut terpencarnya chi.

Jadi ‘chi’ benar-benar sangat penting, api kundalini Anda mengandalkan chi. Bindu Anda mengandalkan chi, mengandalkan chi secara total. Jadi Pelatihan Dalam terlebih dahulu melatih chi, chi cukup, kuat, chi penuh, bisa dikerahkan, menembus nadi.
Jadi dulu Guru berkata, dua kata, apakah Anda telah ‘chi lancar’? Chi belum lancar, segala penyakit akan timbul. Begitu chi lancar, seluruh tubuh menjadi ringan dan rileks. Hari ini Anda tidak melatih chi, Anda adalah seorang pesakitan.

Jadi seorang sadhaka, melatih chi sangat penting. Chi Anda harus penuh, harus kuat, harus mempu mengalir, api kundalini Anda baru akan bangkit. Tantrayana adalah ‘Hati dan Chi manunggal’, Anda melatih chi berarti Anda melatih hati. Chi bisa penuh, hati Anda akan penuh. Chi mampu stabil, hati Anda akan stabil. Chi mampu tenang, hati Anda akan tenang.

Untuk apa belajar Budha Dharma? Mencari suatu kedamaian hati. Chi Anda mampu tenang, hati Anda akan damai. Disinilah letak prinsip chi dan hati manunggal.

Hari ini ceramah sampai di sini.

Om Mani Padme Hum.

Comments (2) »

Bervegetarian dan melatih api kundalini

Umat bertanya, “Mahaguru pernah mengatakan kita harus makan daging hewan untuk menyuplai energi kita, bagaimana dengan orang yang makan vegetarian untuk melatih api dalam?”

Maha guru menjawab :

Penekunan api kundalini itu sendiri sangat dalam, jika tidak ada kunci sejati dari guru, maka sangat sulit, seperti Milarepa fokus berlatih api kundalini, juga harus  melewati waktu bertahun-tahun.

Harus  ada guru yang mengajarkan kunci visualisasi, kunci mudra tubuh, kunci mudra, bahkan kunci dari banyak gerakan yoga baru boleh, syarat untuk membangkitkan api kundalini sangat banyak, jika Anda seorang vegetarian, carilah tonik hangat di toko obat China, yang dapat membangktikan api, obat China yang menghangatkan, jika dipadu dengan makan vegetarian, bisa lebih bertenaga.

Berlatih Api kundalini tidaklah  mudah, sejujurnya sangat tidak gampang, menggunakan bermacam-macam visualisasi, dimulai dari visualisasi yang paling sederhana, yaitu di bagian tan thien, 4 jari di bawah pusar ada teratai berkelopak 4, di tengah pusat teratai ada sebuah aksara A, sebelah kiri  aksara A, dan  sebelah kanan lagi  aksara A lagi adalah teratai berkelopak seribu di kening, yaitu bindu, atau teratai berkelopak seribu, disebut “Cairan bulan Bodhicitta”, bindu teratai berkelopak seribu adalah separuh aksara A, di bawah pusar adalah teratai berkelopak 4, visualisasi paling sederhana adalah aksara A di teratai berkelopak 4.

Gaya duduk ada 3 macam, pertama adalah “Duduk Singa”: gaya duduk singa, bagaimana singa duduk?

Satu adalah “Gaya Gajah”: bagaimana gajah duduk? Satu lagi adalah cara “Duduk Dewa”: bagaimana dewa duduk? belum dibuka untuk umum.

Terapkan ketiga gaya duduk ini untuk berlatih api kundalini.

Ada satu lagi yaitu mudra 6 tungku, yaitu yang dilakukan Guru Milarepa, Ia sepenuhnya menekan cakra pusar, harus tekan, bahkan harus peras, harus rutin di latih, bermacam-macam cara baru bisa berlatih api kundalini.

Menjawab pertanyaan yang tadi Anda ajukan, dapat menggunakan tonik hangat obat China dan makan vegetarian, dengan demikian baru dapat membangkitkan api kundalini.

Dalam usaha membangkitkan api kundalini ada 3 mudra, tidak gampang dilakukan, orang biasa tidak tahu, dan  tidak sembarangan ditransmisikan, yang saya lakukan adalah  duduk singa, harus gunakan bantal duduk yang agak tinggi, saya perlihatkan beberapa gaya pada kalian.

Duduk singa — kedua tangan di dalam kaki, gaya duduk singa, seperti singa, tancap di kaki, tekan cakra pusar, ini adalah duduk singa,

Anda ingin lihat bagaimana singa duduk?  lihat gambar di atas , lalu Tekan cakra pusar.

Gaya singa — bersujud, kedua tangan menopang wajah, tekan bawah pusar, seluruhnya bersujud, kebetulan kedua lutut menahan cakra pusar. (Mahaguru memperagakan 2 macam mudra tubuh melatih api kundalini — duduk gaya singa,

Duduk gaya gajah

Umat bertanya: Apakah cukup melakukan salah satu gaya saja? Atau ketiga gaya tersebut harus dilakukan semua?

Mahaguru menjawab: ada tiga gaya, ketiga gaya ini adalah untuk melatih api kundalini, pilih salah satu saja,  saya hanya mengajari 2 saja sudah cukup. (Hadirin tepuk tangan, tepuk tangan!)

Leave a comment »

Vajravarahi – Jin Kang Hai Mu

Vajravarahi Dance by Zhenfozong Student Qiuyue – Taiwan

translated by Lienhua shian.

藏名译音: 多杰帕嫫(Dorje Pagmo)
金刚亥母是胜乐金刚的明妃。因其头上有一猪头,猪属亥,故称金刚亥母。金刚亥母是空乐根本,本质上就是大手印,属于瑜伽母(或称空行母,Yogini)之一。

Tibetan name : Dorje Pagmo

Vajravarahi -Jin Kang Haimu adalah pasangan dari Heruka, dimana di atas kepala Nya terdapat satu kepala babi. Vajravarahi merupakan akar dari sunyasukha, merupakan Mahamudra, termasuk sebagai salah satu dari  Yogini.

为修拙火之根本大法。金刚亥母对有情众生特具悲心,行者如修习此法可速得加持,于修上师相应法时自观为亥母,能迅速生起相应。空行母对修密的行者而言,可 分为两类,一为出世间空行,一为世俗空行;乃空乐根本,一切成就根本之源,先修得空行相应,然后再修习本尊法极容易成就。

Merupakan akar dari sadhana pembangkitan api kundalini, Vajravarahi sangat berwelas asih pada para insan, bila sadhaka menekuni sadhana ini akan segera memperoleh adhistana, bila saat melakukan sadhana Guruyoga kita bisa bervisualisasi diri kita adalah Vajravarahi maka akan segera memperoleh kontak dalam Guruyoga.

Ada dua macam dakini, yaitu :

Dakini lokuttara (Adi duniawi – bersumber dari manifestasi Adinata tingkat tinggi) dan Dakini Lokiya (duniawi – merupakan dewi biasa).

Bila dapat menekuni sadhana dakini yang bersangkutan dengan yidam, maka akan semakin mudah mencapai kontak dengan Yidam.
金刚亥母修法以生起拙火,调气、脉、明点,进而证得无死虹光身为终。修亥母法可与上师相应,断除烦恼、所知二障,启发俱生智,调柔气脉证无死果,降伏魔仇,摄十法界,乃了脱生死的殊胜法门。

Sadhana Vajravarahi adalah untuk membangkitkan kundalini, menyeimbangkan prana, nadi dan bindu, sampai memperoleh tubuh pelangi. Menekuni sadhana Vajravarahi akan menyebabkan segera mencapai kontak dengan Guru, memotong kilesha, membangkitkan prajna, menaklukkan mara dan merupakan sadhana yang unggul dalam pembebasan.

金刚亥母身如十六妙龄女郎,一面两臂,全身红光遍满十方三世,头部侧面有一猪形 头。右手持金刚钺刀,左手持盈血颅骨器,左肩斜倚天杖(喀章嘎,katvanga)。三目全圆睁,獠牙紧咬着下唇,戴五骷髅冠,细腰婀娜;颈部挂着五十鲜 人骨饰项链,以小铃花朵为装饰。右足悬空,左足踏一人尸于莲花日轮座,身后有般若烈焰。
其功德为:一、净除烦恼显俱生智;二、调柔气脉证无死果;三、降伏魔仇摄十法界。

Vajravarahi berwujud gadis 16 tahun, satu muka dan dua lengan, sinar merah disekujur tubuh Nya memenuhi sepuluh penjuru Dharmadhatu dan tiga masa, di atas kepala atau di samping kepala ada satu kepala babi, tangan kanan membawa pisau vajra, tangan kiri membawa kapala, lengan kiri mengapit Katvanga. Tiga mata yang membelalak, taring Nya menggigit bibir bawah, mengenakan mahkota Pancadhyani dari tengkorak, kalung untaian lima puluh kepala, bunga-bunga sebagai hiasan. Kaki kanan diangkat dan kaki kiri menginjak tubuh mara di atas cakra matahari, dibelakang tubuh Nya ada api kebijaksanaan yang berkobar.

Pahala berlatih sadhana Vajravarahi adalah :

1. Menyucikan kilesha , menimbulkan prajna ;

2. Mengatur prana nadi dan bindu hingga merealisasikan keabadian ;

3. Menaklukkan mara dan menarik Dasadharmadhatu.

Leave a comment »