Vajravarahi Pembangkit api kundalini

Vajravarahi Dance by Zhenfozong Student Qiuyue – Taiwan
Tibetan name : Dorje Pagmo

Vajravarahi (jingang Haimu) adalah pasangan dari Heruka, di atas kepala Nya terdapat satu kepala babi. Vajravarahi merupakan akar dari sunyasukha, merupakan Mahamudra, termasuk sebagai salah satu  Yogini.

Merupakan akar dari sadhana pembangkitan api kundalini, Vajravarahi sangat berwelas asih pada para insan, bila sadhaka menekuni sadhana ini akan segera memperoleh adhistana, bila saat melakukan sadhana Guruyoga kita bisa bervisualisasi diri kita adalah Vajravarahi maka akan segera memperoleh kontak dalam Guruyoga.

Ada dua macam dakini, yaitu : Dakini lokuttara (Adi duniawi – bersumber dari manifestasi Adinata tingkat tinggi) dan Dakini Lokiya (duniawi – merupakan dewi biasa).

Bila dapat menekuni sadhana dakini yang bersangkutan dengan yidam, maka akan semakin mudah mencapai kontak dengan Yidam.

Sadhana Vajravarahi untuk membangkitkan kundalini, menyeimbangkan prana, nadi dan bindu, sampai memperoleh tubuh pelangi. Menekuni sadhana Vajravarahi akan menyebabkan segera mencapai kontak dengan Guru, memotong kilesha, membengkitkan prajna, menaklukkan mara dan merupakan sadhana yang unggul dalam pembebasan.

Vajravarahi berwujud gadis 16 tahun, satu muka dan dua lengan, sinar merah disekujur tubuh Nya memenuhi sepuluh penjuru Dharmadhatu dan tiga masa, di atas kepala atau di samping kepala ada satu kepala babi, tangan kanan membawa pisau vajra, tangan kiri membawa kapala, lengan kiri mengapit Katvanga. Tiga mata yang membelalak, taring Nya menggigit bibir bawah, mengenakan mahkota Pancadhyani dari tengkorak, kalung untaian lima puluh kepala, bunga-bunga sebagai hiasan. Kaki kanan diangkat dankaki kiri menginjak tubuh mara di atas cakra matahari, dibelakang tubuh Nya ada api kebijaksanaan yang berkobar.

Pahalanya adalah :

1. Menyucikan kilesha , menimbulkan prajna ;

2. Mengatur prana nadi dan bindu hingga merealisasikan keabadian ;

3. Menaklukkan mara dan menarik Dasadharmadhatu.

Gm. book  ke-92

Pujian dari Jutaan Dakini

Saat penanggalan lunar bulan lima tanggal delapan belas, saya membersihkan diri dan menjalankan puasa,  memakai baju yang longgar dan bersih, siang hari di tengah Loteng Lingxian,  duduk bermeditasi di sebelah utara menghadap selatan.

Tangan membentuk Mudra Cahaya Pelangi.

Memejamkan mata , bervisualisasi lingkar cahaya panca warna di dalam tubuh, keluar melalui ubun-ubun dan memenuhi angkasa, cahaya panca warna menyatu menjadi seberkas  cahay pelangi, berubah memancar ke delapan penjuru, terlebih dahulu mengitari tubuhku dan terbang menari menuju Istana Surga.

Saya menjapa mantra rahasia, makna mantra tersebut adalah :

Menjelma cahaya, bagai cahaya senja, merasuk sukma menyinari batin, mencerahi perenungan , menampilkan panca warna, menembus lorong sampai kejauhan, sekarang keluar ke angkasa, terbang di langit tak ber tepi, perubahan yang terus terjadi, masuk dan keluar tanpa batas, segera terlaksana HRIH !”

Pada awal saya menyadari adanya cahaya panca warna , kemunculannya bagaikan awan yang

kemudian menyatu menjadi seutas pelangi.

Melalui nadi tengah naik menembus cakra usnisa, perlahan membesar , mengitari tubuh, menjadi tanpa wujud , namun kemudian menjadi rupa Dewata, bagaikan air dan api membakar tubuh, panca warna sinarnya menerangi langit dan bumi, menembusi luar dan dalam, mencapai semua Istana Surga, Ini adalah pencapaian Tubuh Sinar Pelangi.

Di langit ada muncul lapisan titik titik cahaya, saling bersilangan dari segala arah, memenuhi angkasa, ternyata ini adalah :

Enam kelompok Dakini menampakkan tubuh jade,

Mendukung dan memuji Tubuh Sinar Pelangi.

Jumlah Enam (kelompok) Dakini ini tak terhitung banyaknya, ada orang mengatakan , saat seseorang mencapai realisasi akan ada jutaan Dakini yang berkumpul dan memuji, kumpulan enam Dakini ini mungkin mencapai jutaan.

Ke-enam Jenis Dakini adalah :

1. Bunda Dakini Cahaya Keunggulan

2. Bunda Dakini Vajra Kebijaksanaan.

3. Bunda Dakini Karman Pembebasan.

4. Bunda Dakini Padma Mahasuka,

5. Bunda Dakini Ratnasambhava nan Agung

6. Bunda Dakini Dunia.

Saya, Rinpoche Liansheng memahami, tak akan terpisahkan dari cahaya ini, Prajna Anuttara, terbebas dari kilesha, selamanya memiliki enam sukha, mendapat keagungan dalam segala hal, menyelamatkan alam semesta.

Enam kelompok Dakini ini jumlahnya jutaan, ada yang datang dari tengah, Timur, Utara, Selatan dan Barat, maupun ada yang berasal dari alam semesta.

Sejujurnya, saat saya merealisasikan Tubuh Sinar Pelangi, tidak hanya dipuji oleh jutaan Dakini, namuan Para Dharmapala  turut berkumpul dan memuji, bagai sebuah pasamuan, sungguh luhur dan tiada duanya .

Dharmapala tersebut antara lain :

12 Manifestasi Sridevi, Mahakala, Hayagrivalokesvara dan shakti-Nya, Veda Dharmapala, Trirakta Arya, Acalanatha, Astamaharajanaga dan kerabatnya, Garuda, Lima Dewi Panjang Usia, 12 Mahapati Bhaisajyaguru Buddha, Caturmaharjika, Mahesvara dan lain sebagainya…

Padmasambhava mengatakan , “Sejak dahulu sampai sekarang, hanya Aku lah satu-satunya yang merealisasikan keberhasilan Tubuh Sinar Pelangi.”

Pujian yang diperolehnya dari para Dharmapala sangat luas sekali.  Dengan nyata memahami makna kata “leluasa” dari Padmasambhava.

Tentu saja pimpinan dari para Dakini, yaitu “Vajravarahi” , sudah sejak awal saya undang dalam sadhana setiap hari, pembangkitan api kundalini yang saya tekuni adalah Api Kundalini Vajravarahi.

Vajravarahi adalah Dakinimula, merupakan kalyanamitra dari Rinpoche Liansheng,  Vajravarahi mempunyai Ikrar Agung yaitu menjadi kalyanamitra dari semua sadhaka.

Ini adalah gatha sujud pada Muladakini Vajravarahi :

至心召請。

Zhixinzhaoqing

Dengan tulus mengundang

亥母來顧。

Haimu laigu

Bunda Varahi melindungi

作金剛師。

Zuojingangshi

Menjadi Guruvajra

蓮宮乳哺。

Liangongrubu

Mencurahkan kasih dan merawat

速證佛果。

suzhengfoguo
(semoga aku ) Segera mencapai Kebuddhaan
長生普度。

changshengpudu

Memperoleh panjang usia demi menyelamatkan insan luas.

Saya memahami kesunyataan sejati dari tiada mati, sukha , pembebasan, prajna, Dharmarasa, Samatha, panjang usia, nidana dan realisasi. Samadhi saya sungguh luhur , sukha dan penuh ketenangan.

Segala sesuatu di semesta ini bagaikan bunga dan bayangan bulan di air !

Saya memasuki Samadhi dan terbang ke angkasa, tubuh sinar pelangi yang abadi menyinari tiada pernah padam, menembusi Para Buddha Sepuluh penjuru tiga masa. Trikaya yang paripurna.

Padmasambhava berbelas kasihan pada saya, sungguh merasa berhutang budi .


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: