Tips Samadhi Kundalini dalam Dzogchen

meskipun hidup makmur, tetap harus memahami bahwa itu semua hanyalah fenomena sementara, semua adalah ilusi, begitu waktunya tiba semua bisa berubah menjadi hampa.

Sebab semesta ini anitya, ada lahir pasti ada mati, ada kuat pasti ada lemah, ada kebangkitan maka pasti ada kejatuhan ; Meyakini keberadaan neraka, tahu menekuni bhavana. Orang yang pernah mengalami penderitaan, baru mengetahui betapa berharganya bhavana.

Kemudian Dharmaraja Liansheng melanjutkan dengan Dharmadesana mengenai kiat Samadhi Kundalini dalam Dzogchen, terlebih dahulu mengingatkan bahwa penekunan olah prana dimulai dari penekunan

1. Sembilan Tahap Pernafasan Buddha,

2. Vajra-japa,

3. Bhadrakumbha Prana, ditambahkan dengan Sadhana Air Dewata,

terus sampai merealisasikan Anasrava, barulah memulai penekunan pembangkitan Kundalini.

Kunci utama pembangkitan kundalini adalah : Pada tubuh setiap orang terdapat api, hanya saja masih belum berkobar.

Tubuh manusia merupakan gabungan elemen tanah, elemen air, elemen api, elemen angin dan elemen akasha.

Elemen Tanah adalah tulang dan daging ; Elemen Air adalah darah ; Elemen Api adalah suhu tubuh ; Elemen Angin adalah udara nafas ; Elemen akasha adalah pikiran.

Sedangkan Kundalini adalah memanfaatkan suhu pada tubuh, Elemen Api untuk melakukan pembinaan diri.

Dimanakah Elemen Api ini ?
Menurut Bhavana Tantrayana, lokasinya terletak empat jari di bawah pusar ( Dantian bawah ) , disana terdapat bija dari Api Induk, dari sinilah sumber panas tubuh.

Ini adalah Darah Induk, yaitu Dorje Pagmo ( Bunda Vajra Varahi ) , penekunan pembangkitan kundalini adalah melalui Bunda Vajra Varahi sebagai Adinata Adhistana.

Ada Tiga Syarat Dalam Penekunan Kundalini :
1. NAFAS :
Dibagi menjadi : halus, perlahan dan panjang ( Api Lembut ) dan Kasar, cepat dan pendek ( Api Keras ) ( Pernafasan Berritme )

2. PIKIRAN
Istana Kelahiran Dharma yang berlokasi di empat jari di bawah pusar, berbentuk mirip Bintang Daud.

Dilihat dari atas berbentuk Bintang Daud, dilihat lurus adalah dua segitiga berdiri ; Dorje Pagmo ada di segitiga atas, dari sinilah api bangkit, setinggi dua jari atau boleh juga memvisualisasikan satu segitiga

Kemudian menggunakan tanur tinggi ( pernafasan penuh ) untuk meniup Api Induk, Api Induk akan bergoyang, akan memancar, meledak-ledak bagaikan matahari , juga akan naik ke atas. Naik sampai ke manipura cakra, sampai anahata cakra, visudhi cakra, ajna cakra, sekujur tubuh adalah api, menggunakan kekuatan nafas, supaya dia menjadi hangat, merah bercahaya, lari ke bagian atas. Ini semua memerlukan pikiran.

Menekuni pembangkitan Kundalini juga membutuhkan kesabaran. Harus menggunakan pernafasan penuh untuk menghirup, dan pikiran tidak boleh terpecah, tiada suara.

3. GESEKAN
Saat tidak bisa bangkit, harus menggunakan cara tekanan, menggunakan cara gesekan, supaya bisa dibangkitkan. Seperti saat cuaca sedang dingin, kedua telapak tangan saling digesekkan, menghasilkan panas ; Juga bagaikan kayu yang digesekkan untuk menghasilkan api, tidak hanya menggunakan angin untuk menghasilkan api, juga perlu untuk menggunakan metode menggesekkan kayu.

Api lembut dan api kasar (Ritme pernafasan) saling berpadu , kemudian menggunakan gesekkan untuk menghasilkan panas, setelah dipanaskan, bervisualisasi api membumbung ke atas, api bisa membakar bindu, sekujur tubuh berada dalam api.

Manfaat Pembangkitan Kundalini :
1. Bindu menjadi prana, sepenuhnya Anasrava.
2. Tubuh sangat sehat, daya tahan tubuh bertambah kuat.
3. Kondisi batin tenteram, prana harmoni, suasana hati bebas dari kekhawatiran.
4. Batin sejuk dan damai.
5. Menghasilkan Mahasukha dan abhijna.
6. Membakar habis klesha.
7. Leluasa dan ringan, tidak terombang ambing oleh dunia fana.
8. Mudah memasuki Samadhi Terang Api.

Dalam Samadhi membuka lima cakra, membuka sushumna, menyaksikan terangnya Buddhatta.

Kundalini disebut juga api internal, hangatnya roh, ular roh. Penekunan ini membutuhkan konsistensi dan ketekunan.

Menekuni pembangkitan kundalini, menggunakan pernafasan penuh sebanyak 10x sampai di manipura cakra, kemudian 10x lagi sampai ke anahata cakra, terus demikian sampai ke ajna cakra, maka bindu akan larut turun.

Bangkitnya kundalini dapat menghasilkan sinar, dapat menyaksikan sinar internal dan eksternal. Sadhana Pembangkitan Kundalini berhubungan dengan Pencapaian Kebuddhaan Secara Langsung dan Sinar Pelangi.

Dalam menekuni Sadhana ini harus senantiasa berdoa memohon adhistana Guru, Yidam, Dharmapala dan Bunda Vajra Varahi.

Terakhir, Dharmaraja Liansheng menggunakan lelucon mengenai “Rasa Gatal yang Timbul Bertahap Selama Tujuh Tahun.” sebagai perumpamaan tahapan pembangkitan kundalini :
Tahun pertama adalah masih baru, tahun ke dua adalah telah familiar, tahun ke tiga adalah kebosanan dikala api masih belum bangkit, tahun ke empat adalah sedikit menarik, tahun ke lima adalah mulai ada api ( pembangkitan), tahun ke enam mulai meronta, tahun ketujuh sekujur tubuh adalah api.

Namun ini semua membutuhkan penekunan bertahun-tahun, bukan sesuatu yang bisa dicapai hanya sekejap saja.

Juga bisa menggunakan Metode Memukul, memukul semua nadi sekujur tubuh , supaya tidak terrintangi, namun juga tidak perlu terlampau keras. Metode memukul bisa melancarkan peredaran darah, dengan sendirinya bisa menghasilkan panas ; Menggunakan panas eksternal untuk membantu panas internal, kemudian menggunakan visualisasi, kemudian menggunakan pernafasan, maka Kundalini pun bangkit !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: