Archive for Juli, 2010

Mudra Meditasi

ada seseorang sesiung menanyakan kepada Maha Guru Lien Seng masalah Mudra Meditasi
pose meditasi

Tanya : Dalam membentuk mudra meditasi, apakah kita menaruh telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri, ataukah sebaliknya ? Apakah ini ada hubungannya dengan unsur air dan api. ?

Jawab : Tangan kanan melambangkan api dan tangan kiri melambangkan air, sepanjang pengetahuan saya, kebanyakan orang membentuk mudra ini (Maha guru mendemonstrasikan tangan kanan di atas tangan kiri) Namun ketika Buddha Sakyamuni mengajarkan Visualisasi tulang belulang, ia memberikan demonstrasi begini (tangan kiri di atas telapak tangan kanan). Sesungguhnya kedua cara ini dapat digunakan. Hanya pada umumnya air mengalir ke bawah sedangkan api naik keatas. Jadi posisi telapak tangan kanan dan kiri sebaiknya merefleksikan sifat alamiah api dan air.
metode kedua adalah dengan menukar gaya ini jadi air yang naik dan api yang turun dalam hal ini melambangkan langkah menaikkan dan menurunkan dalam sadhana dlam (kundalini). Metode ini berlawanan dengan sifat alam. seperti ada dalam pepatah “ ada cara-cara rumit dalam mencari Tao, bila anda dapat memutar balikkannya maka anda menjadi seorang maha dewa”
Jadi mudra ini juga bisa dalam bentuk terbalik yaitu telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan.

mudra meditasi

gambar yang pertama, mudra meditasi tangan kanan diatas tangan kiri begitu juga gambar yang kedua Rhupang Buddha di Pollonnaruwa abad ke-12 tetap tangan kanan di atas tangan kiri. sebaiknya dicoba yang mana lebih cocok anda rasakan sendiri.

Leave a comment »

Pintu Dharma Avalokitesvara

Quan yin Nan shan

Saat Padmakumara sampai di hutan bambu ungu Gunung Pota (Puto san) tempat petilasan Avalokitesvara di Laut Selatan, Beliau menyampaikan Dharmadesana dan mendengar Dharma, sehingga memperoleh hasil yang luar biasa.

尤其是「觀音法門」。 原來「觀音法門」的正名是「如幻聞熏聞修金剛三昧」。

Terlebih adalah Pintu Dharma Avalokitesvara. Ternyata sebutan lengkap untuk Pintu Dharma Avalokitesvara adalah Vajra Samadhi dari latihan metode pendengaran .

此法得二種殊勝功德: Sadhana ini menghasilkan dua macam pahala yang istimewa :

第一、上合十方諸佛的本覺妙心,與佛同體,並同一慈力,可運無緣大悲,普度眾生。

1. Keatas menyatu dengan Kesadaran Mula dari Para Buddha Sepuluh Penjuru, menyatu dengan Buddha, memiliki kesamaan Maitri, mampu mengkaryakan Karuna tanpa syarat untuk menyelamatkan makhluk luas.

第二、下合十方六道,一切眾生心性,能與眾生同憂患,共悲仰。

2. Kebawah dapat bersimpati dan turut merasakan penderitaan  para insan di sepuluh punjuru enam alam.

觀世音菩薩對蓮花童子說:

Avalokitesvara berkata kepada Padmakumara :

「昔日,我曾供養觀音如來,觀音如來給我印心,傳授觀音法門,今天我得佛體,亦得佛用,所以才有三十二 種應化身,能隨機赴感,任意出入十方法界,普度群迷,同登覺岸。」

“Dahulu, Aku pernah memberi pujana pada Tathagata Lokesvara, Beliau memberiku kiat hati, mentransmisikan Pintu Dharma Avalokitesvara pada Ku, hari ini Ku peroleh tubuh dan kemampuan Buddha, maka barulah mempunyai 32 tubuh penjelmaan yang dapat memberi respons di mana mana, dengan leluasa mampu keluar masuk di sepuluh penjuru Dharmadhatu, menyelamatkan yang tersesat supaya dapat mencapai pantai seberang.

” 菩薩問蓮花童子:Bodhisattva bertanya kepada Padmakumara :

「汝欲印心否?」 “Apakah Kau menginginkan kiat hati ?”

「我當學。」蓮花童子答:「為度眾生故。」 “Aku kelak akan mempelajarinya demi menyelamatkan para insan” jawab Padmakumara.

於是,觀世音菩薩給蓮花童子「印心」。(傳秘密五咒) Kemudian, Avalokitesvara Bodhisattva memberikan kiat hati pada Padmakumara. (mentransmisikan 5 mantra rahasia)

再傳授「觀音法門」: Dan mentransmisikan Pintu Dharma Avalokitesvara

觀音法門是由「耳根的聞性」下手起修,這是耳根修證三昧。由於得「印心」,即感通十方諸如來,超脫天界 ,超脫人界,超脫同倫,超脫無盡的法界,忽然超越世間與出世間,不受「空」、「有」等觀念的繫縛,直接進入 「寂照含空,十方圓明」。

Pintu Dharma Avalokitesvara dilatih melalui sifat pendengaran dari indera pendengaran, dari indera pendengaran melatih samadhi. Dan karena memperoleh kiat hati, maka akan berkontak dengan Sepuluh Penjuru Tathagata, melampaui alam surga, manusia bahkan melampaui Dharmadhatu yang tiada batas, melampaui juga lokiya dan lokuttara, tidak terikat oleh pandangan “Ada” dan “Sunya”, 其法要如下: Demikian inti sadhana nya : 「聞中」--返聞自性,本覺內熏。 “Saat Mendengar” : mendengar ke dalam pada sifat sejati, pada kesadaran mula. 「逆流」--返妄聞而歸真聞,六眼清淨。 “Menuju aliran ” : mengubah pendengaran tanpa arah menjadi pendengaran sejati, ke enam mata tersuci kan.

「返照」--返歸精明的妙覺,純淨無瑕的光明普照。

“Mengamati ke dalam” : kembali pada kesadaran sejati yang terang, sinar yang murni tanpa cela.

「俱滅」--動靜二性,了然不生,根塵雙滅。

“Padam” : gerak dan ketenangan, dua sifat itu tidak muncul, akar debu juga padam.

一直到了,湛然的「境」空,覺照的「智」亦空,如此,不生不滅的真心就自然而然的顯現,大 放光明。 Sampai tibanya sunya yang mendalam, jhana yang mengamati juga sunya, dengan demikian batin yang tidak muncul dan tidak lenyap akan tampak dengan alamiah, serta memancarkan maha cahaya.

這耳根聞熏聞修金剛三昧有大法力,若修證「觀音法門」,便得妙力,能分無數之身,尋聲救苦。世間外火, 不能為害,世間外水,不能為害,刀劍觸身,即斷斷折,一切惡鬼不能近身,禁械枷鎖,不能著身,盜賤不能劫奪 ,遠離貪嗔癡。

Vajrasamadhi melalui indra pendengaran ini mengandung kekuatan Dharma yang besar, bila berhasil dalam Pintu Dharma Avalokitesvara ini, akan memperoleh kekuatan yang istimewa, mampu mengeluarkan badan jelmaan yang tak terhitung banyaknya, mampu mendengar derita dan menolongnya. Api luar di alam tdk akan melukai, air luar juga tidak dapat melukai, senjata tajam bila mengenai tubuh akan patah berkeping keping, segala macam setan jahat tidak akan bisa mendekati , segala belenggu tidak dapat mengikat, perampok tdk dapat melukai dan akan terhindar dari loba, dosa dan moha.

「觀音法門」是妙中最妙的耳根圓通,是妙中妙的「印心」。

“Pintu Dharma Avalokitesvara” adalah penembusan indera pendengaran yang teristimewa diantara yang istimewa, merupakan kiat hati yang luar biasa di antara yang luar biasa.

蓮花童子認為其重點如下: Menurut Padmakumara titik berat nya adalah :

見聞覺知,可成為渾然圓融之清淨法流。 Prajna dari pengamatan dan pendengaran dapat menjadi arus Dharma yang suci bersih nan sempurna.

根本毫無障礙。變成隨意自在的任運。 如月印水,有感必應。 Menjadi leluasa tanpa halangan, bagaikan bulan terpantul di air, pasti timbul kontak.

「觀音法門」的修證,能示現無數的妙容,能說無邊的秘密神咒。其變現,可威猛,如「馬頭明王」。可寂定 ,如「聖觀音」。可慧照,如同「如意輪觀音」。可說任何秘密神咒,如「施無畏者」。 Realisasi Pintu Dharma Avalokitesvara mampu memunculkan rupa indah yang tak terhitung, dapat membabarkan mantra rahasia tak terhingga. Perwujudannya dapat berwibawa, seperti Hayagriva. Dapat tenang seperti Arya Avalokitesvara. Dapat penuh kebijaksanaan bagaikan Cintamanicakra Avalokitesvara. Dapat mebabarkan berbagai mantra rahasia bagaikan Abhayandha. 這「印心」是: Kiat hati ini adalah : 現前一心。 Menampilkan satu hati. 本具萬法。 Yang pada hakekatnya telah mengandung puluhan ribu Dharma 皆有神力。 Semua mengandung kekuatan 及以智明。 dan Prajna 上等佛心。 Keatas menyatu dengan hati Buddha 下同含識。 Kebawah mengandung kesadaran 這「法門」是: Pintu Dharma ini adalah : 聞本見知。 Dari akar pendengaran merealisasikan prajna 制諸魔外。 Mengendalikan semua Mara 具諸總持。 Memiliki segala Dharma 廣度群品。 Menyelamatkan insan luas 蓮花童子在普陀山紫竹林觀世音菩薩處,得到真正的「印心」,「觀音法門」使蓮花童子得二種 殊勝功德。 Padmakumara di Hutan Bambu Ungu Gunung Pota Laut Selatan tempat Avalokitesvara memperoleh kiat hati yang sejati, Pintu Dharma Avalokitesvara membuat Padmakumara memperoleh dua macam pahala istimewa.

Sumber : Buku Mahaguru ke-76 幽靈湖之夜 (Malam di Danau Phantom) Diterjemahkan oleh : Lianhua Shian 觀音法門實 修儀軌

Tata Cara Guanyin Famen (Pintu Dharma Avalokitesvara) 蓮生活佛以為,真佛弟子欲修「觀音法門」,先求蓮花活佛的「印心」,也就是先求蓮生活佛的 「心印」。

Menurut Rinphoce Liansheng, bagi siswa TBSN yang ingin menekuni Guanyin Famen, terlebih dahulu memohon kiat hati / Yinxin dari Rhinpoce Liansheng, atau dengan kata lain memohon mudra hati dari Rhinpoce Liansheng. 此「心印」是南海普陀山紫竹林觀世音菩薩給蓮花童子「印心」。而「蓮花童子」給「真佛弟子 」印心。 Mudra hati ini ditransmisikan oleh Avalokitesvara di Hutan Bambu Ungu Gunung Pota di Laut Selatan kepada Padmakumara, kemudian Padmakumara mentransmisikannya kepada siswa Zhenfo zong/TBSN.

觀音法門實修儀軌如下(分二段): Tata Cara Gunyin Famen seperti di bawah ini (dibagi menjadi 2) :

一、入壇唸清淨咒。

1. Memasuki mandala, menjapa mantra pembersihan

二、召請佛菩薩諸尊。

2. Mengundang Para Buddha Bodhisattva dan Para Adinata

三、真佛大禮拜法。

3. Mahanamskara Satyabuddha

四、真佛四皈依法。

4. Catur Sarana Satyabuddha

五、真佛披甲護身法。(結界)

5. Simabandhana diri Satyabuddha

六、真佛大供養法。

6. Mahapujana Satyabuddha

七、唸高王觀世音真經。(一~三遍)。(五咒加持)

7. Melafal Sutra Raja Agung (1-3kali). (adhistana dengan 5 mantra)

八、真佛行者,雙眼閉上,姿態端正,但略輕鬆些,不用觀想,不用嘴唸咒唸佛,不數唸珠,手亦不結印,坐 姿自然端莊。

8. Sadhaka memejamkan mata, duduk dengan tegak, namun tidak tegang, tidak perlu bervisualisasi, tidak perlu menjapa mantra atau melafal nama Buddha, tidak perlu menggunakan japamala, tangan tidak membentuk mudra, duduk dengan alamiah dan agung. 九、祇在自己心中,想「觀音菩薩」這四個字,每字約二秒鐘。

9. Konsentrasi dalam hati pada empat aksara Guanyinpusa 「觀音菩薩」, tiap aksara 2 detik 十、每字在心中發音,而耳根聽「心音」。注意這四個字的心音如何出現在心中,雖沒有用口出聲,但確可用 耳聞其聲。由此,便可證明「心」的存在。

10. Tiap aksara mengeluarkan suara di dalam hati, telinga mendengarkan suara hati. Berkonsentrasi pada bagaimana suara keempat aksara tersebut muncul dalam hati, walau tidak bersuara dari mulut, namun kenyataannya telinga bisa mendengarnya. Dengan demikian bisa membuktikan keberadaan hati.

十一、注意力一直在「心音」、「耳聞」,如此不輟,雜念一概的收攝在這四字之中。如此用功,攝萬念而成 一念,不久便心開意解,內得精神統一而輕安。

11. Terus berkonsentrasi pada suara hati dan telinga mendengar, melakukannya tanpa bosan, segala pikiran yg bercabang diserap ke arah empat aksara itu. Bila dapat tekun, menyerap puluhan ribu cabang pikiran menjadi satu pikiran, tak lama batin pasti terbuka. Di dalam memperoleh pikiran yang terpusat dan rileks.

十二、定於「一」久久。

12. ber Samadhi dalam “satu pikiran” dengan waktu lama

十三、出定。

13. Keluar dari samadhi.

十四、迴向:

14. Pelimpahan jasa :

南摩大悲觀世音,願我速知一切法。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo suzhi yiqie fa.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat memahami semua Dharma

南摩大悲觀世音,願我早得智慧眼。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode zhihui yan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera memperoleh mata Kebijaksanaan.

南摩大悲觀世音,願我速度一切眾。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su du yiqie zhong.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat menyelamatkan semua insan.

南摩大悲觀世音,願我早得善方便。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode shan fangbian.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera memperoleh kemampuan upaya kausalya yang bajik. (upaya kausalya = upaya yg mudah dan disesuaikan utk para insan yg berbeda)

南摩大悲觀世音,願我速乘般若船。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su cheng bori chuan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat menaiki perahu Prajna.

南摩大悲觀世音,願我早得越苦海。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode yue kuhai.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera melampaui samudera dukha.

南摩大悲觀世音,願我速得戒定道。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo sude jiedingdao.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat memperoleh sila, samadhi dan pembebasan.

南摩大悲觀世音,願我早登涅槃山。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaodeng niebanshan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera tiba di puncak gunung Nirvana.

南摩大悲觀世音,願我速會無為舍。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su hui wuweishe.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat merealisasikan keihlasan tanpa pamrih. 南摩大悲觀世音,願我早同法性身。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zao tong faxing shen.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera merealisasikan tubuh sifat Dharma.

大禮拜佛。

Mahanamaskara

吉補圓滿。

Sadhana sempurna dan manggala.

(第一段修法,是萬念攝成一念,念念「觀音菩薩」,即入一心不亂的境界。打坐時間,半小時 為宜。) Sadhana

bagian 1,

merupakan penyerapan puluhan ribu cabang pikiran menjadi satu pikiran, merenungi Guanyinpusa 「觀音菩薩」, memasuki tingkatan satu batin tak kacau. Waktu meditasi idealnya setengah jam. 第二段修法:(已能一心不亂久久,可修第二段) 前一~七項,照第一段行之。

Bagian ke 2 adalah setelah mampu memasuki kondisi satu hati tak kacau dalam waktu lama, maka baru dapat menekuni

bagian 2.

diatas adalah, tahap 1-7 dalam tata urutan kemudian merupakan sadhana bagian pertama.

Tahap INTI Bagian 2 : 八、真佛行者,雙眼閉上,坐姿自然端莊。手不結印,口不唸佛唸咒,不觀想,不數唸珠。

8. Sadhaka memejamkan mata, duduk dengan tegak dan alami, tangan tidak membentuk mudra, tidak menjapa mantra, tidak bervisualisasi, tidak menghitung japamala.

九、停止默唸「觀音菩薩」,「心音」停止,放棄所守。

9. batin berhenti melafal Guanyin Pusa, suara hati berhenti, melepas yang telah dipegang.

十、用「早聞」去觀照心中是否有「自言自語」,若有,即再默念「觀音菩薩」四字攝其「自言自語」。若無 ,則入圓寂妙境,這便是「生滅已滅,寂滅現前」,動靜二性,了然不生,心靈安靜,清淨法身,入 涅槃城。

10. Menggunakan “pendengaran awal” mengamati apakah dalam batin ada “ucapan dari diri sendiri”, bila ada maka kembali batin melafal Guanyin Pusa ,empat aksara ini merupakan termasuk sebagai”ucapan dari diri sendiri”. Bila tiada, maka memasuki ketenangan yang sempurna, ini adalah “Telah padamnya kemunculan dan kelenyapan, kepadaman yang tenang telah muncul.”, tidak timbul gerak batin maupun ketenangan, batin sangat tenang, Dharmakaya yang suci, memasuki Nirvana.

十一、由一念變成無代,入金剛三摩地,此三昧地就是「如幻聞熏聞修金剛三昧。」

11. Dari satu pikiran menjadi tiada pikiran, memasuki vajrasamadhi, samadhi ini adalah ” Vajrasamadhi melalui ilusi pendengaran ”

十二、入定於三摩地久久。

12. Memasuki samadhi dalam waktu lama

十三、出定,迴向:(如第一段)

13. Keluar samadhi dan Pelimpahan jasa (pelimpahan jasa persis di sadhana bagian pertama di atas)

大禮拜佛。出壇。

Mahanamaskara dan keluar dari mandala.

吉祥圓滿。

Manggala dan sempurna.

(第二段修法,可以打坐二小時,此法門可得輕安、光明清淨、喜樂出現、得大智慧、得大解脫、度生無盡、 得法性身。)

Sadhana bagian ke 2 dapat bermeditasi mencapai 2 jam, sadhana ini mampu memperoleh ketenangan dan kerileksan, cahaya yang suci, munculnya kebahagiaan, memperoleh kebijaksanaan luas, pembebasan, menyelamatkan insan tiada batas, memperoleh tubuh sifat Dharma. 「

觀音法門」儀軌雖簡單,但言簡意賅,由「印心」之故,觀音菩薩圓通法力速得成就也。

Walau tata cara Guanyin Famen ini sangat sederhana, namun menyimpan makna mendalam, oleh karena adanya kiat hati, maka akan segera memperoleh kekuatan Dharma penembusan dari Avalokitesvara Bodhisattva.

Leave a comment »

Pahala Menjapa Namo Quan Yin Phu Sa

Pahala Menjapa Namo Quan Yin Phu Sa

稱念觀世音菩薩名號的功德 Diterjemahkan oleh : Lianhua Shian~摘錄自《葉衣觀自在菩薩經》◎不空大師/翻譯 (Sumber : Parnashavari Sutra)

…Saat itu, Vajrapani Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya dengan jubah bahu kanan terbuka, bersujud pada kaki padma Avalokitesvara Bodhisattva, dan mengatakan :

“Wahai Suciwan, Engkau berada dalam samadhi maha karuna yang membebaskan diri dari khayalan, dapat melenyapkan segala derita dan kerisauan semua makhluk, memperoleh manfaat duniawi dan non duniawi.

Seandainya, semua makhluk dalam trisahasra mahasahasra lokadhatu pada saat yang bersamaan didera oleh berbagai derita dan 8 macam kesulitan, atau mengharapkan pahala duniawi maupun non duniawi. Bila dapat dengan ketulusan dan penuh konsentrasi melafalkan nama Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva, oleh karena Avalokitesvara tiada melepaskan pranidhana maha karuna-Nya, Beliau akan muncul dalam berbagai tubuh, dapat memenuhi harapan semua makhluk, dapat mencabut penderitaan dan melindungi dunia, dapat memelihara dan mensejahterakan, dapat memusnahkan segala racun, penyakit jahat maupun jin jahat. Mampu memusnahkan pisau, pemukul maupun segala senjata berbahaya. Mampu memusnahkan bencana air dan api. Mampu memusnahkan semua kutukan maupun guna-guna. Mampu memberikan simabandhana bagi suatu daerah…”

《Sutra Ekadasamukha Avalokitesvara Mantra》

“Sungguh sulit dapat memperoleh kesempatan mendengar Nama Avalokitesvara . Bila ada orang melafalkan Nama Buddha yang jumlahnya tak terhingga, atau ada orang yang melafalkan Nama Avalokitesvara. Berkah pahala keduanya adalah sama.”

《Karandavyuha Sutra》:

Berkah pahala yang didapatkan dari mempersembahkan kasaya dan jubah surgawi yang indah, makanan minuman, obat, tempat berbaring maupun tempat duduk, kepada Para Tathagata yang banyaknya bagaikan butiran pasir sungai Gangga, tiada bedanya dengan berkah dari ujung sehelai rambut Avalokitesvara. Dan lagi, Putra yang budiman! Bila keempat benua, dalam setahun 12 bulan., siang dan malam turun hujan lebat, Aku dapat menghitung tiap tetesnya: Sedangkan, wahai Putra yang berbudi! semua pahala Avalokitesvara Aku-pun tidak sanggup menghitungnya: Putra yang berbudi! Bagaikan empat buah samudera yang dalam dan luasnya 84.000 yojana, Aku dapat menghitung tiap tetes airnya: Putra yang berbudi! Aku tidak sanggup menghitung berkah pahala dari Avalokitesvara. Buddha memberitahukan pada putra yang berbudi : “Bukan hanya Aku seorang, bahkan bila Para Tathagata yang jumlahnya tak terhingga dari berbagai dunia semua berkumpul pada satu tempat, tidak sanggup menghitung berkah pahala dari Avalokitesvara Bodhisattva”

《Sutra Dharani Ekadasamukha》:

『Pada saat itu Avalokitesvara mengatakan kepada Sang Baghavan, O Baghavan, bila terdapat putra maupun putri berbudi dan semua makhluk, siang dan malam tulus melafalkan NamaKu, semua akan memperoleh tingkatan Avaivartika (tak mundur), dalam kehidupan saat ini terhindar dari segala penderitaan dan kerisauan, semua halangan, semua bahaya, dan melenyapkan semua karma buruk jasmani ucapan dan pikiran.”

《Mahakaruna Dharani Sutra》:

『Para manusia dan dewa senantiasa memberikan persembahan, melafalkan namaNya dengan penuh konsentrasi dan ketulusan, memperoleh berkah yang terhingga, melenyapkan karma buruk yang tak terhingga.』

《Avatamsaka Sutra》

Avalokitesvara Bodhisattva mengatakan:『Putra yang berbudi, Aku melakukan bhavana dalam pintu Dharma Mahakaruna, bertekad senantiasa melindungi para makhluk. Semoga semua makhluk terhindar dari ketakutan akan jalan yang berbahaya, ketakutan akan keramaian, kebingungan, pembunuhan, kemiskinan, ketidak hidupan, reputasi yang buruk, kematian, kerumunan massa, alam rendah, kegelapan, perpindahan, perpisahan , kemarahan, paksaan, kecemasan . Demikian pula Aku bertekad, bila para makhluk merenungkan-KU, memanggil nama-Ku, bila melihat tubuh Ku, semua akan terbebaskan dari segala macam bahaya. Putra yang berbudi, setelah Aku menggunakan upaya kausalya ini untuk menghindarkan para makhluk dari semua bahaya, kemudian mengajarkan mereka untuk membangkitkan hati Anuttara Samyaksambodhi, selamanya tidak mundur』

Saddharmapundarika Sutra Bab25

《觀世音菩薩普門品》 稱念觀音名號可擺脫火災、水溺、黑風、刀兵、惡鬼、牢獄、怨賊等7種災難;還可使眾生遠離淫欲、嗔恚、愚癡 等“三毒”的熬煎。經中總結說:“是故眾生皆應受持觀世音菩薩名號。

” Melafal nama Guanyin dapat terhindar dari bencana api, air, angin ribut, senjata, setan jahat, ikatan dan kurungan, perampok dan lain lain. Dapat membuat para insan terhindar dari nafsu birahi, kebencian, kebodohan dan lain lain. Bahkan pada kalimat akhir dinyatakan : “Oleh karena itu lah para insan hendaknya menjapa nama Guanshiyinpusa. Dalam Saddharmapundarika Sutra juga telah dijelaskan pahalanya, karena Saddharmapundarika Sutra telah banyak beredar terjemahan bahasa indonesia nya, maka saya tidak perlu menulisnya kembali disini.

Mahakaruna Dharani Sutra

《千手千眼無礙大悲心陀羅尼經》 “ 佛言:此菩薩名觀世音自在……過去無量劫中,已作佛竟,號正法明如來,大悲願力,為欲發起一切菩薩 ,安樂成熟諸眾生故,現作菩薩。汝等大眾,諸菩薩摩訶薩,梵釋龍神,皆應恭敬,莫生輕慢。一切人天,常須供 養。專稱名號,得無量福,滅無量罪,命終往生阿彌陀佛國。

” Sakyamuni Buddha mengatakan, “Bodhisattva ini bernama Avalokitesvara… pada masa lampau kalpa yang tak terhingga telah mencapai ke Buddha an, dengan gelar Zhengfaming Rulai (正法明如來), karena kekuatan belas kasih dari ikrarnya, demi membangkitkan para Bodhisattva, demi memberikan ketenangan dan mematangkan rohani para insan, maka Beliau mengambil rupa seorang Bodhisattva. Engkau sekalian para Bodhisattva Mahasattva, Brahma, Indra , Para Dewa dan naga, harus menghormati, jangan timbul rasa meremehkan yang lain dan menyombongkan dirimu. Para Dewata harus selalu memberikan pujana pada Nya. Melafal nama Nya. Maka akan memperoleh berkah pahala kebahagiaan tak terhingga, melenyapkan dosa yang tak terhingga, pada akhir hayat akan terlahir di Negri Amitabha Buddha.” KEAGUNGAN NAMA AVALOKITESVARA

2 Sutra Dharani Maha Karuna Sutra Amitayur Dhyana

《佛說觀無量壽佛經》雲: 如此菩薩(觀音菩薩),但聞其名,獲無量福,何況諦觀。

Demikianlah Avalokitesvara, hanya mendengar nama Nya akan memperoleh berkah tak terhingga, apalagi merenungkan Nya.

Sutra Mantra Ekadasamukha

《十一面神咒心經》 觀世音菩薩雲:若有稱念百千俱胝那庾多諸佛名號,復有暫時於我名號至心稱念,彼二功德,平等平等。稱我名者 ,皆得不退轉地,離一切病,脫一切障,一切怖畏,滅除身語意惡。

” Avalokitesvara mengatakan : “Bila ada yang menjapa nama Buddha yang banyaknya ratusan ribu koti nayuta, dan ada yang orang lain lagi yang hanya sesaat menjapa nama Ku dengan sepenuh hati, jasa pahala keduanya adalah sama rata. Barangsiapa menjapa nama Ku akan memperoleh tingkatan tak mundur, terhindar dari segala penyakit, terbebas dari segala halangan, segala teror, mengikis segala karma buruk tubuh , ucapan dan pikiran. ”

Karandvyuha Sutra

《大乘莊嚴寶王經》雲: 若有人能憶念此菩薩名者,是人當來遠離生老病死輪迴之苦,猶如鵝王隨風而去,速得往生極樂世界,面見無量壽 如來,聽聞妙法。如是之人,而永不受輪迴之苦,無貪、瞋、癡,無老、病、死,無饑饉苦,不受胎胞生身之苦。 承法威力,蓮華化生,常居彼土。

Bila ada orang mengingat nama Bodhisattva ini (Avalokitesvara), kelak ia akan terhindar dari tumimbal lahir – lahir , tua , sakit dan mati ; Bagai raja bangau terbang mengikuti arah angin, demikian pula ia akan segera terlahir di Sukhavati, bertemu dengan Amitayus Tahagata, mendengar Dharma nan indah. Orang yang demikian , selamanya tidak akan mengalami penderitaan tumimbal lahir, tiada keserakahan, kebencian dan kebodohan. Tiada lahir, tua, sakit dan mati. Tiada derita kelaparan, tidak menerima derita terlahir dari kandungan. Memperoleh kekuatan Dharma, terlahir dari Teratai dan senantiasa menetap di Sukhavati.

Pujian dari Bodhisattva Leluhur

歷代祖師菩薩讚嘆觀音菩薩說: 楊枝凈水,遍灑三千

Yangzhi jingshui, biansha sanqian

Air Suci dahan Yangliu, dipercikkan ke Tiga ribu dunia alam semesta

性空八德利人天,福壽廣增延, Xing kong bade li rentian, fushou guangzengyan

bersifat sunya mengandung 8 moralitas, memberi manfaat bagi manusia dan dewa, usia dan berkah terus bertambah

滅罪除愆,火焰化紅蓮!

mizui chuqian, huayan hua honglian

Melenyapkan dosa dan kenistaan, kobaran api berubah menjadi teratai merah! Kitab Nyanyian Kemujijatan Avalokitesvara

《觀世音菩薩本跡感應頌》 觀音菩薩有不可思議威神:救焚、救溺、脫險、免殺、免刑、愈疾、佑歲、錫福、長壽、得子。

Avalokitesvara memiliki kewibawaan yang tak terperikan, mampu menolong bahaya kebakaran, banjir, petaka, pembunuhan, hukuman dan kebodohan. Memperpanjang usia, meberikan rejeki, dan memberikan anak. Kenapa Buddha Mengajarkan Sepenuh Hati Melafal Nama Avalokitesvara

佛教為何教人一心稱念觀音聖號 唸佛,也就是憶想佛。念觀音也是如此。《華嚴經》等大乘佛經認為,這是入道的初門。

Melafal nama Buddha berarti mengingat Buddha. Begitu pula dengan melafal Guanyin. Menurut Sutra Avatamsaka, metode ini adalah pintu awal memasuki ke Buddha an. Metode melafal nama Buddha atau Bodhisattva dapat menyerap batin memasuki samadhi, maka dinamakan

“Samadhi Pelafalan nama Buddha” (唸佛三昧) ,

Samadhi Visualisasi Buddha (觀佛三昧) ,

Samadhi Prajna (般若三昧) .

Dalam Saddharmapundarika Sutra Bab Pintu Semesta 《普門品》disebutkan bahwa para insan yang dirundung dukha, bila setulus hati melafal nama Guanshiyin Pusa, pada saat itu juga Guanyin Pusa akan memperhatikan suaranya dan membebaskannya dari segala derita. Guanyin Pusa memiliki kesaktian penembusan 6 indera (六根圓通) , sehingga bahkan tidak perlu memakai telinga dalam mendengar, bahkan bisa melihat suara melalui mata. Kenapa saat menyebut nama Guanyin Pusa kita bisa bebas dari penderitaan ? karena hati Bodhisattva saling terjalin dengan hati para insan. Saddharma Pundarika Sutra menyatakan 《法華大成》: “Kenapa saat itu bisa terbebaskan ? Sebab bagai bapa dan bunda yang sangat merindukan anak Nya. Bapa dan bunda ini memiliki banyak harta dan kekuatan besar, maka bila anaknya dalam kesulitan, beliau bisa menyelamatkannya. Demikian juga dengan Bodhisattva. Beliau memiliki Belas Kasih tanpa syarat, kekuasaan dan prajna. Kekayaan Suci Nya tanpa batas, kesaktiannya juga tak terkira. Saddharma Pundarika Sutra juga mengatakan

《普門品》說: “妙音觀世音,梵音海潮音,勝彼世間音,是故須常念。

” Miaoyin Guanshiyin. Fanyin Haicaoyin. Shengbi shijian yin. Shigu xu changnian.

Artinya adalah : Melafal “Namo Guanshiyin Pusa” (南無觀世音菩薩) suara ini bagaikan Suara Brahma (Fanyin 梵音),juga bagaikan suara debur ombak samudera (Haicao yin 海潮音),mengungguli segala suara dalam semesta (Shengguo shijian yin 勝過世間音) ,oleh karena itu lah hendaknya selalu dipujikan. Kenapa melafal Guanshiyin “觀世音”, diidentikkan dengan suara Brahma ? Dalam Bab pendahuluan Pundarika Sutra 《法華經.序品》dikatakan : “梵音微妙,令人樂聞。” Fanyin weimiao. Lingren lewen” Suara Brahma sungguh sangat indah, membuat orang suka mendengar 5 Macam keunggulan suara Brahma : 1. Teratur 2. Merdu 3. Jernih 4. Suci 5. Suara mencapai tempat yang jauh . Dan apakah keunggulan suara debur ombak samudera ? (“海潮音”)

Surangama Sutra 《楞嚴經》menjelaskan : “Sakyamuni Buddha yang Maha Welas Asih , mengasihani Ananda dan para insan, kemudian mengeluarkan suara deburan ombak memberikan ajaran pada para putra berbudi dalam pasamuan.” Ombak samudera adalah tanpa niat (haichao wunian — 海潮無念) dan berkesinambungan. Maka suara ombak melambangkan suara yang besar, dan suara yang pasti.

HEART MANTRA Karandavyuha Sutra 《大乘莊嚴寶王經》: 若誦此咒,隨所住處,有無量諸佛菩薩、天龍八部集會,又具無量三昧法門。

Sakyamuni Buddha mengatakan, Bila melafalkan mantra ini, tempat yang dihuni akan ada Para Buddha Bodhisattva , kedelapan kelompok makhluk dewa naga semua berkumpul. Juga akan mempunyai Pintu Dharma Samadhi yang tak terhingga banyaknya.

誦持之人,七代種族,皆得解脫。

Bagi yang menjapa, leluhur tujuh generasi akan terbebaskan semua.

腹中諸蟲,當得菩薩之位。

Makhluk kecil dalam perutnya kelak semua akan memperoleh tingkatan Bodhisattva.

是人日日得具六波羅密圓滿功德,得無盡辯才清淨智聚,口中所出之氣,觸他人身,蒙所觸者,離諸嗔毒,當得菩 薩之位。

Orang tersebut setiap hari akan memperoleh kesempurnaan pahala Sad Paramita, memperoleh kebijaksanaan suci dan kefasihan berbicara, chi yang keluar dari mulutnya bila menyentuh tubuh orang akan menyebabkannya terhindar dari racun kebencian dan kelak akan memperoleh tingkatan Bodhisattva.

假若四天下人,皆得七地菩薩之位,彼諸菩薩所有功德,與誦六字咒一遍功德,等無有異。

Bila seseorang menjapa mantra enam aksara satu kali, pahalanya sama dengan orang di bawah empat surga yang memperoleh tingkatan Bodhisattva bhumi ke 7.

若以金寶造如來像數如微塵,不如書寫此六字中一字功德。

Bila menggunakan emas dan permata membuat Rhupang Tathagata yang tak terhitung banyaknya bagai debu, pahalanya tidak sebanding dengan  menuliskan salah satu aksara diantara enam aksara Mantra Enam Aksara.

(Om Mani Padme Hum dalam sansekerta atau Tibetan)

若人得此六字大明,是人貪嗔癡不能染著,若戴持此咒在身者,亦不染著貪嗔癡病。

Bila seseorang memperoleh mantra Enam Aksara ini, maka lobha, dosa dan moha tidak akan dapat mengotori, bila mengenakan mantra ini di tubuh, maka tidak akan dikotori oleh penyakit loba, dosa dan moha.

此戴持人,身手所觸,眼目所睹,一切有情,速得菩薩之位,永不復受生老病死等苦。

Orang yang membawa dan menjapa mantra ini, segala yang tersentuh oleh tangan maupun tubuhnya, atau yang terlihat oleh matanya, para insan itu akan segera mencapai ke Bodhisattva an, selamanya tidak akan menderita kelahiran, tua, sakit dan kematian .

若念修此隨欲成就之諸佛精藏如意寶者,則能寂滅一切暫時之疾病、饑荒、刀兵以及四大之損害等違緣,壽命福德 財富受用等增上廣大,諸佛菩薩及龍天護法聖眾垂念守護

Bila melafalkan dan menekuninya, maka akan leluasa mencapai siddhi Cintamani intisari ajaran Para Buddha, bahkan dapat melenyapkan segala penyakit, sesat, kelaparan, senjata serta segala petaka yang ditimbulkan oleh empat unsur. Usia, kemoralan, harta kekayaan akan selalu tercukupi dan bertambah luas. Para Buddha Bodhisattva dan Dharmapala serta dewa naga kedelapan kelompok makhluk selalu melindungi.

並能將無始來所造之業,煩惱、痛苦、罪障及其習氣無餘清淨,遠離輪迴、惡趣、中陰之一切痛苦,往生蓮花莊嚴 極樂剎土,最後獲得一切智智之佛位。

Bahkan dapat menyucikan segala karma buruk sejak masa tak terhingga, dan segala kilesha keruwetan batin, penderitaan, pelanggaran dan kebiasaan buruk. Terhindar dari tumimbal lahir, alam rendah, dan segala penderitaan alam bardo (alam antara/ alam arwah) , terlahir di padma agung Sukhavatiloka, kemudian memperoleh tingkatan Buddha yang Maha Tahu. (Harap diingat arti menjapa, bukan berarti sembarang mengucap. Namun bisa mencapai samadhi tertinggi yang hanya bisa dicapai dengan penekunan sila dan lain lain. Sebab dalam sutra Karandvyuha disbutkan pula bahwa saat Avalokitesvara menjapakannya 1 kali bahkan bisa menggoncang alam mara. Kita bisa ambil contoh nyata bahwa saat seorang sadhaka sejati menjapa suatu mantra maka hasilnya akan beda dengan bila seorang biasa menjapa mantra yang sama. Intinya tergantung pada level meditasi seseorang)

Leave a comment »

Menjapa Mantra

Tantrika yang Berhasil Merealisasikan RAINBOW BODY

melalui Keberhasilan menjapa “OM MANI PADME HUM”

密宗虹身成就略記 -六字大明咒成就

King Trisong Deutsen (赤松德贊王)

藏地國王赤松德贊曾經說過︰不僅修持深要密法者能得成就,甚至只念密咒也能成就。

Raja Tibet Trisong Deutsen pernah berkata, : “Tidak perlu menekuni Tantra dengan mendalam baru bisa memperoleh realisasi.  Bahkan hanya dengan menjapa mantra tantra saja bisa memperoleh realisasi.

Pada jaman dahulu di India Barat ada seorang putera Brahmana,

sejak kecil memiliki sraddha pada Tri Ratna, beliau memiliki sradha yang lurus dan pandangan yang benar, kemudian beliau bersarana pada Hevajra dan memperoleh Dharma Tantra, Beliau menekuni Sadaksari mantra di dalam gua di sebuah gunung yang bernama Muka Dewa, akhirnya mencapai keberhasilan sinar pelangi tanpa meninggalkan sisa tubuh jasmani.

Saat itu, bebatuannya berubah menjadi stupa kristal.

Dalam sejarah India tercatat : Seorang kakek berusia 80 tahun, sangat yakin kepada Tantra, namun beliau tidak dapat membina diri berdasarkan segala aturan dan teori yang kompleks,  seumur hidupnya digunakan untuk menjapa Sadaksari seratus juta kali,  akhirnya memperoleh siddhi panjang usia.  Setelah hidup sampai 300 tahun, langsung terlahir di Sukhavatiloka tanpa meinggalkan mayat jasmani di dunia.

Ada lagi, seorang wanita yang menjual diri di Nepal, hidupnya dihabiskan untuk menjual diri memuaskan nafsu birahi, kemudian bersarana pada Acarya Sejati, bertobat dan dengan disiplin ketat menjapa Sadaksari seratus juta kali, sampai merealisasikan tubuh pelangi, tubuhnya yang semula kotor dan hina menjadi tersucikan berubah menjadi Dewi Tara, terbang mengangkasa, tanpa meninggalkan mayat bau di dunia, Beliau terlahir di Tanah Suci Avalokitesvara, kejadian ini dilihat langsung oleh banyak orang.

Generasi ke 49 噶托拉西覺卓 yang telah parinirvana pernah berkata︰ Dulu di Tibet ada seorang yang karma membunuhnya sangat berat, kemudian bertemu dengan bijaksanawan pembimbing, memotong segala kejahatan dan menjalankan kebajikan, dengan sepenuh hati dan tulus menjapa Mantra Hati Quanyin, sampai akhirnya semua kesalahannya tersucikan, tujuh kali berjumpa dengan Yidam Quanyin Pusa, saat beliau meninggal dunia timbul fenomena cahaya pelangi dan banyak keagungan, setelah dikremasikan, terdapat sarira rupang Quanyin sebesar 1 inch.

Menurut Catatan Para Siddha Rainbow Body —

Anda yang memperoleh Cintamani (mantra hati Guanyin) ini dan menekuninya,

leluhur 7 keturunanmu akan memeperoleh kebebasan. 。

Semua makhluk dalam perut praktisi ini kelak akan memperoleh tingkatan Bodhisattva yang tak mundur lagi.

Bhutan adalah tempat suci dimana Padmasambhava menerima Vyakarana.

Di sana ada seorang nenek berusia 113 tahun,sampai sekarang masih sehat. Beliau mulai menjapa Sadaksari Mantra sebagai latihan utama saat berusia 50 tahun, setiap hari menjapanya paling sedikit diatas 10ribu kali, bahkan seringkali dalam sehari bisa menjapa 40 sampai 50 ribu kali. Kemudian, saat beliau berusia 80 tahun, tiba tiba tumbuh gigi baru ! Walau sekarang telah berusia 113 tahun, namun masih banyak rambut yang hitam. Sampai sekarang masih terus menjapa Sadaksari tanpa putus.

*** Dulu di Bhutan ada seorang ibu tua, hidup sampai usia 90 tahun an. Sewaktu muda dia telah menikah, juga telah mempunyai putera dan puteri… di masa tuanya beliau menekankan pada penekunan japa mantra hati Guanyin Pusa, di masa tuanya matanya juga buta, namun masih tetap tulus menjapa mantra hati Guanyin Pusa. Oleh karena ketekunannya, beliau memperoleh siddhi menyembuhkan penyakit. Bila ada orang sakit yang sukar disembuhkan, maka mereka akan mencari ibu tua ini, setelah memperoleh adhistana ibu tua ini, si sakit benar benar tersembuhkan!

Cara penyembuhan yang digunakan ibu tersebut : Bila si sakit dapat datang secara langsung, ibu itu akan menjapa mantra hati Guanyin Pusa, lalu meniupkan hawa murni ke tubuh si sakit…. Namun bila si sakit tidak dapat hadir secara langsung, si ibu tua akan menjapa mantra lalu meniupkan hawa murni ke arah suatu benda atau batu yang bersih, kemudian wakil si sakit membawa benda suci tersebut untuk di masukkan ke dalam air minum si sakit. dengan demikian, dengan alamiah si sakit akan tersembuhkan. Bila ibu tua tersebut sedang bermeditasi di pinggir sebuah pohon, kemudian kebetulan ada orang yang memohon bantuannya, karena ibu itu buta maka beliau akan mengambil daun pohon, setelah menjapa Sadaksari ribuan kali, beliau akan meniupkan hawa murni ke arah daun, maka daun tersebut bisa digunakan untuk memberikan adhistana pada orang yang sakit, selain itu kadang beliau menggunakan misalnya, lempung, pasir, batu , obat obatan dan lain sebagainya.

*** Dulu, di sebuah tempat di Xikang, ada seorang sadhaka penekun Sadaksari yang memperoleh realisasi. Di akhir masa hidupnya, ia melewatkan dengan tinggal di hutan ataupun tempat yang jauh dari khalayak, beliau telah melepaskan ikatan keduniawian, dengan hidup sederhana, beliau melewatkan hari hari nya dengan penjapaan, biasanya bagi yang memperoleh realisasi dari penekunan Dharma Tantra adalah orang yang menekuni mandala dan berbagai tata cara, kemudian melakukan retreat penjapaan dan memperoleh realisasi. , Namun Siddha ini hanya menggunakan metode japa Sadaksari. Beliau memperoleh yoga Anuttara yang membuat takjub setiap orang. Suatu hari, karena jodoh yang telah matang, beliau datang berpindapatta ke pemukiman kaum bangsawan yang sombong …. Ada seorang bangsawan yang puteranya sakit parah dan tak ada yang bisa menolongnya,  karena melihat seorang siddha yogi yang berpindapatta, ia dengan sombongnya bertanya : “Bukankah kamu seorang sadhaka?”

Siddha menjawab, “Ya. Saya adalah seorang biasa yang mempelajari Dharma.”

“Apakah kau punya pencapaian?”

“Ada. Saya punya pencapaian.”

“Baik! bila kau ada pencapaian,maka bantulah saya menyembuhkan orang sakit. Apa syaratmu ?”

Sebenarnya bangsawan tersebut tidak sepenuhnya percaya.

Dengan tegas Siddha menjawab, ” Saya tidak perlu apapun!”

Kemudian Siddha memasuki rumah bangsawan dan bersiap menyembuhkan penyakit dengan menggunakan kekuatan mantra. Namun, karena sang bangsawan sombong sudah terbiasa dengan tata cara kaku Tibetan Buddhism, maka dengan sok nya dia mengumpulkan para biksu untuk membuatkan torma penyingkiran halangan. Setelah Sang Siddha duduk, Beliau memasuki samadhi yang mendalam melalui penjapaan Sadaksari Mahavidya. Berdasarkan permohonan si bangsawan, beliau harus melakukan ritual penyingkiran halangan menggunakan torma. Tak disangka Sang Siddha melakukannya tidak seperti lazimnya membuang torma tersebut ke luar rumah. Malahan beliau membuangnya ke arah si sakit. Orang orang di situ semua menjadi terkejuta dan berdiri melihat ulah Sang Siddha yang tidak sesuai tata cara pakem. Semua meradang melihat Sang Siddha demikian ceroboh dan melawan peraturan. bangsawan sombong kemudian menyuruh orang membuatkan torma lagi. Sang Siddha tetap tidak membuangnya ke luar rumah. Si bangsawan marah bukan kepalang, akhirnya mengumpat Sang Siddha sebagai seorang penipu yang cuma ingin makan dan minum, tidak terpelajar dan tidak tahu aturan, cari cari masalah. Bangsawan ingin membunuh Sang Siddha. Kemudian Sang Siddha memasuki samadhi mendalam menjapa Sadaksari Mahavidya. Kemudian berkata : “Sakit anak ini tak mudah disembuhkan….namun jangan kuatir, biar Saya pergi mengambil obat khusus. ” Selesai bicara beliau langsung keluar…. Dalam hati bangsawan berpikir: “Baiklah~ dasar penipu mau melarikan diri, aku akan memberimu pisau dari belakang! menghabisi brengsek satu ini!” Bangsawan sambil membawa pisau, diam diam mengikuti Sang Siddha memasuki hutan… Saat Bangsawan mencari kesempatan yang tepat untuk menikam Siddha, sementara itu langkah mereka telah sampai di tepi danau…. Siddha membungkuk mengambil air danau, kemudian menjapa Sadaksari dan meniupkan hawa murni ke arah air dalam tangan kemudian membuang air tersebut ke arah atas di hadapannya…. Tiba tiba air tersebut berubah menjadi sebuah tangga kristal menuju bukit di seberang. Sang Siddha berjalan menuju bukit, tiap langkahnya selesai menginjak satu bagian jembatan, satu bagian di belakang langsung sirna… Si bangsawan mengintip dari kejauhan sambil melongo... Kemudian keesokan harinya Sang Siddha kembali lagi ke rumah si sakit, memberikan obat yang bisa menyembuhkan. Akhirnya bangsawan sekeluarga yang semula sombong dan sangat kaku pada aturan kulit belaka menjadi sungguh hati mendalami Dharma yang menembus sanubari. Mereka semua bersujud dan menyerahkan diri pada Avalokitesvara Bodhisattva dan menekuni mantra Sadaksari Mahavidya.

*** Kesaksian seorang umat di Taiwan : Saat di bangku kuliah, aku mulai menekuni mantra hati Quanshiyin Pusa, sampai memasuki kondisi di manapun selalu mendengar dan di saat apapun selalu mendengar kesejukan Sadaksari. Entah itu saat makan, jalan, mandi dan bahkan tidur , dalam hati selalu ada kejernihan gema dan cahaya Sadaksari. Semakin lama waktu penjapaan semakin bertambah, penembusannya semakin mendalam, sampai sampai jasmani dan rohani , kedalaman batin saya merasakan kedamaian yang manis , yang selama ini belum pernah saya alami. Kedamaian dan kebahagiaan seakan langit dan bumi , seisi semesta dipenuhi kasih Avalokitesvara. Bagaimanapun kacaunya kondisi luar , namun dalam batin saya tetap jernih bagai padma di atas lumpur sehingga mampu melihat berbagai hal dengan jernih pula. Pada mulanya, aku menjapa mantra hati Avalokitesvara adalah karena kondisi pikiranku yang tidak tenang dan penuh dirundung masalah, akhirnya berpaling pada Dharma… Suatu sore, pulang dari kuliah, sambil menyanyi lirih dan menaiki motor aku menyusuri jalan pulang. Sampai di perempatan Hepingdonglu dan Xianghuananlu, aku menerobos lampu merah…tiba tiba ada sebuah mobil meluncur dari samping, dan saya menghindarinya sampai kehilangan kendali kemudian posisi motor sudah hampir jatuh , dengan refleks aku menyebut Om Mani Bei Mi Hum, seketika itu juga ban motor dengan ajaibnya bisa berbelok dengan cepat kembali ke posisi semula dan melanjutkan perjalanan lagi dengan lancar, orang orang di tepi jalan juga melongo ke heranan….. Aku juga tidak dapat menjelaskan bagaimana bisa demikian… namun dalam hati aku tahu, ini adalah belas kasih Pusa yang membantuku menyingkirkan petaka. Om Mani Beimi Hum yang diatas mengenai penjabaran pahala dari Sutra Karandavyuha pada dasarnya telah selesai. Baris tulisan mandarin di bawahnya adalah tentang keagungan Avalokitesvara. Sedangkan di postingan di bawahnya lagi adalah catatan teks Tantra mengenai para umat yang berhasil realisasi Rainbow Body melalui Mantra Hati Guanyin Pusa. Kelak akan saya posting lagi sumber lain mengenai keluhuran mantra hati Guanyin Pusa. Mohon diingat lagi, bahwa yang dimaksud dengan kata MENJAPA bukan hanya asal mengucap. namun keberhasilan menjapa itu semua diperoleh dari latihan yang tekun. Hasil dari suatu mantra bukan hanya dilihat dari apakah yang tekun menjapa jadi kaya raya bergelimang harta atau tidak , melainkan sejauhmana kilesha atau keruwetan dalam batinnya berkurang .(seperti sebagian rakyat Tibet yang BENAR BENAR menekuni mantra ini, yang hidupnya sederhana dan bersahaja)

Comments (1) »

Bendera sanscrit “Om mani Pad Me Hum”

Bendera Tantra Sadaksari 密宗大明六字旗

Sumber: Buku Mahaguru Liansheng ke_26 Xuanmi de Liliang /26_玄秘的力量 diterjemahkan oleh : LIanhua shian.

Penulis beberapa tahun belakangan ini telah berkelana ke berbagai tempat, kuil yang telah dikunjungi banyak sekali, biasanya vihara yang menancapkan bendera di puncak atapnya sangat sedikit sekali, namun tidak demikian dengan terlebih lagi kuil Tao,  Saya lihat banyak sekali yang menancapkan  bendera  hitam perintah 「Heilingqi – 黑令旗」,  kemudian  bendera  kuning, kemudian putih, namun bendera dengan warna lainnya sangat sulit dijumpai.

Dalam Ramalan Dewata 「Lingjishenshuanmantan – 靈機神算漫談」 Saya telah menulis mengenai Kegaiban Bendera Perintah Hitam 「Heilingqi de aomi – 黑令旗的奧秘」,dengan demikian bendera hitam bukan lagi sesuatu yang misterius. Dalam praktek Buddhisme dibedakan menjadi esoterik dan eksoterik,  eksoterik menekankan pada  teori,  sedangkan  esoterik  atau  tantra  adalah menekankan pada penekunan rahasia, maksud dari penekunan rahasia adalah berjalannya kekuatan dalam diri atau mengandalkan kekuatan diri sendiri, dan  menitik beratkan pada kedisiplinan dan keuletan, tidak bermalasan. Saya ingat pernah suatu ketika berjalan jalan di tepi sebuah danau kecil, di samping ada sebuah papan petunjuk tertulis bahwa di atas gunung ada sebuah vihara. Sendirian Saya berjalan kesana, lalu tiba di sebuah vihara yang kecil, yang di dalamnya mempersemayamkan rupang Avalokitesvara Bodhisattva, rupang itu tidak sama dengan Rupang Avalokitesvara pada umumnya,  di atas kepala terdapat Amitabha Buddha, lalu berlengan empat,  kedua tangan beranjali,  selain itu ada dua tangan yang lain, yang satu membawa bunga , yang satu lagi membawa japamala, agung sekali, sisi kiri dan kanan terdapat panji bertuliskan :

Yang Mahakaruna nan suci rupawan,

Amitabha Buddha berdiam di kepala,

membantu karya penyelamatan. ;

Seribu mata menyinari derita para insan,

Kami para umat berlindung .

「清淨大悲妙色身,彌陀住頂助弘願。千眼照見眾生苦,我等至心皈命禮。」

Begitu Saya melihat, segera tahu bahwa itu adalah rupang Avalokitesvara dalam aliran Tantrayana,  Saya beranjali dan bernamaskara. Di dalam vihara tinggal seorang upasaka tua,

kita bercakap cakap dan ternyata kita adalah saudara se Dharma (satu aliran). Saudara se Dharma ini tidak bersedia namanya di tulis untuk diketahui khalayak, dulu dia adalah seorang politikus, sekarang menekuni Tantrayana, Saya melihat diatas meja persembahan dia mempersemayamkan Karandavyuha Sutra 『大乘莊嚴寶王經』,

dia membawa Saya melihat rumahnya , ternyata di ke empat sisi rumahnya ditancapkan 5 bendera. Lalu dia bertanya , “Tahukah Anda, bendera apa ini?

“Shixiong, bukankah ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dari Tantrayana?”

“Betul sekali.” Dia senang sekali dan melanjutkan ,

“Pantas saja Sanshan jiuhou Xiansheng mau mewariskan ilmu Tao pada Anda, 5 bendera ini ditancap di arah Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah. Diatasnya dituliskan Sadaksari Mahavidya Mantra, tiap bendera 7 inch berbentuk persegi.

Sebelah Timur adalah bendera putih, dilindungi oleh Dhrtharastra.

Selatan adalah bendera kuning, dilindungi oleh Virudhaka.

Sebelah Barat adalah bendera merah, dilindungi oleh Virupaksha.

Sebelah Utara adalah bendera hijau, dilindungi oleh Vaisramana.

Bagian Tengah berwarna biru, dilindungi oleh 28 konstelasi dan Para Dewa Bintang.

5 bendera ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dalam Tantrayana, memiliki fungsi untuk meredakan bencana , pemberkahan, melindungi mandala dan menaklukkan mara, menyimpan kekuatan yang tak terhingga. ”

“Sadaskasri Mahavidya Mantra adalah Om Mani Beimi Hum ,  mantra tibet,  mantra ini sungguh luhur dan unggul, intisari dalam Tantrayana adalah beryukta dengan triguhya (tubuh, ucapan dan pikiran). Berarti juga kesucian tubuh adalah kayaguhya. Ucapan suci adalah Vak guhya dan visualisasi suci adalah Cittaguhya. Mengertikah kau?”  Kata shixiong itu lagi.

“Saya paham.” jawab Saya.  Kemudian menggunakan mata dewa, Saya melihat diatas 5 bendera tersebut masing masing memancarkan 5 sinar kemujuran, di atas tiap sinar ada 5 Jenderal Dewata, tiap tiap Dewata tersebut melayang di angkasa, tangan membawa busur, anak panah, golok, kampak dan vajra penakluk mara. Saya menoleh dan memberitahukan pada shixiong tersebut satu persatu yang Saya lihat. Dengan sangat gembiranya dia mengatakan, “Sungguh ajaib! sungguh ajaib!” Banyak orang tidak tahu bahwa bendera Sadaksari memiliki kekuatan tak terhingga, bila ada yang rumahnya tidak tenteram, dapat menggambar dan menancapkan 5 bendera ini di tempat yang tinggi. Tiap hari perlu menjapa 108 kali, maka secara alamiah akan muncul kekuatan untuk meredam bencana dan mendatangkan berkah, terlebih bila angin meniup bendera, juga saat sinar matahari menyinari, kekuatan mantra ini menyebabkan keluarnya berbagai sinar yang tak putus putusnya. Walaupun ini adalah benda yang berwujud, namun bisa memunculkan kekuatan yang tak berwujud. Saya telah berkunjung ke banyak vihara, namun tidak pernah melihat yang seperti ini, hanya melihat Hualian Shengangong diatasnya menancapkan Heilingqi, bendera hitam ini memiliki kegunaan untuk melindungi altar dan menangkal roh jahat. Namun, rumah biasa tidak boleh menggunakan Heilingqi atau bendera hitam ini, bila ada orang yang menekuni Tantrayana, menjapa Sadaksari Mahavidya Mantra, maka boleh menggunakan Sadaksari Mahavidya bendera ini untuk melindungi rumah tinggal, cara yang demikian sesungguhnya yang paling hebat. Di gunung bambu ada sebuah rumah, pemilik rumah seberang mati bunuh diri, kemudian orang yang tinggal disana merasa tidak nyaman, bahkan ada orang yang melihat arwah di depan pintu, muncul di kaca, di malam hari anak tidak bisa tenang dan menangis dengan kerasnya, angin pun juga bisa menimbulkan suara suara ganjil, oleh karena itu, Saya mengajarkan supaya mempersemayamkan bendera Sadaksari Mahavidya , menjapa Wangsheng zhou bagi almarhum, akhirnya rumah angker itu tidak lagi angker, sampai sekarang tenteram tidak ada masalah, penghuni baru mengecat seluruhnya, sekarang rumah sial menjadi rumah mujur, bendera Sadaksari Tantrayana sungguh berguna.

Dalam mempergunakan Bendera Sadaksari Tantrayana , harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini :

1. Diatas tiap lembar bendera di tuliskan Sadaksari, menuliskan

OM =  warna putih,

MA = merah,

NI = kuning,

BEI = hijau

MI = biru

HUM = hitam,

tiap aksara memancarkan cahaya tak terhingga.

2. Setelah menulis, gunakan mudra dan HA chi satu kali, melakukannya di atas tiap bendera, bila tidak bisa menggunakan mudra, harus dihadapan Bodhisattva membuat Air Mahakaruna Dharani, kemudian di berkati dengan menggunakan Sadaksari Mahavidya Mantra (om mani pad me hum),  setelah ribuan kali penjapaan, dapat menggunakan dahan liu untuk memercikkan Air Mahakaruna ke atas masing masing bendera. Dalam melaksanakannya harus berpuasa attasila baru boleh melaksanakannya, jangan sampai tidak sopan.

3.  Sejak hari penggunaan, tiap hari harus menjapa Sadaksari Mantra paling sedikit 108 kali, menjapa sampai seluruh tubuh diri sendiri memancarkan cahaya terang baru boleh berhenti, ini sangat penting sekali.

Lihatlah satu gatha yang diberikan oleh Shixiong dari danau kecil :

「隱居深山聽禽音, Jiju shenshan ting qin yin

Hidup menyepi di pedalaman mendengar suara unggas.

密行真言不思議; Mixing zhenyan busiyi

Sungguh tak terperikan mantra Tantra

大明六字護鎮法, Daming liuzi huzhenfa

Simabandhana Sadaksari Mahavidya

千年三密得神旗。」 Qiannian sanmi de shenqi

Triguhya ribuan tahun memperoleh bendera dewata.

catatan : karena ini diterjemahkan oleh lienhua shian, setahu saya sadaksari mantera seharusnya berwarna :

om =putih, ma = hijau, ni = kuning, bei = biru,  me = merah dan hum = hitam.

dan ada 2 cara penulisan sanscrit seperti gambar yang paling atas : om-ma-ni-pa-dme-hum, sedangkan

yang bawah/ vertikal : om- ma-ni-pad-me-hum

Comments (1) »

TASECE POUSAT/BODHISATVA MAHASTHAMAPRAPTA

Bodhisattva Mahasthamaprapta

Makna Maha-sthama-prapta (Dashizhi)

Kekuatan seorang bodhisattva sungguh tidak terkirakan. Kekuatan untuk selalu semangat mencapai kebuddhaan, kekuatan kebijaksanaan menaklukkan Mara dan kegelapan batin, kekuatan kasih sayang dan welas asih menyebrangkan semua makhluk ke Pantai Seberang, Nirvana, itulah kekuatan agung Bodhisattva Mahasattva.

Salah satu Bodhisattva Mahasattva yang memiliki kekuatan luar biasa itu adalah Bodhisattva Maha-sthama-prapta (Mahasthamaprapta), atau dalah Mahayana Tiongkok dikenal dengan nama Dashizhi Pusa.
Nama Bodhisattva Mahasthamaprapta memiliki arti: “Bodhisattva yang Mencapai Kekuatan Agung”. Seperti yang diutarakan dalam Sutra Amitayur Dhyana (Guan Wu Liang Shou Jing): “Dengan kekuatan kebijaksanaan, mencabut penderitaan tiga alam rendah (neraka, setan, hewan) agar memperoleh kebahagiaan tertinggi, karena itu disebut sebagai Maha-sthama-prapta.” Sedang Sutra Visesacintabrahma-pariprccha (Si Yi Jing) mencantumkan: “Saya menapakkan kaki di satu tempat, bergetarlah alam tiga ribu maha ribu dan istana Mara, sebab itu disebut sebagai Maha-sthama.”
Makna nama Maha-sthama-prapta (Dashizhi) dapat diartikan pula sebagai berikut. Maha (Da) menunjukkan arti pencapaian Tubuh Dharma (Dharma-kaya) yang besar dan agung; Sthama (Shi) adalah kekuatan pencapaian kebijaksanaan yang menghancurkan kegelapan batin (internal) dan menundukkan godaan Mara (eksternal); sedang Prapta (Zhi) adalah pencapaian Pencerahan yang mendekati kebuddhaan.
Amitabha Buddha, Avalokitesvara dan Mahasthamaprapta Bodhisattva adalah Tiga Suciwan Pembabar Dharma di Tanah Suci Sukhavati. Setelah Buddha Amitabha mahaparinirvana, maka Bodhisattva Avalokitesvara akan menjadi Buddha menggantikan Amitabha membabarkan Dharma di Sukhavati. Setelah Avalokitesvara Mahaparinirvana, akan digantikan oleh Mahasthamaprapta dengan nama Shanzhu Gongde Baowang Rulai. Supratishthita-guna-ratnaraja Tathagata) yang berarti “Tatagatha Raja Kebajikan dalam Permata Pahala Moralitas.”
Mahasthamaprapta digambarkan mengenakan mahkota dengan sebuah botol berisi cahaya kebijaksanaan di tengahnya, kedua tangan memegang setangkai bunga teratai (lotus) yang mekar, membuka hati setiap insan menerima Buddha.

Vipasyana Bodhisattva Mahasthamaprapta

Nama Mahasthamaprapta muncul dalam berbagai Sutra. Sutra Saddharmapundarika menyebutkan Mahasthamaprapta termasuk dalam kumpulan besar yang mendengarkan Dharma Buddha di Puncak Grdhakuta, Rajagriha. Sedang dalam Sutra Amitayur Dhyana, Buddha menjelaskan tentang Mahasthamaprapta sebagai berikut:
Buddha bersabda lagi: “Selanjutnya kita melaksanakan Vipasyana Bodhisattva Mahasthamaprapta! Ketahuilah, tinggi dan besar Bodhisattva ini sama dengan Bodhisattva Avalokitesvara. Lingkaran sinar empat penjuru masing-masing mencapai 125 yojana dan memancar sejauh 250 yojana. Seluruh tubuh memancarkan cahaya ungu keemasan yang juga menerangi 10 oenjuru alam, para makhluk yang berjodoh akan dapat melihatnya.
O, Arya Ananda! Ketahuilah, asal dapat melihat cahaya yang terpancar dari satu pori saja, identik dengan melihat cahaya murni dan menakjubkan dari para Buddha di 10 penjuru! Karena itu, Bodhisattva Mahasthamaprapta juga disebut Bodhisattva Anantavamprabha (Cahaya Tanpa batas). Sebab cahaya dari satu pori itu sama seperti cahaya para Buddha yang tak terhitung banyaknya yang menyinari secara luas tiada batas. Seperti halnya Bodhisattva Avalokitesvara menyinari semua makhluk dengan cahaya kasih sayang dan welas asih, Bodhisattva ini menyinari segala tempat dengan cahaya kebijaksanaan, agar para makhluk dapat memiliki cahaya kekuatan tak terhingga yang dapat membebaskan diri dari penderitaan tiga alam rendah. Karena itu arti nama Bodhisattva Mahasthamaprapta adalah kekuatan dahsyat dari kebijaksanaan memenuhi sepuluh penjuru.
Di atas mahkota Bodhisattva Mahasthamaprapta terdapat 500 teratai mustika. Di setiap teratai mustika terdapat 500 takhta mustika, setiap takhta menampakkan panjang dan lebar wilayah sepuluh puluhan penjuru Tanah Suci Mengagumkan dari para Buddha. Usnisa di dahi Bodhisattva Mahasthamaprapta seperti bunga teratai merah dan di atas usnisa itu terdapat sebuah kundika (botol mustika) yang berisikan cahaya kebijaksanaan, yang digunakan untuk menyelamatkan semua makhluk. Tanda-tanda agung lainnya tidak berbeda dengan Bodhisattva Avalokitesvara.
Ketika Bodhisattva Mahasthamaprapta mengayunkan langkah, sepuluh penjuru alam akan bergetar, dan pada setiap tempat yang bergetar di masing-masing alam itu muncullah 500 koti bunga teratai mustika. Setiap teratai mustika itu tampak anggun dan agung. Keagungannya mirip alam Sukhavati! Saat Bodhisattva Mahasthamaprapta duduk, tanah tujuh permata di Alam Sukhavati akan terlebih dulu bergoyang, lalu menyebar hingga Tanah Buddha di bagian bawah yaitu Negeri Buddha Suvarnaprabha. Di antara dua alam Buddha tersebut tertampak Nirmanakaya (Badan penjelmaan) dari Buddha Amitayus (Buddha Amitabha), Bodhisattva Avalokitesvara dan Bodhisattva Mahasthamaprapta yang tak terhitung jumlahnya. Kesemuanya berkumpul di Alam Sukhavati, memenuhi seluruh langit, dan duduk bersila di atas takhta teratai, membabarkan Dharma yang menakjubkan dan dalam maknanya demi menyelamatkan para makhluk yang menderita. Metode tersebut disebut Vipasyana Bodhisattva Mahasthamaprapta”, juga dinamakan Vipasyana ke sebelas.”
Dikisahkan dalam Sutra Shurangama, Mahasthamaprapta mencapai pencerahan melalui pengendalian landasan indera dan pelafalan nama Buddha secara tiada henti sehingga mencapai kondisi Samadhi. Sesepuh ke-13 tradisi Tanah Suci (Sukhavati), Master Yin-guang (1861-1941), menetapkan Dashizhi Pusa Nianfo Yuantong Zhang (Bab Bodhisattva Mahasthamaprapta Melafalkan Nama Buddha secara Sempurna dan Tiada Halangan – bagian dari Sutra Shurangama) sebagai salah satu dari Sutra acuan tradisi Sukhavati.
Kalangan Mahayana Tiongkok meyakini Master Yin-guang sebagai badan penjelmaan Bodhisattva Mahasthamaprapta. Sedang tempat pembabaran Dharma di Tiongkok dari Mahasthamaprapta yang kelahirannya diperingati setiap tanggal 13 bulan 7 Imlek ini ditetapkan di Vihara Guangjiaosi di Gunung Langshan, Nantong, Propinsi Jiangsu.
Mahasthamaprapta juga diyakini beberapa kali mewujudkan dirinya di negara Jepang. Di sana, Mahasthamaprapta berwujud sebagai seorang perempuan yaitu istri dari pangeran Shotoku, juga sebagai seorang pria, yaitu Honen Shonin (1133-1212), pendiri aliran Jodo (Sukhavati) di negara matahari terbit. Uniknya, nama asli Honen (Chinese: Faran) adalah Seishi-maru. “Seishi” adalah terjemahan bahasa Jepang untuk Mahasthamaprapta.
Bahkan tidak hanya beremanasi sebagai seorang manusia saja, Mahasthamaprapta juga muncul sebagai seorang dewa bernama Dewa Candra (bulan), yang menerangi kegelapan “malam” samsara dan memberikan kebijaksanaan pada semua makhluk.

Bodhisattva Vajrapani tradisi Vajrayana
Di negara atap dunia (Tibet), Mahasthamaprapta lebih dikenal dengan nama Bodhisattva Vajrapani (Tibet: Chana Dorje, Chinese: Jin-gangshou Pusa). Sebagai emanasi dari Dhyani Buddha Akshobya, Vajrapani menempati posisi sebagai pemimpin keluarga Vajra. Bersama Avalokitesvara dan Manjusri, merupakan 3 bodhisattva utama tradisi Vajrayana yang melambangkan 3 aspek utama dari Bodhi (pencerahan) yaitu cinta kasih (mahamaitrikaruna), kebijaksanaan (mahaprajna) dan kekuatan (mahabala). Ketiga Bodhisattva tersebut juga menyimbolkan tubuh, ucapan dan pikiran para Buddha. Selain itu, dalam paham wilayah, Vajrapani adalah pelindung Mongolia, Manjusri pelindung dataran Tiongkok dan Avalokitesvara pelindung Tibet.

Sebagaimana Ananda sebagai siswa “Penjaga Dharma” yang mengingat dan mengucapkan ulang wejangan Buddha dalam konsili pertama, demikian juga di saat yang sama di Gunung Vimalasvabhava, Vajrapani mengucapkan ulang ajaran-ajaran Buddha, yang kemudian dikenal sebagai Sutra-sutra Mahayana. Konsili tersebut dikepalai oleh Bodhisattva Samantabhadra, beserta Maitreya mengucapkan kembali Abhidharma. Keseluruhannya dikumpulkan menjadi Tripitaka Mahayana.
Vajrapani dikenal juga dengan sebutan Guhyapati, “Penguasa Rahasia”, penjaga semua Tantra yang diajarkan oleh Buddha. Vajrapanilah yang memohon Buddha untuk memutar roda dharma sekali lagi yaitu ajaran Tantra, dan memimpin pertemuan para Bodhisattva di Surga Tusita untuk merangkai dan menyusun kembali ajaran Tantra (Kriya, Carya dan Yoga) yang telah dibabarkan oleh Buddha.
Dalam Seni Gandhara (Seni Buddha Yunani), Vajrapani digambarkan sebagai Hercules (Herakles), sang tokoh legendaris penemu Olimpiade dan putra dari Zeus, karena melambangkan kekuatan yang maha dasyat. Penggambaran ini kemudian turut mempengaruhi wujud dua emanasi Vajrapani di Asia Timur, yaitu Misshaku dan Narayana. Keduanya ditampilkan di kedua sisi gerbang vihara dengan tubuh berotot dan memegang vajra. Para pelindung tersebut berada dalam posisi beladiri layaknya posisi pratayalidha (prajurit) Vajrapani sendiri.
Vajrapani berarti Tangan Vajra (Petir) atau Pemegang Vajra, adalah satu-satunya bodhisattva Mahayana yang disebutkan dalam naskah Pali, selain Maitreya (Metteyya) dan Svetaketu (Setaketu). Beliau muncul sebagai sebagai Yakkha Vajirapani (Pali), atau Vajrapani (Sanskrit) di Ambattha Sutta, Digha Nikaya. Seorang brahmana bernama Ambatta berkata tidak layak kepada Buddha serta menolak untuk menjawab pertanyaan Buddha sebanyak dua kali. Saat itu juga Yakkha Vajrapani muncul di atas kepala Ambatta, berdiri di udara dengan membawa pemukul besi besar (Vajra) yang menyala-nyala bersiap memecahkan kepala Ambatta sampai berkeping-keping apabila tidak menjawab pertanyaan Buddha untuk ketiga kalinya. Ambattha menjadi sangat ketakutan, kemudian ia mengakui kesalahannya dan memohon perlindungan pada Sang Bhagava. Buddhagosa, komentator Tipitaka Pali yang terkemuka, menyebutkan, bahwa Yakkha Vajirapani adalah Sakka (Shakra), raja para deva di alam Trayastrimsa (Tavatimsa).
Selain sebagai Bodhisattva, Vajrapani juga merupakan Dharmapala (Pelindung Dharma). Ia adalah Dharmapala dari Sakyamuni Buddha dan selalu bersama Buddha (Abhyantaraparivara), layaknya Ananda. Dalam Sutra Astasahasrika Prajnaparamita dikatakan, “Maka sekarang, Vajrapani, Yaksha yang agung, terus menerus mengikuti bodhisattva yang teguh! Tidak tertandingi, Bodhisattva tidak dapat dikalahkan oleh manusia maupun hantu.” Demikian juga Sutra Lankavatara pun menyebutkan bahwa Buddha selalu diikuti oleh Vajrapani.
Ketika Buddha melalui Bukit Gridhakuta, tempat Buddha membabarkan Prajnaparamita, Devadatta, sepupu Buddha, hendak membunuh Buddha dengan menggulingkan sebuah batu besar. Tepat ketika batu tersebut hampir mengenai Buddha, Vajrapani muncul dan menghancurkannya menjadi berkeping-keping sehingga hanya sedikit melukai jari kaki Buddha. Selain melindungi Buddha, Vajrapani juga pernah melindungi para naga Uddiyana dari serangan garuda ketika para naga itu sedang mendengarkan pembabaran Dharma dari Buddha.
Sewaktu tiba di Kusinagara, India, Faxian (227-422) dan Xuanzang (sekitar 662-664) menemukan sebuah stupa Vajrapani, yang dipercaya sebagai lokasi tempat Vajrapani menjatuhkan vajranya ketika menyaksikan Buddha Sakyamuni Mahaparinirvana.
Selain itu, raja-raja seperti Raja Suchandra dari Shambhala dikenal sebagai emanasi Vajrapani. Guru Padmasambhava meramalkan bahwa Vajrapani akan beremanasi sebagai Raja Raipavhen dan sebagai seorang perempuan yaitu Konchok Paldron, putri dari Chokgyur Lingpa, Terton agung sekaligus nenek dari Tulku Urgyen Rinpoche.
Jadi, Vajrapani atau Mahasthamaprapta tidak mewujudkan diri beliau di Tiongkok dan Jepang saja, namun juga di Tibet, India dan Shambala.

Amanat Mahasthamaprapta
Dari berbagai bentuk tubuh penjelmaan yang ada, sebenarnya hanya satu hal yang diamanatkan oleh Mahasthamaprapta kepada kita semua, yaitu tekunlah kita mengendalikan enam landasan indera dan berfokuslah pada pelafalan nama Buddha secara tiada henti, itulah kekuatan agung Bodhisattva Mahasattva. Itulah salah satu metode terbaik dalam membangkitkan kekuatan agung hakekat sejati kita.

Kekuatan agung itu bukan menjadi hak milik atau hak paten Bodhisattva Mahasthamaprapta atau para Bodhisattva Mahasattva dan Buddha, melainkan semua makhluk dapat mencapainya asal mampu menerapkan Dharma yang indah. Konsisten dalam Dharma, itulah kekuatan agung yang sejati.

Sumber : Sinar Dharma Vol. 6 n0. 2-4 2551 BE

Leave a comment »

Raga Raja (Ai Jan Ming Wang)

MAKNA RUPA RAGARAJA

Ragaraja, Raga adalah nafsu keinginan , makna dari namaNya adalah penguasa atas nafsu keinginan. Ragaraja adalah kemurnian moral yang dimiliki oleh setiap makhluk, mula dari Buddhata yang tak tercemari,.

【Makna Rupa Ragaraja Vidyaraja】:

Perlu diketahui, dibawah ini adalah wujud yang telah dibabarkan dalam sutra, penjelasannya masing masing bentuk mengacu bentuk yg dilukiskan dalam sutra

◎1.Warna tubuh Nya bagaikan matahari terbit :Berwarna merah terang ,bermakna Vidyaraja melindungi dan mengasihi semua makhluk dengan sangat mendalam.

◎2.Menetap di cakra yang berkobar :Tubuh Nya bagaikan cahaya matahari dapat membasmi kegelapan batin.

◎3.Tiga mata angkara murka :3 mata bermakna Trikula (Buddhakula、Padmakula、Vajrakula)yang sebenarnya satu,juga bermakna Trikaya yang tidak mendua. Mata kiri adalah Buddhalocani、Mata kanan adalah Ekausnisacakra、Mata Tengah adalah Ragaraja,ketiga Nya menyatu. Bermakna kekotoran yang diubah menjadi Prajna Dharmakaya.

◎4.Mahkota Singa :
Keagungan dan wibawa, merupakan Dharma yang paling cepat menghancurkan segala halangan pembinaan diri , leluasa dan tanpa ketakutan.

◎5.Krodha dengan rambut berdiri :
Memutuskan semua kegelapan batin, tekun dalam Dharma.

◎6.Lima cabang vajra (kaitan) di usnisa :
Mengait dan menaklukkan polusi nafsu para makhluk dan lima racun. Merealisasikan Pancajnana, mengalahkan bala tentara mara.

◎7.Pita terjalin pada hiasan kepala:
Sukha duniawi dan Dharmasukha menyatu.

◎8.Anting Anting :
Telinga senantiasa mendengar Kata kata sejati dari Para Buddha.

◎9.Tangan kiri memegang belvajra:
Menyadarkan semua makhluk

◎10.Tangan kanan:
Memperkokoh mula hati Boddhi.

◎11.Bentuk bagai Vajrasattva:
Merupakan Vajracitta yang semula ada dalam semua makhluk

◎12.Berdiam di dunia para makhluk:
Mampu mengentaskan para makhluk dari lumpur lahir dan mati

◎13.Tangan kiri memegang busur:
Pahala Vajrabhala tanpa takut

◎14.Tangan kanan memegang panah vajra:
Memanah semua makhluk supaya timbul sukacita

◎15.Bagaikan memanah bintang-bintang,merealisasikan Mahavasikarana:
memanah semua bintang di semesta, menyinari semua dan menjadi suci

◎16.Tangan kiri menggam avidya:
Mengalahkan avidya para makhluk.

◎17.Tangan kanan memegang teratai bagao hendak memukul :
Dengan Dharma mematahkan nafsu, segera memusnahkan sifat jahat

◎18.Duduk bersila :
Dengan sikap postur vajrasana mengalahkan semua mara

◎19. Duduk di atas padma merah :
Menetap dalam samadhi vijayavasikarana Para Buddha yang tanpa noda

◎19. Ratnakalasa dengan dua pegangan di bawah padmasana ,memuntahkan ratnamanikam :
Ratnakalasa berarti kebajikan yang sempurna, dua pegangan bermakna Vajradhatu dan Garbhadatu adalah satu adanya, juga bermakna Prajna vijaya dari sang Adinata, merupakan Adinata yang mampu menyempurnakan lokiya dan lokuttara.

KUTIPAN SUTRA BAB RAGARAJA

Saat itu Vajrapani bersujud dihadapan Buddha dan berkata ” Baghavan, saat ini Aku hendak babarkan mengenai Ragaraja, berbagai siddhi keberhasilan dari Para Tathagata dan sadhana menggambar.

Santika (息災 xizai / Tolak bala ), Paustika (增益 zengyi / pemeberkahan) Vasikarana (敬愛 jingai / cinta kasih ) Abhicaruka (降伏 jiangfu / penaklukkan)”

Pada saat itu, Baghavan yang cahaya Nya menyinari seluruh semesta, memberitahukan pada Vajrapani, “Saya telah membabarkan segala yang pernah dipelajari oleh Para Tahagata, kini Kau demi memberi manfaat pada para pria dan wanita bajik di masa akhir Dharma hendak melakukan pembabaran. ”

Saat itu Vajrapani memanjatkan gatha pujian :

於白月鬼宿  取淨白素[疊*毛]
Saat bulan putih Mengambil kuas bersih
畫愛染金剛  身色如日暉
Menggambar Ragaraja Warna tubuh bagai matahari terbit
住於熾盛輪  三目威怒視
Menetap di cakra berkobar Memandang dengan tiga mata angkara
首髻師子冠  利毛忿怒形
Mengenakan mahkota singa Rambut berdiri krodha
又安五鈷鉤  在於師子頂
Diatas mahkota singa ada vajra lima cabang
五色華髻垂  天帶覆於耳
Rambut pancawarna Mengenakan anting surgawi
左手持金鈴  右執五峯杵
Tangan kiri membawa bel vajra Tangan kanan membawa vajra
儀形如薩埵  安立眾生界
Postur bagai Vajrasattva berdiri di antara para makhluk
次左金剛弓  右執金剛箭
Tangan kiri membawa busur vajra tangan kanan panah vajra
如射眾星光  能成大染法
Bagai memanah bintang bintang merealisasikan Mahavasikarana
左下手持彼  右蓮如打勢
Tangan kiri membawa tali tangan kanan membawa padma seperti memukul
一切惡心眾  速滅無有疑
Para makhluk yang jahat tak diragukan lagi pasti segera sirna
以諸華鬘索  絞結以嚴身
Pita hiasan rambut saling bersilang dengan agung
作結跏趺坐  住於赤色蓮
sikap duduk vajrasana diatas padmasana merah
蓮下有寶瓶  兩畔吐諸寶
Dibawah padmasana terdapat ratnakalasa bergagang 2 memuntahkan ratnamanikam
造像安於西  行人面西對
gambarlah dan letakkan di barat sadhaka menghadap barat
結大羯磨印  及誦根本明
membentuk mudra mahakarman japakan mantra mula
兼示三昧耶  一字心密語
membangkitkan samaya mantra satu kata
能成能斷滅  一切惡心眾
dapat memotong hati yang jahat
又結金剛界  三十七羯磨
membentuk Vajradhatu 37 karman
及以本業明  速成百千事
dengan mantra Nya segera menykseskan berbagai karya
薩嚩訥瑟吒  及諸誐囉訶
Santika dan semua paustika
加忿怒降伏  一夜當終竟
ditambah krodha abhicaruka cukup satu malam
誦本根本明  結三昧耶印
japakan mantramula bentuk mudra samaya Nya
又令伽跢耶  取紅蓮花蘂
Ambil putik padma merah
一百八護摩  一宿即敬愛
108 homa segera vasikarana
又令彼攝伏  取白檀香刻
untuk menarik pahat dari cendana putih
金剛愛染王  五指為量等
Ragarajavajra ibu jari sebagai ukuran
長帶於身藏  一切有情類
selalu disertakan dengan tubuh para makhluk
及諸剎利王  攝伏如奴僕
para raja bisa ditaklukkan bagai budak
常結羯磨印  誦大根本明
senantiasa membentuk mudra karman menjapa mantra
增益一切福  堅固如金剛
menambah segala berkat kokoh bagai vajra
若七曜凌逼  命業胎等宿
(nama bintang dan waktu)
畫彼形那摩  置於師子口
gambarkan wujud Nya letakkan di mulut singa
念誦一千八  速滅不復生
japakan 1080x segera melenyapkan petaka
乃至釋梵尊  水火風焰魔
bahkan oh Baghavan yama air, api dan angin
頂行之惡類  夜走無邊方
segala makhluk jahat yang berjalan diangkasa akan lari tunggang langgang
一切惡種惹  淨行苾芻眾
segala kejahatan dan petaka akan disucikan
難調毒惡龍  那羅延自在
naga jahat beracun Narayana dan Mahesvara
護世四天王  速除令失命
Catur Maharajika tidak akan melukai
復說愛染王
oleh karena itu Ku babarkan Ragaraja

一字心明曰
Mantra ekaksara Nya :

hūṃ   ṭa ki   huṃ   jaḥ
吽([*]引)吒 枳  吽([*]引) 惹(入聲)

Hum Zha Zhi Hum Re

復說根本印  二手金剛縛
demikian mulamudra dua telapak saling rangkap vajra
忍願竪相合  進力如鉤形
jari ksanti berdiri dan bersilang bagai bentuk kusa
檀慧與禪智  竪合如五峯
jari dana prajna dan samadhi prajna bagai lima puncak
名羯磨印契  亦名三昧耶
dinamakan mudra karman dan samaya
若纔結一遍  及誦本真言
jika membentuk satu kali dan menjapa mantra
能滅無量罪  能生無量福
mengikis karma buruk tak terhingga melahirkan berkah tak terhingga
底迦等法  四事速圓滿
Santika dan lainnya empat karman segera sempurna
三世三界中  一切無能越
di triloka tiga masa tiada yang dapat melampauiNya
此名金剛王  頂中最勝名
dinamakan Vajraraja yang paling unggul nama Nya diantara yg teratas
金剛薩埵定  一切諸佛母
samadhi Vajrasattva Ibu para Buddha
復說扇底迦  五種印相應
Ku babarkan Santika beryukta dengan panca mudra


INTISARI DHARMADESANA 15 Maret 2009
HOMA RAGAVIDYARAJA
(Vihara Vajragarbha Rainbow)

Sembah sujud kepada Biksu Liaoming, Acarya Sakya Zhengkong, Karmapa ke-16, Acarya Tubten Dhargye. Sembah sujud pada Tri Ratna mandala, sembah sujud pada Adinata Homa Raga Vidyaraja, sembah sujud pada Para Adinata Merah kerabat Ragaraja. Gurudhara, para Acarya, para Biksu, Dharmacarya, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat sekalian serta para umat yang menonton secara online di internet, salam manggala !

Hari ini kita melakukan ritual api homa Raga Vidyaraja, mudra Nya adalah menggenggam ke dalam, kemudian jari tengah berdiri bersilangan ; Makna dari jari tengah yang bersilangan adalah “Terdapat kekeruhan batin” ; Bila (jari tengahnya) di pisahkan maka menjadi mudra Ksitigarbha Bodhisattva yang bermakna “Tiada kekeruhan batin” ; Bila disatukan berarti adalah mudra Yamantakavajra ; Saling bersilangan bermakna terdapat kekeruhan batin, karena kebanyakan Ksitigarbha Bodhisattva adalah berwujud selibat, maka (mudra jari tengahnya) terpisah. Ragaraja bagaikan kobaran api, mudra Ragaraja jari tengahnya adalah bersilangan, saat mengundang kehadiran Ragaraja harus menggunakan “Zha Hum Ban Huo” , “Zha Hum Ban Huo”, “Zha Hum Ban Huo”….kemudian tangan membentuk mudra Ragaraja, saat jari tengah bersilangan harus di gesekkan, artinya adalah menggetarkan hati Vidyaraja, maka Beliau akan hadir. Homa Raga Vidyaraja kali ini, Beliau turun hadir dua kali (tepuk tangan hadirin), lebih spesial, makna dari dua kali kehadiran Nya adalah menambahkan Dharmabala, yaitu Dharmabala yang Anda sekalian mohonkan kepada Raga Vidyaraja supaya Beliau dapat memberkahi dengan cinta kasih, Dharmabala Vasikarana bertambah kuat, supaya semuanya saling mengasihi dan saling menghormati.

Dulu saya sudah mengajarkan banyak Sadhana Raga Vidyaraja, diantaranya adalah Sadhana bususr dan panah. Barusan saat homa, Anda sekalian juga melihat Saya melepaskan anak panah, anak panah ini bukannya benar benar dapat melukai orang, karena bagian depannya terdapat sekuntum bunga yaitu bunga Utpala, di ujung anak panah terdapat bungan Utpala, saat dilepaskan bervisualisasi bunga merah vasikarana memasuki hati pihak lain, supaya salam hatinya timbul rasa cinta, maka rasa cinta itu akan muncul. Ragaraja mempunyai banyak macam sadhana, tangan Nya memegang padma merah, di dalam padma merah ada batang demi batang putik, asalkan tiap melakukan sadhana homa, tiap kali homa memasukkan putik satu batang padma merah ke dalam tungku, maka pihak lawan akan timbul rasa kasih sayang , ini adalah salah satu bentuk vasikarana dan cara penaklukkan (abhicaruka). Maka, saat kita melakukan homa Raga Vidyaraja, mengharapkan supaya para insan memperoleh adhistana Raga Vidyaraja, semua memiliki hati yang saling menghormati dan mengasihi, yang paling kecil yaitu perorangan, yang besar bisa satu perkumpulan kebaktian, cetya, vihara bahkan rumah tangga, supaya semua orang memperoleh vasikarana yang sempurna. (tepuk tangan hadirin)

Meskipun rupa Raga Vidyaraja adalah garang, namun sebenarnya Beliau adalah adinata merah, mengeluarkan kekuatan wibawa yang besar, yaitu kekuatan wibawa besar dari vasikarana. Raga Vidyaraja berwarna merah yang bermakna vasikarana, merupakan golongan adinata merah. Amitabha Buddha juga berwarna merah, termasuk golongan adinata merah. Kurukulla Baghavati juga berwarna merah, juga termasuk adinata merah. Maka para Dewi yang memakai jubah merah, semua termasuk sebagai adinata merah. Raga Vidyaraja memiliki banyak kerabat, semuanya disebut sebagai adinata merah. Homa Ragaraja kita kali ini ada penyeberangan arwah, ada vasikarana, ada santika, juga ada abhicaruka, ada juga paustika, kemudian ada penyembuhan penyakit, Beliau mempunyai sadhana penyembuhan penyakit. Bila semua orang mengasihi Anda, maka dengan alamiah akan menambah manfaat bagi Anda ; Bila semuanya mengasihi Anda, maka dengan alamiah Anda akan memperoleh kebijaksanaan dari mereka semua. Maka manfaat dari menekuni sadhana Raga Vidyaraja adalah termasuk menambah berkah dan prajna, sama dengan manfaat menekuni sadhana Kurukulla Baghavati. Raga Vidyaraja tampil dalam rupa angkara murka berarti kemampuan Vasikarana Nya sangat kuat.

Leave a comment »