Padmapani (Kwan Im yang membawa teratai)


Padmapani / Padmahasta (Lianhuashou – 莲花手)Guanyin Yang Membawa Teratai

Sumber : Riwayat Kelahiran Tanpa Noda Padmasambhava Bab 38
(大阿闍黎蓮花生無垢本生傳記)

Mahakaruna Guanyin Memperhatikan Para insan 6 Alam
大悲觀音以三種悲憫而垂視六道有情之第三十八章竟。

Kemudian, Acarya Padmasambhava mengajarkan pada para Raja di Tibet :

“Yang Arya Mahakaruna Guanshiyin , dengan belas kasihnya yang tak terputus senantiasa memperhatikan para insan di 6 alam, belas kasihan Nya pada para insan bagaikan kasih seorang ibu pada anak satu satunya. Dengan belas kasih memperhatikan para insan yang menderita oleh batinyang kacau , para insan yang penderitaannya tak terperikan.”

Maka Sang Welas Asih Saddharma, membabarkan Sadaksari
Om Mani Beimi Hum

OM
melenyapkan penderitaan para dewa karena jatuhnya ke alam lebih rendah, supaya memperoleh ketenteraman.

MA
Melenyapkan derita peperangan dari asura, supaya memperoleh ketenteraman.

NI
Melenyapkan derita umat manusia, supaya memperoleh ketenteraman.

BEI
Melenyapkan derita kebodohan dan kebisuan alam hewan, supaya memperoleh ketenteraman.

MI
Melenyapkan derita haus dan lapar alam setan kelaparan supaya memperoleh ketenteraman.

HUM
Melenyapkan derita panas dan dingin yang amat sangat di neraka, supaya memperoleh ketenteraman.

*******

Para insan yang menjadikan Raja sebagai pemimpinnya menjalankan 10 perbuatan bajik, akan memperoleh kelahiran di surga sebagai dewata.

Namun, meskipun memperoleh kedudukan dewata, belum dapat melampaui dukha. Saat usia dewa berakhir, akan muncul dukha karena terperosok ke alam rendah, tubuhnya mulai berbau busuk, cahaya mulai sirna, wewangian dan kolam permanidan alami menjadi kering. Kuda dan sapi dewata pergi meninggalkannya, kesaktiannya mulai lenyap, segera memasuki alam rendah didera dukha yang amat sangat. Guanshiyin Yang Arya Mahakaruna sangat prihatin dan memperhatikan ini…

Kebencian, iri dengki sebagai pemimpinnya, menjalankan 10 perbuatan jahat, maka akan terlahir di alam asura. Saat dewa dan asura berperang, karena pahala kebajikan dewa lebih besar, maka asura banyak menerima kekalahan. Seringkali terlukai oleh senjata dan kehilangan nyawa.

Bahkan di kalangan asura sendiri terjadi peperangan , saling berdebat dan mencelakai sungguh penderitaan yang tak terperikan. Setelah mati mengenaskan, akan terlahir di alam rendah. Setelah menyadarinya dia akan lebih menderita lagi.

Sungguh sukar terlahir di alam manusia, tak mampu mengatasi dukha. Derita saat lahir, tinggal di dalam rahim, saat ibu berjalan, bagai terhimpit di tempat berbahaya. Saat bunda kekenyangan, seperti datang ke lembah ; Saat bunda bangkit berdiri, bagai diterbangkan angin.Saat bunda berbaring, bagai digencet oleh gunung besar. Saat bunda bekerja dan duduk, tubuh janin bagai dipotong potong. Saat lahir, sulit bernafas dan kedinginan, rasanya juga bagaikan kulit di sayat sayat. Saat baru lahir dan dipeluk bunda bagai dicengkeram elang.

(karena kulit bayi masih sangat sensitif sewaktu baru saja lahir)

Seiring waktu berjalan, saat dewasa, harus kerja keras, didera berbagai derita seperti kemiskinan dan lainnya, tak terperikan…

Kemudian derita usia tua, melemahnya empat unsur dalam tubuh, pengelihatan mundur, indera tubuh melemah, mata buta, telinga tuli, hidung tak bisa mengontrol ingus, gigi mulai rontok, makan tidak nikmat, berdiri tidak sanggup berjalan. Duduk saja rasanya seperti terpeleset jatuh, membuat cucu dan orang lain merasa sebal, hanya diri sendiri yang bisa merasakan segala derita tua ini.

Saat derita kematian tiba, harus meninggalkan tubuh yang dicintainya, meninggalkan kebersamaan dengan pasangan hidup, anak, cucu dan family. Saat di dunia, walau telah mengumpulkan harta, namun tidak mampu membawanya, kesadarannya terombang ambing di alam rendah, oleh karen itu sangatlah menderita.

Bahkan saat belum meninggal duni, juga didera penderitaan tak mampu memperoleh sesuatu yang didambakan. Seringkali kehausan dan kelaparan, walau mempunyai namun tidak dapat digunakan untuk melangsungkan kehidupannya. Selalu khawatir akan musuh, batin bagai terbakar. Selalu khawatir tidakmampu melindungi orang yang dikasihi, dalam harti merasa sangat menderita dan kalut. Khawatir anak tidak dapat bertahan hidup, khawatir anak gadis tidak dapat jodoh.

Tip hari diikat oleh urusan pekerjaan, sangat menderita. Dan lagi, oleh karena 10 macam perbuatan jahat, maka ia terjerumus dalam alam rendah, tak bisa melampaui penderitaan yang amat sangat ini.

Terlahir sebagai hewan juga tidak dapat melampaui derita. Bila mempunyai tuan, maka ia akan dikurung dan diikat oleh tuannya, kemudian dibunuh.

Bagi hewan yang tak bertuan, tetap saja akan diburu oleh manusia, bagi bangsa ikan akan dipancing dan dijaring, sedangkan bagi hewan buas, mereka akan saling bertarung dan saling membunuh.

Terlebih yang tinggal di dalam samudera, akan saling membunuh dengan kejam. ….. penderitaannya tak terperikan…

Bagi yang terlahir sebagai setan kelaparan, juga tak mampu bebas dari penderitaan. Makanan menjadi besi membara, minuman menjadi darah dan nanah, bila makanan masuk ke dalam perut, maka tubuhnya akan terbakar. Juga menderita karena tidak dapat memperoleh makan dan minum, meskipun dapat memperoleh makanan namun tenggorokannya sangat sulit menelan. Meskipun berhasil menelannya, namun perutnya tak akan kenyang. Karena makanan ada pemiliknya, maka tidak dapat mengambilnya dengan leluasa, walau berhasil memperolehnya namun akan direbut oleh yang lain.
Juga ada setan jahat yang terbang, selalu mencelakai manusia.
。。。。

Terlahir sebagai makhluk neraka, penderitaan kedinginan dan kepanasan juga sangat hebat.

Neraka 8 panas ; Neraka hidup kembali ; Tiap hari ratusan kali mati dan ratusan kali hidup kembali.

Neraka tali hitam, setelah tubuh dipotong potong, kemudian para penyiksa menggunakan gergaji memotongnya menjadi serpihan.

……

………(kalimat yg melukiskan kejamnya derita di neraka)………

Neraka berteriak…

Neraka terpanggang….

Neraka sangat panas….

Neraka avici….

Neraka 8 dingin…

Neraka bisul…

Neraka pecah berantakan ….

Neraka gemeretak gigi….

Neraka merekah bagai utpala….

Neraka merekah bagai utpala besar….

Neraka merekah bagai teratai….

Neraka merekah bagai teratai besar….

Neraka sebatang kara….
(disamping titik titik ada keterangan siksa neraka yang amat sangat sadis, yg tdk saya terjemahkan di sini)

Di neraka, bisa mati berulang kali….

Dalam nereak neraka tersebut harus merasakan derita yang tak terhingga !

Para insan yang belum dapat melampaui derita enam alam, Yang Arya Guanshiyin Pusa dengan mata suci Nya selalu memperhatikan.

Yang Berwelas asih tanpa syarat, memperhatikan demi para insan supaya memutus tumimbal lahir dalam enam alam,
Om Mani Beimi Hum !

OM
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam surga, mengosongkan alam surga.

MA
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam asura, mengosongkan alam asura.

NI
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam manusia, mengosongkan alam manusia.

BEI
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam hewan, mengosongkan alam hewan.

MI
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam setan kelaparan, mengosongkan alam setan kelaparan.

HUM
Setelah memutus jalan bahaya kelahiran di alam neraka, mengosongkan alam neraka.

Setelah mengosongkan enam alam, membuat tumimbal lahir juga kosong, dari situ tersucikan masuk ke Negeri Buddha, inilah apa yang disebut dengan Intisari Belas Kasih, yaitu Sadaksarividya Mantra !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: