Archive for Januari, 2013

Tanda-tanda kematian dan sadhana panjang umur

Kutipan Intisari Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu 22 Des 2012

Translated by Lian-hua Jun Shian

☑ Amitayus Buddha adalah manifestasi dari Amitabha Buddha, saat melafal Nama Agung kita melafal : “Namo Amitabhaya Buddhaya.” , umat Tao melafal : “Namo Wu-liang-sou Fo.” ( Namo Buddha Usia Tanpa Batas ), sesungguhnya Beliau Tanpa Batas Usia ( Amitayus ) dan Cahaya Tanpa Batas ( Amitabha ), Beliau adalah Amitabha Buddha. Manifestasi Amitabha Buddha adalah Amitayus Tathagata.

☑ Amitayus Tathagata mempunyai mudra , sama dengan Mudra Dhyana dari Amitabha Buddha, juga ada mantra dan visualisasinya. Amitayus Tathagata berwarna merah, Amitabha Buddha di Barat juga sama merah.

☑ Saat Anda menekuni Sadhana Amitayus Buddha, secara khusus melakukan visualisasi ditangan Beliau terdapat kalasa amrta panjang usia, bervisualisasi Amitayus Buddha menetap di atas ubun-ubun Anda, kemudian amrta dari kalasa mentes masuk mengabhiseka Anda, supaya semua rintangan karma, bahkan segala pertanda kematian, berubah menjadi air berwarna hitam yang keluar melalui pori-pori tubuh Anda. Usai visualisasi, Anda perlu menjapa mantra Amitayus Buddha. Saat bervisualisasi Anda harus membentuk mudra Amitayus Buddha, inilah Sadhana Amitayus Buddha.

☑ Dalam Sadhana Amitayus Buddha, yang terutama adalah memvisualisasikan Beliau menetap di atas ubun-ubun, kemudian amrta panjang usia dari kalasa, terus mengalir melalui nadi tengah Anda sampai pada ketiga nadi dan tujuh cakra, bahkan sampai ke cakra dan nadi yang subtil, memenuhi sekujur tubuh, supaya semua air hitam dalam sekujur tubuh Anda mengalir keluar, dengan demikian Anda dapat memperoleh panjang usia. Hari ini Amtayus Tathagata menetap di atas usnisa-Ku, kemudian amrta-Nya mengalir masuk kedalam tubuh-Ku, dan air hitam mengalir keluar dari tubuh. Oleh karena itu Mahaguru bisa memperpanjang usia. ( Hadirin bertepuk tangan ) Juga mendoakan semoga Anda semua yang hari ini hadir untuk mengikuti upacara, semua yang menyaksikan lewat internet, semua siswa Zhenfo zong, memperoleh kesehatan dan panjang usia.

☑ Dalam Tantrayana saat berjumpa dengan saudara Sedharma, pada akhirnya akan mengatakan Tashi Delek ( Sesuai Kehendak dan Mangala ), juga akan mengatakan : “Semoga Anda sehat dan panjang usia.” Ini merupakan sapaan yang mendasar.

☑ Tubuh jasmani manusia ada batas usianya, baik itu panjang usia, pendek usia maupun mati muda, semua akan mengalami sebuah fenomena yang di dalam Tantrayana disebut dengan Pertanda Kematian, yaitu sebuah fenomena tibanya kematian. Saat itulah, sewaktu pertanda kematiaan muncul, Anda perlu untuk menekuni Sadhana Amitayus Buddha, ini sangat penting.

☑ Saya akan memberitahu Anda semua, bagaimanakah itu pertanda kematian, saat Anda merasa tubuh dan pikiran Anda tidak mempunyai daya, tidak berkekuatan, tangan tidak bertenaga, kaki tidak bertenaga, seluruh tubuh tidak ada tenaga, sangat kelelahan, ini bukan kondisi tubuh seorang sadhaka. Sebab seorang sadhaka mengolah prana, seorang yogi mengolah prana, sehingga prana Anda menjadi penuh, dengan demikian Anda akan mempunyai daya hidup, seperti sebuah bola, begitu dipukul langsung melayang tinggi. Namun saat prana buyar bocor, tubuh dan pikiran Anda tidak bertenaga, ini berarti tidak berhasil dalam mengolah prana, atau bisa juga karena dicuri oleh para bhuta. Jika para bhuta menghisap prana Anda, tubuh dan pikiran Anda menjadi tidak bertenaga, saat terbangun di pagi hari, jelas-jelas semalam tidur sangat lama, namun saat bangun tidur kepala malah pusing dan mata berkunang-kunang, sekujur tubuh tidak bertenaga. Apa yang dilakukan semalaman ? Pasti dikarenakan para bhuta menghisap prana Anda, ini merupakan persoalan yang sering ditemui. Bangun di pagi hari seharusnya energi dalam kondisi yang paling baik, ini barulah kondisi seorang sadhaka yogi. Jika bangun dipagi hari dan merasa sekujur tubuh tidak bertenaga dan tidak bersemangat, berarti tubuh dan pikiran Anda bermasalah, ini merupakan sebuah pertanda kematian.

☑ Selain itu, jika mimpi Anda tidak mangala ( mimpi pertanda buruk ), bermimpi jantung Anda dikeruk keluar, atau mimpi dipenggal, tangan dan kaki dipenggal, ini merupakan mimpi pertanda kematian, harus menekuni Sadhana Amitayus Buddha.

☑ Ada lagi yang ke tiga, Anda merasa sangat tertekan dan membenci dunia fana, merasa tiada lagi harapan, depresi, ini juga merupakan fenomena pertanda kematian. Depresi yang parah akan membuat Anda memanjat sangat tinggi, berdiri sambil memandang ke bawah tempat para manusia, kemudian melompat turun. Rasa tertekan dan benci pada dunia, juga merupakan fenomena pertanda kematian.

☑ Terhadap dunia manusia, Mahaguru masih ada rasa suka, penuh dengan rasa sukacita, masih belum ada pertanda kematian. Jika Anda merasa putus asa terhadap semua di dunia, putus asa terhadap semua manusia, tidak lagi percaya siapapun, bahkan merasa diri sendiri tidak punya masa depan , juga merasa tidak mungkin memiliki harta dimasa depan, merasa tidak mungkin memiliki pekerjaan layak dimasa depan, seakan-akan sudah tidak punya segala-galanya, ini juga tidak baik. Merasa tertekan dan membenci dunia fana juga merupakan semacam pertanda kematian.

☑ Yang ke lima, Anda jatuh sakit, sakit yang tidak bisa disembuhkan, ini juga merupakan fenomena pertanda kematian.

☑ Jika Mulacarya, Yidam dan Dharmapala, kadang muncul kadang tidak, ada kalanya membuat Anda tidak jelas melihatnya, atau sepenuhnya melepaskan Anda, ini juga merupakan pertanda kematian. Mahaguru belum, setiap saat Mahaguru mengangkat piring untuk menghaturkan pujana pada Guru, Yidam dan Dharmapala, semuanya hadir, dari sini bisa diketahui masih belum tiba saatnya kematian.

☑ Yang ke enam, kemanapun Anda pergi selalu merasa tidak tenang, tidur juga tidak tenang, diluar juga tidak tenang, di dalam rumah juga tidak tenang, kemanapun hati selalu tidak tenang. Menurut sadhaka, ini juga merupakan fenomena pertanda kematian.

Leave a comment »

Merubah Nasib

Banyak yang bertanya apakah nasib bisa berubah ? disini merubah menjadi lebih kepada baik dalam hal kepuasan hidup, bukan pada kekayaan….istilahnya lebih bahagia dalam hidup ini..

Dalam Kitab Pembalasan Thai sang Laochin

disebutkan agar kita selalu berbuat baik minimal 3 kali dalam sehari dan menjauhi perbuatan buruk maka dalam 3 tahun nasib akan berubah….

perbuatan baik apa yang bisa dilakukan setiap orang tidak perlu dana besar, tenaga terlalu besar, waktu tidak terlalu banyak yang diperlukan hanya kemauan keras untuk mengalahkan kemalasan (setan malas) pada diri sendiri.adalah membaca sutra atau mantra…

Sutra apa yang paling baik (semua sutra bagus tidak ada yang jelek) disini dimaksud paling cocok untuk merubah nasib….berdasarkan pengalamanku sendiri dan dari dharma talk Mahaguru :

pratima kao wang kwan se im

Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng 8 Feb 2011 dan Enlightenment Magazine Edisi 232

Translated by Lian-hua Jun Shian

✽ Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng 8 Feb 2011

Kenapa dia begitu mudah memperoleh uang ? Kenapa ada sebagian orang yang hanya mampu memperoleh 100 dollar ? Ada orang yang menyopiri taxi berkeliling Taichung, berputar-putar seharian, namun sama sekali tidak menemukan penumpang. Argo dasar taxi adalah 85 dollar, setelah berputar-putar satu sampai dua jam-an, akhirnya dapat satu pelanggan, kemudian menyetir, belum sampai 100 dollar, baru 85 dollar, penumpangnya sudah turun, bahkan 100 dollar pun tidak berhasil diperoleh. Kenapa demikian ? Adakalanya sangat lancar, adakalanya sangat sukar, itu termasuk dalam karma.

Saya pernah mengatakan, tiap hari melafal Sutra Raja Agung Avalokitesvara, di dalamnya ada nama-nama Agung semua Buddha Bodhisattva, “Sanggup melenyapkan dukha kelahiran dan kematian, menyingkirkan segala racun dan yang mencelakakan.”, kelahiran dan kematian -pun dapat dilenyapkan, semua racun dan yang mencelakakan dapat disingkirkan.

“Sanggup melenyapkan dukha kelahiran dan kematian, menyingkirkan segala racun dan yang mencelakakan.” Kalimat di depan termasuk Kebenaran Mulia, yaitu dapat terbebaskan dari tumimbal lahir, dukha kelahiran dan kematian.

Sedangkan dalam hal kebenaran duniawi, “Menyingkirkan semua racun dan yang mencelakakan.”, segala yang merintangi Anda adalah racun dan yang mencelakakan, jika bukan “Racun” maka pasti “Yang mencelakakan.”, rintangan-rintangan tersebut adalah “Racun” dan “Yang mencelakakan.” Jika Anda sanggup menyingkirkannya, melalui pelafalan Sutra Raja Agung Avalokitesvara, seperti kita barusan juga ada melafalnya, ini sanggup menyingkirkan segala racun dan yang mencelakakan, yaitu sanggup melenyapkan semua rintangan karma.

Dengan tekun dan konsisten menjapakan Sutra Raja Agung Avalokitesvara, segala racun dan yang mencelakakan akan tersingkirkan, dengan kata lain menyingkirkan semua rintangan karma. Jika rintangan karma telah disingkirkan, maka berkah akan tiba dengan alamiah.

✽ Enlightenment T232

Mantra 7 Buddha untuk Melenyapkan Pelanggaran, bisa ditemukan dalam Pratyutpanna-buddha-sammukhavasthita-samadhi-sutra :
Dharani ini dibabarkan oleh 7 Buddha masa lampau. Tujuh Buddha yang dimaksud merupakan 7 Buddha yang tak terhitung banyaknya. Beliau semua membabarkan Dharani ini untuk menolong dan menuntun para insan. 7 Buddha di masa kini di sepuluh penjuru yang tak terhitung banyaknya, juga membabarkan Dharani ini untuk menolong dan menuntun insan. Sedangkan 7 Buddha di masa yang akan datang yang tak terhitung banyaknya, juga membabarkan Dharani ini demi menolong dan menuntun para insan.

“Sutra Dharani ini, menolong para bhiksu di masa yang akan datang yang sukar mentaati sila, supaya mereka semakin kokoh dalam bhumi kemurnian. Wahai putera yang berbudi, jika ada bhiksu yang melanggar empat pelanggaran berat, kemudian dengan tulus sepenuh hati bertobat dan memeditasikan Dharani Sutra ini, menjapakannya sampai 1400kali, usai menjapanya kemudian melakukan pertobatan dengan cara memohon satu bhiksu sebagai saksi pertobatannya, mengakui kesalahannya dihadapan Pratima, jika melakukan pertobatan sesuai dengan urutan tadi selama 87 hari, maka semua akar sila-nya akan kembali tumbuh. Jika ia telah tekun melaksanakan pertobatan selama 87 hari, maka tidak mungkin ia tidak teguh dalam Anuttara-samyaksambodhhi-citta.”

Dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara terdapat Mantra 7 Buddha:
“Li-po Li-po-te. Kyu-ho Kyu-ho-te. Thuo-luo-ni-te. Ni-he-la-te. Pi-li-ni-te. Mo-ho-ka. Cen-ling-jhien-te. Suoha.”

Sutra Raja Agung Avalokitesvara merupakan Sutra yang paling dijunjung tinggi dalam Zhen-fo Zong, sutra ini sungguh merupakan sutra yang sangat manjur, pelafalannya menghasilkan kekuatan Dharma yang agung dan tak terperikan, Sutra ini telah sangat ternama pada masa Dinasti Tang, setiap orang melafalnya. Sesungguhnya di dalam Sutra ini terkandung tiga kekuatan agung.

1. Kekuatan Nama-Nama Agung Para Buddha, Nama-Nama Agung Para Buddha ini merupakan lambang Kesadaran Tertinggi Alam Semesta, Sutra Raja Agung merupakan akumulasi Nama-Nama Agung Para Buddha.

2. Kekuatan Mantra, dalam Sutra Raja Agung terdapat Mantra Tujuh Buddha Pengikis Pelanggaran, kekuatan mantra satu Buddha saja sudah luar biasa, apalagi kekuatan mantra Tujuh Buddha, Mantra Tujuh Buddha ini tak terperikan.

3. Dalam Sutra Raja Agung dikatakan : “Mampu melenyapkan dukha kelahiran dan kematian, menyingkirkan segala racun dan yang mencelakakan.” Sepuluh kata ini mampu menolong bagi yang meyakininya.

Mantra Tujuh Buddha ada 7 kalimat, mudah dilafal, namun mempunyai manfaat yang besar, memperoleh perlindungan Tujuh Buddha, kekuatan iddhi Dharma luhur tak henti-hentinya keluar dari mantra ini. Jika mantra ini ditekuni dalam waktu lama, melafalnya mencapai puluhan ribu kali, terpatri dalam setiap gerakan pikiran, maka akan menghasilkan sebuah inspirasi kemanjuran spiritual yang luar biasa.

dibaca tiap hari jika punya masalah berat dan mampu 50 kali atau lebih, sudah banyak saya melihat  bahkan dari yang muslim diluar buddhist juga tetap ada hasil  tidak perlu abhiseka .untuk perkenalan……nanti jika anda ingin belajar lebih dalam lagi baru abhiseka

Leave a comment »