Melatih Hati

Rupa itu  timbul dari hati , bagi seorang paranormal tingkat tinggi,  melihat hati orang berarti melihat pikirannya. Pikiran orang itu akan timbul di atas kepalanya atau bisa juga di dahi antara ke- 2 alisnya atau di ke- 2 pelipisnya, menunjukkan rupa apa yang sedang dipikirkannya. Di level yang lebih tinggi bukan hanya wujud yang dapat terlihat tapi juga suara dapat terdengar.

Melatih diri berarti menundukkan hati. Hati adalah Buddha. Buddha adalah hati. Di luar hati tidak ada Buddha. Diluar Buddha tidak ada hati, tetapi banyak  insan terbalik, tidak mengerti diri sendiri adalah Buddha. Merenungkan Buddha adalah untuk mendapat hati. Membaca mantra meningkatkan kebijaksanaan. Memegang /menjalankan sila supaya dapat naik ke surga. Beramal untuk menambah rezeki. Kalau diri sendiri tidak mencerahkan hati, tidak menemukan jati diri mustahil menjadi Buddha. Renungkanlah.

Ada 3  pelajaran dasar dalam budhisme yang harus dilatih adalah sila, Samadhi dan prajna.

Sila  adalah  vinaya,  pancasila,  dasa  sila dan berbagai sila lainnya.

Samadhi adalah meditasi ,  melenyapkan segala kerisauan pikiran, mengkonsentrasikan pikiran, meninggalkan nafsu birahi secara jiwa dan raga, hingga mencapai tingkat melupakan segalanya.

Prajna adalah yang didapat dari sila dan Samadhi, menebas semua kemelekatan, menyadari doktrin kebenaran, mendapatkan pembebasan sejati,  sehingga mencapai alam parinirvana yang tiada kilesa.Banyak orang berlatih Samadhi , timbul rasa takut kerasukan mara. Bagaimana menghindari kerasukan mara ?  seorang biksu bertanya  kepada sang Buddha.

“Berlatih dharma Buddha yang sejati sehingga hati dan pikiran terbuka dan mulia, sehingga mampu menyalurkan berkah dari tiga akar. Barulah bisa terhindar dari kerasukan”.

Kita tahu segala sesuatu yang kita terima dalam kehidupan sekarang berdasarkan karma sendiri. Yang mungkin belum tahu karma dibagi menjadi 3 jenis.

  1. Karma baik, karma yang didapat sesuai norma melakukan perbuatan baik.
  2. karma buruk adalah melakukan perbuatan buruk yang menentang norma.
  3. karma yang tidak tercatat. Adalah perbuatan karma yang ditengah-tengah tidak baik dan tidak buruk. Tidak tercatat sebagai orang yang menerima karma baik atau karma buruk.

Orang yang berkarma baik terlahir di 3  alam baik, sedangkan orang yang berkarma buruk terlahir di 3 alam karma buruk.. Orang yang yang masuk kategori orang berkarma tidak tercatat adalah orang yang berlatih Samadhi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: