Mantera Relic/sarira

Relic atau sarira adalah hasil pelaksanaan sila, samadhi dan prajna yang maha tinggi sehingga menjadikan tulang bodhisatwa ,menjadi sebuah kristal yang keras dan tak terhancurkan.

Relic yang berwarna putih adalah relic tulang
Relic yang berwarna hitam adalah relic rambut
relic yang berwarna merah adalah relic daging.


Relic juga terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Relic utuh, sekujur tubuh menjadi relic tidak ada yang rusak atau membusuk seperti relic dari sang Buddha prabhuta Ratna, Guru besar Hui Neng , Bhiksu Maha thera Che hang di taiwan, pihak katholik ada juga seperti santa bernadette

2. Relic serpihan tubuh seperti relic sang Buddha gaautama dan sarira para Arya lainnya. denga adanya relic memberikan kesempatan pada semau mahluk untuk membuat karma baik dengan memuja relic.

3. Relic dharma, yaitu kitab suci mahayana atau theravada dan tantra

relic juga bisa beranak pinak istilahnya karena bertambah banyak juga bisa membesar asalkan anda memujanya dengan penuh ketulusan dan hormat. di chen fo cung sendiri sudah dibuktikan oleh seorang umat yang bernama Wang Yin ching, hanya dengan membaca sutra kao wang Kwan se im cen cing dan mantera maha guru.

Sang Arya Nagarjuna pernah berkata melihat relic sama dengan melihat Buddha atau yang tersirat relic adalah perwakilan dari sang Buddha.

cara memelihara Relic/sarira dan manteranya :

selanjutnya kita memakai istilah sarira saja karena berasal dari bahasa sansekerta.

Doa penghormatan kepada Sarira dibaca satu kali setiap hari sebagai berikut :

Bernamaskara sepenuh hati kepada Sakya thatagata yang memiliki segenap pahala sempurna dan kepada sarira jasad serta rohani Beliau, dan Dharmakaya Beliau di tempat, Yang berada di stupa Dharmadhatu ini, kami bersujud dengan hormat untuk memohon penampakan perwujudannya untuk kami, agar arus suci alam semesta memasuki diri kami dan kami dapat meleburkan diri memasuki alam semesta juga

Berkat kekuatan Adhistana sang Buddha, kami dapat mencapai pencerahan Bodhi, berkat kekuatan sakti sang buddha, kami akan memberikan keberuntungan kepada semau mahluk hidup sehingga tercetus prasetya bodhicita dari lubuk sanubari kami untuk melatih kesucian diri menempuh jalan hidup bodhisatva sehingga dapat bersama-sama dengan umat mencapai kesempurnaan Nirvana dan meraih Samatajnanam (kebijaksanaan samarata, tidak membedakan) dan disini kami melakukan namsakara dengan tulus.

Mantera sarira dibaca2 kali dalam sehari, setiap pagi dan malam masing-
masing 21 X.

“Itipisuei wei sie sie yi ik sie sie betanameiyi
Imeina beta tan sieyi , isietan betan sieyi”

versi lainnya :

“Itipiso bagawa namamihang tambaga vantam parama
saririka datuya sadhim araham sama sambudo vijarana
sampano sugata lokavidu anutaro puri sadamasa”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: