Bendera sanscrit “Om mani Pad Me Hum”

Bendera Tantra Sadaksari 密宗大明六字旗

Sumber: Buku Mahaguru Liansheng ke_26 Xuanmi de Liliang /26_玄秘的力量 diterjemahkan oleh : LIanhua shian.

Penulis beberapa tahun belakangan ini telah berkelana ke berbagai tempat, kuil yang telah dikunjungi banyak sekali, biasanya vihara yang menancapkan bendera di puncak atapnya sangat sedikit sekali, namun tidak demikian dengan terlebih lagi kuil Tao,  Saya lihat banyak sekali yang menancapkan  bendera  hitam perintah 「Heilingqi – 黑令旗」,  kemudian  bendera  kuning, kemudian putih, namun bendera dengan warna lainnya sangat sulit dijumpai.

Dalam Ramalan Dewata 「Lingjishenshuanmantan – 靈機神算漫談」 Saya telah menulis mengenai Kegaiban Bendera Perintah Hitam 「Heilingqi de aomi – 黑令旗的奧秘」,dengan demikian bendera hitam bukan lagi sesuatu yang misterius. Dalam praktek Buddhisme dibedakan menjadi esoterik dan eksoterik,  eksoterik menekankan pada  teori,  sedangkan  esoterik  atau  tantra  adalah menekankan pada penekunan rahasia, maksud dari penekunan rahasia adalah berjalannya kekuatan dalam diri atau mengandalkan kekuatan diri sendiri, dan  menitik beratkan pada kedisiplinan dan keuletan, tidak bermalasan. Saya ingat pernah suatu ketika berjalan jalan di tepi sebuah danau kecil, di samping ada sebuah papan petunjuk tertulis bahwa di atas gunung ada sebuah vihara. Sendirian Saya berjalan kesana, lalu tiba di sebuah vihara yang kecil, yang di dalamnya mempersemayamkan rupang Avalokitesvara Bodhisattva, rupang itu tidak sama dengan Rupang Avalokitesvara pada umumnya,  di atas kepala terdapat Amitabha Buddha, lalu berlengan empat,  kedua tangan beranjali,  selain itu ada dua tangan yang lain, yang satu membawa bunga , yang satu lagi membawa japamala, agung sekali, sisi kiri dan kanan terdapat panji bertuliskan :

Yang Mahakaruna nan suci rupawan,

Amitabha Buddha berdiam di kepala,

membantu karya penyelamatan. ;

Seribu mata menyinari derita para insan,

Kami para umat berlindung .

「清淨大悲妙色身,彌陀住頂助弘願。千眼照見眾生苦,我等至心皈命禮。」

Begitu Saya melihat, segera tahu bahwa itu adalah rupang Avalokitesvara dalam aliran Tantrayana,  Saya beranjali dan bernamaskara. Di dalam vihara tinggal seorang upasaka tua,

kita bercakap cakap dan ternyata kita adalah saudara se Dharma (satu aliran). Saudara se Dharma ini tidak bersedia namanya di tulis untuk diketahui khalayak, dulu dia adalah seorang politikus, sekarang menekuni Tantrayana, Saya melihat diatas meja persembahan dia mempersemayamkan Karandavyuha Sutra 『大乘莊嚴寶王經』,

dia membawa Saya melihat rumahnya , ternyata di ke empat sisi rumahnya ditancapkan 5 bendera. Lalu dia bertanya , “Tahukah Anda, bendera apa ini?

“Shixiong, bukankah ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dari Tantrayana?”

“Betul sekali.” Dia senang sekali dan melanjutkan ,

“Pantas saja Sanshan jiuhou Xiansheng mau mewariskan ilmu Tao pada Anda, 5 bendera ini ditancap di arah Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah. Diatasnya dituliskan Sadaksari Mahavidya Mantra, tiap bendera 7 inch berbentuk persegi.

Sebelah Timur adalah bendera putih, dilindungi oleh Dhrtharastra.

Selatan adalah bendera kuning, dilindungi oleh Virudhaka.

Sebelah Barat adalah bendera merah, dilindungi oleh Virupaksha.

Sebelah Utara adalah bendera hijau, dilindungi oleh Vaisramana.

Bagian Tengah berwarna biru, dilindungi oleh 28 konstelasi dan Para Dewa Bintang.

5 bendera ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dalam Tantrayana, memiliki fungsi untuk meredakan bencana , pemberkahan, melindungi mandala dan menaklukkan mara, menyimpan kekuatan yang tak terhingga. ”

“Sadaskasri Mahavidya Mantra adalah Om Mani Beimi Hum ,  mantra tibet,  mantra ini sungguh luhur dan unggul, intisari dalam Tantrayana adalah beryukta dengan triguhya (tubuh, ucapan dan pikiran). Berarti juga kesucian tubuh adalah kayaguhya. Ucapan suci adalah Vak guhya dan visualisasi suci adalah Cittaguhya. Mengertikah kau?”  Kata shixiong itu lagi.

“Saya paham.” jawab Saya.  Kemudian menggunakan mata dewa, Saya melihat diatas 5 bendera tersebut masing masing memancarkan 5 sinar kemujuran, di atas tiap sinar ada 5 Jenderal Dewata, tiap tiap Dewata tersebut melayang di angkasa, tangan membawa busur, anak panah, golok, kampak dan vajra penakluk mara. Saya menoleh dan memberitahukan pada shixiong tersebut satu persatu yang Saya lihat. Dengan sangat gembiranya dia mengatakan, “Sungguh ajaib! sungguh ajaib!” Banyak orang tidak tahu bahwa bendera Sadaksari memiliki kekuatan tak terhingga, bila ada yang rumahnya tidak tenteram, dapat menggambar dan menancapkan 5 bendera ini di tempat yang tinggi. Tiap hari perlu menjapa 108 kali, maka secara alamiah akan muncul kekuatan untuk meredam bencana dan mendatangkan berkah, terlebih bila angin meniup bendera, juga saat sinar matahari menyinari, kekuatan mantra ini menyebabkan keluarnya berbagai sinar yang tak putus putusnya. Walaupun ini adalah benda yang berwujud, namun bisa memunculkan kekuatan yang tak berwujud. Saya telah berkunjung ke banyak vihara, namun tidak pernah melihat yang seperti ini, hanya melihat Hualian Shengangong diatasnya menancapkan Heilingqi, bendera hitam ini memiliki kegunaan untuk melindungi altar dan menangkal roh jahat. Namun, rumah biasa tidak boleh menggunakan Heilingqi atau bendera hitam ini, bila ada orang yang menekuni Tantrayana, menjapa Sadaksari Mahavidya Mantra, maka boleh menggunakan Sadaksari Mahavidya bendera ini untuk melindungi rumah tinggal, cara yang demikian sesungguhnya yang paling hebat. Di gunung bambu ada sebuah rumah, pemilik rumah seberang mati bunuh diri, kemudian orang yang tinggal disana merasa tidak nyaman, bahkan ada orang yang melihat arwah di depan pintu, muncul di kaca, di malam hari anak tidak bisa tenang dan menangis dengan kerasnya, angin pun juga bisa menimbulkan suara suara ganjil, oleh karena itu, Saya mengajarkan supaya mempersemayamkan bendera Sadaksari Mahavidya , menjapa Wangsheng zhou bagi almarhum, akhirnya rumah angker itu tidak lagi angker, sampai sekarang tenteram tidak ada masalah, penghuni baru mengecat seluruhnya, sekarang rumah sial menjadi rumah mujur, bendera Sadaksari Tantrayana sungguh berguna.

Dalam mempergunakan Bendera Sadaksari Tantrayana , harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini :

1. Diatas tiap lembar bendera di tuliskan Sadaksari, menuliskan

OM =  warna putih,

MA = merah,

NI = kuning,

BEI = hijau

MI = biru

HUM = hitam,

tiap aksara memancarkan cahaya tak terhingga.

2. Setelah menulis, gunakan mudra dan HA chi satu kali, melakukannya di atas tiap bendera, bila tidak bisa menggunakan mudra, harus dihadapan Bodhisattva membuat Air Mahakaruna Dharani, kemudian di berkati dengan menggunakan Sadaksari Mahavidya Mantra (om mani pad me hum),  setelah ribuan kali penjapaan, dapat menggunakan dahan liu untuk memercikkan Air Mahakaruna ke atas masing masing bendera. Dalam melaksanakannya harus berpuasa attasila baru boleh melaksanakannya, jangan sampai tidak sopan.

3.  Sejak hari penggunaan, tiap hari harus menjapa Sadaksari Mantra paling sedikit 108 kali, menjapa sampai seluruh tubuh diri sendiri memancarkan cahaya terang baru boleh berhenti, ini sangat penting sekali.

Lihatlah satu gatha yang diberikan oleh Shixiong dari danau kecil :

「隱居深山聽禽音, Jiju shenshan ting qin yin

Hidup menyepi di pedalaman mendengar suara unggas.

密行真言不思議; Mixing zhenyan busiyi

Sungguh tak terperikan mantra Tantra

大明六字護鎮法, Daming liuzi huzhenfa

Simabandhana Sadaksari Mahavidya

千年三密得神旗。」 Qiannian sanmi de shenqi

Triguhya ribuan tahun memperoleh bendera dewata.

catatan : karena ini diterjemahkan oleh lienhua shian, setahu saya sadaksari mantera seharusnya berwarna :

om =putih, ma = hijau, ni = kuning, bei = biru,  me = merah dan hum = hitam.

dan ada 2 cara penulisan sanscrit seperti gambar yang paling atas : om-ma-ni-pa-dme-hum, sedangkan

yang bawah/ vertikal : om- ma-ni-pad-me-hum

1 Response so far »

  1. 1

    meilindaxu said,

    ShiZun jiache!😀
    saya link blog ini ke blog saya ya ^^ supaya pengetahuan Dharma orang2 dapat lebih berkembang dan Dharma dari Maha Guru dapat tersebar lebih luas ^^
    terimakasih banyak, Gongde Wu Liang!
    Om. Mani Padme. Hum.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: