SUTRA 42 BAGIAN

SUTRA 42 BAGIAN

BAGIAN 13

Seorang Sramana bertanya kepada Hyang Buddha:”Dengan sebab musabab apakah seseorang
dapat mengetahui kehidupannya yang lalu serta menemukan jalan kebenaran.”
Hyang Buddha bersabda :”Dengan mensucikan pikiran serta bertekad untuk maju,
seseorang dapat menemukan kesadaran. Bagaikan membersihkan sebuah cermin,
setelah debunya bersih maka jernihlah cerminnya. Dengan melenyapkan nafsu
dan tidak ada yang dinginkan lagi, maka dapat mengetahui kehidupan masa lalu.

BAGIAN 14

Seorang sramana bertanya kepada hyang Buddha : “Apakah yang dinamakan
kebaikan dan apakah yang dinamakan kebesaran ?”
Hyang Buddha menjawab: “Dengan mengikuti jalan kebenaran dan berpegang
teguh pada hal-hal yang benar itulah kebaikan. Bila cita-cita sesuai
dengan jalan dharma itulah kebesaran.

BAGIAN 15

Seorang Sramana bertanya kepada Hyang Buddha :”Apakah yang dinamakan
kekuatan paling besar dan apakah yang dinamakan paling terang.?
Hyang Buddha menjawab: “Dapat menahan hinaan itulah kekuatan yang besar.
Dia yang tidak memiliki dendam, lagipula tetap tenang, serta sabar dan
dapat menahan hinaan akan dihormati orang. Bila kekotoran bathin ini telah
lenyap seluruhnya dan bathin telah suci tiada bernoda itulah yang disebut
paling terang. Dari bumi ini sebelum ada sampai hari ini, segala sesuatu
yang ada di sepuluh penjuru, tidak ada yang tidak dilihatnya, tidak ada
yang tidak diketahuinya, tidak ada yang tidak didengarnya, sehingga dia
mengetahui segala-galanya, dapatlah disebut terang.

BAGIAN 16

Hyang Buddha bersabda :”Orang yang dibelenggu napsu keinginan rendah
adalah orang yang tidak mampu melihat jalan kebenaran, Bagaikan kolam air
jernih yang diaduk-aduk dengan tangan dan banyak orang disana, tetapi tak
seorangpun dapat melihat bayangan wajahnya dengan jelas. Oleh karena itu
orang yang dipengaruhi oleh hawa nafsu keinginan rendah pikirannya menjadi
keruh, maka tidak akan menemukan jalan kebenaran.

BAGIAN 17

Hyang Buddha bersabda :”Bagi mereka yang menemukan jalan kebenaran, bagaikan
seorang yang memegang obor dan memasuki ruangan yang gelap, maka kegelapan
akan lenyap, yang ada hanya cahaya terang. Siswa yang telah dapat melihat
jalan kebenaran, maka avidya segera lenyap, Vidya senantiasa berada.

BAGIAN 18

Hyang Buddha bersabda:”Dharma yang kuajarkan adalah merenungkan perenungan yang
bukan hanya perenungan saja, melakukan perbuatan yang bukan perbuatan saja,
melaksanakan latihan yang bukan latihan saja. Orang yang mengerti sudah dekatlah
dia, sedangkan yang belum mengerti masih jauhlah dia. Jalan kebenaran bukan
hanya diungkapkan dengan kata-kata saja dan tidak dapat pula dipandang sebagai benda.
maka dari itu selisih sedikit saja akan bias berjarak jauh.

BAGIAN 19

Hyang Buddha bersabda :” Melihat langit dan bumi lalu merenungkan ketidak-kekalan.
Melihat kesadaran sebagai Bodhi. Pengetahuan tersebut akan membuat seseorang dengan
cepat memperoleh kesadaran.”

(dikutip dari majalah harmoni no.11/02/iv/har/08)

Seorang yang mau menjadi suci harus melewati tahapan dihina, dicaci maki dan difitnah untuk membersihkan karma buruknya, persoalannya adalah bagaimana ia dapat melewati cobaan tersebut. Jadi tidak heran masih banyak hinaan dan fitnah yang beredar di dunia maya untuk memfitnah Guru Rinpoche Lien Sheng. Bagi yang berpikiran luas dapat membedakan mana tulisan bersifat fitnah belaka mana yang berisi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: