Uraian sadaksari dari Padmasambhava

PADMASAMBHAVA
membabarkan Keluhuran Mantra Hati Guanyin Pusa

Kemudian, Padmasambhava Acarya mengatakan pada para rakyat :

“Wahai para raja Tibet, dengarkanlah baik-baik ! Om Mani Beimi Hum adalah mantra hati Guanshiyin Pusa yang mahakaruna. Kebajikan menjapa satu kali mantra ini, bila mau dihitung , tak akan ada habisnya !

Sebutir biji Utpala Putih, dapat menghasilkan tumbuhan baru banyak sekali, namun banyaknya masih kalah dengan pahala yang dihasilkan dari penjapaan satu kali Sadaskasri Mantra.

Sebutir wijen, juga dapat menghasilkan banyak sekali yang baru, namun banyaknya masih kalah dibandingkan dengan penjapaan satu kali Mantra Sadaksari.

Anak empat sungai besar tak terhitung banyaknya, semua mengalir memasuki samudera, namun masih kalah banyak dibandingkan dengan penjapaan satu kali Sadaksari mantra.

Bila berdoa pada Cintamani (permata pengabul kehendak), maka akan mengeluarkan segala yang kita harapkan, namun masih kalah bila dibandingkan dengan pahala kebajikan penjapaan Sadaksari mantra.

Om Mani Beimi Hum !

Titik air hujan yang turun dalam 12 tahun dapat dihitung, namun pahala kebajikan menjapa satu kali saja Sadaksari Mantra adalah tak terhitung.

Semua padi yang ditanam di empat benua dapat dihitung , namun pahala kebajikan menjapa satu kali saja Sadaksari Mantra adalah tak terhitung.

Titik air dalam samudera dapat dihitung , namun pahala kebajikan menjapa satu kali saja Sadaksari Mantra adalah tak terhitung.

Jumlah bulu para makhluk di alam hewan dapat dihitung , namun pahala kebajikan menjapa satu kali saja Sadaksari Mantra adalah tak terhitung.

Om Mani Beimi Hum!

Oleh karena Sadaksari ini adalah mantra hati dari Avalokitesvara Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Gunung Vajra yang setinggi 84.000 koti, bila di sapukan kain Kasika satu kali tiap satu kalpa pun pasti kelak akan habis.
Namun pahala penjapaan satu kali Mantra Sadaksari tak kan ada habisnya.

Bila gunung Sumeru dimakan oleh serangga, pada akhirnya akan habis juga, namun pahala kebajikan penjapaan 1 kali Mantra Sadaksari tak akan habis.

Bila burung kecil membawa tiap butir Pasir sungai Gangga, pada kahirnya akan habis juga. Namun pahala kebajikan penjapaan 1 kali Mantra Sadaksari tak akan habis.

Tanah di empat benua, bila ditiup angin bisa juga habis tercerai berai. Namun pahala kebajikan penjapaan 1 kali Mantra Sadaksari tak akan habis.

Om Mani Beimi Hum!

Sarira Buddha di seluruh penjuru negeri dalam semesta, bila dibuat menjadi stupa 7 ratna, lalu dipersembahkan tanpa henti. Pahala tindakan ini dapat dihitung.
Namun pahala kebajikan penjapaan 1 kali Mantra Sadaksari adalah tak terhitung.

Butiran pasir di semesta bila semua berubah menjadi Buddha, kemudian dengan tak terputus, memberi pujana menggunakan dupa, pelita, wewangian, air untuk mencuci kaki, musik dan persembahan lainnya, pahala yang dihasilkan ini dapat dihitung.
Namun pahala kebajikan penjapaan 1 kali Mantra Sadaksari adalah tak terhitung.

Om Mani Beimi Hum!

Oleh karena Mantra Sadaksari ini adalah Mantra Hati Arya Avalokitesvara .

Bila tiap hari dapat menjapa 108 kali, tidak akan terjerumus dalam tridusgati.
Kelahiran mendatang akan memperoleh tubuh manusia dan bertemu dengan Avalokitesvara.

Bila selalu menjaga kesucian pikiran dan menjapa 21 kali mantra ini, sampai terpatri dalam batin, selalu mempertahankan dalam pikiran dan mendengarnya, maka sekali saja suara masuk atau jaran Dharma didengar akan mampu memahami semua makna Dharma !

Bila setiap hari menjapa 7 kali, akan menyucikan segala karma buruk dan noda, dalam tiap kelahiran tidak akan terpisah dari Arya Avalokitesvara !

Siapapun yang dicelakai mara penyakit, saat melakukan segala sadhana Santika, bila dibandingkan dengan menggunakan Mantra Sadaksari ini untuk menghadapinya, maka mantra ini lebih unggul !

(Kesaksian : luar biasa, kemarin saya baru mendengar kabar bahwa Tongzi mengajari seorang teman untuk melakukan sadhana Santika menggunakan mantra ini dan kiat kiatnya, hari ini saya membaca ayat diatas sambil menterjemahkannya !
Namo Sakyamuni Buddhaya
Namo Aryavalokitesvara)

Melakukan berbagai pengobatan, bila dibandingkan dengan penjapaan Mantra Sadaksari, keampuhannya dalam menyembuhkan sakit karena mara adalah lebih unggul !

Bahkan Buddha Tiga Masa semua tidak ada yang mampu menghitung pahala Mantra sadaksari ! Kenapa ?

Karena mantra ini adalah intisari batin Arya Avalokitesvara yang dengan mahakaruna tanpa putusnya mengamati para insan, mampu menyelamatkan semua insan dalam tumimbal lahir !

Wahai para rakyat di masa yang akan datang, hendaknya kalian menekuni Avalokitesvara Yidam yoga ! menjapa Sadaksari ! maka tak diragukan lagi bahwa kalian tak akan terjerumus ke dalam alam rendah.

Oleh karena nidana bahwa Beliau adalah adinata di tanah Tibet, bila denga tulus dan sepenuh hati berdoa, maka akan muncul siddhi adhistana, oleh karena itulah segera tebas segala keraguan dalam hati !

(ket: Dalam menekuni Dharma Avalokitesvara syarat yang paling utama adalah ketulusan dan keyakinan penuh.
Manusia harap berhati hati dengan hatinya sendiri, kadang pintar menipu diri sendiri untuk menyembunyikan ketidakyakinan, oleh karena itulah latihan kontemplasi juga diperlukan.
Sebab sedikit saja keyakinan menjadi goyah, maka tak akan bisa membuahkan hasil yg maksimal , demikianlah kata kata Avalokitesvara dalam Mahakaruna Dharani Sutra . )

Dharma ini bahkan lebih dalam dari sutra yang mendalam, bahkan Aku Padmasambhava juga sulit memahaminya !

Sekarang, Aku Padmasambhava akan pergi,
Saat ini pun telah ada di masa yang akan datang,
wahai para rakyat Tibet hendaklah selalu mengingat dalam hati!

Setelah Sang Acarya selesai berkata kata, rakyat Tibet semua bersuka cita, mereka semua bernamaskara penuh dengan sekujur tubuh terkelungkup.

(Riwayat Kelahiran Tanpa noda dari Mahacarya Padmasambhava )
Bab 39 Acarya menjelaskan Pahala Mahakaruna Sadaksari Mantra

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: