Archive for Mei, 2011

Hidup perlu Penderitaan

Diambil dari artikel Sisi Bebas Manusia
ini pendapat versi Pak Herman Oetomo
saya mengartikan secara bebas.

Perjalanan kehidupan setiap manusia atau roh dipengaruhi oleh 3 unsur yang saling berinteraksi dan bersinergi.

1. Kualitas Roh (sebelumnya dari seorang yang menekuni dharma/dewa atau penjahat/binatang)
2. karma (kumpulan dari semua perbuatan yang sudah dilakukan baik atau buruk)
3. sisi bebas (pilihan berbuat jahat dan berbuat baik)

nah kita bahas yang ketiga saja saya lebih suka istilah pilihan bebas manusia …ini sangat dipengaruhi oleh Lingkungan hidup, kondisi dan situasi dimana dia berada..seperti .bila hidup di lingkungan kotor.dengan teman2 di lingkungan juga berbuat kotor ..logikanya ya pasti ada pengaruhnya…..makanya ada anjuran buddhist untuk berusaha bergaul dengan orang yang menjalankan dharma saja.

Pilihan bebas ini adalah pemberian dari langit, jadi manusia yang menentukan hidupnya sendiri tidak sepenuhnya tergantung karma. dan manusia diberi akal pikiran dan kecerdasan yang dapat dipergunakan untuk mengarahkan pada kehidupan yang baik. sedangkan mahluk lain tidaklah sesempurna manusia.

Sayangnya pilihan bebas ini tidak dapat di intervensi oleh langit tetapi malahan dapat dipengaruhi oleh sisi negatip seperti dari mara seperti pelet masuk ke sisi bebas manusia membuat orang tersebut terikat , like or dislike sehingga menutup mata hati nya

Seperti kita sekolah mau naik kelas ya harus melewati ujian kelulusan dulu. nah iblis/mara itu ibarat guru ujian kita jadi jangan suka menyalahkan setan/iblis itu jahat dia berbuat juga karena menjalankan perintah langit. semua manusia pasti digodanyanya.

Lingkungan, kondisi serta situasi yang dialami seseorang sering sulit membuat orang tersebut mengendalikan diri/sisi bebasnya.Maka dinasehati manusia perlu hati2, waspada jangan melekat pada materi, bentuk yang dapat menutup mata hatinya.

Mahluk yang dapat terlahirkan ke wujud manusia, mempunyai karma yang seimbang yang gampang di tengah-tengah istilahnya punya karma 50 % baik dan karma buruk juga 50 %, jika karma baiknya lebih dari 50 % bisa di alam dewa sesuai dengan persentasenya hingga semua karma baiknya habis dijalankan. begitu juga dengan karma buruk wah gimana yang 0 % saya juga gak pasti mungkin di neraka avici harus menghabiskan karma buruknya. sedangkan Buddha sudah tidak punya karma lagi baik itu karma buruk atau baik, mahluk yang tidak mempunyai karma lagi akan terbebas dari alam samsara. Semua mahluk yang masih di alam samsara harus menjalankan karmanya yang baik dan buruk serta diberi sisi bebas/pilihan sampai habis hingga menjadi buddha.

Buddha Sakyamuni pernah mengatakan harus ingat “Hidup adalah penderitaan“. Nah masalahnya setiap mahluk itu manja jika karma baik datang, dia lupa dan bersenang-senang, sedangkan jika yang buruk datang, baru ingat sama yang diatas. sehingga ada anjuran hidup itu perlu penderitaan, waspadalah orang yang tidak/belum mengalami penderitaan dalam kehidupannya. dengan penderitaan kita akan menghabiskan karma buruk, sedangkan karma baik tidaklah menjadi pikiran. Masalahnya bagaimana kita mengatasi penderitaan dengan senang hati, kita harus berpikir satu lagi karma buruk kita akan selesai, tetapi ingat jangan menambah karma buruk lagi nantinya tidak akan ada selesainya. karena itu adanya lingkaran reinkarnasi setiap mahluk akan bertransformasi ke wujud sesuai karmanya.

Hidup itu pasti menderita karena tujuannya untuk melunasi karma yang belum dijalankan. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang hidup sejak lahir sampai tua tidak pernah berbuat dosa atau kesalahan yang menghasilkan karma buruk. Ini berarti kita
membayar hutang yang lama juga yang baru. inilah yang disebut lingkaran karma dan reinkarnasi yang akan diputuskan melalui ajaran sang buddha. maaf, Walau sering ada yang bilang dia itu ajaran sesat, tidak murni, aku punyai yang asli benar dari silsilah yang benar. Selama orang tersebut selalu berusaha berbuat baik, berkelakuan baik walau ritual atau bacaannya kita agak anggap tidak sesuai dengan kita..biarkanlah semua orang toh pernah berbuat salah dan dengan berbuat baik dia kan menemukan jalannya sendiri. Masing2 mempunyai jalan sendiri lebih baik kita mengurusi karma dan diri kita sendiri. lalu keluarga sendiri terlalu sok suci malahan dipengaruhi mara.
Penderitaan adalah nafsu/keinginan yang tidak tercapai, dalam ajaran buddhist kita harus belajar mengendalikan keinginan.

Bahkan dalam injil perjanjian baru disebutkan :

berbahagialah orang yang menderita karena miskin
berbahagialah orang yang menderita karena dianiayai
berbahagialah orang yang menderita karena lapar.

intinya berbahagialah orang yang menderita, karena penderitaan menghasilkan kebahagiaan jiwa, hanya dengan menjalankan penderitaan kita menghabiskan karma buruk kita. Padahal dalam pandangan awam pasti susah menerima pendapat tersebut.

Berbuahnya karma baik dan buruk tidak dapat diatur menurut kemauan yang bersangkutan, tetapi muncul sesuai dengan aturan langit hukum alam semesta yang tidak diketahui oleh manusia, kecuali yang bisa tahu rahasia alam semesta, seperti di cina..yang belajar Tao rahasia alam semesta sehingga munculnya kitab Liao Fan kisah nyata.believe it or not.

Karma buruk itu dapat ditunda atau tertunda pembayarannya melalui beberapa cara, melalui ritual atau bantuan spiritual seorang paranormal. Tetapi sebaiknya jangan dilakukan karena akan memperparah keadaan bahkan meningkatkan penderitaan ibaratnya hutangnya akan menumpuk lebih besar bila ditunda lagi. Jadi bagaimana….Harus dikelola secara tepat dan bijaksana…yang gampang seperti selalu berbuat kebajikan menjauhi kejahatan seperti ajaran Buddhist.
Karma baik tidak dapat dipakai untuk membayar karma buruk. karma baik dan karma buruk berdiri sendiri-sendiri jadi waspadalah dalam bertindak dan berkata-kata harus ditelaah apakah efeknya akan positip atau negatip…sehingga ada anjuran untuk bertapa menjauhi kehidupan duniawi sehingga lebih dapat menjaga diri.
Dengan adanya penderitaan, manusia juga akan sadar bahwa ia harus berbuat baik dan mempunyai kelakuan baik.
ditambah dengan sembahyang yang baik seperti sadhana, sholat, ibadah.

Berbuat baik
Perbuatan yang dapat menolong, menghilangkan atau mengurangi penderitaan orang lain tanpa mengharapkan balasannya atau pamrih. Intinya adalah cinta kasih, tanpa cinta kasih seseorang akan susah melakukan amal baik.
berbuat baik seperti amal dana, barang, tenaga, kepedulian, pertolongan, nasehat dan informasi yang benar dll.
Bila seseorang didalam menjalankan kehidupannya tidak pernah memberi baik itu berupa amal dana, barang, berbuat baik, pertolongan, kasih sayang dll. Maka dalam diri orang tersebut tidak akan timbul wadah untuk menerima pertolongan dari langit. Ini sudah merupakan Hukum alam semesta. Yang tidak pernah memberi tidak akan pernah menerima
kalimat bijak dari beramal adalah ” Hari ini beramal besok sudah lupa” lupa denga siapa kita beri jangan lupa dengan memberi amal lagi…..

Prilaku/kelakuan baik.
Intinya adalah tidak membuat mahluk lain menderita, dapat menguasai nafsu tidak baik yang dapat membuat orang menderita. prilaku baik itu patokannya bagaimana ? khan belum tentu semua orang pendapatnya sama.
kita ambil dari ajaran agama baik dari buddhist dan samawi.
kelakuan baik diperlukan, sebab orang yang mempunyai prilaku baik akan menjauhi perbuatan yang membuat orang lain menderita sehingga tidak akan menghasilkan karma buruk…jadi karma buruknya tidak akan bertambah lagi.

Sembahyang yang baik
Intinya seseorang dapat menyadari dan mengetahui semua kesalahan dan dosa-dosanya Kemudian bertobat dan memohon pengampunan dari langit atas semua dosa yang sudah dilakukan. Juga memohon bimbingan dan berkat, pertolongan dan perlindungan dari langit agar dalam menjalani kehidupan selalu mendapat jalan yang baik dan benar. Jalan yang diberkahi dan direstui dari langit.
Jangan memohon hal-hal yang terlalu duniawi, apalagi yang menjurus pemaksaan/ menodong, terimalah apa adanya yang kita dapat seihklasnya.

Karma buruk tidak dapat dibayar dengan karma baik, keduanya berdiri sendiri , karma baik menerima pahala dan kebahagiaan. karma buruk menerima hukuman dan penderitaan.
Karma buruk dapat dihilangkan atau dikurangi dengan cara membayarnya, pembayarannya yaitu dengan penderitaan untuk menjalankannya. Dalam hidup ini jangan takut menderita.

Hukum karma dan reinkarnasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, satu sama lain saling berhubungan, karena ada karma terjadilah reinkarnasi, ini di dalam buddhisme dikenal dengan roda kehidupan samsara.

Leave a comment »

Mengusir Hawa Negatip dari Rumah

Cara mudah untuk menetralisir hawa YIN, jika seandainya ada adalah dengan membuka semua pintu dan jendela setiap hari. Atau juga memasang lampu-lampu pada titik tertentu, seperti pintu utama, pintu samping, belakang rumah, dapur dan sebagainya. Cara lain adalah membakar bubuk cendana yang sudah dicampur dengan huoxiang dan ganchao.

Huoxiang sama Ganchao beli di toko obat.
Itu kan salah satu bahan jamu herbal Chinese Medicine.

Huoxiang 藿香(Agastachis Herba), Ganchao 甘草(Liquorice), dan bubuk Cendana 香粉 dibakar untuk fumigasi. Juga untuk menghilangkan anasir-anasir negatif. Dalam konteks spiritual, Huoxiang merupakan salah satu alat spiritual yang bersifat cahaya dan kekuatan untuk menundukan segala macam bentuk energi negatif. Sedangkan dengan menggunakan Ganchao, kita menggunakan energi positif yang dimilikinya (Ganchao juga dikenal sebagai Dewa Obat) untuk mengusir energi negatif disekeliling.

Dalam Taoisme pembersihan ini dikenal sebagai Zheng Qi Chang Cun, Yin Yang Shun Diao (正氣長存。陰陽順調).

Leave a comment »

Ritual Mandi Rupang (Yi Fo = 浴佛 )

“Ritual Mandi Rupang” (Yi Fo = 浴佛 )”

Sejarahnya bermula dari Ketika Sang Buddha berada di suatukota, dikota tersebut ada sebuah gunung ketika itu ada 1 Boddhisatva yaitu Qing Qing Hui Pu Sa, atau Avalokitesvara Bodhisatva.

Lalu  Manjusri Bodhisattva bertanya kepada Sang Buddha

 “Bagaimana cara kita membersihkan diri?”

Sang Buddha menjawab “Dengan cara Memandikan rupang. ketika memandikan rupang”, visualisasikan, dan membaca doa  yaitu

“Saya pada hari ini atau sekarang memandikan Buddha untuk membersihkan pikiran, dan pahalanya adalah untuk menambah serta memperindah pahala di alam mana saja atau semua tanah alam bagaikan lautan yang tak bisa diukur, dan membersihkan 5 racun semua badan akan terlepaskan, serta bersama sama kita berhasil menjadi Buddha.

Selain itu ada beberapa pahala yang lain yaitu setelah mandi rupang perasaan menjadi tenang, Buddha hadir di hadapan kita dan bersama Buddha memandikan rupang.”

Pada saat mandi rupang (Yi fo) kita bisa mempersembahkan minyak wangi, dupa cendana, untuk membersihkan dan mencucikan diri Buddha. Kita dapat mengikuti ritual mandi rupang menandakan kita sudah punya pahala yang sangat bagus. Setelah selesai ritual,. Pada saat memandikan rupang, jangan lupa visulisasikan kita memandikan diri sendiri.

Setelah selesai Ritual memandikan Buddha rupang, airnya harus dikumpulkan dan disiramkan atau dituangkan ke tanah yang bersih, yaitu tanah yang tidak akan diinjak-injak orang. setelah itu Rhupang Sakyamuni Buddha haruslah dibersihkan dengan kain yang bersih, halus dan lunak, lalu dibasuhi dengan asap wewangian cendana yang harum, barulah di taruh di tempat semula (altar).

Makna dari Ritual memandikan Buddha Rhupang adalah melambangkan pembersihan tubuh sang Buddha, setelah kita membersihkan tubuh sang Buddha maka berarti kita juga telah membersihkan diri kita sendiri dari segala noda dimasa lalu dan sejak saat ini menjadi bersih. Makna terpenting lagi adalah dengan mengikuti ritual ini kita akan mengerti bagaimana seharusnya melatih diri dalam dharma agar dapat mencapai tubuh suci sang tathagata seperti sang Buddha Sakyamuni yang memperoleh tubuh Dharmakaya yang suci.

Tujuan memandikan Buddha Rhupang tidaklah hanya membersihkan bagian luar saja, tetapi yang terpenting adalah bermakna untuk membersihkan hati dan bathin kita dan seluruh jiwa kita. Banyak sekali pahala mengikuti upacara memandikan Buddha rupang ini

Di dalam Kitab “Pahala memandikan Buddha Rhupang” disebutkan dengan memandikan buddha rupang

* akan membuat kita terlahir di alam suci dan menghindarkan diri kita dari segala macam penyakit serta terhindar dari gangguan roh jahat.

* bila terlahir di alam manusia tidak akan dilahirkan dalam bentuk wanita (kecuali diri sendiri menginginkannya)

* semua yang kita peroleh adalah pahala baik & tidak akan terjadi sesuatu yang tak baik bagi kita.

* kelak akan memperoleh tubuh dharmakaya yang suci.

Ada sebuah Koan  dituliskan sbb : “Hari ini aku datang untuk memandikan para Tathagata.”

maksud dari koan ini adalah Ritual untuk memandikan Sang Buddha.

* bila kita sudah dapat membersihkan diri sendiri akan memperoleh prajna , kecerdasan, kemuliaaan dan pahala yang berlimpah-limpah.

* mengikat jodoh dengan sang Buddha berarti menanam benih buddha dalam diri sendiri sehingga pahala2 selanjutnya akan terus berdatangan.

Lanjutan dari Koan tersebut adalah Para mahluk hidup yang penuh dengan segala macam kekotoran kini telah meninggalkan kekeruhan itu.”

artinya : kita semua sebagai mahluk hidup penuh dengan bermacam-macam kekotoran, banyak sekali kebiasaan2 buruk yang diwariskan dari kehidupan lampau dalam diri kita ini. Lalu apa yang diperoleh setelah mengikuti ritual memandikan Buddha rupang ? Kita telah dapat meninggalkan segala macam kekotoran dan kekeruhan ini menjadi seorang manusia yang bersih.

Kalimat terakhir dari koan tersebut adalah : “ Bersama-sama kita mencapai tubuh Dharmakaya sang Tathagata”.

Karena kita telah memperoleh pahala dan kelak akan mengerti bagaimana cara melatih diri dalam dharma, bagaimana tahap perkembangan (Utpannakrama), dan tahap kesempurnaan (Nispannakrama) lalu melatih nya bersama-sama agar dapat mencapai tubuh suci Dharmakaya sang Tathagata.

Didalam Tantrayana Ritual mandi rupang ini mempunyai makna sama seperti menerima Abhiseka.

Ada 4 tingkatan Abhiseka :

1. Abhiseka Tirta /abhiseka air atau abhiseka kendi = abhiseka penyucian

bermakna abhiseka yang menandakan kesucian untuk membersihkan diri kita dari segala kekotoran dan kekeruhan yang menempel di tubuh kita. menggunakan media air seperti umumnya kita membersihkan tubuh kita / mandi dengan air baru terasa bersih dan segar. Dengan mengikuti ritual memandikan rhupang juga bermakna kita menerima abhiseka tirta. Abhiseka yang umum dilaksanakan dan dibuka untuk umum niasanya adalah abhiseka tirta yang bertujuan untuk menyucikan tubuh. abhiseka selanjutnya 2,3, dan 4 sudah termasuk abhiseka rahasia tidak dibuka untuk umum hanya untuk internal.

2. Abhiseka internal = abhiseka bodhicita merah dan putih untuk melatih dharma internal seperti kundalini.

3. Abhiseka Sparsa = abhiseka sentuh

abhiseka yang memberi izin kepada kita untuk melatih annutara tantra dharma untuk melatih dharma dengan metode penyentuhan. dengan metode ini kita dapat meningkatkan kwalitas seluruh tubuh kita memasuki ke tingkat kesucian

4. Abhiseka paripurna/Abhiseka Artha kula =Abhiseka Kesempurnaan Dharmakaya.

abhiseka ini tidak terikat dengan tata ritual tertentu. Yang terutama adalah bagaimana membangkitkan sifat-sifat ke-buddha-an dan dharma dalam diri kita sendiri.

Pada saat kita menerima abhiseka tirta/kendi  yaitu abhiseka penyucian , pada saat itu pula kita telah mulai memasuki tahap Utpannakrama (perkembangan). Sebagaimana kita ketahui dalam tantrayana ada pembagian antara tahap perkembangan dan tahap kesempurnaan.

Setelah mendapat abhiseka tingkat ke dua baru kita memasuki Dharma internal kita baru mulai mempelajari dan melatih diri pada tahap  Nispannakrama (kesempurnaan).

Dapat dibayangkan yang dapat melatih diri dalam dharma internal sudah termasuk pilihan, selama ini kebanyakan umat masih berkutat di abhiseka tirta yang pertama, masih berkutat dengan penyucian diri sendiri.

Leave a comment »