Shurangama dharani stempel

shurangama dharani stempel

sebagian umat dari vihara khawatir menjelang tgl 22 juli karena kita kaum minoritas dapat terkena dampaknya…cetaklah gambar diatas ini laminating simpan di tiap rumah, toko dan vihara yg ada altar taruh dialtar shurangama sutra dalam teks sancrit…dan bacalah sutra ini shurangama sutra setiap pagi…untuk perlindungan..

Menurut almarhum Master Hsuan Hua, bila ayat-ayat mantra ini anda print/tulis di sepotong kertas dan tempel di sebuah tempat, berdasarkan sumpah bodhisattva, akan datang Tentara Pelindung (Dharmapala) menjaga lingkungan di sekitar nya.

In the past, Great Master Hongren, the Fifth Patriarch, was cultivating in Hubei at East Mountain. He upheld the precepts strictly and cultivated with unusual intensity. Once when a group of bandits surrounded the city of Hubei, Great Master Hongren could bear it no longer and decided to try to save the people in that city. He came down the mountain and walked into that city. As soon as the bandits saw Great Master Hongren coming, they were terrified, dropped their armor and weapons, and fled. Why? Because although Great Master Hongren came alone into the city, the bandits saw an army of heavenly generals and heavenly troops clad in golden armour. It was as if the gods themselves had come down to earth–all donning golden armour and carrying jeweled swords and other awesome weapons. That’s what caused the bandits to retreat in such haste. And so, without the use of a single knife, spear, or arrow, he routed the bandits. It was because Great Master Hongren recited the Shurangama Mantra that the bandits found him to be so terrifying. You could say that was a manifestation created by the Vajra Treasury Bodhisattvas or you could say it was the awesome virtue of Great Master Hongren that frightened them. That a cultivator was able to frighten the bandits into retreat without the use of a single soldier or weapon is verification of his genuine skill.

jika anda membacanya setiap pagi akan menciptakan perisai energi sejauh 12 yojana untuk melindungi pembacanya….suasana sekitar akan berasa tenang tidak ada hawa ketakutan dan seram…

Konon kabarnya, selama ada orang yang hapal mantra ini, bumi tidak bakal kiamat dan Dharma akan bertahan. Kalau mantra dan sutra ini lenyap, maka proses lenyapnya Dharma buddha akan dimulai. dharma buddha yang pertama hilang adalah shurangama sutra yg terakhir Amitofo…

sebagian isi sutra…

Ananda, saat putera yang berbudi menjapa Dharani ini, akan mampu melenyapkan segala pelanggaran sila yang telah dilakukannya sebelum memperoleh dan memulai menjapa Dharani ini, baik itu pelanggaran ringan maupun berat. Dari bermabuk-mabukkan, gemar mengkonsumsi lima sayuran menyengat dan berbagai kebiasaan yang tidak suci yang dilakukannya sebelum mengenal Dharani ini , setelah dia menjapanya, maka Para Buddha Bodhisattva, Vajra dan para Deva tidak akan memandangnya sebagai pendosa.
Walaupun mengenakan pakaian usang dan tidak bersih, namun segala aktivitasnya akan menjadi murni. Walau tak membangun mandala, tak memasuki tempat ibadah, dan tak menjalankan formalitas ajaran tertentu, bila melafalkan Dharani ini, maka akan memperoleh pahala bagaikan memasuki mandala dan menjalankan segala aturannya.
Bila melakukan pancanantaryakarma (membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh arahat, memecah belah Sangha) dan catvarahparajikadharmah , namun telah bertobat dan tak mengulanginya lagi, dengan menjapa Dharani ini, maka karma berat seperti itu akan sirna bagaikan angin kencang meniup pasir sampai tak tersisa sedikitpun.
Ananda, bila ada insan yang telah melakukan berbagai karma buruk baik itu ringan maupun berat , yang dilakukan sejak berkalpa yang lampau, dan tidak sempat melakukan formalitas pertobatan, bila dapat melafal , menyalin, membawa serta dan mempersemayamkannya di rumah maupun halaman, maka karma buruk tersebut akan sirna bagaikan salju yang tersiram air panas, dan dalam waktu singkat akan mewujudkan anuttpatikadharmaksanti.
Dan lagi, Ananda, bila ada seorang wanita yang belum melahirkan putera atau puteri dan memohon ingin mengandung, bila dapat dengan sepenuh hati mengingat dan merenungkan Dharani ini, atau membawa serta Dharani ini, maka akan melahirkan putera maupun puteri yang memiliki berkah dan kebijaksanaan. Bagi yang menginginkan panjang usia, akan memperoleh panjang usia ; Barangsiapa ingin supaya perbuatan baiknya segera berbuah , maka akan segera memperoleh buah karma baiknya. Mengenai nyawa dan kesehatan juga demikian halnya. Setelah akhir hidupnya, akan terlahir di sepuluh penjuru Tanah Suci sesuai kehendak. Dan sudah pasti tidak akan terlahir di tempat yang menderita, apalagi alam rendah.
Ananda, jika di berbagai Negara atau wilayah, terjadi bencana kelaparan dan wabah penyakit, atau bencana senjata dan kejahatan merajalela, atau peperangan yang tiada hentinya, ataupun wilayah yang dilanda becana kekeringan , angin rebut/topan dan hujan es,tulislah Dharani ini dan semayamkan di empat penjuru pintu kota serta berbagai tempat ibadah/vihara maupun dvaja Dharani, kerahkanlah supaya para insan di negeri itu menyambut dan menerima Dharani ini, bersujud dan menghormati, sepenuh hati

memberikan pujana, setiap penduduk membawanya serta di badan, masing-masing mempersemayamkannya di rumah kediamannya,maka semua petaka itu akan sirna.  Ananda, bila dimana – mana ada Dharani ini, tiap penduduk mempunyai Dharani ini, maka Dewa dan Naga akan bersuka cita, hujan akan turun pada waktunya, hasil panen akan melimpah , aman dan tenteram. Demikian pula, Dharani ini dapat mengendalikan segala bintang kesialan dan petaka supaya tidak membuat kekacauan. Segala malapetaka tidak akan timbul, penduduk juga tidak akan memperoleh bencana yang membuat pendek usia, segala jerat dan belenggu tak akan membelenggu tubuh, tidur dengan tenteram tanpa mimpi buruk.
Ananda, ketahuilah bahwa dunia saha ini ada delapan puluh empat ribu bintang petaka dan kesialan yang dikepalai oleh dua puluh delapan bintang petaka, dengan delapan bintang malapetaka sebagai pimpinannya. Saat mereka dengan berbagai rupa muncul di dunia, maka akan menimbulkan berbagai malapetaka bagi para insan, namun di tempat dimana ada Dharani ini, semua petaka akan sirna. Dalam jarak dua belas yojana akan menjadi simabandhana, segala petaka selamanya tidak akan sanggup memasuki. Oleh karena itulah Tathagata membabarkan Dharani ini, supaya di masa yang akan datang dapat melindungi para sadhaka yang baru belajar, sehingga mampu memasuki Samadhi, jasamani dan rohani nya selalu diliputi ketenangan, memperoleh ketenteraman. Bahkan tidak akan ada para mara , setan dan dewa, maupun para musuh sejak berbagai kehidupan yang lampau, tidak akan ada yang sanggup melukai (praktisi ini). Engkau dan para siswa di tengah pasamuan ini, serta para sadhaka di masa yang akan datang, dengan berdasarkan instruksi pendirian mandala dari KU, jalankanlah sila, terimalah sila dari seorang biksu yang benar ? benar menjalankan sila dengan murni, saat melafal Dharani ini , dalam hati jangan sampai timbul keraguan maupun kemalasan.

by Tripitaka Master Hsuan Hua
Within Buddhism, there are very many important sutras.
However, the most important Sutra is the Shurangama Sutra. If
there are places which have the Shurangama Sutra, then the Proper
Dharma dwells in the world. If there is no Shurangama Sutra, then
the Dharma Ending Age appears. Therefore, we Buddhist disciples,
each and every one, must bring our strength, must bring our blood,
and must bring our sweat to protect the Shurangama Sutra. In the
Sutra of the Ultimate Extinction of the Dharma, it says very, very
clearly that in the Dharma Ending Age, the Shurangama Sutra is
the first to disappear, and the rest of the sutras disappear after it. If
the Shurangama Sutra does not disappear, then the Proper Dharma
Age is present. Because of that, we Buddhist disciples must use our
lives to protect the Shurangama Sutra, must use vows and
resolution to protect the Shurangama Sutra, and cause the
Shurangama Sutra to be known far and wide, reaching every nook
and cranny, reaching into each and every dust-mote, reaching out to
the exhaustion of empty space and of the Dharma Realm. If we can
do that, then there will be a time of Proper Dharma radiating great
light. Now there are even heavenly demons and externalists who claim that the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra are false. These heaven demons and externalists send their demon sons and grandsons to stir up rumors that cause people to not believe in the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra. This sutra and mantra are critically important to the preservation of the Proper Dharma. The Shurangama Sutra was spoken for the sake of the Shurangama Mantra. There’s no way to ever finish expressing the importance of the Shurangama Sutra and the Shurangama Mantra; to the ends of all time their merits, virtues, and wonderful functions could never be told–so absolutely inconceivable and ineffable are they! When all is said and done, the Shurangama Sutra is an ode to the Shurangama Mantra.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: