Archive for November, 2009

ARWAH PENAGIH HUTANG

Master Samantha’s Dharmatalk dalam Sadhana api homa Yaochijinmu  Masalah Arwah Penagih Hutang yang menempel di tubuh.

Di homa yang ke 20, Yaochijinmu ingin supaya kita mengkhususkan homa kali ini untuk arwah penagih hutang, tulis dengan kayu homa, persiapkan pujana, teratai, dan memohon dengan khusus:

Pergilah dari tubuhku untuk terlahir di Tanah Suci Buddha yang bahagia”

Setelah upacara homa, Master Samantha memohon petunjuk Yaochijinmu,

“apa itu yang disebut arwah penagih hutang?”

Yaochijinmu menjawab

“Benar, dewasa ini banyak sekali orang yang tidak paham apakah itu arwah penagih hutang.”

Ciri-ciri Ketempelan Arwah Penagih Hutang.

1. Tubuh dan pikiran tak terkendali

2. Sering merasa tidak tenang

3. Antara apa yang dipikirkan  dan apa yang dikerjakan tidak sama, atau pikiran sulit berkoordinasi  dengan tubuh.

4. Sering melakukan gerakan diluar kontrol akal sehat.

5. Suka makanan yang salah, makanan yang tidak sehat.

6. Tidak bisa berkembang lebih baik dan banyak sekali halangan

7. Sering bermasalah dalam memutuskan sesuatu, mengira yang salah adalah benar.

8. Sulit bergaul dengan orang lain, selalu terjadi hal yang diluar dugaan.

9. Banyak halangan dalam usaha, selalu terjadi hal hal diluar harapan.

Saat arwah penagih hutang  beraksi, sulit mengendalikan diri sendiri,  berteriak- teriak dengan tidak terkontrol, aktivitas siang dan malam menjadi terbalik, melihat yang tidak tidak, berkata-kata di luar logika, tidak bersemangat, tidak mengenali diri sendiri, sering melantur, tidak waras.

Ada juga yang belum parah, namun bagian tubuh sering timbul rasa sakit, kondisinya sebentar baik, sebentar tidak baik , bahkan sampai merasa tersiksa tak tertahankan (seperti tidak mau hidup lagi).

Ada yang pembalasannya segera timbul , namun ada juga yang ditunda pembalasannya karena Arwah penagih hutang sengaja menyiksa dulu baru kemudian rela pergi.

Bila prana dalam tubuh lemah , maka akan mudah ditempeli oleh arwah penagih hutang, namun bila cahaya prana cukup, maka tidak akan mudah ditempeli.

Cara menghindari ditempel arwah penagih hutang.

Master kembali bertanya : “Bagaimana cara mengatasi supaya arwah penagih hutang tidak menempel di tubuh ?”

Yaochijinmu mengatakan : “Menyatu dengan Buddha.”

“Bila Anda telah menyatu dengan Yidam Buddha maka arwah penagih hutang  akan meninggalkan tubuh dan terlahir di Tanah Suci Buddha.”

Master Samantha menjelaskan,

Bahwa dalam setiap hari pun kita bisa membimbing arwah penagih supaya dapat segera terlahir di Negeri Buddha, tidak perlu selalu menunggu Acarya mengadakan upacara penyeberangan arwah atau pemberkatan tertentu. Setiap hari saat hendak makan, kita semua pasti melakukan penyeberangan arwah, kita harus tahu cara menggunakan kekuatan pikiran untuk mempengaruhi arwah penagih, jadi selain bervisualisasi sinar Buddha memberkati arwah dari makanan bernyawa, sinar Buddha juga memberkati arwah penagih yang terjerat dalam tubuh kita, supaya arwah tersebut meninggalkan tubuh kita yang kotor dan gelap untuk menerima amrta cahaya Buddha dan menuju ke Negeri Buddha yang cemerlang.

Seorang sadhaka Tantra bila tahu bagaimana cara mempergunakannya (sadhana yang dipadukan dengan kekuatan pikiran visualisasi serta berkelakuan yang positif), berarti selain membantu diri sendiri juga telah membantu pihak lain, dengan demikian menumpuk jasa pahala. Jadi anda harus mengerti bagaimana melakukan tindakan yang positif sehingga pelatihan diri segera mencapai keberhasilan !

Yaochijinmu mengatakan : “Harus mengerti, dengan demikian barulah tidak takut, mampu mengatasi sendiri masalah arwah penjerat dan menjalankan tekad supaya mereka terlahir di alam bahagia.”

from taiwan  chen fo cung blogs

Translated by Lianhua Shian

Iklan

Leave a comment »

Sadhana Api Tummo Vajravarahi

(Intisari Ceramah Dharma Raja Buddha Lian Sheng Tanggal 6 Januari 2009 di Cetiya Faming)

(Lama Shi Lian Dian (semula adalah Sdri. Qiuyue) memohon Mahaguru berceramah tentang “Samadhi Api Tummo Vajravarahi”)

Sembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zhengkong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala!

Ketua Faming Tongxiuhui, Para Acarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, selamat siang semuanya! (Hadirin tepuk tangan)

Mengenai “Samadhi Api Tummo Vajravarahi”, tadi saat melakukan abhiseka “Bradha Kumbha Prana” dan “Api Tummo” di Cetiya Dapeng,

saya pernah menjelaskan pada Anda semua, pada posisi 4 jari di bawah pusar, ada sebuah segitiga. Segitiga itu melambangkan api; bulat dalam lima unsur melambangkan logam, kayu berbentuk persegi panjang; bujursangkar adalah tanah; air berbentuk tak beraturan, air bentuknya macam-macam. Api adalah segitiga.

Jadi, kita visualisasi sebuah segitiga pada posisi 4 jari di bawah pusar, lantas, di tengah ada sebelah aksara “AH”, tulisannya begini ““, agak mirip api yang menyala, yakni sebelah dari aksara “AH”.

Di tengah segitiga, sekali menyalakan api, asalkan Anda merasakan api ini, ini dapat menggunakan visualisasi, dalam bervisualisasi dikatakan, api yang merah, panas, dan terang ini langsung berubah menjadi “Vajravarahi”, dari setitik api ini langsung berubah menjadi “Vajravarahi”, perlahan-lahan membesar, menjadi sebesar tubuh Anda, Anda sendiri pun berubah menjadi “Vajravarahi”; saat ini, Anda menjapa mantra “Vajravarahi”, mengukuhkan diri sendiri, memasuki samadhi, yakni “Samadhi Api Tummo Vajravarahi”. Alasannya bukan pada kita mengundang “Vajravarahi”, yakni “Dorje Pagmo”. Wujud “Vajravarahi” adalah memegang “khatvanga”, ada tiga buah tengkorak, melambangkan “loba”, “dosa”, dan “moha”, dirangkaikan dengan tulang seorang manusia.

Mantera Vajravarahi :

Mantera yang sama dengan di agama Hindu yaitu
“Om Vajra Vairocaniye Hum Hum Phat” (hasil search di google)

Anda harus bervisualisasi wujud “Vajravarahi”, satu kaki berdiri, satu kaki diangkat, warna merah, sama seperti api. Setelah Anda bervisualisasi api tummo ini menjadi “Vajravarahi” yang sangat halus, buatlah tubuh “Vajravarahi” membesar lewat pernapasan penuh Anda, setelah bernapas penuh 10 kali, tiba di cakra reproduksi;

setelah bernapas di cakra reproduksi 10 kali, tiba di cakra pusar;

setelah bernapas 10 kali di cakra pusar,tiba di cakra hati;

setelah bernapas 10 kali, tiba di cakra tenggorokan;

setelah bernapas 10 kali, tiba di cakra kening,

kemudian “menyentuh”, dari semacam “sentuhan”, api ini “menyentuh” bodhi putih di cakra kening, yakni cairan candra bodhicitta, biarkan ia menetes, kemudian mundur atau turun kembali, mundur ke cakra hati. Cairan candra bodhicitta dan api tummo, menyatu di cakra hati, buka cakra hati, inilah “Samadhi Api Tummo Vajravarahi”

Yang terpenting. Lebih dulu menggunakan metode visualisasi wujud, ubah diri sendiri menjadi “Vajravarahi”, inilah “Samadhi Api Tummo Vajravarahi”. Pada dasarnya seperti itu, yakni visualisasi api menjadi “Dorje Pagmo”.

Bagaimana dengan air? Yakni cairan candra bodhicitta, juga separuh aksara “AH”, ini adalah aksara “HAN”, aksara “HAN” turun, saling menyatu mengikuti separuh aksara “AH”, di atas cakra hati adalah sebuah “AH”.

dikutip dari http://www.indonesia.tbsn.com

N.B

jangan sembarangan berlatih sebelum mendapat abhiseka dari seorang guru

Leave a comment »

Mula Dakini 1

Gm.book ke-108

Menurut Pengetahuan saya, ada terdapat banyak Dakini, secara garis besar dapat terbagi menjadi 6 golongan yaitu adalah sebagai berikut :

1. Bunda Dakini Cahaya Terunggul

Ini adalah Dakini Maha Tinggi  Maha Agung, bagaikan kecemerlangan rembulan purnama di langit yang cerah,  tak pernah terpisahkan dan hadir setiap saat.

2. Bunda  Dakini Vajra Kebijaksanaan

Tubuh sejati Vajra yang kokoh,  anggun nan suci, penuh dengan prajna , suci murni.

3. Bunda Dakini  Karman yang Membebaskan.

Merupakan abhayakaya (Tubuh tak gentar) , bagaikan nyala api, mampu memotong segalanya.

4. Bunda Dakini Padma Mahasukha

Tubuh rupa dalam tarian penuh sukha, membuat orang timbul sukha tanpa akhir, dari Mahasukha merealisasikan Mahasunya.

5. Bunda Dakini  Ratnasambhava nan Agung

Merupakan cahaya yang menyinari insan, keanggunan dan keagungan- Nya tiada tandingan, Aku Sejati dalam batinnya sangat agung tanpa batas.

6. Bunda Dakini Dunia.

Tubuh dengan tulang jade dan urat es bening,  kharismanya menggetarkan, bagaikan padma yang keluar dari lumpur,  sunya adalah sukha, sukha adalah sunya, senantiasa mendampingi sadhaka di dunia.

Menurut sepengetahuan saya beberapa Mahasiddha Tantra yang mencapai realisasi bersama dengan Dakini adalah :

  1. Padmasambhava dan Yeshe Tsogyel.
  2. Milarepa dan Dewi panjang usia.
  3. Birvapa dan Nairatmya.
  4. Duibabazhajie dan Arya Machig Labdron.

Selain itu ada Guru Leluhur Sukasiddhi,  Guru Thangtong Gyalpo, Guru Danalada, Guru Saraha, Guru Xiawalu, Guru Yahuola…

Semuanya mencapai realisasi dengan bantuan Dakini.

Gatha berikut digunakan pada saat waktu manggala, jika sadhaka tantra hendak mengundang kehadiran Dakini :


至心召 請,行母來顧。

Zhixin zhaoqing, xingmulaigu.

Dengan tulus mengundang kehadiran Bunda Dakini untuk melindungi.


作金剛伴,蓮宮哺乳。

Zuojingangban, Liangongburu.

Jadilah pendamping vajra, yang merawat di Istana Padma.


雙證佛位,長生普度。

Shuangzhengfowei, changshengpudu.

Bersama merealisasikan Kebuddhaan,

panjang usia untuk penyelamatan universal.


時已不早,行者將老。

Shiyibuzao, xingzhejiangsi

Waktu sudah tidak banyak lagi, sadhaka akan mati.


哀我獨修,無人指導。

Aiwoduxiu, wurenzhidao

Kasihanilah saya yang bersadhana sendiri

Tanpa seorang pembimbing


不明雙運,法亦顛倒。

Bumingshuangyun, fayidiandao

Tidak memahami penyatuan karuna dan prajna

Berpandangan salah pada Dharma


空樂未有,枯木死灰。

Konglemoyou, Kumusihui

Tak memiliki sukhasunya

Bagaikan abu kayu kering


任重道遠,證量難到。

Renzhongdaoyuan, zhengliangnandao

Memiliki tanggungan berat dan jauh dari Kebenaran

Realisasi sukar tercapai.


今盼降臨,唯尊引導。

Jinpanjiangling, weizunyindao.

Sekarang mengharap kehadiran Mu, hanya Engkaulah sang pembimbing.

diterjemahkan oleh lien hua shian

Leave a comment »

Vajravarahi Pembangkit api kundalini

Vajravarahi Dance by Zhenfozong Student Qiuyue – Taiwan
Tibetan name : Dorje Pagmo

Vajravarahi (jingang Haimu) adalah pasangan dari Heruka, di atas kepala Nya terdapat satu kepala babi. Vajravarahi merupakan akar dari sunyasukha, merupakan Mahamudra, termasuk sebagai salah satu  Yogini.

Merupakan akar dari sadhana pembangkitan api kundalini, Vajravarahi sangat berwelas asih pada para insan, bila sadhaka menekuni sadhana ini akan segera memperoleh adhistana, bila saat melakukan sadhana Guruyoga kita bisa bervisualisasi diri kita adalah Vajravarahi maka akan segera memperoleh kontak dalam Guruyoga.

Ada dua macam dakini, yaitu : Dakini lokuttara (Adi duniawi – bersumber dari manifestasi Adinata tingkat tinggi) dan Dakini Lokiya (duniawi – merupakan dewi biasa).

Bila dapat menekuni sadhana dakini yang bersangkutan dengan yidam, maka akan semakin mudah mencapai kontak dengan Yidam.

Sadhana Vajravarahi untuk membangkitkan kundalini, menyeimbangkan prana, nadi dan bindu, sampai memperoleh tubuh pelangi. Menekuni sadhana Vajravarahi akan menyebabkan segera mencapai kontak dengan Guru, memotong kilesha, membengkitkan prajna, menaklukkan mara dan merupakan sadhana yang unggul dalam pembebasan.

Vajravarahi berwujud gadis 16 tahun, satu muka dan dua lengan, sinar merah disekujur tubuh Nya memenuhi sepuluh penjuru Dharmadhatu dan tiga masa, di atas kepala atau di samping kepala ada satu kepala babi, tangan kanan membawa pisau vajra, tangan kiri membawa kapala, lengan kiri mengapit Katvanga. Tiga mata yang membelalak, taring Nya menggigit bibir bawah, mengenakan mahkota Pancadhyani dari tengkorak, kalung untaian lima puluh kepala, bunga-bunga sebagai hiasan. Kaki kanan diangkat dankaki kiri menginjak tubuh mara di atas cakra matahari, dibelakang tubuh Nya ada api kebijaksanaan yang berkobar.

Pahalanya adalah :

1. Menyucikan kilesha , menimbulkan prajna ;

2. Mengatur prana nadi dan bindu hingga merealisasikan keabadian ;

3. Menaklukkan mara dan menarik Dasadharmadhatu.

Gm. book  ke-92

Pujian dari Jutaan Dakini

Saat penanggalan lunar bulan lima tanggal delapan belas, saya membersihkan diri dan menjalankan puasa,  memakai baju yang longgar dan bersih, siang hari di tengah Loteng Lingxian,  duduk bermeditasi di sebelah utara menghadap selatan.

Tangan membentuk Mudra Cahaya Pelangi.

Memejamkan mata , bervisualisasi lingkar cahaya panca warna di dalam tubuh, keluar melalui ubun-ubun dan memenuhi angkasa, cahaya panca warna menyatu menjadi seberkas  cahay pelangi, berubah memancar ke delapan penjuru, terlebih dahulu mengitari tubuhku dan terbang menari menuju Istana Surga.

Saya menjapa mantra rahasia, makna mantra tersebut adalah :

Menjelma cahaya, bagai cahaya senja, merasuk sukma menyinari batin, mencerahi perenungan , menampilkan panca warna, menembus lorong sampai kejauhan, sekarang keluar ke angkasa, terbang di langit tak ber tepi, perubahan yang terus terjadi, masuk dan keluar tanpa batas, segera terlaksana HRIH !”

Pada awal saya menyadari adanya cahaya panca warna , kemunculannya bagaikan awan yang

kemudian menyatu menjadi seutas pelangi.

Melalui nadi tengah naik menembus cakra usnisa, perlahan membesar , mengitari tubuh, menjadi tanpa wujud , namun kemudian menjadi rupa Dewata, bagaikan air dan api membakar tubuh, panca warna sinarnya menerangi langit dan bumi, menembusi luar dan dalam, mencapai semua Istana Surga, Ini adalah pencapaian Tubuh Sinar Pelangi.

Di langit ada muncul lapisan titik titik cahaya, saling bersilangan dari segala arah, memenuhi angkasa, ternyata ini adalah :

Enam kelompok Dakini menampakkan tubuh jade,

Mendukung dan memuji Tubuh Sinar Pelangi.

Jumlah Enam (kelompok) Dakini ini tak terhitung banyaknya, ada orang mengatakan , saat seseorang mencapai realisasi akan ada jutaan Dakini yang berkumpul dan memuji, kumpulan enam Dakini ini mungkin mencapai jutaan.

Ke-enam Jenis Dakini adalah :

1. Bunda Dakini Cahaya Keunggulan

2. Bunda Dakini Vajra Kebijaksanaan.

3. Bunda Dakini Karman Pembebasan.

4. Bunda Dakini Padma Mahasuka,

5. Bunda Dakini Ratnasambhava nan Agung

6. Bunda Dakini Dunia.

Saya, Rinpoche Liansheng memahami, tak akan terpisahkan dari cahaya ini, Prajna Anuttara, terbebas dari kilesha, selamanya memiliki enam sukha, mendapat keagungan dalam segala hal, menyelamatkan alam semesta.

Enam kelompok Dakini ini jumlahnya jutaan, ada yang datang dari tengah, Timur, Utara, Selatan dan Barat, maupun ada yang berasal dari alam semesta.

Sejujurnya, saat saya merealisasikan Tubuh Sinar Pelangi, tidak hanya dipuji oleh jutaan Dakini, namuan Para Dharmapala  turut berkumpul dan memuji, bagai sebuah pasamuan, sungguh luhur dan tiada duanya .

Dharmapala tersebut antara lain :

12 Manifestasi Sridevi, Mahakala, Hayagrivalokesvara dan shakti-Nya, Veda Dharmapala, Trirakta Arya, Acalanatha, Astamaharajanaga dan kerabatnya, Garuda, Lima Dewi Panjang Usia, 12 Mahapati Bhaisajyaguru Buddha, Caturmaharjika, Mahesvara dan lain sebagainya…

Padmasambhava mengatakan , “Sejak dahulu sampai sekarang, hanya Aku lah satu-satunya yang merealisasikan keberhasilan Tubuh Sinar Pelangi.”

Pujian yang diperolehnya dari para Dharmapala sangat luas sekali.  Dengan nyata memahami makna kata “leluasa” dari Padmasambhava.

Tentu saja pimpinan dari para Dakini, yaitu “Vajravarahi” , sudah sejak awal saya undang dalam sadhana setiap hari, pembangkitan api kundalini yang saya tekuni adalah Api Kundalini Vajravarahi.

Vajravarahi adalah Dakinimula, merupakan kalyanamitra dari Rinpoche Liansheng,  Vajravarahi mempunyai Ikrar Agung yaitu menjadi kalyanamitra dari semua sadhaka.

Ini adalah gatha sujud pada Muladakini Vajravarahi :

至心召請。

Zhixinzhaoqing

Dengan tulus mengundang

亥母來顧。

Haimu laigu

Bunda Varahi melindungi

作金剛師。

Zuojingangshi

Menjadi Guruvajra

蓮宮乳哺。

Liangongrubu

Mencurahkan kasih dan merawat

速證佛果。

suzhengfoguo
(semoga aku ) Segera mencapai Kebuddhaan
長生普度。

changshengpudu

Memperoleh panjang usia demi menyelamatkan insan luas.

Saya memahami kesunyataan sejati dari tiada mati, sukha , pembebasan, prajna, Dharmarasa, Samatha, panjang usia, nidana dan realisasi. Samadhi saya sungguh luhur , sukha dan penuh ketenangan.

Segala sesuatu di semesta ini bagaikan bunga dan bayangan bulan di air !

Saya memasuki Samadhi dan terbang ke angkasa, tubuh sinar pelangi yang abadi menyinari tiada pernah padam, menembusi Para Buddha Sepuluh penjuru tiga masa. Trikaya yang paripurna.

Padmasambhava berbelas kasihan pada saya, sungguh merasa berhutang budi .


Leave a comment »