Tahap awal sebelum belajar samadhi

Sadhana Tantra terdiri dari tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir.

Tahap awal antara lain:
Mahanamaskara. (menundukkan keangkuhan)
Mahapuja. (menundukkan kepentingan pribadi)
Catursarana. (menundukkan hati sendiri)
Bertobat. (menundukkan tabiat)
Perlindungan diri. (menundukkan luar dan dalam)
Catur Apramana. (maitri, karuna, mudita, dan upeksa)
Visualisasi sunya. (anatman)

Tahap inti antara lain:
Bentuk mudra. (perbuatan)
Visualisasi. (pikiran)
Japa mantra. (ucapan)
Memasuki samadhi.

Tahap akhir antara lain:
Melantunkan gatha.
Penyaluran jasa.
Berdoa.
Melengkapi kekurangan…..

Tentu saja, tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir ini sangat penting. Namun, yang paling penting sekali adalah memasuki samadhi.
Kalau begitu, apakah tahap awal itu?
Tahap awal adalah mengamalkan Dharma.
Tahap awal adalah membangun landasan Buddhadharma.
Tahap awal adalah menyingkirkan tabiat, misalnya:
Uang.
Hasrat cinta.
Reputasi.
Angkuh.
Dengki.
Kegelapan batin.
Pandangan tak benar.

Tahap awal itu untuk membebaskan diri sendiri, kemudian membantu bebaskan makhluk lain.
Bersih dan sukacita itu sangat penting.
Tahap awal sedang mengalami sunyata.
Tahap awal harus memiliki hati catur apramana antara lain: maitri, karuna, mudita, dan upeksa.
Harus menyelamatkan insan.

*

Tujuan saya menulis tahap awal adalah untuk membangun esensi samadhi.
Misalnya kita tahu bahwa tingkatan melatih diri terdiri dari:
Sambhara Marga.
Prayoga Marga.
Arya Marga.
Bhavana Marga.
Parayana Marga.
Sementara, tahap awal adalah Sambhara Marga dan Prayoga Marga.

*

Saya punya seorang siswa, saya sering melihatnya, memejamkan mata dan duduk bengong.
Ia suka memejamkan mata dan duduk bengong.
Selain itu.
Ada seorang siswa lagi, melihatnya memejamkan mata dan duduk bengong, ia juga ikut-ikutan memejamkan mata dan duduk bengong.
Sekarang, sudah ada dua orang siswa yang memejamkan mata dan duduk bengong!
Mereka sedang:
Merenung?
Berpikir?
Meditasi?
Samadhi?
Atau hanya sekedar duduk bengong saja?

Saya pribadi berasumsi, ini tidak mengherankan, melainkan sebelum duduk, lebih dulu harus memiliki fondasi “tahap awal”. Setelah segalanya sangat kokoh, baru duduk konsentrasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: