Namo A M I T O F O

” Namo Amitofo “

Tsongkapa menyebutkan ” Menjapa Buddha adalah menyebutkan nama Buddha.”

“Melafalkan mantra adalah menyebutkan bahasa hati Buddha.” Dengan adanya yoga manjapa nama Buddha, maka rintangan segera tersingkirkan dan kebijaksanaanpun bertambah, berubah dari orang awam menjadi orang suci, memiliki kekuatan dewa yang dahsyat, tak terbayangkan. Menjapa nama Buddha dan melafalkan mantra kedua-duanya dianjurkan. tidak ada perbedaan tinggi dan rendah. Maha guru Lian Chi menganjurkan : Yang khusus menjapa nama Amithaba Buddha mengungguli semua pahala, manjapa nama Buddha dengan penuh konsentrasi, menjapa satu kali nama Buddha maka dosa berat samsara selama 80 koti kalpapun tersingkirkan. Dengan sepuluh penjapaan maka akan memperoleh kelahiran yang tidak akan mundur. kedahsyatan dan kemanjurannya tak terukur, itulah Maha Deva Mantra.

Doa Parinamana Pengangkatan sumpah pelafalan “Namo Amitofo” di rumah atau Vihara.

” Saya siswa yang bernama ………………………….., setulus hati berpasrah pada Amithaba Buddha di Sukhavatiloka, Semoga Buddha menyinariku dengan cahaya suci, membimbingku dengan sumpah Maitri, kini Aku dengan pikiran yang benar melafalkan nama Tathagata, lewat sepuluh pelafalan seketika, demi jalan Bodhi, Aku berharap terlahir di Tanah Suci.

Pada masa silam Sang Buddha memiliki sumpah dasar yang berbunyi “barang siapa yang Ingin terlahir di negeriKu maka Dia harus setulus hati, yakin dan bersuka cita, bahkan sampai sepuluh pelafalan, jika ada yang tidak terlahir maka Sang Buddha bersumpah

Untuk tidak mencapai pencerahan. Hanya dengan menyingkirkan lima perbuatan durhaka Dan pengecaman terhadap Dharma yang benar, kini aku merenungkan bahwa mulai dari kehidupan ini, takkan mengecam mahayana, semoga dengan sepuluh pelafalan ini dapat memasuki samudera maha ikrar Tathagata, di bawah daya maitri Sang Buddha,semua dosa tersingkirkan, karma suci bertambah, jika ajal menjelang dengan sendirinya akan tahu kapan waktunya tiba, diri ini tidak mengalami penderitaan sakit, pikiran tidak serakah juga tidak bercabang, ibarat memasuki Samadhi, Buddha dan para Arya dengan menggenggam padma emas, datang menjemputku dengan pelafalan seketika demikian terlahir di Sukhavatiloka, bunga mekar dan tampaklah Sang Buddha, seketika mendengar Buddhayana sesaat terbukalah prajna Buddha, menyelamatkan mahluk banyak dan memenuhi ikrar Bodhi. Om mani pad me hum.

Bila sedang bepergian. Doa pelimpahan jasa setelah pembacaan ” Namo Amitofo”

” Siswa anda yang bernama ………………………………. ini sekarang adalah seorang manusia biasa yang masih terikat oleh kelahiran dan kematian, yang berkarma berat, yang masih harus bertumimbal lahir di enam alam kehidupan. Sekarang saya telah sadar, menyadari betapa besar pahala menyebut “Namo Amitofo,” saya menyebut Namo Amitofo

dengan sepenuh hati dan berharap dapat terlahir di alam Surga Sukhavati-Mu. Kasihanilah

saya dan terimalah saya sebagai siswamu. Saya belum pernah melihat kateristik cemer- lang dari Buddha, dapatkah Buddha menampakkan diri di hadapanku. Saya juga berharap

dapat melihat “Kwan Se Im Pousat” dan “Ta Se Ce Pousat” dan para Bodhisatva lainnya. Di Surga-MU segalanya adalah murni, agung, indah dan cemerlang. Betapa saya ingin melihat Buddha Amitofo dan SurgaNya. Om mani pad me hum.

Bila rajin membaca “Namo Amitofo”setiap saat seumur hidup dan menjalankan pancasila, ketika menjelang ajal maka Buddha Amitofo (Amithaba), Kwan Se Im Pou sat dan Ta Se Ce Pou sat pasti datang menjemput untuk terlahir di Tanah Suci Buddhaloka. Ada yang bertanya jika Mara (iblis) menjelma menjadi Buddha yang datang menjemput, Bagaimana ?Panjatkanlah mantera rahasia Amithaba Buddha “Om Guru Lien Seng Siddhi Hum” tiga kali. Jika itu Buddha sejati cahayanya semakin cemerlang. Jika itu Mara yang menjelma menjadi Buddha akan lenyap.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: