Prinsip penting seorang sadhaka

Beberapa Hal Penting Yang Harus Diperhatikan
Dalam Penekunan
Tantra

*1 Guru Mula
Bila Anda mengatakan Milarepa dan lain lain punya banyak Guru, Bisakah Anda memberi contoh seorang Leluhur Yang Telah Cerah selain Sakyamuni Buddha yang :

1. Dalam Mencari Guru lain bukan atas rekomendasi Guru lamanya
2. Yang Mencapai Pencerahan final bukan dari Dharma silsilah satu Guru.
3. Yang tidak menemukan Guru final dalam pencariannya.

*Memperoleh Abhiseka adalah syarat utama
Dalam Sutra Mahayana , Buddha Sakyamuni ada membahas mengenai pencuri Dharma.

*Mahaguru Liansheng sejak awal sudah menekankan bahwa Tantrayana tanpa Theravada dan Mahayana adalah bagaikan seorang tanpa anggota tubuh yang lengkap.

*Bodhicitta
Penekunan tantra apapun tanpa Bodhicitta akan membawa anda pada jalur rendah:
Yidam menjadi ilah ilah
Vajra krodha menjadi dewa kegelapan yang akan menyeret anda semakin dalam
Anuttara menjadi lubang tanpa dasar

*Pengetahuan boleh banyak, namun metode yang ditekuni adalah satu

*Mujijat bukan tanda utama keberhasilan
Dalam semua agama dan kepercayaan ada mujijat, jika hati tidak berubah (menjadi lebih sabar misalnya)  berarti Buddhisme yang kita tekuni adalah sebatas agama biasa, tidak ada sisi unggulnya dibanding agama lain.

*Konsultasikan pembinaan diri dengan satu Acarya pembimbing
(saya sudah saksikan banyak umat yang akhirnya bingung, bukan dapat hasil malah tambah kacau, sebab mereka menkonsultasikan satu hal yang sama pada banyak atau beberapa Acarya sekaligus seperti menanyakan yidam)
Ini juga merupakan tanda tanda Vajrasattva Yoga belum kontak, bagaimana mungkin dikatakan Vajrasattva Yoga kontak bila keyakinan mlempem.

*Tantra adalah penekunan rahasia, sadhana adalah konsumsi anda pribadi dan Guru pembimbing anda.
(sebab begitu disebarkan akan mengundang fitnah dan melecehkan Dharma. Lagipula banyak sadhana Tantra yang bila disebarkan pada orang lain maka anda akan sulit memperoleh realisasi)

*Jangan suka menyebarkan sadhana pribadi diri sendiri maupun orang lain, karena ada dewa penjaga samaya dibalik ini semua.
(Saya pribadi banyak sudah menyaksikan tindakan penyebaran tanpa disadari diikuti bertambah banyaknya halangan yg ditemui oleh orang yang menyebarkan dan makhluk yang tak kelihatan bahkan akan membuat mereka tidak menyadari kebodohannya. )

Lihat Ksitigarbha Sutra , mengenai akibat dari mentertawakan seorang penekun / pemuja. Bila anda menyebarkan sesuatu yg ditekuni orang dan bila orang yang tidak cukup pahala mendengarnya , bukankah akan dikecam dan menghasilkan fitnah ? ini termasuk sebagai perbuatan menghasut orang lain supaya ikut ikutan melecehkan.

*Sadhana Tantra bagai pisau
Digunakan dengan benar akan bermanfaat, jika salah akan melukai anda sendiri

*Sadhana Tantra bagai api
jika benar anda akan memperoleh manfaat tak terkira, ]
jika salah, anda akan terbakar

*Sadhana Tantra adalah anak tangga.
Tanpa fondasi anda akan roboh
Bila anda sementara bisa memmbangun anak tangga tanpa fondasi ini dengan berbagai cara, namun kejatuhan dari tempat yang semakin tinggi akan semakin meremukkan.

*Mahaguru telah memberi peringatan bahwa:
Penekunan sadhana Vajra tanpa memenuhi syarat , mujijat kecil mungkin ada (karena makhluk alam rendah bisa menyaru) namun bukannya manfaat yang anda temui malah rintangan yang akan muncul.

*Seumur umur saya belum pernah lihat seorang pemfitnah akan berakhir dengan baik.
Kalau toh belum ada akibat buruknya, maka itu belum berbuah akibatnya, justru tipe tipe yg belum ada apa apa ini yang akan sangat parah akibatnya.

Contoh : Devadatta
sudah berapa banyak beliau berusaha mencelakai Sakyamuni Buddha namun masih kuat dan sehat saja khan ? bahkan masih sakti.
Tapi akibat akhirnya ?

*Jangan terbuai hanya dengan mujijat kecil atau keinginan dipuji.
Yang paling tidak bisa kita tutupi adalah, musuh utama kita adalah diri sendiri, kelak mati yang kita hadapi adalah kekacauan dan tak terkokntrolnya kesadaran kita sendiri. Kemana larinya mujijat dan pujian ? mereka bisa tolong kita ?
jangan lupa ada banyak kejadian saat Mahaguru atau Amitabha Buddha sekalipun sudah datang namun umat yang ditolong karena ditutupi oleh kekeruhan kesadarannya sendiri akhirnya malah gagal dibawa ke Sukhavati.
Lihat juga pikiran kita saat ini dan taraf pengendalian kita, bila masih payah, perlu diketahui bahwa diri kita sendiri punya seribu satu muslihat untuk menipu dan menghibur diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: