Kebingungan memilih agama

Kebingungan Mencari Agama
terutama pada keturunan cina yang tidak mendapat didikan agama yang jelas dari orang tua.

Orang kaya sulit percaya tentang pentingnya latihan rohani, karena bagi mereka uang sangat berkuasa. Orang yang berstatus ningrat biasanya juga tidak mudah percaya karena mereka menganggap diri mereka jauh lebih tinggi di bandingkan dengan yang lain. Orang yang sangat sehat juga sulit percaya karena mereka merasa kepalan tinju mereka cukup kuat bahkan untuk mengalahkan para dewa,
Adakalanya makin pintar seserorang, semakin sulit baginya untuk mempunyai keyakinan rohani, ia mungkin merasa ia sudah begitu pintar sehingga enggan menaruh kepercayaan kepada orang lain. Orang-orang yang panjang umur juga adakalanya sulit menerima keyakinan rohani mereka karena merasa hidup mereka selama ini berjalan lancar tanpa perlu keyakinan rohani.
Sakyamuni Buddha berkata bahwa para dewa di alam-alam surga tidak menaruh keyakinan pada keberadaan para Buddha. Karena para dewa menikmati pahala surgawi yang sangat besar sehingga mereka merasa tidak perlu percaya kepada para Buddha.
Sakyamuni Buddha juga mengingatkan siswanya jangan hanya mengejar keberuntungan dan jangan puas mau terlahir di alam- alam dewa (surga) saja. Karena bisa mengakibatkan kelahiran berikutnya di neraka. Setelah seseorang menjadi dewa dan menikmati keberuntungannya setiap hari, ia bisa saja masuk keneraka setelah pahalanya habis. Jadi orang yang beruntung(hoki) juga tidak mudah mempunyai keyakinan rohani.
Semua ini adalah rintangan-rintangan dalam pembabaran dharma Buddha kepada para insan. Jadi anda harus menyadari bahwa status tinggi, uang , kekuasaan bisa menjadi perintang dalam menjalankan kehidupan rohani, jadi anda jangan melekat pada ide-ide yang bersifat mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya tidak adapemuasan keinginan diri yang dapat disejajarkan dengan kebenaran dharma Buddha.

Agama adalah kelompok yang diciptakan manusia. Sedangkan kebenaran alam semesta sudah ada dari dahulu kala. Sebelum kelahiran nabi Yesus tidak ada agama Kristen dan sebelum kelahiran Sakyamuni Buddha tidak ada agama Buddha, Apakah sebelum kelahiran para pendiri agama Kristen dan Buddha berarti tidak ada kebenaran di alam semesta ini ?

Kebenaran selalu hidup di alam semesta ini dan merupakan sifat alam semesta yang sempurna. Setelah sebagian kebenaran alam semesta ini ditemukan para pendiri agama maka kelompok-kelompok agama bermunculan. Bahkan bila semua agama di dunia hilang dari muka bumi, kebenaran alam semesta masih tetap hidup. Tujuan kita dalam melatih rohani sekarang adalah untuk menyadari Penerangan Sempurna. Untuk mengalami kebenaran alam semesta. Jadi kejadian begitu banyak agama saling menyerang saling kritik berkelahi satu sama lain itu sudah merupakan pelanggaran terhadap kebenaran alam semesta. Bahkan dalam satu kelompok agama yang sama juga saling menyerang menganggap aliran mereka sendiri yang lurus yang lain menyimpang.
Buddha mengatakan asalkan seseorang mencari kebenaran dengan tulus, ia akhirnya akan menjadi orang suci sewaktu hatinya menyatu dengan hati langit, menjadi Buddha sewaktu hatinya menyatu dengan Buddha, menjadi seorang Bodhisatva sewaktu hatinya sangat welas asih dan menyatu dengan Bodhisatva.

Agama adalah batasan-batasan yang dibuat manusia, Para “Dewa” di alam-alam surga
Mempunyai kebiasaan buruk –mereka mau semua orang hanya percaya kepada mereka saja dan tidak kepada yang lain. Orang yang percaya akan masuk surga yang tidak percaya pasti masuk neraka. Ini sama dengan Ultimatum Huang Chao seorang figure legendaris dari China Yang memproklamirkan “Barang siapa yang mentaatinya akan hidup, barang siapa yang tidak taat akan mati” dinyatakan dengan satu tangan memegang sebilah pedang tajam dua sisi dan satu tangan lainnya memegang buku.

Masalah para dewa-dewa seperti ini suka mengecilkan pihak lain. Karena menganggap tingkat diri mereka sangat tinggi dalam dunia roh, maka mereka merasa tidak perlu percaya kepada para Buddha, malahan sebaliknya semua insan harus percaya kepada meraka. Ada juga yang positip dalam ajaran-ajaran mereka. Doktrin-doktrin yang menganjurkan semua orang di dunia untuk berbuat baik dan dengan percaya kepada mereka dapat naik ke surga.

Sang Buddha mengajarkan kita untuk menyadari kebenaran alam semesta. Ajaran-Nya mencakup banyk hal, Ia menunjukkan kita jalan kemanusiaan dengan mengajarkan moralisme, menunjukkan jalan kedewaan dengan memiliki hati langit. Menunjukkan jalan Arahat dengan meninggalkan keduniawian sampai memperoleh keberhasilan..
Menunjukkan jalan Bodhisatva dengan menaruh welas asih dan menolong para insan.,
Menunjukkan jalan ke Buddhaan dengan mencapai penerangan sempurna. Dalam ajaran Buddha hanya ada perbedaan dalam tingkat latihan yang mirip dengan tingkat pendidikan dari tk sampai universitas. Tidak ada yang dikucilkan dalam system ini.

Di zaman sekarang semua orang yang bisa berpandangan objektip dapat melihat semua agama mempunyai tujuan yang sama. Meskipun berbeda secara ritual dan teori, semua agama dapat hidup bersama,

Jadi kepada siapa kita harus beriman ?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: