Pergi sendiri ke surga atau menunggu di jemput sang Buddha ?

Pergi Sendiri Atau Dijemput.

Oleh Maha Mula Acharya Liansheng
Diterjemahkan oleh Funglie Huang.

Memperoleh penjemputan ke surga Sukhavati lebih baik? Ataukah dengan

mengandalkan kekuatan diri sendiri dengan melalui tahapan dhyana satu, dua,

tiga hingga terus hingga naik keatas surga ?

Pertanyaan siswa : “Mohon tanya Maha Guru, agar kita dapat terlahirkan 

di Surga Maha Padmini  Loka, apakah lebih baik melalui kekuatan penjemputan? 

Ataukah dengan penekunan sendiri melalui dhyana pertama, dhyana kedua, 

dhyana ketiga, Rupadhatu, Arupadhatu. Perbandingan dari kedua ini, 

manakah yang lebih baik?“

Jawaban Maha Guru : “Tentang kelahiran di Tanah Suci ini ada faktor internal

 dan ada faktor eksternal, kekuatan diri sendiri dan kekuatan dari luar. 

Seperti kita bicarakan ketika anda melatih api internal, kemudian memasuki

 samadhi, kemudian daya roh diri sendiri keluar, munculnya Tubuh Maya, 

secara spontan anda langsung tiba di Buddha Loka, anda sendiri 

menjelma menjadi Buddha, ini merupakan daya kekuatan dari 

penekunan bhavana tubuh anda sendiri, cara seperti ini baru 

peringkat pertama. (hadirin bertepuk tangan) 

Jadi misalnya Saya yang hanya duduk disini menunggu orang 

lain datang menjemput, ini adalah peringkat kedua.

Pertanyaan siswa : “Hendak pergi sendiri agaknya penuh 

kesukaran dan sulit, jika dijemput langsung ke alam suci sepertinya lebih 

cepat, lebih nyaman; jika hendak berlatih sampai dhyana pertama, dhyana

 kedua, dhyana ketiga, kekuatan penekunan diri sendiri tidak cukup, 

pencapaian ke-Buddha-an tidak memadai, yang mana seharusnya dari 

Rupadhatu, Arupadhatu, hingga tiba ke Maha Padmini Loka. Makna 

penjemputan langsung adalah tumimbal lahir dengan karmawarana bawaan, 

antara tumimbal lahir beserta karmawarana bawaan atau dengan pene-

kunan diri sendiri melalui dhyana dari tahap pertama, kedua, Rupadhatu, 

Arupadhatu, kedua jenis ini manakah yang lebih baik?”

Jawaban Maha Guru : “Tentu saja cara ini kelihatan lebih nyaman! Buddha 

Amitabha datang menjemput anda, cara ini paling nyaman, dengan cara 

nyaman pun bisa tiba ke Buddha Loka,  anda jangan mempunyai  pikiran 

seperti ini . sebaiknya harus punya ambisi, milikilah sedikit ambisi ,

berusaha keras dengannya, saya sendiri akan berusaha mencapai 

ke-Buddha-an, saya tidak mau orang lain datang menjemput, maka anda

juga harus berusaha keras.”

Pertanyaan siswa : “Karena Rupadhatu dan Arupadhatu masih dalam lingkup 

Tri Loka samsara, sedangkan penjemputan mencapai ke-Buddha-an ini adalah 

menuju Sukhavati Loka Memperoleh penjemputan ke Sukhavatiloka lebih baik? 

Ataukah dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri melalui tahapan 

dhyana satu, dua, tiga terus hingga naik keatas?”

Jawaban Maha Guru : “Bila berbicara menurut ajaran Buddhisme, ada sebagian 

yang menganjurkan lebih aman apabila dijemput Buddha Amitabha, penekunan 

diri sendiri terkadang apabila kurang tekun bisa jatuh kembali, (hadirin tertawa)

 keduanya juga boleh saja! Kedua-duanya sama! Tapi bila anda kuatir kekuatan 

belum cukup penekunan belum memadai, di saat itu anda baru boleh berteriak 

memanggil Buddha datang menolong anda. (Maha Guru tertawa)”

Pertanyaan siswa : “Menekuni Tantrayana benar-benar sulit, amat sukar, untuk 

itu penekunan agar dijemput ke alam suci harusnya dikerjakan dengan baik!”

Jawaban Maha Guru : “Dalam Buddhisme ada ‘metode mudah’, 

‘metode mudah’ adalah memohon Yidam datang menjemput anda; 

ada lagi ‘metode sukar’, ‘metode sukar’ ini lebih sulit. Seperti yang tadi anda 

katakan, satu tahapan demi tahapan ditekuni, ditekuni hingga diri sendiri pada 

akhirnya menjelma menjadi Buddha, cara ini disebut ‘metode sukar’. 

Dengan demikian sudah mengerti ya?

(siswa menjawab : Iya) (hadirin bertepuk tangan)

Untuk menekuni metode mudah salah satunya adalah penjapaan mantera Hati

Maha guru 8 juta kali. Setiap siswa TBSN harus bertekad menjapa hingga 8 juta.

apalagi bila usia anda di atas 40 tahun.

Koleksi Dharmadesana mengenai japa 8 juta kali Mantra Hati

Maha Guru. 聖尊蓮生活佛綜合開示關於持誦八百萬遍上師心咒

thanks to : Nking Daden Vajra Acarya Huijun , for providing articles collection

Diterjemahkan oleh Funglie Huang

Pencapaian keberhasilan ‘Satu Hati’ Segenap Buddha Loka pun bisa dijelajahi

Sesi tanya jawab Buddha Dharma Dharmadesana Maha Guru Lian Sheng

9 Maret 2006 di Cetya kota P’an-Chiau

Umat bertanya : Ketika berjalan sambil menyebut nama Buddha apakah perlu

membentuk mudra, kedua mata apakah perlu setengah dipejamkan?

Jawab Maha Guru : Jika mata ditutup akan terjatuh,

 (Maha Guru tertawa) (Hadirin tertawa) bakal menabrak dinding, jika anda 

menjapa berjalan nama Buddha, hitunglah langkah kaki, dan japa nama 

Buddha, itu sudah boleh, mata tetap harus dibuka, tangan juga tidak harus 

membentuk mudra.

Tanya : Di Koran Zhenfo, Maha Guru berkata ketika di tempat perbelanjaan 

bisa sambil berjalan menjapa nama Buddha, dengan cara ini apakah hati 

tidak akan bercabang?

Jawab Maha Guru : Ketika Saya jalan-jalan dalam tempat perbelanjaan, 

selama setengah jam, sebenarnya hati ini tidak di tempat perbelanjaan, hati 

ini berada di pergerakan kaki, yakni berjalan sambil menjapa nama Buddha, 

terus menerus dijapa,… inilah langkah kaki sambil menjapa nama Buddha. 

Jadi yang paling utama adalah hati anda, yakni sedang menjapa mantra, 

sedang menjapa nama Buddha, sedangkan langkah kaki ini  = olahraga.

Tanya : Apakah penjapaan 8 juta kali mantra hati Maha Guru mesti dengan 

hati yang penuh konsentrasi?

Jawab Maha Guru : Menjapa mantra hati sebanyak 8 juta kali, sebenarnya 

adalah caramendorong anda semua agar kerap menjapa mantra, sebab 

dalam Tantrayana ada yang dinamakan (keberhasilan japa Mantera),

serupa dengan aliran sukhavati melalui penjapaan 4 aksara nama A-mi thuo-fo.

satu hati dijapa hingga selesai, jadi paling baik ketika menjapa mantra adalah

dengan satu hati terkonsentrasi. Jika anda bisa dengan satu hati menjapa mantra

hingga 8 juta kali akan terjamin pasti terlahir di sukhavatiloka. Namun pada

kehidupan nyata ada kalanya pikiran anda tiba-tiba menuju tempat lain,

hal ini dinamakan japa bebas. Sebenarnya japa bebas pun boleh, asalkan

anda menjapa hingga genap 8 juta kali maka itu sudah boleh, saat anda

terpikir ke tempat lain, anda boleh menambah japa lagi. ini adalah upaya

kausalya untuk segenap insan.

Deng Zhen-Feng dalam 1 tahun genap menjapa mantra hati 

Maha Guru 8 juta kali

Kutipan artikel buku ke -206 Buddha Hidup Lian Sheng : ‘Chao Ji Da Fa Li’

Maha Daya AbhijnaMenampakkan rupa di atas angkasa

Aku mempunyai seorang siswa (Deng Zhen Feng) ia menulis : “setiap siswa yang

bersarana kepada TBSN  tahu bahwa menjapa mantera hati guru genap 8 juta kali pasti terlahir

di sukhavati Maha Padmini Loka..Angka 8 juta ini bagi diri saya sungguh angka yang 

teramat jauh(banyak), namun saya telah berhasil melaksanakannya, bahkan hingga

melampauinya. Ketika saya memantapkan hati pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2005 , 

agar dalam satu tahun genap menjapa 8 juta kali mantraom kulu lien seng siti hum,

 maka saya setiap hari senantiasa gigih dan tekun menjapa mantra.

Pada tahun yang sama hari Selasa tanggal 22 bulan 11, siang hari jam 11.30 – 12.00,

adalah momen yang paling menakjubkan dalam kehidupan saya!  Saat itu masih

dalam jam kerja. Saya naik ke atas balkon kantor sambil mulut tetap menjapa

mantra. Tanpa hati saya menengadahkan kepala memandang panorama

di sekeliling, lalu memandang cakrawala langit yang tak berbatas. Walaupun

demikian, dalam mulut saya masih tetap menjapa mantra. Memandang hingga

ke langit tak berujung adalah satu kebiasaan pribadi saya, cakrawala langit tanpa

batas ini membuat hatiku terasa lega dan lapang.

Tanpa sengaja, dalam momen seketika itu juga, saya ternyata melihat Guru

Sarana-ku, Buddha Hidup Lian Sheng Lu Sheng-Yen, menampakkan rupa di atas

cakrawala langit. Paras Maha Guru menampilkan seulas senyuman, dengan rona

muka berseri dan penuh kehangatan, tanpa mahkota Dharma, raut wajah tampak

dengan jelas. Maha Guru menampakkan wujud setengah badan, ini nyata! Saya

sendiri beranggapan, menampakkan rupa di atas cakrawala langit adalah hal yang

tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin hal ini terjadi di diriku, pasti perasaan

keliru, pasti perasaan keliru yang timbul karena penjapaan mantra! Tetapi, dilihat

sekali lagi, masih ada. Ini adalah suatu yang benar-benar nyata.

Saya terpikirkan begini, inilah kontak yukta, benar-benar tlah kontak yukta!”

Maha Guru Lu dengan gamblang dan lugas mengatakan kepada anda sekalian,

Deng Zhen-Feng benar nyata telah menyaksikan :anda merenungi diri-Ku, 

Aku pasti menampakkan rupa!

Ketika sepotong besi kecil bertemu besi bermedan magnet besar─Kontak 

batin nyata (keberhasilan japa mantraCheng Ren-he shixiong)

Oleh : Xiao Xiao – reporter Koran Zhenfo Bao.

Pada tanggal 1 bulan Maret 2008, Yang Mulia Buddha Hidup Lian Sheng dalam

Dharmadesana kebaktian akhir mingguSadhana Yidam Padmasambhava:

menunjukkan :

“Aku mempunyai seorang siswa bernama Cheng Ren-He, ia berasal dari Nan-Tou

Taiwan, seorang petani, di rumahnya terdapat lahan untuk bercocok tanam.

Vajra Acarya Lian Ning mengetahui hal ini, sadhana apapun tidak ia tekuni, ia

hanya mendengarkan ujar Maha Guru, bahwa menjapa 8 juta kali mantra hati,

maka akan tumimbal lahir di Maha Padmini Loka. Saudara sepenekunan (shi xiong)

ini berdasarkan ucapan-Ku, tlah menjapa 8 juta kali mantra hati Maha Guru.

Cheng Ren He shixiong usai genap menjapa 8 juta kali mantra hati Maha Guru,

pada malam harinya langsung tiba di Maha Padmini Loka. Ia berkata ia malah sempat

mandi dan berenang di dalam air delapan kebajikan kolam teratai , timbunan karma

warana dirinya semenjak dulu kesemuanya dibersihkan tuntas. Ia lebih lanjut

mengatakantelah menyaksikan berbagai rupa warna Maha Padmakumara, tak

terhitung, tak terbatas Padmakumara kecil. Fenomena seperti Cheng Ren-He

shixiong ini disebut (keberhasilan japa dharani, adanya niat yang teguh untuk dikerjakan,

maka anda pasti akan berhasil. Maha Guru juga sangat gigih mengerjakannya. Japa mantra 

sangatlah penting, kita dalam keseharian sebaiknya lebih banyak menjapa mantra, kurangi 

waktu mengobrol, kurangi membuat karma ucapan.”

Pada tanggal 1 Februari 2006 Maha Guru pada Cetya Xiang Hua menguraikan

keraguan siswa/i.

Tanya : “Maha Guru, bagaimana andaikan dalam sepanjang hidup ini tak berhasil

menunaikan penjapaan 8 juta kali mantra hati Maha Guru?”

Jawab Maha Guru : “8 juta kali mantra hati ini, anda tidak perlu menghitung sudah

berapa kali, asalkan anda terus menerus menjapa, anda tak perlu menghitung sudah

berapa kali jumlahnya, tak perlu diurus, anda setiap hari japa japa dan japa, tak perlu

dihitung berapa kali, maka anda tidak akan diganggu rintangan ini bukan?! Setiap hari

dijapa, berjalan juga dijapa, Saya setiap waktu juga menjapa, misalnya waktu Saya

melakukan push-up!satu, dua, tiga, empat, lima, enam, Amitofo, telah sepuluh kali, 

Saya tidak peduli telah Ku japa berapa kali, Saya acap kali menjapa seperti demikian.”

***

Pada tanggal 17 Februari 1995, Dharmadesana Maha Guru Lian Sheng di

Vihara Fu-You Leizangshi , berikut kutipan satu bagian ceramah Dharmah

mengenai penjapaan 8 juta kali Mantra Hati

Pandita Dharmaduta Lian Zhen : “Sdr/I sepenekunan, hari ini Maha Guru kita

sangat welas asih, akan memberikan kesempatan untuk bertanya, hadirin sekalian

yang mempunyai pertanyaan dalam penekunan bhavana, sekarang bisa menggunakan

kesempatan yang langka nan berharga ini, kesempatan yang mungkin dalam

sepanjang hidup anda sukar diketemui menghadap Yang Mulia Maha Gurucarya

agar diberikan Dharmadesana untuk kita semua, sekarang silahkan bertanya.”

Sdr sepenekunan : “Maha Guru dalam ‘Daya Magis Mantra’ pernah mengatakan,

asalkan genap menjapa 8 juta kali Mantra Hati, maka bisa tumimbal lahir di alam

suci Buddha loka, tertera di dalamnya hanya 8 juta kali, namun ketika menjapa

ada kalanya begini… kualitas nya… tidak selalu bagus, jadi apakah kualitas ini

haruslah mencapai suatu tingkatan dulu barulah bisa, mohon babaran dari Maha Guru.”

Maha Guru : “Oh, jadi begini, cara japa mantra ini ada banyak rupanya semisal, ada

banyak sekali metode menjapa mantra, ada visualisasi japa nama Buddha, seperti

mengamati rupa, visualisasi Yidam ini kemudian anda melanjutkan japa mantra;

kemudian ada juga japa Dharani, japa Dharani ialah hanya menjapa mantra-Nya saja,

apapun tak dipikirkan, ada juga yang disebut tanpa rupa, tanpa rupa adalah apapun

tidak divisualisasi, tidak membentuk mudra, kemudian terus menjapa mantra; ada

lagi yang disebut japa vajra, japa vajra adalah lidah bergerak tanpa suara, ada lagi

dengan suara, ada lagi japa hati, berputar didalam hati, ada lagi visualisasi aksara

mantra berputar, satu mantra satu aksara demikian terus menerus berputar,

cara penjapaan banyak beraneka ragam, ada lagi yang dinamakan japa bebas,

japa bebas ialah ketika anda berjalan dijapa, dalam mobil juga dijapa, mengendarai

mobil juga dijapa , ini disebut japa bebas.Tak peduli cara penjapaannya, tidak ada

namanya kualitas japa mantra itu baik atau tidak, ini adalah hasil pikiran anda sendiri

apakah kualitas inibaik atau tidak baik, bukankah demikian? Kesemuanya ini boleh!

(hadirin bertepuk tangan) anda japa bebas juga boleh, seperti sembari berjalan,

sambil melihat panorama sambil dijapa juga boleh, mengendarai mobil juga boleh,

tetap dihitung, semuanya tetap dihitung

Sdr sepenekunan : Asalkan mencapai 8 juta kali?

Maha Guru : “Benar! (hadirin bertepuk tangan) ini adalah keberhasilan japa

dharani, maknanya adalah terus menjapa mantra ini sehingga tampak cahaya suci,

inilah keberhasilan! Mengenai 8 juta kali, ini adalah jumlah angka, ada sebagian orang

tidak perlu 8 juta kali, ia telah melihat cahaya suci, namun walaupun cahaya suci ini

tak terlihat mata, cahaya suci ini tetap berada!”

***

Dharmaraja Buddha Hidup Lian Sheng pada hari Sabtu 1 Maret 2008 memberikan

ceramah Dharma di Vihara Vajragarbha Seattle usai kebaktian mingguan

Berikut kutipan salah satu bagian dari Dharmadesana

Cheng Ren-He menyaksikan MahaPadminiLoka setelah genap penjapaan 8 juta x mantra hati Maha Guru

“Berbicara mengenai penyelamatan segenap insan, hendak mengusahakan agar

segenap insan membangkitkan sraddha yang kokoh sangat sukar. Penyebabnya

adalah ada insan yang pada awal mula nya memohon Dharma sambil membawa

pengharapan, ketika pengharapan ini terwujud, maka hati Sraddha-nya serta merta

muncul. Namun, keinginan dari manusia tidak hanya satu , bahkan ada yang memiliki

100 buah keinginan, tak terhitung banyaknya keinginan ini; ketika diantara salah satu

keinginan tersebut ada yang tidak bisa terwujud, hati Sraddha-nya luntur; untuk itu,

menyelamatkan segenap insan itu sukar. Acarya Marpa juga demikian, ada

banyak sekali siswa datang ke tempatnya belajar Dharma, tapi pada akhirnya

meninggalkan tempatNya. Cercaan yang Ia alami juga banyak sekali.

Disini Saya katakan sesuatu yang akan berikan pengharapan untuk anda sekalian,

dahulu Maha Guru bukankah pernah berkata hendak membawa semua umat ke

Maha Padmini Loka? Yang pernah pergi ke Maha Padmini Loka silahkan unjuk tangan.

Tidak ada! Ini agak mengecewakan. Coba Saya tanyakan anda sekalian, yang telah

menjapa mantra hati Maha Guru hingga di atas 8 juta kali silahkan unjuk tangan.

8 juta kali! (Bhiksu Lhama Lian Yin unjuk tangan) Anda telah menjapa 8 juta kali pun

masih turun ke neraka congkel gigitkah?! (Maha Guru tertawa) Anda bahkan tidak

pernah mengunjungi Maha Padmini Loka? Wah, ini agak memalukan, Maha Guru yang

malu, bukan dia yang malu. Bhiksu Lhama Lian Yin berkata, telah menjapa 8 juta kali

mantra hati Maha Guru, namun dilimpahkan jasanya kepada orang lain,

tak heran dia belum kesana.”

“Ada seorang siswa bernama Cheng Ren-He, ia berasal dari Nan-Tou Taiwan,

seorang petani, di rumahnya terdapat lahan untuk bercocok tanam. Sadhana

apapun tidak ia tekuni, ia hanya mendengarkan ujar Maha Guru, bahwa menjapa

8 juta kali mantra hati, maka akan tumimbal lahir di Maha Padmini Loka.

Saudara sepenekunan ini berdasarkan ucapan-Ku, tlah menjapa 8 juta kali mantra

hati Maha Guru. Cheng Ren-He shixiong usai genap menjapa 8 juta kali mantra hati

Maha Guru, pada malam harinya langsung tiba di Maha Padmini Loka. Ia berkata

ia malah sempat mandi dan berenang di dalam air delapan kebajikan kolam teratai ,

timbunan karma warana dirinya semenjak dulu kesemuanya dibersihkan tuntas.

Ia lebih lanjut mengatakan telah menyaksikan berbagai rupa warna Maha

Padmakumara, tak terhitung, tak terbatas Padmakumara kecil.

Jadi Ku katakan untuk anda semua, genap penjapaan 8 juta kali mantra hati

Maha Guru, sama seperti anda tinggal menunggu waktu menuju Maha Padmini Loka.

Cheng RenHe telah tiba kesana, telah menyaksikan alam Sukhavati Maha Padmini

Loka, kemudian dia turun kembali agar menjadi kesaksian bagi kita semua. Tidak

sampai disini saja lho, Maha Guru kemudian mewariskan sadhanaRupa Manunggal

「一合相」. Dalam Sutra Intan bukankah menyebutkanRupa Manunggal, disini siapa yang 

mengerti tentangRupa Manunggal」」? Buddha pernah membabarkan, segenap jagad semesta ini 

terbentuk dari kumpulan partikel, yakni kumpulan partikel yang sangat halus dan kecil bergabung, 

maka disebut jagad alam semesta, inilahRupa Manunggal. Tubuh kita ini sebenarnya adalah 

sel-sel yang amat kecil, di dalam sel terdapat inti sel yang amat halus, membentuk sebuah gen, 

tubuh ini terbentuk dari gabungan ini semua, kita manusia adalahRupa Manunggal

Jagad alam semesta ini adalahRupa Manunggal. Masih banyak lagiRupa Manunggal

proses tumimbal lahir dan nirvana adalahRupa Manunggal, ada dan sunya adalah

Rupa Manunggal, kebahagiaan dan sunyata adalahRupa Manunggal, ‘kye-rim’ 

(tahap pembangkitan awal) dan ‘dzog-rim” (tahap penyempurnaan) keduanya adalah

Rupa Manunggal. Jika anda bisa memahamiRupa Manunggal, maka akan tercerahkan. 

Saya berkata kepada Cheng Ren-He shixiong tentangRupa Manunggal, supaya ia mampu 

tercerahkan. Ini sangat sukar diketemui, fenomena seperti Cheng Ren-He shixiong ini disebut

(keberhasilan japa dharani), dengan sepenuh hati teguh dikerjakan maka anda pasti akan 

berhasil. Maha Guru juga mengerjakan dengan sepenuh hati yang kokoh. Japa mantra 

sangatlah penting, kita dalam keseharian sebaiknya lebih banyak menjapa mantra, kurangi

 waktu mengobrol, kurangi membuat karma ucapan.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: