Archive for Februari, 2011

kEAGUNGAN NAMA SAKYAMUNI THATAGATHA 2

Sutra Mahayana Ratnamegha

Pada suatu ketika Bodhisattva Mahasattva Sarva NIvarana Viskambhin melihat sinar yang dipancarkan oleh Baghavan menyinari tubuh Nya (Sarvanivarana Viskambhin) , Beliau beranjak dari tempat Nya menuju ke tempat Buddha (bukan Sakyamuni Buddha, melainkan Furongyan Fo / Padmanetra Buddha di dunia Bodhisattva Sarvanivarana Viskambhin) . Setelah bersujud di kaki Buddha kemudian Beliau duduk, dengan Para Bodhisattva dan hadirin yang tak terhingga banyaknya semua tersentuh cahaya Buddha. Semua datang ke tempat Buddha berada. Bersujud di kaki Nya dan duduk.

kemudian Sarvanivaranaviskambhin Bodhisattva Mahasattva bangkit dari tempat duduk Nya dengan jubah bahu sebelah kanan terbuka, lutut kiri menyentuh bumi diatas tahta padma, beranjali dan berkata pada Buddha :

“Baghavan, oleh karena sebab apakah ada cahaya yang bersinar demikian ? sungguh tak terperikan berbagai spektrum warnanya. Suci tanpa noda membangkitkan suka cita tubuh dan batin para Bodhisattva. ”

Buddha memberitahukan pada Bodhisattva :
“Putera yang berbudi, dari sini ke Barat melewati dunia yang banyaknya bagai butiran pasir sungai Gangga, ada negeri Buddha bernama saha. di situ ada seorang Buddha, bernama Sakyamuni Tathagata. “

“Bila ada makhluk yang dapat mendengar nama Sakyamuni Buddha, para makhluk itu kelak tidak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. Cahaya ini adalah dipancarkan oleh Sakyamuni Tathagata. Sungguh merupakan cahaya terindah dan suci tanpa noda. Membangkitkan suka cita di hati para Bodhisattva. “

Bodhisattva bertanya lagi pada Buddha :
“Baghavan, kenapa insan yang mendengar nama Sakyamuni Buddha bisa tak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi ?”

Padmanetra Buddha menjawab :
“Wahai Putera yang berbudi, dalam kehidupan lampau Nya, saat Sakyamuni Tathagata masih menjalankan laku Bodhisattva, Beliau pernah berikrar, saat Aku telah mencapai ke Buddha an , barangsiapa mendengar nama Ku, semua kan dibuat tidak mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. ”

Tanya :
“Baghavan, para insan di dunia itu yang mendengar nama Sakyamuni Buddha kelak tidak akan mundur lagi ? ”

Buddha menjawab, “Tidak juga.”

“Baghavan, apakah para insan di dunia itu tidak mendengar nama Sakyamuni Buddha?”

Buddha menjawab, “Putera yang berbudi, semua mendengarnya. ”

“Baghavan, para insan di dunia itu yang tiada kemunduran kenapa tidak mundur ? ”

Buddha menjawab :
“Wahai putera yang berbudi, para insan mempunyai benih tidak mundur yang akan tumbuh karena mendengar nama Buddha tersebut. Para insan itu tidak ada kemunduran, bukannya mendengar nama barulah tidak mundur. ”

“Putera yang berbudi, sekarang Aku akan menjelaskan maknanya pada Mu melalui sebuah perumpanmaan.”

“Putera yang berbudi, bagaikan benih sebuah pohon baik itu yang besar maupun yang kecil. Namun bila tiada halangan dan memperoleh dukungan dari kondisi lingkungan, maka akan tumbuh tunas dan bertumbuh besar. ”

“Putera yang berbudi, kenapa dikatakan sebagai benih ?”

“Baghavan karena tiada rintangan maka disebut benih.”

Buddha berkata :
“Demikianlah wahai Putera yang berbudi, mendengar nama Tathagata akan menanamkan benih tak mundur. Oleh karena itulah para insan tersebut dinamakan sebagai tak mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi.”

Leave a comment »

KEAGUNGAN NAMA SAKYAMUNI BUDDHA

Baghavan, Samyaksambuddha, Guru Para Dewa dan manusia, bahkan nama Nya saja tak terperikan….
mari kita sama sama mengingatkan diri, mengapa Beliau membabarkan Dharma ? apa harapan Sang Buddha ? …. kita ingat dalam hati dan semoga kita semua tidak membuang buang waktu dengan mengurusi hal yang tidak memajukan batin…

Keagungan Nama Sakyamuni Tathagata
釋迦如來名號功德
diterjemahkan oleh Lianhua Shian
bab 3 Sutra Memutar Dharmacakra Tak Mundur

Ananda mengatakan, “Bagaimanakah Tathagata memperoleh pandangan yang lengkap tanpa kehilangan, mempunyai pengetahuan dari Buddha, melihat Buddha dan berdekatan dengan Buddha. ”

Buddha memberitahu Ananda, “Tidak tahukah Engkau?”

Ananda menjawab, “Sesungguhnya Saya tidak tahu.”

Buddha mengatakan, “Sekarang Kau dengarkanlah baik baik, akan dijelaskan demi Engkau.” Ananda menjawab, “Baiklah Baghavan, mohon jelaskanlah.”

Baghavan menjelaskan, “Ananda, sekarang Kau mendengar Ku Sakyamuni Buddha, engkau sekalian yang telah mendengar dan akan mendengar, semua tidak akan mundur dari Samyaksamboddhi. Kenapa demikian ? Sarva Dharmakaya bila sedang ber Dharma, para pendengarnya akan memperoleh manfaat. Ananda, bila dengan satu kuntum bunga dipersembahkan pada Tathagata, ataupun kelak setelah Parinirvana memberi pujana pada stupa sarira Buddha, juga tidak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. Ananda , bahkan hewan sekalipun bila mendengar nama Buddha, juga kelak akan memperoleh Anuttara Samyaksamboddhi.”

Buddha mengatakan, “Dan lagi Ananda, bila ada orang mendengar suara Sakyamuni Buddha, menyerukan nama Nya, semua akan memperoleh bibit Anuttara Samyaksambodhi. Bila putera dan puteri yang berbudi, mendengar nama Sakyamuni Buddha, semua manfaat tadi adalah nyata. Ananda, diumpamakan pohon Nyagrodha, satu – dua – tiga – empat atau bahkan 5 juta bahkan tak terhitung para insan semua bersitirahat di bawahnya bisa memperoleh keteduhan. Kenapa demikian ? Ananda, anak pohon Nyagrodha besar atau kecil ?” Ananda menjawab, “Tunas pohon Nyagrodha sungguh sangat kecil.”

Buddha memberitahu Ananda, “Pohon Nyagrodha ini, bila memperoleh kondisi yang baik seperti air hujan, tanah subur dan perawatan manusia, dari hari ke hari semakin membesar. ” Ananda menjawab, “Demikianlah Baghavan.” Buddha memberitahu Ananda, “Pada mulanya Pohon Nyagrodha demikian sangat kecil, oleh karena air, tanah , sinar matahari dan rembulan, maka perlahan membesar. Demikianlah Ananda, mendengarkan nama Buddha Sakyamuni, bija akar kebajikan selamanya tidak akan rusak dan sia sia. Tidak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. Kenapa demikian ? karena bija yang tanpa wujud ini tidaklah bergantung dengan segala sesuatu , maka tidak akan rusak. Bija yang demikian tidak akan rusak, juga tidak melekati wujud, oleh karena itulah Sarva Dharma tidak mengalami kehancuran. ”

Ananda menjawab Sang Buddha, “Baghavan, bagaimana kekuatan ikrar agung Sang Tathagata ? bagaimana Dharma dari Para Buddha bisa beryukta ?”

Buddha menjawab, “Oleh karena kekuatan ikrar mula, maka bila ada insan yang mendengarkan nama Ku, semua tak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi. Demikian juga dengan Dharma para Buddha. Kenapa demikian ? karena Dharma para Buddha adalah bersifat sama rata.”

Ananda mengatakan, “Apakah manfaat dari Semua Dharma Buddha adalah sama rata?”

Buddha menjawab, “Dapat menyebabkan para insan yang walaupun tidak mendengar Dharma, namun dengan kekuatan ikrar ia akan memperoleh manfaat yang sama dengan mendengar Dharma.”

Kemudian Ananda mengatakan, “Baghavan, oleh karena Tathagata mencapai keberhasilan Dharma yang belum pernah ada sebelumnya, maka dapat memberi manfaat bagi para Bodhisattva Mahasattva dan yang lainnya. ”

Buddha menjawab, “Demikianlah. Ananda, meskipun saat ini Aku demi para insan membuat manfaat yang besar, bila bagi yang telah mendengar Dharma, tiada yang tidak bisa memperoleh ladang kebajikan. Dulu Aku dalam membuat persembahan pada Para Buddha, tidak memperdulikan nyawa sendiri, melepas semuanya, mengenyahkan semua keserakahan dan kedengkian, tekun dan berdisiplin membina diri, menyucikan semua indera, tidak mengambil pun tidak melekati, tidak ada tempat bergantung. Oleh karena itulah Ananda, Aku merealisasikan Boddhi dan mampu memberi manfaat besar pada para insan.

Buddha memberitahukan pada Ananda, “Dengarkanlah dengan seksama, Aku akan menjelaskannya sekarang. Ketahuilah Ananda, bila ada insan yang telah mendengar, sekarang mendengar atau yang kelak mendengar nama Sakyamuni Buddha, semuanya tidak akan mundur dari Anuttarasamyasamboddhi. Oleh karena apa ? Karena Boddhi dari Para Buddha tiada kepalsuan, juga tiada keserakahan dan kebencian. ”

“Ananda, terlebih bila saat ini di hadapan Ku dapat menebar sekuntum bunga ke atas Ku, atau bila setelah Aku Parinirvana barang siapa dapat memberi pujana berupa sekuntum bunga, orang itu tidak akan mundur dari Auttarasamyaksamboddhi.”

Ananda bertanya pada Buddha:
“Bila ada hewan yang mendengar nama Sakyamuni Buddha, apakah dia juga kelak tidak akan mundur dari Anuttara Samyaksamboddhi ? ”

Buddha menjawab Ananda:
“Bila ada hewan mendengar nama Sakyamuni Buddha, maka mereka akan memperoleh benih Anuttara Samyaksamboddhi! ”

“… Oleh karena itulah perkataan Para Buddha Tathagata tidak mendua. Ananda, diumpamakan dahan dan daun Pohon Nijvtuo tumbuh lebat, sampai dapat meneduhi ratusan bahkan lima ratus orang. Ananda, benih dari pohon itu besar atau kecil ? ”

Ananda menjawab Buddha, “Baghavan , bibit pohon itu sungguh kecil. ”

Buddha memberitahukan Ananda :
“Oleh karena itulah meskipun benih pohon Nijvtuo sangat kecil, bila dapat memperoleh dukungan kondisi dari unsur tanah, air, api , angin dan angkasa, maka akan tumbuh menjadi sangat besar sekali. Demikianlah Ananda, para insan yang menanamkan benih Boddhi juga akan terus tumbuh dan berkembang, kelak akan mencapai Anuttara Samyaksamboddhi dan tidak akan terhancurkan. Oleh karena apa ? oleh karena tidak melekati benih segala sesuatu maka tidak akan bisa hancur. “

Leave a comment »

Bunga Wijaya Kesuma

Bunga Wijaya Kusuma hanya merekah beberapa saat dan tidak semua tanaman Wijaya Kusuma dapat berbunga denga mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan.

bunga wijaya kesuma berasal dari pohon wijaya kesuma yang berada di cilacap,mengambilnya juga berada di tengah pulau kecil yang hanya keluar pada saat tertentu.

dalam proses pengambilannya juga harus meminta restu dari banyak pihak dan ijin tertentu yang hanya di keluarkan khusus kepada orang yang memang pada saatnya harus naik tahta.
dan dari sebuah bunga terdapat sebuah simbol kearifan sebagai pemimpin.

salah satu ciri khas orang orang khusus adalah selalu mepunyai bunga wijaya kesuma jenis tertentu yang tumbuhnya juga secara spesial.

arti dari bunga wijaya kesuma itu sendiri :
Wi mengandung arti menguasai segala ilmu, ilmu tata lahir dan bathin

Jaya berarti menang, ibarat unggul tanpa ngasorake, teguh tanpa ,meremehkan asih tanpa pamrih.

Kusuma tedak turuning Ratu, maha mbeg utama berbudi luhur, pepindaning rembesing madu, (artinya sebagai keturunan seorang raja harus memiliki watak utama, berbudi luhur, ibarat sari dari madu).

dan wijaya kesuma itu sendiri berada di lama hati manusia yang akan mekar menyemai untuk kebaikan di sekitarnya.

Leave a comment »