Samadhi Memasuki Berbagai Alam Surga

samadhialam surga

Seseorang bertanya pada saya, “Dharmaraja Lian Sheng Sheng-yen Lu, bagaimana Anda menuliskan MANIFESTASI NERAKA dan ESKALASI ALAM SURGA?”

Saya menjawab, “Empat dhyana dan delapan samadhi.”

“Apakah masuk ke neraka juga perlu samadhi?”

Saya menjawab, “Samadhi adalah kekuatan yang dahsyat.”

Tanya, “Bolehkah memohon Mahaguru memaparkan bagaimana cara melatih samadhi?”

Saya berkata, “Samadhi juga ada tahapannya, ini adalah proses melatih diri, setelah melatih diri dalam jangka waktu yang sangat panjang, bisa dengan mudah memasuki samadhi yang sangat dalam, namun, proses tahapan ini, secara garis besar dibagi menjadi:

“Tahap awal” – pikiran hanya sedikit stabil. Hanya sebentar saja, pikiran pun melayang ke tempat lain, kita perhatikan pergolakan pikiran, maka pikiran bisa ditarik kembali. Perhatikan pikiran, melayang lagi, perhatikan lagi, melayang lagi, berulang-ulang seperti itu.

(Setiap pemula mengalami gejala tahap awal yang sama, bukan termasuk kesalahan)

“Tahap lanjutan” – berulang-ulang melatih memperhatikan pikiran, pikiran yang melayang ditarik kembali, dapat mencapai 7 menit lamanya, dianggap tahap lanjutan.

“Tahap kembali” — dapat memperhatikan pikiran selama 14 menit, tingkat kestabilan meningkat, pikiran kadang-kadang melayang, namun dapat ditemukan kembali dalam waktu singkat.

“Tahap mendekati” – target fokus tidak melayang, kekuatan pemusatan pikiran telah sempurna.

“Tahap surut” –– kestabilan tingkat tinggi, namun, dikuatirkan masuk dalam kondisi mengantuk (seperti ketiduran), sehingga perlu “mawas diri”.

(Banyak sadhaka menganggap inilah samadhi yang tertinggi)

“Tahap hening” — menghasilkan kekuatan pikiran, namun, jangan terlalu bersemangat, harus mawas diri jangan menjadi terlalu bersemangat.

“Tahap paling hening” — kekuatan pikiran makin makin kuat, namun, tingkat kestabilan juga makin lama makin tinggi, tidak mengantuk, juga tidak terlalu bersemangat, pikiran sangat halus, bagaikan benang dan jarum.

(Waktu samadhi mencapai lebih dari 2 jam)

Sampai tahap ketujuh, lewat kekuatan menggerakkan pikiran, Anda bisa tiba di “alam neraka” dan “alam surga”, dapat tiba di alam neraka dan alam surga, semua karena “kekuatan pikiran”.

“Tahap fokus” — maksudnya, sadhaka hanya mengerahkan usaha yang minim, dari “tahap awal” bisa sampai “tahap paling hening” dalam sekejap, dapat duduk dalam waktu yang lebih lama, tidak mengantuk, juga tidak terlalu bersemangat.

“Tahap setara” — sedikit pun tidak menguras tenaga, dhyana yang sama sekali tidak menguras tenaga, bergerak bebas leluasa.

Dhyana pertama.

Dhyana kedua.

Dhyana ketiga.

Dhyana keempat.

Dari dhyana keempat mundur ke dhyana ketiga, dari dhyana ketiga mundur ke dhyana kedua, dari dhyana kedua mundur ke dhyana pertama, kemudian keluar dari samadhi.

Berulang-ulang seperti itu, itulah samadhi.

*

Terus terang, saya melihat makhluk halus dengan leluasa menggerakkan “kekuatan pikiran”, ke atas hingga surga tertinggi “Surga Naiva-samjñā-nāsamjñâyatana”, ke bawah hingga “tiga alam samsara”, semua dapat dicapai dengan mudah.

Saya menulis banyak buku tentang “catatan penjelajahan spiritual”, semuanya menggunakan dhyana tahap setara dan kemampuan yang bebas leluasa.

Saya beritahu siswa mulia:
Pelatihan samadhi bukan hanya milik Agama Buddha saja, Agama Dao juga menggunakan samadhi, Agama Katolik juga melatih samadhi, semua agama non Buddhis juga menekuni samadhi, oleh karena itu, samadhi adalah metode umum.

Saya memberitahu lagi Anda semua:
Samadhi dan prajna dapat menghancurkan kegelapan batin tanpa awal, dapat menghancurkan kegelapan batin sesaat, dapat menghancurkan segala kerisauan, dapat menghancurkan segala tabiat selama turun-temurun, terakhir bisa mencapai siddhi keberhasilan.

Sudah paham?

source: buku ke 193 The Sobbing of Niuchou River by Lien Sheng Rinpoche..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: