kEAGUNGAN NAMA SAKYAMUNI THATAGATHA 2

Sutra Mahayana Ratnamegha

Pada suatu ketika Bodhisattva Mahasattva Sarva NIvarana Viskambhin melihat sinar yang dipancarkan oleh Baghavan menyinari tubuh Nya (Sarvanivarana Viskambhin) , Beliau beranjak dari tempat Nya menuju ke tempat Buddha (bukan Sakyamuni Buddha, melainkan Furongyan Fo / Padmanetra Buddha di dunia Bodhisattva Sarvanivarana Viskambhin) . Setelah bersujud di kaki Buddha kemudian Beliau duduk, dengan Para Bodhisattva dan hadirin yang tak terhingga banyaknya semua tersentuh cahaya Buddha. Semua datang ke tempat Buddha berada. Bersujud di kaki Nya dan duduk.

kemudian Sarvanivaranaviskambhin Bodhisattva Mahasattva bangkit dari tempat duduk Nya dengan jubah bahu sebelah kanan terbuka, lutut kiri menyentuh bumi diatas tahta padma, beranjali dan berkata pada Buddha :

“Baghavan, oleh karena sebab apakah ada cahaya yang bersinar demikian ? sungguh tak terperikan berbagai spektrum warnanya. Suci tanpa noda membangkitkan suka cita tubuh dan batin para Bodhisattva. ”

Buddha memberitahukan pada Bodhisattva :
“Putera yang berbudi, dari sini ke Barat melewati dunia yang banyaknya bagai butiran pasir sungai Gangga, ada negeri Buddha bernama saha. di situ ada seorang Buddha, bernama Sakyamuni Tathagata. “

“Bila ada makhluk yang dapat mendengar nama Sakyamuni Buddha, para makhluk itu kelak tidak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. Cahaya ini adalah dipancarkan oleh Sakyamuni Tathagata. Sungguh merupakan cahaya terindah dan suci tanpa noda. Membangkitkan suka cita di hati para Bodhisattva. “

Bodhisattva bertanya lagi pada Buddha :
“Baghavan, kenapa insan yang mendengar nama Sakyamuni Buddha bisa tak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi ?”

Padmanetra Buddha menjawab :
“Wahai Putera yang berbudi, dalam kehidupan lampau Nya, saat Sakyamuni Tathagata masih menjalankan laku Bodhisattva, Beliau pernah berikrar, saat Aku telah mencapai ke Buddha an , barangsiapa mendengar nama Ku, semua kan dibuat tidak mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. ”

Tanya :
“Baghavan, para insan di dunia itu yang mendengar nama Sakyamuni Buddha kelak tidak akan mundur lagi ? ”

Buddha menjawab, “Tidak juga.”

“Baghavan, apakah para insan di dunia itu tidak mendengar nama Sakyamuni Buddha?”

Buddha menjawab, “Putera yang berbudi, semua mendengarnya. ”

“Baghavan, para insan di dunia itu yang tiada kemunduran kenapa tidak mundur ? ”

Buddha menjawab :
“Wahai putera yang berbudi, para insan mempunyai benih tidak mundur yang akan tumbuh karena mendengar nama Buddha tersebut. Para insan itu tidak ada kemunduran, bukannya mendengar nama barulah tidak mundur. ”

“Putera yang berbudi, sekarang Aku akan menjelaskan maknanya pada Mu melalui sebuah perumpanmaan.”

“Putera yang berbudi, bagaikan benih sebuah pohon baik itu yang besar maupun yang kecil. Namun bila tiada halangan dan memperoleh dukungan dari kondisi lingkungan, maka akan tumbuh tunas dan bertumbuh besar. ”

“Putera yang berbudi, kenapa dikatakan sebagai benih ?”

“Baghavan karena tiada rintangan maka disebut benih.”

Buddha berkata :
“Demikianlah wahai Putera yang berbudi, mendengar nama Tathagata akan menanamkan benih tak mundur. Oleh karena itulah para insan tersebut dinamakan sebagai tak mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: