Archive for September, 2009

SURGA TANAH SUCI BUDDHA PADMASAMBHAVA

TANAH SUCI UDDIYANA

Buddha Liansheng pernah mengatakan :

“Adinata yang berasal dari gabungan beberapa Adinata adalah memiliki Dharmabala yang sangat besar.”

Guru Leluhur kita, Padmasambhava adalah manifestasi tubuh Sakyamuni Buddha, ucapan Amitabha dan batin Avalokitesvara Bodhisattva. Dari sini kita bisa tahu betapa luas pahala dan keagungan Tanah Suci  Buddha Padmasambhava.

Padmasambhava North West Uddiyana Pure Land

Tanah suci Padmasambhava adalah Tanah Suci Uddiyana, namun bukan menunjuk pada Negeri di India Kuno, hanya saja Padmasambhava memang memilih terlahir dari padma di danau Dhanakosha di dalam wilayah Negeri Uddiyana, dan juga Beliau di bawa oleh Raja Indraboddhi ke Istana Uddiyana, diangkat sebagai putera mahkota, maka orang kemudian menyebut Acarya Uddiyana sebagai Padmaguru, oleh karena itulah maka Tanah Suci Nya dinamakan Tanah Suci Uddiyana. (Wujin Chatu)

Perbedaan antara Tanah Suci Uddiyana dengan Tanah Suci Buddha yang lain adalah dalam hal letaknya, Tanah Suci Uddiyanna berada di Jambudvipa ini. (secara astral)

Lima Tempat Suci di Jambudvipa adalah :

1.  Yang di tengah, Boddhgaya tempat Sakyamuni Buddha mencapai ke Buddha an.

2.  Wutaishan Tanah Suci Manjusri Boddhisattva di sebelah Timur.

3.  Gunung Potaloka di Selatan tempat Avalokitesvara Bodhisattva.

4.  Tanah Suci Uddiyanna Sebelah Barat tempat Padmasambhava Bodhisattva.

5.  Sebelah Utara, Shambala tempat Raja Fayinsheng.

Yang pertama merupakan Tempat Suci yang dihormati bersama oleh ketiga Yana, (Theravada, Mahayana dan Vajrayana) ; Tempat yang kedua merupakan Tempat Suci bagi Mahayana dan Vajrayana. Yang dua terakhir adalah Tempat Suci Avenika bagi Vajrayana. Ketiga tempat yang pertama adalah tempat yang dibuat oleh manusia, bisa dibuktikan lewat sejarah. Namun dua tempat yang terakhir adalah tempat yang tidak bisa dituju oleh manusia awam. Kecuali tubuh dan batin telah mencapai tingkatan suci tertentu.

Shambala berada di tengah Himalaya, merupakan Tempat Suci Kalacakra, para sadhaka kalacakra akan terlahir di Tanah Suci tersebut, sedangkan Tanah Suci Uddiyanna adalah Tempat Suci Padmasambhava.

Menurut catatan kitab, Padmasambhava telah menjelaskan kondisi tempat tersebut. Saat Padmasambhava telah menyempurnakan pengajaran di Tibet, Beliau mengamati masa depan para insan di Jambudvipa, Nampak bahwa di sebelah Barat Daya ada Negeri Raksasa, bila tidak ditaklukkan , kelak akan mencelakai insane di Jambudvipa.

Kemudian Padmasambhava menuju ke negeri raksasa, mengubah kesadaran Raja kaum raksasa kembali ke Dharmadhatu, kemudian Padmasambhava memasuki tubuhnya, dengan memakai tubuh raja raksasa Beliau menaklukkan rakyat raksasa supaya menerima Dharma, dan menggunakan abhijna Beliau mengubah negeri tersebut menjadi Tanah Suci, yaitu Tanah Suci Uddiyanna. Sedangkan rakyat raksasa yang ditaklukkan menjadi para daka dan dakini.

Tanah Suci Uddiyana berada di sebelah Barat Laut Boddhgaya, di laut ada sebuah pulau, pulau ini pada awalnya adalah tempat tinggal para raksasa kanibal, namun juga merupakan tempat yang memperoleh adhistana Buddha Tiga Masa. Kenapa demikian ? Karena pada saat awal munculnya Tantra adalah untuk menaklukkan Raja Mara Maha Bala, setelah tertaklukkan , tubuhnya terbelah menjadi delapan bagian, jatuh ke delapan tempat, dan di adhistana dan diubah menjadi delapan tempat berkembangnya Tantrayana. Oleh karena nidana yang sedemikian unggulnya, maka dikatakan memperoleh adhistana Buddha Tiga Masa menjadi Tanah Suci Guru Padma. Tanah Suci Uddiyana ini juga selalu memperoleh adhistana dari Bunda Vajravarahi , oleh karena itu semua Bunda Dakini berkumpul di tempat ini. Suara Mantra Tantra memenuhi setiap sudut Tanah Suci ini, siapapun yang sampai kesini akan mencapai Boddhi.

Di tengah Tanah Suci Uddiyana terdapat sebuah gunung bernama Gunung Manggala Berwarna Tembaga, atau disebut juga Gunung Pahala Berwarna Tembaga, bentuk gunung ini seperti jantung. Bagian bawah gunung menembus ke Negeri Dewa Naga Bumi. Pinggang gunung adalah Tanah Suci Daka dan Dakini, sedangkan puncak gunung mencapai Surga Brahma. Raja Gunung Manggala ini sama dengan Gunung Sumeru, terbentuk dari berbagai permata. Permukaan timurnya adalah kristal, sebelah selatan adalah lazuardi, sebelah barat adalah batu mustika merah, sebelah utara adalah Raja Permata Biru. Di tengah gunung ada sebuah istana yang besar, merupakan istana Padmasambhava. Terbuat dari empat macam ratna , bercahaya, tiada luar dan dalam, melampaui keterbatasan ukuran, oleh karena itulah tiada besar dan kecil. Yang ada di sana adalah tingkatan Buddha, tidak akan bisa dipahami oleh pikiran orang awam. Sekeliling , atas dan bawah istana ini terbuat dari berbagai mustika, di sebelah luar terdapat serambi, benteng, tangga dan lainnya yang terbuat dari permata. Bahkan di keempat sisinya memiliki warna yang berbeda, timur warna biru, merupakan karya tolak bala (saantika) ; Sebelah Selatan warna kuning, simbul pemberkahan (paustika) ; Barat warna merah, simbul kerukunan dan kasih saying (vasikarana) ; Utara warna hijau bermakna penaklukkan (abhicaruka) ; Di permukaan benteng di gantungkan jala mutiara, di setiap persimpangan jala digantungkan lonceng. Di keempat pintu di empat sisinya terdapat gapura dengan dekorasi menakjubkan, semua terbuat dari permata yang sangat anggun. Di empat penjuru halaman istana terdapat deretan Pohon Pengabul Kehendak , kolam amrta, air kolam dengan alamiah selalu berbuih. Diberbagai penjuru angkasanya terdapat sinar merah seperti awan, merupakan sinar padma. Maka istana ini dinamakan Istana Sinar Padma Tanpa Batas.

Kenapa dikatakan cahaya yang memenuhi istana adalah cahaya Padma ?

Kita lihat penjelasan dalam Amitayus Sutra :

Di tempat yang terbuat dari saptaratna ada teratai padma, padma tersebut mempunyai 84000 kelopak, di tiap kelopaknya terdapat 84000 nadi, bersinar bagaikan warna dari berabagai mustika.

Tiap nadinya memancarkan 84000 jenis cahaya, di antara tiap nadinya diperanggun oleh berbagai mutiara mani. Tiap mutiara memancarkan seribu spektrum cahaya, sinar kelopak dan sinar mutiara saling bersilangan di angkasa membentuk seperti payung ratna, memenuhi Tanah Suci Sukhavati.

Penjelasan di atas adalah detail dari cahaya Padma di Tanah Suci Uddiyana, terlebih dalam Amitayus Sutra disebutkan bahwa cahaya Padma membentuk payung ratna, sedangkan di Tanah Suci Padmasambhava, cahaya Padma memenuhi segala penjuru bagaikan awan. Maka ini menjelaskan fenomena yang sama.

Tanah Suci yang tak terperikan ini adalah Tempat Suci yang sangat istimewa di dunia manusia (ket : Seperti Sambhala, berada di dunia manusia namun secara astral) , kekuatan adhistananya juga tak terperikan. Barangsiapa merenungkannya akan memperoleh adhistana yang istimewa yang akan membangkitkan Ketenangan Mahasuka.

Di dalam Istana Cahaya Padma Tanpa Batas, di tengahnya terdapat padma yang menyimbulkan tersucikannya segala nafsu keserakahan, di atas padma terdapat bantalan segi delapan matahari dan rembulan yang terbentuk dari berbagai ratna mustika. Di atas bantalan matahari dan rembulan adalah Nirmanakaya alamiah Para Buddha, yaitu Padmasambhava.

(Pujian pada Kaya (tubuh ) Rahasya Padmasambhava di Uddiyana Pureland)

Warna tubuh Padmasambhava, ekspresi Nya, mudra, jubah  dan Dharmayudham yang dipegang, semua mengikuti apa yang ditampilkan Nya. Beliau bercahaya bagaikan ribuan matahari. Tubuh Nya lebih indah dan lebih gagah daripada Gunung Agung yang Menakjubkan.  Kedua mata Nya bagaikan matahari dan rembulan, kerupawanan Nya sungguh  tak terperikan.

(Pujian pada Vak (ucapan) rahasya Padmasambhava di Uddiyana Pureland)

Suara Padmasambhava sungguh merdu dan lantang bagaikan ribuan naga yang memuntahkan awan surgawi, membabarkan sadhana mantra rahasya yang mendalam.

(Pujian pada Citta – pikiran Rahasya Padmasambhava di Uddiyana Pureland)

Batin Padmasambhava sangat luas dan mendalam, bagaikan angkasa. Dengan mahakaruna menampilkan niramankaya yang tak terhingga memenuhi Dharmadhatu, kecepatannya dalam menyelamatkan insan bagaikan sambaran kilat. Senantiasa sama rata dan memperhatikan para insan dalam mengajar.

sekitar Guru Padma, ada Dharmapala manifestasi dari Panca Dhyani Buddha. Mereka semua berdiri di atas tubuh mara penghalang di panggung teratai. Di empat sisi Padmasana Guru Padma ada empat Padmasana mengelilingi, di atasnya berdiri empat Bagian Dakini, mereka semua mengenakan hiasan kuburan (seperti mahkota lima tengkorak, kalung dari tulang, gaun kulit macan dan kalung ular), semua berdiri sambil menari penuh suka cita.

Di sisi tiap gerbang bagian luar Istana Cahaya Padma Tanpa Batas ada Para Yogi Mantra , Para Yogini, Dewa dan Dewi, memenuhi seluruh penjuru bagaikan awan, mereka memberikan persembahan dalam dan luar kepada Guru Padma.

Di atas panggung pujana di Istana juga ada banyak sekali para dewi yang membawa berbagai persembahan istimewa dari dunia, dengan awan persembahan universal memberikan pujana pada Tathagata.

source : Grand Master Book – The Key of Padmasambhava yoga

Padmasambhava’s Vows

Ikrar Nya adalah :

* Menjalankan sila

* Tekun membina diri

* Membangkitkan Bodhicitta

* Mengutamakan menolong orang lain

* Tumpukan berkah dan abhijna

* Menyelamatkan insan tanpa batas.

Harus memiliki ketekunan dan kedisiplinan bersadhana dan membina diri, maka disebut mengutamakan pembinaan diri.

Dan para insan yang diselamatkan paling banyak, maka adalah mengutamakan menyelamatkan insan.

Abhijna Nya paling besar, maka adalah tumpukan berkah dan abhijna.

Ikrar Nya tanpa batas, maka dengan demikian adalah menyelamatkan insan tanpa batas.

Siswa yang memiliki tekad agung dan keteguhan dalam kebajikan dapat menekuni Yoga Padmasambhava, merupakan Guru Agung pewaris Dharma, penjelmaan Nya dari masa ke masa, selamanya tak akan berhenti, mengajar insan supaya mencapai Kebuddhaan. Sedangkan Liansheng Huofo adalah salah satu yang menerima pengajaran Nya.

Translated by Lianhua Shian

Leave a comment »

PAHALA MENJAPA MANTERA PADMASAMBHAVA

PAHALA MANTRA PADMASAMBHAVA

(Dari kitab Rahasia ajaran padmasambhava yang disimpan oleh Yeshe Tosgyal di dalam gua) Yang baru ditemukan setelah tersimpan ratusan tahun.

Mantera inti Yang Arya Padmasambhava penyukses segala Karman

“Om Ah Hum – Biezha – Gulu- Beima – Xidi- Hum- Xie”

Bersarana pada Mulacarya, Yidam dan Dakini.

Dakini Yeshe Tsogyal bertanya :

“Aku seorang anak gadis, nama Ku Yeshe Tsogyal, kini mempersembahkan mahapujana pada Mandala Mahaguru, pujana luar, dalam dan rahasia. Kemudian demikian mengundang : Maharya Padmasambhava , Aku dan para rakyat Tibet, mohon anugerah perlindungan Mu yang tanpa batas dan pertolongan Mu, pada kehidupan kali ini dan seterusnya yang akan datang. Bagaikan Yang Arya yang telah Sadar bahwa masa lampau tiada orang kuno, masa mendatang tiada yang datang. (tiada siapapun yang datang dan pergi) ; Walaupun Aku adalah kaum wanita, namun tak diragukan lagi pasti memperoleh anugerah Tata Ritual Yang Arya yang sangat berharga bagaikan amrta.”

“Dan Ku lihat para makhluk di masa jauh yang akan datang, batinnya lemah, kebajikan akan cepat berubah menjadi kebencian, tidak mampu tinggal dalam ketenangan dan kesabaran, penuh dengan kekacauan. Dengan berkedok Dharma Yang Suci mempertahankan pandangan salah ; Memfitnah ajaran Suci nan menakjubkan dari Mantra Rahasia. Makhluk seperti itu adalah sakit dan miskin (dalam Dharma), terancam oleh ketakutan akan senjata dan peperangan, ketiganya merupakan malapetaka besar yang terus subur dan bertambah, dan penderitaan yang dahsyat akan datang bersamaan. Saat itu rakyat Tibet akan dirundung derita.”

“Mahaguru! demi mengentaskan dari berbagai derita ini, telah banyak Dharmadesana upaya kausalya. Karena segala tata penekunan dari makhluk yg akan datang tidak sempurna dan tidak lengkap. Banyak kehancuran , semakin haus kekuasaan, saling mencelakai. Segala macam pujana akan sulit dilengkapi dengan sempurna. Sungguh sulit menghindari hal demikian di masa penuh kejahatan! ”

“Mahaguru! Apakah pahala yg dihasilkan bila makhluk yang akan datang, mampu berdasarkan tata cara dari Mahaguru yang dinamakan Mantratantra dari Vajracarya? makhluk yang berakar rendah mohon dijelaskan sehingga memiliki pengertian mendalam.”

Saat itu MahaguruPadmasambhava ber Dharmadesana :

“ Wahai anak gadis yang memiliki sraddha, seperti yang telah Kau katakan, adalah demi menolong para makhluk yang dirundung kejahatan Aku terlahir untuk membabarkan berbagai macam ajaran Dharma! Aku punya 18 gudang garbha, yaitu bhumigarbha, tirthagarbha, akasagarbha dan lain lain, tempat dimana mengandung ajaran tak terhingga dan rahasia. Yang diwariskan pada para makhluk dimasa kejahatan, yang memiliki kebajikan dan sebab sebab mujur, namun Pintu Dharma ini sulit untuk mencapai sempurnanya. ”

“Bila ada makhluk yang menjaga samaya dan menjapa mantra di tempat suci, 24 lokasi, atau di vihara, desa, gunung, tepi danau, atau tempat hunian dewa, setan dan mara, tempat tinggi maupun dataran rendah. Ataupun bila biksu yang ber sila, bahkan umat awam dan gadis yang bajik, yang bermoral, memiliki ketulusan, rajin, pandangan benar dalam Bodhi, dapat melafalkan inti Mantra Tantra Vajracarya, sampai genap ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, puluhan juta atau sesuai kemampuan, pahala yang dihasilkan sangat tak terbayangkan. Semua macam malapetaka dan bencana di sepuluh penjuru semesta, seperti penyakit, kemiskinan, peperangan, penindasan bala tentara jahat, kelaparan, kekacauan masyarakat, teror, kebengisan dan lain sebagainya akan sirna. Semua daerah, ternak akan terpelihara dengan tenang, panen melimpah, cuaca baik dan segala kemujuran ini akan tiba. Bagi yang berakar tinggi, dalam hidup kali ini dan akan datang, Aku akan datang dalam mimpi Nya menyampaikan ajaran. Insan yang demikian akan berangsur menyempurnakan semua jalan dan bhumi. Dengan kesucian tubuh, wanita dan pria penekun mantra, pasti memasuki mandala terunggul!” “Bila setiap hari dapat menjapa ratusan kali tanpa berhenti, maka ia akan memperoleh makanan dan minuman melimpah, harta dan kekayaan. Bila ada makhluk menjapanya genap ribuan kali, atau puluhan ribu kali, atau lebih, ia akan memperoleh adhistana yang besar, ini pasti dan tidak di ragukan lagi! Bila menjapanya genap 100ribu kali atau 10 juta kali atau lebih, ia akan mempunyai kekuatan di Triloka, dewa dan mara akan menjadi pembantunya, keempat karman akan berhasil tanpa halangan. Kebahagiaan yang didapat dari pahala adalah tak terhingga. Bila ada yg menjapa genap 30.000.000 kali atau 70 juta, Para Buddha tiga masa akan senatiasa bersama nya. Ia dan Aku tiada bedanya. Para dewata di surga, yaksa, raksasa, Dewa Gunung, semua akan menuruti perintahnya, dan membantu menyukseskan pekerjaannya.” “Bagi umat berakar baik, kehidupan kali ini juga akan mencapai keberhasilan sinar pelangi, bagi yang berakar sedang, saat ajalnya akan merealisasikan cahaya suci jati diri. Bagi yang berakar rendah, akan melihat rupa Ku dan memperoleh pembebasan dari tumimbal lahir, terlahir di mandala vijaya.”

Dakini Yeshe Tsogyal kembali mengucapkan :

“Wahai Mahaguru! Kau menganugerahkan pada semua makhluk kebajikan dan manfaat tak terhingga, sungguh besar budi jasa Mu. Demi manfaat makhluk yang akan datang, mohon babarkanlah Aksara rahasya Mantra Padma Guru Rinpoche yang memiliki pahala dan manfaat tak terhingga.”

Kemudian Mahaguru Padmasambhava membabarkan maknanya :

“Wahai gadis yang memiliki keyakinan kokoh, apa yang disebut dengan Mantra Vajracarya, bukan hanya berarti Nama Ku (Namo Guru Padmasambhava/Namo Lien Hua sen Ta Se)) saja, namun mengandung Para Adinata Suci, 4 bagian tantra, 9 yana, 84.000 Pintu Dharma, serta Tathagatagarbha. Mantra ini sungguh sempurna, mengandung intisari hati Buddha tiga masa, Para Guru, Adinata, Dakini dan Dharmapala”

“Sebarkanlah dan jelaskanlah supaya para insan mendengarnya baik baik, menjapakannya, menuliskan mantranya, supaya para makhluk yang akan datang memperoleh ajaran pembebasan”.

Ratna mudra, Rahasia mudra, mudra Penyerahan Pesan.

Dalam Riwayat Padmasambhava tercatat :

“Saat jodoh Padmasambhava dengan tanah Tibet telah habis, Beliau menuju negeri raksasa untuk memberikan pengajaran. Di hadapan Raja Tibet dan para siswa,

Beliau terbang melayang dan mengatakan :

“Aku tidak datang juga tidak pergi, Aku akan hadir dihadapan yang memiliki keyakinan akan Ku. Tiap bulan tanggal 10, Aku akan datang langsung menengok para siswa.”

Dalam Tantrakabum Pewarisan Ucapan : “Tiap bulan tanggal sepuluh, bermanifestasi muncul di berbagai benua, Aku kan menganugerahkan siddhi yang terunggul, bila seumur hidup menekuni Sadhana Guru Rinpoche, tiap saat membina diri, pasti masuk pada Tanah Suci Uddiyana di hati Ku.” Naja Gordi Puntsog : Bila mengharap kebahagiaan bagi Tibet, pada tanggal 10,

Padmasambhava bermanifestasi, saat itu yakinlah pada Ku.

“Raja Tibet dan para rakyat, Aku akan melakukan perjalanan menuju Negeri Raksasa, setiap tanggal 10, Aku pasti datang memenuhi tekad Ku, kata-kata Padmasambhava bukan kebohongan, patahkanlah keraguanmu, barangsiapa bisa meyakini ini, tiap tanggal 10 melakukan pengundangan dan bertekun dalam pembinaan, tak akan terjerumus dalam tumimbal lahir, berlindunglah pada Ku dengan tulus.”

Kitab Sedru Tingba tercatat bahwa barang siapa dalam penanggalan imlek tanggal 10 bisa melakukan ritual Padmasambhava, maka Beliau akan melindungi bagaikan seorang Ibu melindungi anak Nya.

KEISTIMEWAAN TANGGAL 10 DALAM SETIAP BULAN Padmasambhava 8 Forms Days

Guru Orgyen Dorje Chang – Guru Uddiyana Vajradhara Padmavajra

Tanggal 10 Bulan 7

Pada tanggal 10 bulan 7, Yang Arya terlahir dari padma di danau Dhanakosa India, kelahiran Nya penuh kemujijatan, dari langit turun amrta memandikan tubuh Nya, semua yang melihatnya pasti bersujud, para Dewa Naga dan makhluk air datang bersujud. Padmasambhava mewariskan Dharma pada Dewi Danau tersebut, saat itu nama Yang Arya adalah Padmavajra, bila sadhaka menekuni Sadhana Padmasambhava pada hari ini, akan melenyapkan penyakit dan kesulitan, memperoleh panjang usia dan kuasa, abhijna, berjumpa dengan Padmasambhava dan merealisasikan tubuh Padmasambhava, akhir hayat akan terlahir di Tanah Suci Padmasambhava. Yang memohon pencapaian ke Buddha an pasti akan memperolehnya, semua permohonan tiada yang tak terpenuhi.

Guru Pema Gyalpo Padmaraja

Tanggal 10 Bulan 1

Pada tanggal 10 bulan 1, Padmsambhava dibawa oleh Raja Indrabodhi dari danau Dhanakosa menjadi Pangeran Uddiyana, saat itu Padmasambhava memiliki Tujuh Mestika Kerajaan,  saat itu nama Beliau adalah Guru Pema Gyalpo (Padmaraja), bila sadhaka pada hari ini dapat menekuni Sadhana Padmsambhava, maka akan memperoleh kedudukan , kuasa, memiliki wibawa, dihormati dan dipatuhi oleh para dewa, mara, manusia dan makhluk bukan manusia. Menyingkirkan penyakit kelima unusur, memenuhi semua harapan

Leave a comment »

BUDDHA PADMASAMBHAVA MENGAJARKAN MAHAGURU LIEN SHENG

Source : GM book 179

Padmasambhava dan Mahaguru Liansheng

Kehidupan saya penuh dengan keunikan, kenyataan ini tidak diragukan lagi, paling tidak bahkan saya sendiri juga merasa keheranan, sebab rasanya mustahil hal semacam itu bisa terjadi di dunia modern ini.

Salah satunya adalah saya dibawa oleh Padmasambhava ke sebuah kuburan kuno untuk diberi pewarisan Sadhana Tantra.

Ada empat Tempat Suci Tantrayana :

1. Kamakhya
2. Srihatta
3. Purnagiri
4. Uddiyanna

Tidak hanya mewariskan Sadhana Tantra, Padmasambhava juga mengulas sutra :
1. Suvarnaprabhasasutra mengandung ajaran kesunyataan, namun sutra ini memuji mantra tantra, Sarasvatidevi dan Sridevi semua ada disini, merupakan sutra Mahayana dan sekaligus juga Tantrayana.

2. Mahavairocanasutra, terdiri dari sutra, tata cara pujana, bagian tantra, serta Garbhadhatusutra.

3. Vajravadasutra , terdiri dari Vajradhatu, Trailokyavijaya, abhicaruka dan realisasi.
(Oleh karena itulah saya Buddha Hidup Liansheng mempunyai Mahamudra dua bagian, yaitu Garbhadhatu dan Vajradhatu)

4. Manjusrimulatantra, sutra ini menitikberatkan pada tata ritual, yukta dengan dewa, Tara juga ada di dalamnya. Berisi Mahamantra, tata ritual, kesenian, abhiseka, tempat ibadah dan lain sebagainya.

5. Guhyasamaja, isinya adalah Bodhicitta Pencerahan, teori kesunyataan, realisasi siddhi, abhicaruka, dan realisasi mantratantra.

6. Ekavirasutra.

7. Mahakarunasunyajnanasutra , Sadhana Hevajra dan Nairatmyadevi.

8. Vajraphalatantra, Taramulatantra, Maitrikarunasila, Mahakala, Kalacakra, Sastra Lima Tahapan.

9. Sadhanamala , silsilah.

Padmasambhava mewariskan berbagai macam sutratantra kepada saya di dalam kuburan kuno, saya menjadi penerus silsilah sekte kuburan kuno (Gumupai), mirip seperti dalam novel yang ditulis oleh Jinyong, ilmu silat sekte Kuburan Kuno sangat tinggi, namun yang saya tekuni bukan ilmu silat seperti 18 Tapak Penakluk Naga, melainkan sadhana tantra, cara terbebas dari kelahiran dan kematian, Mahasadhana pencapaian Kebuddhaan dalam hidup saat ini juga.

Sedangkan Tantra saya berasal dari Samadhi, dibawa oleh Padmasambhava ke Kuburan Kuno, memperoleh Mahamudra Vajradhatu dan Garbhadhatu, silsilah ini termasuk silsilah dari angkasa, sisilah sejati dari sepuluh penjuru Tathagata di tiga masa.

Silsilah alam manusia adalah :
Nyingmapa – Biksu Liaoming ; Gelugpa – Acarya Tubten Dhargye ; Kagyud – Karmapa ke 16 ; Sakyapa – Acarya Sakyazhengkong (Dezhung Rinpoche) ; Zhongchipai (Tantra Timur) Acarya Pufang.

Ada orang yang mengatakan :
“Sebenarnya Padmasambhava pergi kemana ? Kapan Beliau menampilkan tubuh sinar pelangi disaksikan dihadapan khalayak, Dharmakaya Padmaguru Yang Agung, Tiada Awal dan Tiada Akhir, dimanapun kita akan mampu beryukta dengan Nya.”

“Ha!”
Dalam Samadhi saya dibawa Padmasambhava untuk bertemu denganNya, tidak hanya bertemu, namun juga mewariskan Sadhanatantra dari Sekte Kuburan Kuno ! (Delapan Belas bagian Mahaparipurna)

Padmaguru memberitahu saya :

“Seumur hidup di fitnah.”

Maksudnya adalah Padmasambhava seumur hidup Nya menerima banyak fitnahan. Beliau juga menunjuk saya dan mengatakan : “Dalam kehidupanmu harus menerima fitnahan keji.”

Saya tertawa terbahak.

Padmasambhava memberitahu:

“Fitnah kepadamu tiada hentinya.”

“Saya tahu, saya tahu.”

Dalam hidup saya ini,

Fitnahan sebesar gunung.

Fitnahan seluas samudera.

Namun aku tak gentar !

Om Ah Hum Vajra Guru Padma Siddhi Hum Hrih ! (OM AH HUM PIE CA GURU PEIMA SITI HUM XIE)

Leave a comment »

SEJARAH MUNCULNYA ALIRAN BUDDHA TANTRA

Munculnya Aliran Tantrayana

 

Menanggapi banyaknya kritikan dan perpecahan diantara umat Buddha mengenai ajaran yang murni dan ajaran bukan dari Buddha Sakyamuni itu tidak murni itu hanya mencerminkan kesombongan orang yang tidak mempunyai pencapaian, pintar dalam berteori dan semua harus berdasarkan logika, mujijat /kesaktian itu sesat. Ajaran yang mengajarkan ajaran rahasia, kesaktian, mudra dari CFC adalah berasal dari ajaran tantrayana, jadi tidaklah tepat, seharusnya mengkritik langsung ajaran tantrayana.

Ajaran dari CFC adalah mencakup ajaran seluruh alam semesta tidak terikat dengan pikiran yang membatasi, sehingga membatasi pencapaian seseorang.

Secara umum ajaran Buddha terbagi dalam tiga aliran

 

  1. Theravada/hinayana pencapaian tertinggi  seorang Arahat.
  2. Mahayana pencapaian tertingginya menjadi seorang Bodhisatva.
  3. Tantrayana/vajrayana pencapaian tertingginya adalah menjadi seorang Buddha.

 

Sedangkan aliran Zen dapat digolongkan ajaran tingkat tertinggi dari Mahayana dan Tantrayana. Buddha Sakyamuni secara umum memberikan ajaran Buddha mencakup semuanya, hanya tidak semua umat mendapatkan semua ajarannya dan tidak semua dapat berhasil dengan latihannya, semua tergantung dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing individu.  Ajaran yang paling umum dan beredar luas adalah ajaran Theravada dan dapat diterima semua kalangan. sedikit meningkat yang diluar logika yang mulai mengenal kesaktian/mujijat mantera adalah aliran Mahayana dan untuk kalangan terbatas dan berbakat adalah ajaran rahasia Tantrayana.

 

Selanjutnya yang memperjelas/memperluas Ajaran Buddha yang paling dikenal

adalah Buddha Nagajurna yang sampai masuk ke istana naga mengambil sutra-sutra Mahayana yang pada akhirnya menimbulkan aliran Mahayana,

selanjutnya adalah Ajaran Tantrayana yang mulai diperkenalkan secara luas oleh Buddha Padmasambava yang terlahir dari sebuah teratai tidak mempunyai orang tua kandung, langsung terlahir dalam sebuah teratai dengan berwujud seorang bocah yang telah berusia delapan tahun. Dari kelahirannya yang sangat mujijat dan rahasia (disebuah pulau yang tidak berpenghuni manusia) ini saja sudah tercermin dari ajarannya.(silahkan baca buku Kisah Padmasambava).

 

Kisah kelahiran dan munculnya Buddha Padmasambava telah diramalkan juga oleh Buddha Sakyamuni dalam sutra-sutra misalnya :

 

Sutra Dewi tak bernoda :

 

Aktivitas yang berjaya dari sepuluh  penjuru

akan menyatu dalam satu bentuk tunggal

Seorang putra Buddha yang meraih pencapaian ajaib,

Seorang guru yang mewujudkan semua aktivitas Buddha

Akan muncul di sebelah barat Uddiyana.”  

 

Sutra “Rahasia-rahasia yang tak terbayangkan”

 

Suatu perwujudan Para Buddha dari ketiga masa

Bersama dengan karya-karya agung di zaman baik ini.

Akan muncul sebagai seorang Vidyadhara

Di tengah sekuntum teratai ajaib.

 

Sutra “Nirvana”

 

Dua belas tahun sesudah

Aku memasuki Nirvana

Seseorang yang melampaui yang lain

Akan muncul dari sekuntum teratai

Di danau suci Kosha

Di sebelah barat laut perbatasan negeri Uddiyana.

 

Buddha Sakayamuni juga bersabda di dalam  sutra Ramalan Magadha

 

Saya akan wafat mengikis pandangan kekekalan

Namun setelah dua belas tahun dari sekarang,

Untuk mengusir pandangan kemusnahan mutlak,

Saya akan muncul dari sekuntum teratai di danau suci Kosha

Sebagai seorang putra agung menggembirakan sang raja

Dan memutar roda dharma makna inti yang tak tertandingi.

 

Banyak orang yang tidak senang dengan pernyataan ini, mereka membuat beraneka ragam keberatan. Bukan pula dalam kemampuan saya untuk menyatakan bahwa Buddha Padmasambava secara tegas adalah perwujudan belas kasih dari semua Buddha di sepuluh penjuru terhadap manusia. Buddha Padmasambava muncul dalam wujud Nirmanakaya untuk mendamaikan mahluk-mahluk dari Zaman kegelapan.

Ini bukanlah pendapat pribadi yang saya kemukakan secara paksa dengan obsesi yang kotor. Sang Guru Agung telah diramalkan oleh Buddha Sakayamuni sendiri. Walaupun dalam hal ini dia tidak melalui tingkatan orang biasa yang harus menempuh berbagai tingkatan sadhana dan mencapai tingkatan Arahat, atau Pratyeka Buddha.

 

Buddha Sakyamuni memuji Padmasambava dengan melukiskannya memiliki lima kualitas yang membuatnya terunggul di antara perwujudan Para Buddha yang lain

Kutipan berikut ini bersumber dari Nirvana sutra “

 

Kyeho! Dengar yang hadir, dengan bathin satu titik Perwujudan diriKu ini

Akan unggul dari perwujudan lain di tiga zaman

Tidak lapuk oleh zaman dan kemerosotan

Bentuknya yang sempurna akan unggul dari perwujudan yang lain

Sejak mula menaklukkan empat mara

Kekuatannya yang sangat Berwibawa menaklukkan pemimpin dari perwujudan yang lain

Mengajarkan wahana besar Kebuddhaan dalam satu kehidupan

Pencapaiannya akan terunggul dari semua perwujudan yang lain

 Merubah negeri tengah dan negeri-negeri di sekeliling di Jambu Dwipa

Manfaat dirinya bagi mahluk hidup akan terunggul dari perwujudan yang lain

Tidak wafat di zaman baik ini

Rentang hidupnya akan unggul dari perwujudan yang lain

Ini karena ia adalah perwujudan dari Buddha Amithaba.”

 

Yang membuat Padmasambava unggul karena ia mengajarkan instruksi/mudra yang mendalam berikut mantera rahasianya yang dapat mencapai kebuddhaan dalam tubuh yang ini dengan kehidupan ini juga.

Padmasambava muncul di zaman kegelapan untuk menyelamatkan mahluk hidup seperti rembulan welas asih di atas danau keyakinan para pengikutnya.

Dari pernyataan ini juga akan menimbulkan perdebatan dan pertikaian semua penolakan dan dukungan adalah ibarat seorang anak mencoba mengukur tingginya langit.

Yang paling penting dan layak dipercaya adalah kata-kata Buddha

Jangan bergantung pada makna yang pantas, melainkan pada makna yang mutlak.

Jangan andalkan yang berkondisi, melainkan yang tidak terkondisi. Jangan mengandalkan kata-kata melainkan maknanya atau buktinya. Untuk mendapatkan buktinya kata-kata cobalah melaksanakannya”. 

 Memasuki tahun 2000 mulai memasuki zaman kegelapan dimana ajaran logika mulai ditinggalkan. Dahulu ajaran logika bersumber dari sebelah utara orang-orang eropa dan amerika (agama samawi).  Sekarang bisa dilihat banyak munculnya orang-orang yang dapat membuat mujijat dan dari film-film sudah bergerak ke arah diluar logika seperti film harry potter, Lord of the ring,Narnia film-film jepang. Orang mulai bisa menerima hal-hal yang diluar logika berdasarkan bukti/hasilnya. Orang-orang cenderung suka ke hal-hal yang gaib dan mujijat.

Ajaran Padamasambava di zaman ini juga terpecah menjadi empat aliran yang berdiri sendiri. Bahkan Dalai Lama juga mendapatkan ajaran yang kurang komplit dari tantrayana. Dalai Lama juga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk bersadhana dan tempat yang beraura mistis tinggi untuk mendukung keberhasilan sadhana seseorang karena hidup dalam pelarian dan sibuk memikirkan masalah duniawi.  Sibuk berpolitik.

Memasuki zaman kegelapan ini Ajaran Buddha Padmasambava sejati dipersatukan  kembali dan (diperkenalkan kembali)Dirintis oleh Buddha Lien Sen yang mendirikan aliran Chen Fo Chung (CFC/TBSN). Dengan lebih sempurna memperjelas ajaran-ajaran yang lebih terperinci yang dimulai dari tingkatan orang biasa sehingga mencapai kebuddhaan dalam tubuh yang ini dan kehidupan ini.

Ajaran ini telah dibuktikan dan dilaksanakan sendiri oleh Master Lu Sheng Yen sehingga mencapai keBuddhaan (Buddha Lien Shen/Padmakumara). dan memberikan jaminan kepada setiap orang akan mencapai kebuddhaan bila melaksanakan ajarannya dengan baik

Pernyataan ini juga akan banyak menimbulkan keberatan dan perdebatan. Waktu yang akan membuktikan yang sejati tidak akan lekang oleh waktu. Dan kebanyakan yang keberatan belum mempunyai mata dharma sejati jadi susah menjelaskannya.

Leave a comment »

Terhadap Pengkritik aliran Cen Fo Chung (TBSN)

Terhadap Pengkritik Aliran Cen Fo Chung

 

Zen adalah pelajaran tingkat tertinggi yang diwariskan Sakyamuni Buddha

Adalah pelajaran yang diluar kata-kata dan diberikan dari hati ke hati.

 

Coba simak kedua syair dari Patriack Zen ketiga Master Seng Chan.

Koan Master Seng Chan Patriach ZEN yang ketiga

 

“Kebenaran yang sejati adalah tanpa rintangan

Simpanlah itu dan berhenti untuk mengambil dan memilih

Hanya saja ketika anda berhenti untuk suka dan tidak suka

Maka semuanya akan dimengerti

Hanya perbedaan sehelai benang

Langit dan bumi dipisahkan

Seandainya anda ingin mengerti kebenaran yang utuh

Janganlah menghiraukan masalah benar atau salah

Pertikaian mengenai benar atau salah

Sesungguhnya adalah penyakit pikiran.”

 

Pengertian tentang kebenaran yang sejati memerlukan usaha yang tekun dan waktu yang lama dan semuanya harus berlandaskan sila. Dharma adalah Sunyata(kosong), jadi dharma itu terbebas dari rasa suka dan tidak suka serta terbebas dari dualisme yang bersifat  konsep. Untuk itu kebenaran yang sejati dapat dikatakan sunyata, dharmakaya atau disebut juga Tao.

 

“Ikutlah pribadi anda dan bersatulah dengan kebenaran sejati

Berjalan santai dan berhenti gelisah

Bila pikiran anda terikat, maka anda merusak apa yang sejati

Jangan mengambil sifat bermusuhan terhadap perasaan

Karena jika anda tidak bermusuhan dengannya

Maka hal itu akan menuju kepada kesadaran yang sempurna

Seorang yang bijaksana tidak akan tergesa-gesa

Orang yang tidak mengertila yang mengikat pikirannya

Seandainya anda bekerja dengan pikiran anda di atas pikiran anda

Bagaimana anda dapat menghindari diri dari keraguan yang besar”

 

Banyak orang yang tidak mengerti mengambil  keputusan benar dan salah

Terlalu cepat Berdasarkan pendapat orang lain lalu timbul suka dan tidak suka

Dalam agama Buddha mana ada suka dan tidak suka

Dari keputusan itu dapat diketahui pribadi anda menuju bijaksana atau terikat

Pada dasarnya penyampaian dharma tidak melalui kata-kata,

Melainkan hanya dapat diresapi dari hati ke hati.

Walaupun  proses belajar pada mulanya kita memerlukan sedikit teori

Tetapi itu bukan berarti kita harus belajar teori  seumur hidup

Yang terpenting adalah pelaksanaannya.

Karena pada dasarnya secara penghayatan

Dapat dikatakan Dharma tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya berdasarkan ucapan yang sirik

Takut kehilangan murid, kehilangan sumber penghasilan

yang sejati tidak pernah takut malahan dewa dan hantu akan datang berguru

menjamin semua kebutuhan hidup kita

Leave a comment »

MENILAI TINGKAT PENCAPAIAN SEORANG BUDDHA

Menilai tingkat pencapaian seorang Buddha

Secara umum, tidaklah mungkin bagi seorang umat awam dapat menilai dan mengukur tingkat pencapaian Para Buddha dan ARYA Agung yang memiliki kemampuan transformasi waktu dan menjelma ke berbagai bentuk jasmani dan menampilkan berbagai mujijat.

Pada satu waktu satu ajaran yang sederhana atau perbuatan seorang Buddha dipahami dengan cara yang berbeda-beda oleh beragam jenis pengikutnya berdasarkan kapasitas dan kemampuan masing-masing individu. Misalnya ketika Buddha membuat mujijat, pengikut Theravada hanya melihat kejadian itu berlangsung selama satu hari, sedangkan pengikut Mahayana melihat kejadian itu berlangsung selama setengah bulan. Umat awam hanya menerima tiga putaran roda dharma, sedangkan orang-orang yang berbakat luar biasa melihat Buddha Sakyamuni memberikan Ajaran-ajaran lain yang tak terhingga banyaknya seperti Avatamsaka, Kalacakra dan lain-lain. Sebelum orang itu mencapai tingkat Mata Dharma tidaklah mampu untuk menilai sebuah Pelajaran dharma atau tingkat pencapaian seseorang. Karena hanya akan memancing karma buruk bertambah.

Berikut ini ada sebuah cerita yang melukiskan perbedaan besar pengertian dari ruang lingkup Theravada dan Mahayana .

Pada satu masa, Manjushri menghabiskan masa retreat musim hujannya dengan ditemani oleh kumpulan selir-selir dari raja Salgyal. Dikemudian hari hal ini diketahui oleh Arya MahaKasyapa lalu mencelanya dengan membunyikan genta dan berseru

“Bodhisatva engkau adalah seorang pelanggar sila, tidak boleh tinggal di antara Bhiksu-bhiksu sangha.!”

Buddha Sakyamuni kemudian meminta Manjushri mengungkapkan kekuatan nilai-nilai luhurnya. Dengan kekuatannya terlihat bagaimana seorang Manjushri dapat hadir didekat tiap Buddha di setiap alam di sepuluh penjuru. Juga terlihat seorang Mahakasyapa memukul genta disetiap alam itu.

Sang Buddha kemudian bersabda dengan bertanya : “Mahakasyapa apakah engkau ingin mengusir semua bentuk Manjushri atau hanya yang di sini.?

 MahaKasyapa merasa malu dan menyesal, ia hendak membuang genta ditangannya tapi , ia tidak mampu melakukannya, Genta itu terus bergema.

Ia kemudian bersujud dan meminta ampun kepada sang Buddha. Sang Buddha lalu memintanya memohon maaf kepada sang Arya Manjushri.

Berdasarkan cerita ini, Bahkan seorang Arahat agung seperti Mahakasyapa saja tidak mampu menilai pencapaian seseorang. Bagaimana orang biasa, umat awam seperti kita bisa mampu ? Ini sungguh penting sekali harus dipikirkan masak-masak supaya tidak menambah karma buruk rintangan dalam hidup kita. (dikutip dari buku Padmasambava)

Leave a comment »

Sutra melepaskan ikatan dendam

Tripitaka Jiaxing jilid 19 ; no B044 ~ Kumpulan Sutra Pelafalan Sehari-hari

Translated by Lianhua Shian

Foshuo jiebaisheng yuanjie tuoluonijing

Sutra Dharani Melepas Ikatan Dendam Ratusan Kelahiran

Rushiwowen, yishi fo zai piyelicheng, yinyueshu xia, yu baqian bijiu zhongju

Demikianlah yang aku dengar, pada suatu ketika, Buddha berada di Vaisali di bawah pohon musik, bersama dengan 8000 biksu.

Shi you yipusa mingyue Puguangpusamohesa zhongsuozhishi

Saat itu, ada seorang Bodhisattva Bijaksanawan bernama Samanthaprabha Bodhisattva Mahasattva

Shuo wangxiyinyuen, molaishizhong, mofa zhongsheng

Mengungkapkan nidana masa lampau, dimasa yang akan datang , para insan di masa penghujung Dharma

Duochouzuiku, jieyuanchouyi, shishi jiexu xiangyu

Para insan banyak melakukan karma buruk, setelah ikatan dendam terbentuk, dalam berbagai kehidupan selalu bertemu.

Ruoyou shannanzi shannvren, wenshi tuoluoni, qiri qiye, jiejingzaijie

Riri qingchao, nianci puguangpusa mohesaming, ji nian cituoluoni yibaibabian, qiri manzu.

Jinde xiaomie, yuanjiabuxianghui, foshuoshiyushi. Sizhongrenming, tianlongbabu, xianxi huanxi, xinshoufengxing.

Bila putera dan puteri yang berbudi dapat mendengarkan Dharani ini, tujuh hari tujuh malam menjalankan sila dan kesucian.

Setiap pagi hari nya selalu melafal nama Phuguang Pusa Mohesa dan Dharani ini 108 kali sampai genap tujuh hari.

Dendam akan sirna , tidak akan bertemu dengan musuh.

Setelah Buddha membabarkan ini, keempat kelompok siswa, kedelapan bagian Dewa Naga, semua bersuka cita menerima, meyakini dan menjalankannya.

Om Chilin

Jinzha Jinzha seng jinzha, wujin weiru jie jinzha, zong bu yu ru jie jinzha.

Om qiangzhongqiang, ji zhong ji, Boluo hui li you shuli.

qie yuanjia li woshen, moheboruoboluomi

Foshuo baisheng yuanjie tuoluoni (Zong)

Demikianlah Sutra Dharani Pelepasan Ikatan Dendam Ratusan kehidupan

Leave a comment »