Hidup perlu Penderitaan

Diambil dari artikel Sisi Bebas Manusia
ini pendapat versi Pak Herman Oetomo
saya mengartikan secara bebas.

Perjalanan kehidupan setiap manusia atau roh dipengaruhi oleh 3 unsur yang saling berinteraksi dan bersinergi.

1. Kualitas Roh (sebelumnya dari seorang yang menekuni dharma/dewa atau penjahat/binatang)
2. karma (kumpulan dari semua perbuatan yang sudah dilakukan baik atau buruk)
3. sisi bebas (pilihan berbuat jahat dan berbuat baik)

nah kita bahas yang ketiga saja saya lebih suka istilah pilihan bebas manusia …ini sangat dipengaruhi oleh Lingkungan hidup, kondisi dan situasi dimana dia berada..seperti .bila hidup di lingkungan kotor.dengan teman2 di lingkungan juga berbuat kotor ..logikanya ya pasti ada pengaruhnya…..makanya ada anjuran buddhist untuk berusaha bergaul dengan orang yang menjalankan dharma saja.

Pilihan bebas ini adalah pemberian dari langit, jadi manusia yang menentukan hidupnya sendiri tidak sepenuhnya tergantung karma. dan manusia diberi akal pikiran dan kecerdasan yang dapat dipergunakan untuk mengarahkan pada kehidupan yang baik. sedangkan mahluk lain tidaklah sesempurna manusia.

Sayangnya pilihan bebas ini tidak dapat di intervensi oleh langit tetapi malahan dapat dipengaruhi oleh sisi negatip seperti dari mara seperti pelet masuk ke sisi bebas manusia membuat orang tersebut terikat , like or dislike sehingga menutup mata hati nya

Seperti kita sekolah mau naik kelas ya harus melewati ujian kelulusan dulu. nah iblis/mara itu ibarat guru ujian kita jadi jangan suka menyalahkan setan/iblis itu jahat dia berbuat juga karena menjalankan perintah langit. semua manusia pasti digodanyanya.

Lingkungan, kondisi serta situasi yang dialami seseorang sering sulit membuat orang tersebut mengendalikan diri/sisi bebasnya.Maka dinasehati manusia perlu hati2, waspada jangan melekat pada materi, bentuk yang dapat menutup mata hatinya.

Mahluk yang dapat terlahirkan ke wujud manusia, mempunyai karma yang seimbang yang gampang di tengah-tengah istilahnya punya karma 50 % baik dan karma buruk juga 50 %, jika karma baiknya lebih dari 50 % bisa di alam dewa sesuai dengan persentasenya hingga semua karma baiknya habis dijalankan. begitu juga dengan karma buruk wah gimana yang 0 % saya juga gak pasti mungkin di neraka avici harus menghabiskan karma buruknya. sedangkan Buddha sudah tidak punya karma lagi baik itu karma buruk atau baik, mahluk yang tidak mempunyai karma lagi akan terbebas dari alam samsara. Semua mahluk yang masih di alam samsara harus menjalankan karmanya yang baik dan buruk serta diberi sisi bebas/pilihan sampai habis hingga menjadi buddha.

Buddha Sakyamuni pernah mengatakan harus ingat “Hidup adalah penderitaan“. Nah masalahnya setiap mahluk itu manja jika karma baik datang, dia lupa dan bersenang-senang, sedangkan jika yang buruk datang, baru ingat sama yang diatas. sehingga ada anjuran hidup itu perlu penderitaan, waspadalah orang yang tidak/belum mengalami penderitaan dalam kehidupannya. dengan penderitaan kita akan menghabiskan karma buruk, sedangkan karma baik tidaklah menjadi pikiran. Masalahnya bagaimana kita mengatasi penderitaan dengan senang hati, kita harus berpikir satu lagi karma buruk kita akan selesai, tetapi ingat jangan menambah karma buruk lagi nantinya tidak akan ada selesainya. karena itu adanya lingkaran reinkarnasi setiap mahluk akan bertransformasi ke wujud sesuai karmanya.

Hidup itu pasti menderita karena tujuannya untuk melunasi karma yang belum dijalankan. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang hidup sejak lahir sampai tua tidak pernah berbuat dosa atau kesalahan yang menghasilkan karma buruk. Ini berarti kita
membayar hutang yang lama juga yang baru. inilah yang disebut lingkaran karma dan reinkarnasi yang akan diputuskan melalui ajaran sang buddha. maaf, Walau sering ada yang bilang dia itu ajaran sesat, tidak murni, aku punyai yang asli benar dari silsilah yang benar. Selama orang tersebut selalu berusaha berbuat baik, berkelakuan baik walau ritual atau bacaannya kita agak anggap tidak sesuai dengan kita..biarkanlah semua orang toh pernah berbuat salah dan dengan berbuat baik dia kan menemukan jalannya sendiri. Masing2 mempunyai jalan sendiri lebih baik kita mengurusi karma dan diri kita sendiri. lalu keluarga sendiri terlalu sok suci malahan dipengaruhi mara.
Penderitaan adalah nafsu/keinginan yang tidak tercapai, dalam ajaran buddhist kita harus belajar mengendalikan keinginan.

Bahkan dalam injil perjanjian baru disebutkan :

berbahagialah orang yang menderita karena miskin
berbahagialah orang yang menderita karena dianiayai
berbahagialah orang yang menderita karena lapar.

intinya berbahagialah orang yang menderita, karena penderitaan menghasilkan kebahagiaan jiwa, hanya dengan menjalankan penderitaan kita menghabiskan karma buruk kita. Padahal dalam pandangan awam pasti susah menerima pendapat tersebut.

Berbuahnya karma baik dan buruk tidak dapat diatur menurut kemauan yang bersangkutan, tetapi muncul sesuai dengan aturan langit hukum alam semesta yang tidak diketahui oleh manusia, kecuali yang bisa tahu rahasia alam semesta, seperti di cina..yang belajar Tao rahasia alam semesta sehingga munculnya kitab Liao Fan kisah nyata.believe it or not.

Karma buruk itu dapat ditunda atau tertunda pembayarannya melalui beberapa cara, melalui ritual atau bantuan spiritual seorang paranormal. Tetapi sebaiknya jangan dilakukan karena akan memperparah keadaan bahkan meningkatkan penderitaan ibaratnya hutangnya akan menumpuk lebih besar bila ditunda lagi. Jadi bagaimana….Harus dikelola secara tepat dan bijaksana…yang gampang seperti selalu berbuat kebajikan menjauhi kejahatan seperti ajaran Buddhist.
Karma baik tidak dapat dipakai untuk membayar karma buruk. karma baik dan karma buruk berdiri sendiri-sendiri jadi waspadalah dalam bertindak dan berkata-kata harus ditelaah apakah efeknya akan positip atau negatip…sehingga ada anjuran untuk bertapa menjauhi kehidupan duniawi sehingga lebih dapat menjaga diri.
Dengan adanya penderitaan, manusia juga akan sadar bahwa ia harus berbuat baik dan mempunyai kelakuan baik.
ditambah dengan sembahyang yang baik seperti sadhana, sholat, ibadah.

Berbuat baik
Perbuatan yang dapat menolong, menghilangkan atau mengurangi penderitaan orang lain tanpa mengharapkan balasannya atau pamrih. Intinya adalah cinta kasih, tanpa cinta kasih seseorang akan susah melakukan amal baik.
berbuat baik seperti amal dana, barang, tenaga, kepedulian, pertolongan, nasehat dan informasi yang benar dll.
Bila seseorang didalam menjalankan kehidupannya tidak pernah memberi baik itu berupa amal dana, barang, berbuat baik, pertolongan, kasih sayang dll. Maka dalam diri orang tersebut tidak akan timbul wadah untuk menerima pertolongan dari langit. Ini sudah merupakan Hukum alam semesta. Yang tidak pernah memberi tidak akan pernah menerima
kalimat bijak dari beramal adalah ” Hari ini beramal besok sudah lupa” lupa denga siapa kita beri jangan lupa dengan memberi amal lagi…..

Prilaku/kelakuan baik.
Intinya adalah tidak membuat mahluk lain menderita, dapat menguasai nafsu tidak baik yang dapat membuat orang menderita. prilaku baik itu patokannya bagaimana ? khan belum tentu semua orang pendapatnya sama.
kita ambil dari ajaran agama baik dari buddhist dan samawi.
kelakuan baik diperlukan, sebab orang yang mempunyai prilaku baik akan menjauhi perbuatan yang membuat orang lain menderita sehingga tidak akan menghasilkan karma buruk…jadi karma buruknya tidak akan bertambah lagi.

Sembahyang yang baik
Intinya seseorang dapat menyadari dan mengetahui semua kesalahan dan dosa-dosanya Kemudian bertobat dan memohon pengampunan dari langit atas semua dosa yang sudah dilakukan. Juga memohon bimbingan dan berkat, pertolongan dan perlindungan dari langit agar dalam menjalani kehidupan selalu mendapat jalan yang baik dan benar. Jalan yang diberkahi dan direstui dari langit.
Jangan memohon hal-hal yang terlalu duniawi, apalagi yang menjurus pemaksaan/ menodong, terimalah apa adanya yang kita dapat seihklasnya.

Karma buruk tidak dapat dibayar dengan karma baik, keduanya berdiri sendiri , karma baik menerima pahala dan kebahagiaan. karma buruk menerima hukuman dan penderitaan.
Karma buruk dapat dihilangkan atau dikurangi dengan cara membayarnya, pembayarannya yaitu dengan penderitaan untuk menjalankannya. Dalam hidup ini jangan takut menderita.

Hukum karma dan reinkarnasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, satu sama lain saling berhubungan, karena ada karma terjadilah reinkarnasi, ini di dalam buddhisme dikenal dengan roda kehidupan samsara.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s