Arsip untuk penjapaan mantra dan sutra

Mantera Persembahan Luas

Bagi yang pernah baca pasti masih ingat dalam buku Mahaguru pernah disebutkan mengenai sebuah mantra yang dijapa 3 kali saat tidak sempat menyajikan persembahan di altar pribadi (saat sedang bepergian jauh dll)…
bila menjapa 3 x berarti sama saja dengan melakukan Mahapujana yang tak terhingga.
Ternyata, pahala mantra tersebut tidak hanya sampai disitu saja.

Mantra tersebut adalah salah satu dari Mantra Amoghapasa Avalokitesvara
(salah satu dari 6 Avalokitesvara)

catatan:
untuk menekuninya bisa mohon abhiseka jarak jauh dari Mahaguru, dengan kirim fax atau surat.

Berikut dibawah adalah Amoghapasa :

Mantra Pujana Amoghamani yang Sangat Unggul《不空寶珠供雲咒》Mantra ini ada dalam Tripitaka bag 20. Sutra Amoghapasaiddhimantra bagian 29
《新修大藏經20-不空罥索神變真言經第29卷》(大唐天竺三藏菩提流志譯)

Bila siswa Buddha tidak mampu mendirikan altar mandala dalam rumah, asalkan memiliki ketulusan telah berusaha sebisa mungkin namun tetap gagal. Dapat menjapa mantra ini, pahalanya akan sama dengan persembahan paling terunggul. Selain dari keterangan Mahaguru, kedahsyatan pahala mantra ini juga dipertegas lagi dalam sutra, seperti kutipan sutra di bawah ini :

(terjemahan sutra berupa ringkasan)Suatu ketika, Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva, melihat kewibawaan kesaktian besar dari iddhi Samayamudra Mahamandala, seketika memenuhi sepuluh penjuru. Setelah menerima Vidyaraja Padma Suci, Avalokitesvara menjapakan Mantra Pujana Mani Amogha :

Sansekerta:Om Amogha Puja Mani Padma Vajre Tathagata Vilokite Samanta Prasara Hum
Lafal dari Mahaguru :
(pinyin) OM。AMAGA。BUJIA。MANI。BEIDEMA。WAJILA。DATAGADA。WEILUO GEDE。SANMANDA。BOLASAYA。HUM

pada saat itu, tiba tiba di angkasa muncul berbagai benda benda dewata untuk dipersembahkan, memenuhi sepuluh alam Buddha dan muncul lautan awan berbagai macam mandala bunga, berbagai macam gedung dan istana, mahkota bunga, hiasan kepala, giwang, berbagai peralatan untuk memperagung, hujan berbagai macam bunga ratna manika.

bermanfaat :

—Membebaskan dari hujan hebat, dan ketakutan dalam peperangan.
—Mampu menganugerahkan idhhi berjalan di angkasa, mata dewa dan lain-lain.
—Menjapa mantra ini dapat memberikan sukacita pada Avalokitesvara untuk muncul menjamah kepala kita.
—Mantra ini adalah gabungan dari Sifat Sejati Avalokitesvara Yang Suci.
—Melihat mantra ini bagaikan melihat Ekadasamukha Avalokitesvaram, Isvaradewa, Hayagriva, Penguasa Triloka, Mandalapadma yang luas.
—Penjapanya akan menjadi anak kesayangan dari Buddha Tiga Masa, memperoleh vyakarana, bertemu Para Bodhisattva dan Yidam memperoleh penghiburan.
—Semua macam siddhi yang dimohon dapat seseuai kehendak diperoleh. Maka dari itulah disebut Amoghapasa Avalokitesvara (Pasa=Jerat).
—Memberikan sukacita bagi semua makhluk, menambah usia, kesejahteraan, berkah, kekayaan, sandang pangan.
—Menyempurnakan sadparamita.
—Saat meninggal dunia bertemu 92.000 koti Buddha. Memperoleh penghiburan dengan kata kata “Putra Yang Berbudi, datanglah dengan sukacita ke Sukhavatiloka.” bahkan terlahir dari padma, dihadapan para Bijaksanawan akan memperoleh vyakarana Anuttarasamyaksambodhi yang tak mundur lagi.

(diterjemahkan oleh : Junaidi)


Leave a comment »

Penyeberangan Arwah untuk Hewan

Ritual Penyeberangan Arwah dari Manjusri

da orang bertanya kepada saya,

“Sebagai pemilik restoran, saya harus membunuh binatang hampir setiap hari. Apakah saya boleh bercatur-sarana dan menjalankan sadhana?”

Saya menjawab, “Tentu. Semua orang boleh bercatur-sarana dan bersadhana sehingga pada akhirnya akan mencapai pencerahan sebagai seorang Budha.

” Saya akan bercerita tentang salah seorang senior saya yang juga seorang Rinpoche. Meskipun ia seorang bhiksu, ia setiap hari pergi memancing. Baginya, memancing adalah cara melatih diri. Ia telah memancing selama lebih dari 40 tahun.

Pada suatu hari, ada seorang anak datang memprotesnya. “Kau ini aneh. Kau ini tidak seperti rohaniwan sama sekali. Peraturan Budhis sangat jelas jelas melarang pembunuhan, tapi kau malah membunuh banyak ikan. Kau telah membuat banyak karma buruk.

” Sang Rinpoche menjawab, “Kau adalah salah satu ikan yang saya bunuh.”

“Apakah maksudmu adalah bahwa dengan membunuh ikan, ikan itu  kau telah mempercepat tumimbal lahir mereka?” “Kita bisa membunuh dan menyeberangkan arwah pada saat yang bersamaan.”

“Bagaimana caranya melakukan ritual penyeberangan arwah (chau tu)?” Tanya seorang siswa kepada saya.

1. Bentuk mudra laut penyeberangan arwah. (Kedua telapak tangan menghadap ke atas; Terkecuali jari jempol, ke 4 jari lainnya saling bersilang; kemudian, jari jempol disentuhkan ke jari tengah dari tangan yang berbeda)

2. Visualisasikan kehadiran Mula Guru, para Budha dan Bodhisattva di angkasa.

3. Visualisasikan bija aksara “hum”    dari cakra hati memancarkan banyak sinar putih kepada objek yang akan diseberangkan arwahnya.

4. Visualisasikan objek itu menjadi wujud semulanya.

5. Baca mantra penyeberangan arwah dari Manjusri sebanyak 7 kali: “Om, Ah Pei La Hum, Kan Chala Soha.”

Dengan kekuatan abhiseka itu, objek itu termurnikan dan terangkat secara perlahan ke angkasa.

 

nb. aksara hum

Great_Hum

Leave a comment »

Pahala Menjapa Sutra Ksitigarbha

“Di samping itu Samantavistara, di masa yang akan datang, ada umat ksatria, brahmana, sesepuh, upasaka dan lainnya dari berbagai keluarga mendapat seorang bayi yang baru lahir, mereka harus mengucapkan sutra tak terbayangkan ini dan mengucapkan nama bodhisatva ini sebanyak sepuluh ribu kali penuh di dalam tujuh hari sebelum kelahiran anak tersebut. Jika anak yang baru dilahirkan itu di takdirkan medapat malapetaka dalam hidupnya dia akan dibebaskan dari bencana dan hidup dengan tentram, mudah dibesarkan dan berumur panjang. Jika ditakdirkan berbahagia, maka kebahagiaannya akan bertambah demikian juga usianya.”

Sutra tak terbayangkan = Sutra ksitigarbha (13 bab)

Dan melantunkan “Namo Ticangwang Phusat 10.000x dalam waktu 7 hari

“Di samping itu Samantavistara, Pada hari ke-1, 8,14,15,18,23,24,28,29,dan 30 dari suatu bulan (imlek). Perbuatan dari para mahluk hidup akan dikumpulkan dan dinilai.

Karena hampir tiap kejap pikiran dari para mahluk hidup di jambudwipa adalah karma dan dosa, berapa banyak kemungkinan mereka mendapat karma buruk bila mereka benar-benar melibatkan diri dalam pembunuhan, pencurian dan perjinahan atau kata-kata palsu.

Jika mereka sanggup mengucapkan sutra ini didepan gambar atau rhupang Buddha , Bodhisatva ataupun Orang Suci sekali di dalam sepuluh hari ini (tgl diatas dlm imlek)

Maka tidak akan ada bencana dalam seratus yojana. Mereka yang hidup dalam keluarganya baik tua maupun muda, sekarang maupun masa yang akan datang akan terpisah dari alam sengsara selama beribu-ribu tahun. Jika mereka biasa menjapanya dalam sepuluh hari suci itu tidak akan ada musibah maupun penyakit parah yang menimpa keluarga itu serta makanan dan pakaian akan berlimpah.

Download mp3 Sutra Ksitigarbha Bodhisatva purva Pranidhana Sutra (13 bab)

http://www.padmakumara.org/forum/viewtopic.php?t=2060

Leave a comment »

Sadhana Peredam Gempa

Dharmadesana Mahaguru Liansheng 5 Sep 2009

Pada saat Upacara Ritual Penyeberangan Arwah Dengan Adinata Amitabha Buddha.

( terjemahan bebas) kayaknya secun telah memprediksi bakal terjadinya gempa (di Indonesia) dan mengajarkan sadhana peredam gempa., sadhana Mahamayuri Vidyaragni

Sembah sujud kepada Biksu Liaoming, Acarya Sakyazhengkong, Karmapa Enam Belas dan Acarya Tubten Dhargye ! Sembah sujud pada Triratna Mandala ! Sembah sujud pada Baghavati Mahamayuri Vidyarajni ! Gurudhara, para Acarya, Dharmacarya, biksu lhama, Pandita Dharmadhuta, Pandita Lokapalasraya, para undangan , para umat dan para umat sekalian yang menyaksikan lewat internet, salam sejahtera semuanya !

Hari ini akan dibabarkan Mahamayuri Vidyarjni Yoga, tadi sewaktu grup penyambutan datang menjemput saya dan Acarya Lianning, sebelum mempersembahkan dupa, saya sudah melihat altar mandala memancarkan cahaya. (Tepuk tangan hadirin). Adinata upacara dan Mahamayuri Vidyarajni telah hadir diatas mandala. Sekarang sudah hampir jam lima, berdasarkan apa yang disampaikan oleh Acarya Lianning barusan, dia memohon Mahaguru untuk membabarkan beberapa sadhana, jika demikian maka Anda sekalian harus duduk mendengarkan mulai sekarang sampai besok pagi. Maka yang penting hari ini Anda sekalian mendengarkan apa yang hendak saya bicarakan, tidak bisa memenuhi permintaan Acarya Lianning, karena permintaannya terlampau banyak, saya pasti tidak akan habis membahasnya. Maka Anda sekalian mendengar sebanyak yang saya bahas saja. Terlebih dahulu marilah kita memohon kepada Mahamayuri Vidyarajni supaya pewarisan sadhana ini dapat berjalan dengan lancar dan sempurna, juga memohon adhistana dari Guru yang mewariskan Sadhana Mahamayuri Vidyarajni kepada saya, yaitu Biksu Liaoming dan Acarya Pufang. Kita para Acarya Zhenfozong memohon ahistana supaya pewarisan sadhana ini sempurna. Berdasarkan sadhana yoga dan tata urutan sadhana pelafalan, kita telah mengadakan perubahan, tidak begitu sama dengan tata cara lainnya, yaitu berdasarkan tata cara Zhenfozong. Terlebih dahulu kita melaksanakan mahanamaskara, juga catursarana, catursarana yaitu, bersarana pada Mulacarya, bersarana pada Buddha, Dharma dan Sangha, biasanya kita melafal catursarana , “Namo Gurupei, Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya” namun yang ini ada perbedaan dengan catursarana yang lalu. Sarana yang pertama masih “Namo Gulubei” — Acarya Pewaris Dharma. Sarana kedua adalah pada Buddha, Anda harus melafal “Bersarana pada Mahamayuri Vidyarajni Buddha.” ; Ketiga, bersarana pada Dharma, bersarana pada Mahamayuri Vidyarajni Sutra. Keempat adalah bersarana kepada Sangha, yaitu bersarana kepada para kerabat di pasamuan Mahamyuri Vidyarajni. Ini tidak sama. Satu adalah semua, semua adalah satu. Kenapa Mahamayuri Vidyarajni demikian agung, mampu membelokkan karma tetap ? barusan Acarya Lianning juga melihat di dalam sutra, juga mampu melenyapkan karma tetap. Pada dasarnya karma tetap adalah tidak bisa dilenyapkan, bahkan Buddha juga tidak mampu mengubah karma tetap. kenapa Mahamayuri Vidyarajni dapat mengubah karma tetap ? hari ini bila tidak tahu, saya akan kalah dalam ujian Acarya Lianning. Untung saya memahami  asal muasal dari Mahamayuri Vidyarajni. Mahamayuri Vidyarajni adalah Nisandyakaya dari Mahavairocana Tathagata, nirmanakaya Amitabha Buddha, Sambhogakaya dari Sakyamuni Buddha, maka ini telah beryukta dengan kemampuan Mahamayuri Vidyarajni untuk mengubah karma tetap.

Saya beritahu Anda sekalian bahwa Mahamayuri Vidyarajni adalah Nisandyakaya dari Mahavairocana. Apa itu Nisandyakaya ? yaitu tubuh yang sama. Misalnya saya sekarang adalah Lu Shengyan, saya tidak punya nisandyakaya. Nisandyakaya adalah Lu Shengyan yang lainnya, yaitu Lu Shengyan yang memiliki kekuatan sama dengan Lu Shengyan, ini disebut Nisandyakaya. Kekuatannya sangat besar, Mahavairocana Tathagata, dapat dikatakan adalah Buddha bhumi ke tiga belas, merupakan Buddha yang sangat tinggi. Bagian tengah dari Pancadhyani Buddha adalah Mahavairocana, merupakan Buddha Tertinggi. Yang sama dengan Beliau adalah Mahamayuri Vidyarajni, yaitu Nisandyakaya. Selain itu ada Nirmanakaya, Sukhavatiloka dimanifestasikan oleh Amitabha Buddha. Zuka , mayuri, jivajivaka dan kalavinka, beberapa jenis burung ini adalah manifestasi dari Amitabha Buddha. Mahamayuri Vidyarajni juga merupakan nirmanakaya Amitabha Buddha, karena di Sukhavatiloka ada mayuri (merak) ! Merak adalah manifestasi Amitabha Buddha. Maka Mahamayuri Vidyarajni adalah manifestasi Amitabha Buddha, Beliau mempunyai kekuatan Amitabha Buddha. Sedangkan Amitabha Buddha sendiri, yang memiliki karmawarana juga dapat terlahir di Sukhavatiloka, maka Beliau mampu mengubah karma tetap. Anda telah mempunyai karma tetap, namun jika Anda dengan sepenuh hati bersarana kepada Mahmayuri Vidyarajni, berarti sama saja dengan bersarana kepada Mahavairocana Buddha dan Amitabha Buddha, pada dasarnya yang sepenuh hati bersarana kepada Amitabha Buddha dapat terlahir di Tanah Suci dengan membawa karmawarana. Anda dapat terlahir di Sukhavatiloka dengan membawa karmawarana, bukankah ini adalah mengubah karma tetap ? inilah Dharmabhala dari Mahamayuri Vidyarajni.

Selain itu, Mahamayuri masih mempunyai satu Sambhogakaya. Dulu Sakyamuni Buddha ada satu kehidupan menjadi Raja Merak, sambhogakaya Sakyamuni Buddha adalah Raja Merak, maka Raja Merak adalah sama dengan tubuh Sakyamuni Buddha. Sakyamuni Buddha adalah Guru Dunia Saha ini yang mencapai Kebuddhaan di dunia saha ini, Dharmabala Nya juga tiada tara. Ada ketiga Buddha ini, Nisandyakaya Mahavairocana Tathagata, Nirmanakaya Amitabha Buddha, Sambhogakaya Sakyamuni Buddha, inilah Mahamayuri Vidyarajni. Maka bila Anda telah mencapai yukta dengan Mahamayuri Vidyarajni, berarti sama saja dengan beryukta dengan Mahavairocana Buddha, Amitabha Buddha dan Sakyamuni Buddha. Ada kekuatan yang demikian besar, tentu saja dapat mengubah karma tetap. Buddha tidak dapat mengubah karma tetap, satu Buddha tidak dapat mengubah karma tetap, banyak Buddha dapat mengubah karma tetap. (tepuk tangan hadirin)

Seperti Maudgalyana menolong sang ibu, Mahamaudgalyana mempunyai kesaktian besar, sampai ke alam setan kelaparan menolong ibunya, Beliau menciptakan makanan untuk diberikan kepada ibunya, begitu sampai di mulut langsung berubah menjadi api yang tidak dapat dimakan. Beliau kembali memohon pertolongan Sakyamuni Buddha, Sakyamuni Buddha mengatakan ada cara, yaitu yang tertulis dalam Sutra Ulambana, mengumpulkan para Sangha Suci, bersama menghimpun Dharmabala, maka Maudgalyana dapat sampai di alam yin menolong ibunya. Seperti hari ini, misalnya kekuatan satu Acarya tidak cukup, maka kita hari ini ada tujuh puluh lebih Acarya, semua bersama melafal sutra mantra mengadhistana dalam satu kekuatan, maka akan mampu dengan cepat menyeberangkan arwah. Ini adalah kekuatan para Sangha Suci. Sedangkan Mahamayuri Vidyarajni adalah kekuatan Para Buddha, maka Beliau mampu mengubah karma tetap. (tepuk tangan hadirin)

Kita melafal Catursarana adalah bersarana pada Mulacarya yang mewariskan Sadhana , bersarana pada Mahamayuri Vidyarajni, bersarana pada Mahamayuri Vidyarajni Sutra, bersarana kepada pasamuan Mahamayuri Vidyarajni. Bersarna kepada Sangha disini adalah bersarana pada pasamuan Mahamayuri Vidyarajni. Tadi Acarya Lianning telah mengatakan bahwa kerabat Mahamayuri Vidyarajni ada banyak, bila Anda hendak mendirikan mandala, maka dirikanlah gambar pasamuan : Di atas adalah Tujuh Buddha, yaitu dari Kasyapa Buddha sampai Sakyamuni Buddha total ada Tujuh Buddha, Anda harus mendirikan Tujuh Buddha di bagian atasnya ; Tengah adalah Buddha masa datang, Maitreya Bodhisattva ; kemudian adalah Para Pratyeka Buddha ; Kemudian empat Mahasravaka , yaitu empat siswa utama Sakyamuni Buddha. Kemudian Caturmaharajika ; Kemudian Dua Puluh Delapan Yaksa ; Kemudian para Dewa Bintang, Sembilan Bintang ; Kemudian Dua Belas bintang sodiak ; Tengahnya adalah Mahamayuri Vidyarajni. Dari atas sampai kebawah, thangka ini adalah pasamuan Mahamayuri Vidyarajni.

Namun bila demikian mendirikan mandala, maka harus membongkar mandala di rumah Anda dan mendirikan yang baru, dan mandala di rumah Anda semua menjadi mandala Nya. Jadi, bagaimana cara mendirikan mandala Mahamayuri Vidyarajni ? Gunakanlah tulisan, Saptabuddha, Maitreya, Pratyeka, Sravaka, Astadevaraja, dua puluh delapan Yaksa, sembilan Bintang, dua belas sodiak, letakkanlah mereka melingkari. Tujuh Buddha diatas, dua belas sodiak di bahwa, yang lainnya mengitari di samping, dan tengahnya adalah thangka Mahamayuri Vidyarajni, atau rupangnya, atau satu helai ekor Mahamayuri Vidyarajni. Ini adalah yang paling sederhana. Setelah Anda membeli ekor merak, tancapkan di tengah, lainnya gunakan kertas merah untuk ditulisi, Saptabuddha, Maitreya, Pratyeka Buddha, Sravaka, Astadevaraja, duapuluh delapan Yaksa, Sembilan Bintang, dua belas sodiak, tulis semuanya, inilah kerabat Nya, mencakup adhistana kerabat Nisandyakaya Nya, para kerabat nirmanakaya dan sambhogakaya juga telah ada di dalam. Inilah cara mendirikan mandala. (Tepuk tangan hadirin)

Kemudian, harus membangkitkan Bodhicitta, ini perlu untuk sadhana apapun ! Maitri-karuna-mudita-upeksha, memberikan kebahagiaan pada yang lain, menyingkirkan dukha orang lain, melakukannya dengan suka cita, mampu merelakan segalanya, inilah pembangkitkan Bodhicitta. Kemudian Anda harus menghaturkan pujana, pujana apa yang dihaturkan ? pujana luar sangat mudah, biasanya kita sudah melakukannya. Pujana dalam termasuk lebih rahasia, menggunakan tubuh, ucapan dan pikiran Anda adalah pujana dalam. Apa itu pujana Dharma ? yaitu pujana Buddhatta. Apa itu pujana Buddhatta ? yaitu saya memanifestasikan Buddhatta menjadi Mahamayuri Vidyarajni, Anda beryukta dengan Mahamayuri Vidyarajni, tubuh – ucapan dan pikiran sama dengan Mahamayuri Vidyarajni adalah pujana Dharma, disebut juga pujana Buddhatta. Pujana Buddhatta ini sangat hebat, sedikit kesalahan pun tidak boleh, inilah pujana Buddhatta.

Saya telah menjelaskan apa itu pujana luar, apa itu pujana dalam, apa itu pujana Buddhatta. Berikutnya adalah mahanamaskara, catursarana, pembangkitan Bodhicitta, mahapujana, dalam tata cara Zhenfozong berikutnya adalah melakukan visualisasi. Acarya Lianing ada bertanya bagaimana membentuk mudra , terlebih dahulu mudra merangkap tangan kedalam , kemudian kelingking bersilangan, ibu jari bersilangan, jadilah seekor merak. Ibu jari adalah kepala merak, kelingking adalah ekor merak, bagian tengah adalah tubuh merak, ini seimbol dari merak. Disamping itu masih ada satu mudra yaitu mudra rangkap luar, ini juga merupakan mudra dari Mahamayuri Vidyarajni. Kepala merak, ekor merak dan tubuh merak. Mudra rangkap luar digunakan untuk terbang, yaitu penekunan sadhana terbang, ini adalah sayapnya, sayap digerakkan berarti dia terbang. Ini adalah mudra merak terbang, baik, ada dua mudra.

Setelah membentuk mudra, mulai visualisasi angkasa, satu kesunyataan, melafal mantra kesunyataan, “Om Sibawa Suda Saerwa, Daerma, Sibawa, Suduohang.” visualisasi angkasa menjapa mantra kesunyataan, yaitu sebuah lingkaran, sebuah mantra visualisasi kesunyataan, sebuah angkasa, sebuah lingkaran. Dari angkasa muncul bija “Yu”, ini adalah merak, terlebih dahulu muncul merak. Boleh juga terlebih dahulu muncul ekor merak, kemudian ditengahnya ada bija “Yu”, bija ini mirip dengan seekor merak. Kemudian “Yu” berubah menjadi merak. Kemudian “Bang”, “Bang” mirip dengan seekor burung, sebuah lingkaran. Ekor merak, ditengah ekor merak ada bija “Bang”, “Bang” putih ini menjadi padma. Kemudian bija “Mo”, mirip dengan mulut, namun ini juga ditulis ditarik keatas, disbut “Mo”. Bija ini berubah menjadi Mahamayuri Vidyarajni. Jadi, “Yu” adalah merak, “Bang” adalah padma, “Mo” adalah Mahamayuri Vidyarajni. Padma ini berwarna putih. Meraknya adalah emas, Mahamayuri Vidyarajni berwarna campuran antara emas dan putih, kepala mengenakan Mahkota Pancadhyani seperti Mahaguru, sekarang Mahaguru juga mengenakan mahkota Pancadhyani.

Yang kita tekuni adalah Mahamayuri lengan empat, tangan kanan pertama membawa padma berwarna putih ; tangan kanan kedua membawa buah amalaka yang berwarna merah. Tangan kiri pertama membawa buah manggala berwarna kuning ; Tangan kiri kedua membawa ekor merak berwarna biru tua sedikit abu-abu, seperti ada birunya, ada hitamnya, ada paduan banyak warna, ekor merak ada banyak warna. Jadi, tangan kanan pertama adalah padma, tangan kanan kedua adalah buah amalaka, tangan kiri pertama adalah buah manggala dan  tangan kiri kedua adalah ekor merak. Masing-masing memiliki warnanya sendiri, tentu saja masing-masing memiliki fungsinya ; Padma adalah santika (tolak bala), amalaka adalah vasikarana, buah manggala adalah paustika dan ekor merak adalah abhicaruka. Ada empat fungsi.

Anda visualisasikan muncul Mahamayuri Vidyarajni, ada merak, ada padma, ada Mahamayuri Vidyrajni, Anda berdasarkan apa yang saya ajarkan, setelah pemberkatan triaksara Om A Hum, oleh karena tiga cahaya telah memberkati Anda, Om A Hum Mahamayuri memberkati Anda, maka memasuki aku dan aku memasuki dengan Mahamayuri Vidyarajni, memasuki tubuh Anda, maka Anda berubah menjadi Mahamayuri Vidyarajni, ini dinamakan penyatuan. Namun setelah visualisasi pemberkatan cahaya dan sebelum penyatuan, lebih baik Anda menjapa mantra, yaitu menjapa mantra Mahamayuri Vidyarajni, sebelum samadhi penyatuan, Anda harus menjapa mantra dahulu. Yang kita japa adalah

“Om Moyuli Jiladi Suoha.”

ini adalah mantra pendek dari Mahamayuri Vidyarajni, “Mo” adalah Mahamayuri Vidyarajni, “Yuli” adalah merak, “Jiladi” adalah Mahadharmabhala, “Suoha” adalah realisasi. ” Om” adalah kesadaran semesta Mahamayurividyarajni realisasi Mahabhala. Mantra ini adalah yang paling pendek.

Ada juga yang tidak tercatat di sutra, yaitu “Om Dika Lala Suoha.”, “Dika” tentunya siswa Indonesia yang paling tahu, “Sadu, Duwa, Dika.”, “Dika” adalah Three, “Om Dika Lala Suoha” ada juga mantra yang demikian pendek, juga mantra dari Mahamayuri Vidyarajni. Ini sungguh mengherankan ! Kenapa Mahamayuri Vidyarajni berubah menjadi “Ti Kha” (Mahaguru menyebut kaki babi dalam dialek Taiwan) (Mahaguru tertawa), dulu saya mengingat “Satu, Dua, Tikha (berarti kaki babi dalam dialek Taiwan) (Mahaguru tertawa), yang benar adalah Tiga, bukannya Tikha (kaki babi dalam dialek Taiwan). “Om Dika Lala Suoha.” juga merupakan mantra pendek Mahamayuri Vidyarajni. Kedua mantra ini dapat Anda gunakan semuanya, terlebih dahulu visualisasi, kemudian menjapa mantra dan memasuki samadhi.

Apa itu samadhi ? yaitu penyatuan. “memasuki aku – aku memasuki” adalah penyatuan, Mahamayuri Vidyarajni memasuki tubuhku, dan menyatu dengan tubuhku , inilah penyatuan. Saya memasuki hati Mahamayuri Vidyarajni , inilah “aku memasuki”. Maka Anda telah berubah dan memasuki samadhi Mahamayuri Vidyarajni. Apa yang dibahas dalam Tantrayana ? yaitu penyatuan dan manifestasi. Saya pernah mengatakan bahwa Manjusri Bodhisattva memasuki hati Yamaraja, menjadi Yamantaka Vidyaraja. Amitabha Buddha memasuki hati Avalokitesvara Bodhisattva, samadhi, bermanifestasi menjadi Sahasrabhujanetra Avalokitesvara Bodhisattva. Avalokitesvara Bodhisattva memasuki tubuh kuda, alam hewan, menjadi Hayagriva Visyaraja. Ini adalah penyatuan dan manifestasi, Kekuatan penyatuan ini menjadi satu, sedangkan manifestasi yaitu menjadi banyak. Manjusri Bodhisattva sendiri memiliki dua lengan, namun begitu memasuki tubuh Yamaraja, bermanifestasi menjadi Yamantaka Vidyaraja, berubah menjadi bertangan banyak. Hasilnya, Dharmabhala Beliau bertambah kuat, berubah menjadi tubuh Vidyaraja.

Yang dinamakan menyatu menjadi satu dalam Tantrayana adalah menjadi seorang Buddha, seorang Bodhisattva ; Bisa juga menjadi banyak, bila Dharmabhala menjadi lebih banyak, menjadi wujud banyak adinata, inilah manifestasi. “Memasuki aku dan aku memasuki” adalah penyatuan. Dalam tantrayana yang dimaksud dengan masuk yaitu memasuki, menetap dalam tubuhku adalah “berdiam”, dua tubuh menjadi satu adalah “penyatuan”, , jadi “memasuki, berdiam dan penyatuan”. Harus memahami teori ini, yang dimaksud dengan memasuki samadhi adalah Anda memasuki samadhi Buddha Bodhisattva tersebut, sedangkan sekarang Anda memasuki samadhi Mahamayuri Vidyarajni , memasuki aku – aku memasuki, maka saya berubah menjadi Mahamayuri Vidyarajni. Sehabis Anda keluar Samadhi, Anda harus memuji Mahamayuri Vidyarajni, ini disebut “Mahamayuri Stotra” :

Baghavan Mahakaruna

Dharmakaya Nirvanam

Mahabhala Mahasaguna

Sarvaguna upapeta.

Ini pujian bagi Mahamyuri Vidyarajni, karena Sakyamuni Buddha memiliki hati mahakaruna, Sakyamuni Buddha sendiri terlahir menjadi Raja Merak, maka dipuji “Baghavan Mahakruna”. “Dharmakaya Nirvanam” , pada dasarnya Dharmakaya adalah sunyi, namun ini menghasilkan kekuatan besar dan fungsi yang agung, maka memiliki semua pahala kebajikan.

Sehabis memuji Mahamayuri Vidyarajni, Anda bisa melakukan pertobatan, bertobat atas segala yang dulu Anda perbuat, jika ada kesalahan, maka Anda haru bertobat ! Kenapa semua harus bertobat ? karena jika tidak bertobat tidak akan bisa mengikis karmawarana. Anda harus bertobat dan tidak melanggarnya lagi, yaitu japalah Mantra Sataksara dan kemudian bertobat. Sampai di bagian pelimpahan jasa, Anda mengucapkan :

Selamanya kokoh

jasmani dan rohani penuh ketenteraman

Semua Buddhaloka

Buddhadharma tiada batas.

inilah pelimpahan jasa kita.

Ketahuilah bahwa Sadhana Mahamayuri Vidyarajni, kebesaran dan keagungannya sampai dimana ? Jepang menggunakan mandala Mahamayuri Vidyarajni untuk memohon ketenteraman negara. Jika dalam skala kecil, kecil sampai dimana ? kecil sampai mampu menyembuhkan flu babi H1N1. (tepuk tangan hadirin) Sebentar lagi akan dijelaskan kepada Anda sekalian, bukan saya yang menciptakannya, melainkan tertulis di dalam Mahamayurisutra, sutra ini mampu menyembuhkan semua penyakit, banyak penyakit yang bisa disembuhkan. Kemarin hari jumat, sesi konsultasi dari jam setengah empat sampai jam setengah tujuh, tiga jam lamanya. Banyak diantara para siswa yang sakit, yang hari ini datang, sungguh mujur ! Bila dapat beryukta dengan Mahamayuri Vidyarajni , maka penyakit akan tersingkirkan, sebentar lagi mengejari kalian sadhana penyembuhan penyakit. Setelah pelimpahan jasa adalah mahanamaskara. Yang barusan saya tuturkan adalah tata cara Mahamayuri Vidyarajni. Caturprayoga, Mahanamaskara,  Catursarana, Bodhicitta, Mahapujana, visualisasi pemberkatan tri cahaya Mahamayuri Vidyarajni, menjapa mantra, memasuki samadhi, keluar samadhi, Mahamayuri Vidyarajni Stotra, pertobatan, mantra sataksara, pelimpahan jasa, mahanamaskara dan keluar dari mandala. Demikianlah tata caranya, tata cara milik saya ini kelak diberikan kepada Acarya Lianning, True Buddha Foundation, mereka akan menuliskan tata caranya dari A sampai Z, kalian yang mengerjakannya ! Barusan Anda memberi saya tugas, saya juga beri Anda tugas, Anda harus menuliskan tata caranya.

Sadhana Pereda Gempa Bumi

Baiklah ! Terlebih dahulu saya jelaskan “Sadhana Pereda Gempa Bumi” , semuanya takut gempa, Indonesia barusan ada gempa, sepulang nanti kalian tekuni sadhana ini dengan baik. Mahamayuri Vidyarajni mempunyai cara untuk meredakan gempa bumi, di hadapan mandala, setelah mendirikan mandala Mahamayuri, sisakan sebuah tempat, ambilah tanah empat penjuru, yaitu timur, selatan, barat dan utara. Misalnya kita tinggal di Washington, maka ambilah timur, selatan, barat dan utara. Sebelah Barat adalah tepi Samudera Pasifik, keduklah tanah sebanyak satu kilo, Timur adalah di Spokane, ambilah satu kilo, berjalan ke selatan adalah di Oakland, disamping jembatan Oakland galilah satu kilo tanah, kita tidak peduli Vancouver, sampai di tepian wilayah galilah tanah satu kilo, tanah di empat penjuru ! Letakkan di hadapan Mahamayuri, tancapkanlah empat ekor merak. Bila Anda adalah seorang sadhaka Mahamayuri Vidyarajni dan telah beryukta dengan Mahamayuri , Anda telah memperoleh kontak Mahamayuri, japalah mantra sebanyak sepuluh ribu kali. “Om Moyuli Jiladi Soha” Setelah itu kembalikanlah tanah empat penjuru itu keasalnya masing-masing. Tempat asal Anda menggalinya harus ditandai, tancapkanlah tiang untuk menandai, kembalikanlah tanah itu, yang dari Barat kembalikan ke Barat, Timur kemabalikan ke Spokane, Selatan kembalikan ke jembatan tersebut, Utara kembalikan ke batasnya. Canada, kembalikan kesana, yaitu ditempat asalnya. Maka saya beritahu Anda, Washington tidak akan ada gempa (tepuk tangan hadirin)

Ingat ! ini sangat penting, jika saya mengembalikan tanah dari Timur ke Barat, yang dari Barat ke Timur, yang dari Selatan ke Utara, dari Utara ke Selatan, maka gempa akan datang ! Harus memberitahu Anda satu hal, jika tanah ini Cuma dikembalikan sedikit saja, maka masih akan timbul gempa ! Ambil satu kilo maka harus kembali satu kilo, harus sama, inilah sadhana pereda gempa.

Anda juga tahu bahwa banjir 88 di Taiwan, ada membawa tanah dan batuan, desa kecil pun terkubur. Siswa Zhenfozong kita ada disana, ada siswa sekeluarga disana, begitu tanah dan bebatuan datang, “Hong”, semua terkubur. Siswa kita sedang tidur, tidurnya sampai mendengkur ! Atap rumah sedang bergetar. Kalau saya tidur, tidak tahu apakah saya ada mendengkur, namun saya tahu Gurudhara mendengkur. Dia masih merasa sungkan, suaranya kecil. Pada waktu saya dengan Acarya Lianhuo pergi ke Jepang, tengah malam saya berjalan memeluk selimut, saya tidur satu kamar dengan Acarya Lianhuo, tengah malam saya kabur diam-diam dengan hanya mengenakan kolor (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa) membawa selimut pergi tidur di kamar lain. Sangat menakutkan ! (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa).Begitu tanah dan bebatuan longsor, siswa kita sekeluarga sedang tidur, keesokannya begitu dia terbangun, begitu melihat keluar jendela, bagaimana bisa tetangga kanan – kiri sudah tidak ada ? ! hanya tersisa rumahnya yang masih berdiri ! Maka berasarana pada Mahaguru ada manfaat seperti ini. Begitu tanah dan bebatuan longsor dari bukit, saking kuatnya sampai membuat rumahnya terangkat ke atas, kemudian longsor menimbun tetangganya, hanya menyisakan rumahnya yang telah terangkat. Saya merasa heran, rumahnya dapat terangkat, kemudian dia masih mengorok ! Pagi hari bangun mengusap mata, begitu melihat keluar jendela, hah ? bagaimana bisa semua rumah tidak ada, hanya tersisa rumahnya sendiri ! Ini karena siswa Zhenfozong ada Dharmapala yang melindungi

Sadhana pereda gempa bumi yang barusan, apakah Anda sekalian telah paham ? seharusnya sudah cukup jelas. Dulu saya kembali ke Taiwan , telah menetap selama tiga setengah tahun, saya adalah orang Taiwan, saya ingin mendengarkan suara angin topan seperti dulu, ingin sekali, menetap tiga setengah tahun tentu akan mengalami satu kali, karena di Taiwan dalam satu tahun bisa terjadi sepuluh kali lebih angin topan, bahkan bisa sampai dua puluh kali, ada yang melewati Taiwan, ada yang tidak. Saya menetap tiga setengah tahun, namun yang terjadi adalah hurricane di Amerika ! semuanya berpindah tempat (tepuk tangan hadirin) Ada seorang staff imigrasi di bandara memberikan dokumen kedatangan saya ke Taiwan dan kepergian saya ke Amerika, membuktikan bahwa pada masa-masa itu sama sekali tidak ada angin topan. (tepuk tangan hadirin) Kenapa angin topan bisa berpindah tempat, karena asalkan Anda membentuk mudra Mahamayuri Vidyarajni, Anda telah beryukta dengan Mahamayuri Vidyarajni, peganglah ekor merak dan menghadap ke arah datangnya angin topan dan japakanlah mantra sepuluh ribu kali, mungkin Anda pikir,  bukankah saat menjapa mantra sepuluh ribu kali angin ributnya sudah lewat ? (mahaguru tertawa), bukan demikian ! Jadi pada saat biasa, Anda harus menjapanya sepuluh ribu kali, tunggu sampai tiba saatnya menggunakan, japalah “Om Moyuli Jiladi Suoha” memerintahkan angin tersebut berubah haluan, dengan ekor merak menghadapi angin topan. Asalkan Anda beryukta dengan Mahamayuri Vidyarajni, Dharmabala Mahamayuri bangkit, maka angin topan akan berubah tempat tujuan, maka dia akan berubah tujuan ke Jepang. Di Jepang kita ada dua Acarya, Acarya Lianhua Jingxiang dan Padmakumara Kuning yaitu Acarya Lianchang, jika mereka menjapa, jika mereka juga menekuni ini, putar haluan ke Taiwan ! (Mahaguru tertawa, hadirin tertawa) maka Anda sekalian harus bertanding Dharmabala , benar tidak ! Lihat saja dia akan berputar kearah mana, suruh dia berputar ke belakang, ke arah Guam, di sana ada Saudara Sedharma Hanshou, jika dia juga telah beryukta, dia juga membentuk mudra, memutar haluannya ke Pulau Managaha ! maka akan berputar ke Managaha. Angin topan ini dapat berubah haluan, air juga dapat mundur. Jika terjadi kebakaran, japakanlah mantra Mahamayuri sepuluh ribu kali, bentuk mudra Mahamayuri, menghadap api “Memerintahkan api segera padam”, maka akan turun hujan lebat, atau angin akan menerbangkannya ke tempat lain, maka api akan padam.

Saat ini di California masih ada kebakaran, kembali nanti japakanlah sepuluh ribu kali dengan baik, mungkin api sudah duluan padam. (Mahaguru tertawa, para hadirin tertawa) Biasanya Anda harus menjapa genap sepuluh ribu kali, dengan membentuk mudra Mahamayuri Anda sudah bisa melakukan ritual, karena dengan menggunakan ekor merak adalah mudra penaklukan, bisa dikatakan air akan mundur, api padam, angin topan putar balik, gempa akan berhenti. Ada cara yang demikian, maka Sadhana Pelafalan Mahamayuriyoga bisa melakukan hal demikian.

Sadhana Paustika

Bagiamana dengan krisis financial global ini ? Coba Anda pikir, bagaimana bisa berhutang ? seperti krisis finasial di Amerika, ada satu orang menelepon ke Taiwan :

“Hai kawan, pinjamilah saya lima ratus ribu USD, saya mengalami krisis finansial, uang saya ludes semua.” Kawannya yang diseberang menerima telepon, namun begitu mendengar lima ratus ribu, dia mengatakan “Bicara yang jelas ! saya tidak mengerti kamu bicara apa.” “Saya pinjam lima ratus ribu USD ! krisis finasial, saya sudah tidak mempunyai harta, saya pinjam lima ratus ribu USD untuk modal, apakah kamu bisa mendengarnya ? lima ratus ribu, lima ratus ribu !” “Masih tidak jelas ! Tolong bicara yang lebih jelas!” “Lima ratus ribu lah !” “Tidak jelas nih !” Operator telepon di Taiwan mengatakan, “Saya mendengarnya jelas sekali.” Maka kawan yang di Taiwan itu membalas, “Anda bisa mendengarnya dengan jelas, Anda saja yang meminjaminya !” (Mahaguru tertawa) Dia terus tidak jelas mendengarnya. Bagaimana ini ? Ada cara, yaitu sadhana paustika. Buah Manggala adalah lambing paustika, kita gunakan jeruk untuk melambangkan buah manggala. Persembahkanlah jeruk kepada Mahamayuri Vidyarajni, Anda juga harus menjapa mantra, untuk paustika ini harus menjapa seratus ribu kali, lebih banyak Sembilan puluh ribu kali dari sadhana abhicaruka. Uang itu sukar diperoleh ! harus menjapa seratus ribu kali ! Sedangkan abhicaruka cuma perlu sepuluh ribu kali, untuk paustika Anda harus menambahnya Sembilan puluh ribu kali!Saya beritahu Anda, begitu angin topan datang, dalam beberapa hari, tiga atau empat hari akan pergi. Sedangkan juga air tidak lebih dari seminggu, benar tidak, api juga hanya beberapa hari ! Sedangkan krisis finansial ini sampai beberapa tahun ! Anda menjapa seratus ribu kali, paling sedikit sepuluh kali lipat lebih. Maka jika Anda ingin menambah harta kekayaan Anda, persembahkanlah jeruk, japalah seratus ribu kali mantra Mahamayuri, setelah itu, makanlah jeruk tersebut, ambil kulitnya, visualisasikan menjadi ribuan atau puluhan ribu US dollar, Franklin, semuanya Franklin, sampai penuh, wah ! sampai menyentuh langit menutupi bumi, lalu letakkan kulit jeruk di bawah ranjang Anda, maka kekayaan akan tiba. Inilah sadhana paustika, namun harus menjapanya seratus ribu kali, harus ingat.

Wasikarana

Masih ada Wasikarana. Ada seorang siswa bernama Xiaoming, dia jatuh cinta pada teman sekelasnya, dia menulis di secarik kertas dan diserahkan kepadanya : “Jika kau mencintaiku, kembalikanlah kertasnya kepadaku ; Namun jika tidak mau menjadi pacarku, maka lempar kertas ini keluar jendela.” Setelah gadis ini membacanya, dia melipatnya dengan rapi, kemudian di operkan terus sampai ke bangku siswa pria itu. Siswa pria itu mengira, “Wah ! bagus ! karena saya menulis jika kita bisa menjadi sepasang kekasih, kembalikanlah kertas ini pada saya.” Begitu dia membuka dan membacanya, diatasnya tertulis “Jendela tidak bisa dibuka.” (Mahaguru tertawa). Jendelanya tidak bisa dibuka ! Ini harus menekuni sadhana wasikarana, mantranya juga harus seratus ribu kali. Ah ! Mengejar wanita itu susah, tidak disangka siswa senior saya dari Perancis, Lianhua Bochang bisa demikian mudah mendapatkan seorang gadis yang demikian cantik ? ! Tahukah Anda ? Anda memperolehnya dari pemberkatan Mahaguru ! Saya mengadhistana Lianhua Bochang, saya sendiri saja tidak mampu mengadhistana diri sendiri, maka mengadhistana Lianhua Bochang ! akhirnya bisa memperistri gadis yang cantik. Amitufo, Shejiamonifo, Amitofo tidak hadir, bahkan Padmakumara juga menghela nafas. (Mahaguru tertawa) harus menjapa seratus ribu kali !

Apa itu buah amalaka ? untuk amalaka, kita gunakan buah delima, karena diatas delima masih ada penutupnya, yaitu dua penutup, biasanya buah hanya satu kulit, yang di atasnya masih ada lapisannya hanyalah delima, buah delima agak menonjol keluar, delima adalah delima merah. Persembahkanlah delima, japakanlah seratus ribu kali , makanlah buah delima sampai habis, visualisasikan kulit delima menjadi pihak yang Anda sukai, kemudian simpan dalam angan-angan, maka dia akan membalasnya dengan pelukan melalui angan-angan. Bukan demikian ! masih sama, yaitu letakkanlah di bawah ranjang Anda, Anda tidak bisa membawa kulit buah ini setiap hari. Letakkan kulit delima tersebut dibawah ranjang Anda sendiri, maka tanpa diundang dia akan datang sendiri. Coba lihat ! Apakah Anda ada memohon , Lianhua Bochang ? Anda ada memohon ? Mahaguru mengadhistanamu, Anda juga memohon ! Apakah Anda menekuni sadhana delima ? (hadirin teratwa) pasti Anda ada menjapa mantra Kurukulla Baghavati atau Ragavidyaraja ! Baru bisa demikian manjur ! Mahamayuri Vidyarajni Beliau  sendiri ada kekuatan yang demikian. Seratus ribu kali, bila pria jatuh cinta pada wanita, atau wanita jatuh cinta pada wanita, semua boleh menjapanya demikian, tandingkanlah Dharmabhala kalian ! Semua juga tahu, saya juga menjapa seratus ribu kali, Anda juga menjapa seratus ribu kali, bila saya menjapa dua ratus ribu kali, maka saya akan mengalahkan Anda ! Tandingkanlah Dharmabhala kalian !

Sadhana Menyucikan Jasmani dan Rohani

Ada kalanya kita memberikan pelayanan pelafalan sutra bagi almarhum, mereka juga membutuhkan pahala dari pelafalan sutra. Kemudian sepulangnya dari pelayanan doa, anda merasa tubuh diliputi hawa yin, merasa sepertinya arwah almarhum mengikuti Anda. Saat ditempeli roh merasa tidak nafsu makan dan minum, malam hari juga tidak dapat tidur, wajah juga diliputi hawa gelap, tubuh semakin lemah, kurus dan tak bertenaga, malas melakukan segala sesuatu dan mengalami depresi. Bagaimana ini ? Dalam Sadhana Mahamayuri ada sadhana menyucikan jasmani dan rohani, Anda cukup menuliskan aksara “Mo”,”Yu” dan “Bang”, triaksara ini, kemudian bakar menjadi abu dan masukkan kedalam air dan diminum, maka jasmani dan rohani Anda akan memperoleh ketenangan, tidak lagi mengalami depresi. Depression is gone. Gone, lenyap. Cara penyucian jasmani dan rohani ini sangat manjur, sadhana yang Mahaguru babarkan ini bukan palsu, melainkan sejati ! Jika Anda telah beryukta, cukup mengikuti tata caranya menjapa mantra Nya, maka akan timbul kontak batin. Ini adalah sadhana sejati , bukan palsu. Tidak seperti seseorang yang melalui internet menjual anjing polisi yang sudah dilatih secara khusus, ada seorang yang membeli anjing polisi ini, namun ternyata yang dikirimkan bukan anjing polisi, melainkan anjing biasa, dog yang biasa. Dia menulis surat dan menelepon penjualnya, “Anda membohongi saya, Anda bilang menjual anjing polisi, tapi ternyata yang Anda jual kepada saya adalah anjing biasa.” Dia menjawab : “Dari luar dia tidak mirip anjing polisi, tapi dia adalah anjing polisi, karena dia adalah anjing polisi yang murah.” (Mahaguru tertawa) Tentu saja yang demikian adalah penipuan ! Di Taiwan banyak sekali sindikat penipu, sekarang di seluruh dunia ada sindikat penipu, Anda sekalian harus hati-hati. Kenyataannya yang dijualnya adalah palsu. Sedangkan yang ditawarkan oleh Mahaguru semua adalah sejati ! Anjing polisi adalah anjing polisi, tidak akan menjual kepada Anda yang murahan.

Sadhana Menyingkirkan Hantu

Ada juga sebuah sadhana menyingkirkan hantu, jika di rumah Anda ada makhluk halus, gunakanlah vajra, tapi yang bersula tiga bukan yang bersula lima. Tantrayana di Jepang ada menggunakan vajra trisula, yang mereka gunakan semua adalah vajra trisula dan bentuknya yang terbuka, bukan yang menyatu ujungnya. Ini adalah vajra lima sula yang menyatu, sedangkan yang dipakai di Jepang adalah lima sula yang terbuka, Tantra Tibet menggunakan yang menyatu, sedangkan Tantra Timur menggunakan yang terbuka. Gunakan vajra trisula yang terbuka, menghadap ke arahnya, letakkan di atas mandala Mahamayuri, menghadap ke arah vajra trisula menjapa mantra Mahamayuri, “Om Moyuli Jiladi Suoha.”, japalah tiga malam. Begitu Anda meletakkan vajra trisula ini ke dalam ruangan, semua hantu akan kabur. Harus menjapa tiga malam, yaitu dari waktu “zi” (pk 23.00) sampai matahari terbit, malam hari tidak tidur ! Anda tidur di siang hari, kemudian malamnya pada jam “zi” menjapa sampai terang, total harus menjapa dalam tiga malam. Cukup tiga malam, maka vajra ini akan berfungsi, dibawa ke rumah yang berhantu, maka hantunya akan lari tunggang langgang, inilah cara menyingkirkan hantu.

Sadhana Penyembuhan Penyakit

Sadhana penyembuhan ini, membahas tentang penyakit, saya tahu banyak orang sakit, penyakit itu sungguh sukar ! Yang datang berkonsultasi kepada saya ada yang menderita penyakit kulit, saya tanya sudah berapa lama, dua puluh tahun lamanya ! Penyakit kulit selama dua puluh tahun, obat apapun sudah pernah diminum, sudah memeriksakan diri ke berbagai dokter, asalkan ada klinik kulit langsung periksa, namun tidak kunjung sembuh. Cobalah cara ini, menjapa mantranya enam ratus ribu kali, enam ratus ribu kali cukup banyak. Gunakan kayu cendana putih yang ditumbuk menjadi bubuk, campurkan dengan madu menjadi pil obat, sebutir demi sebutir, letakkan di hadapan mandala Mahamayuri, japakan mantra Mahamayuri enam ratus ribu kali menghadap beberapa butir pil tersebut. Setelah genap enam ratus ribu kali, misalnya orang itu penyakit kulitnya tetap tidak bisa disembuhkan walaupun sudah memeriksakan diri dan minum obat, ambil satu butir dan minumlah, kemudian minum obat juga, maka akan ada hasilnya. Berdasarkan yang tertulis dalam Mahamayurisutra, dapat menyembuhkan ratusan penyakit, ratusan penyakit bukan hanya sakit kulit, melainkan berbagai macam penyakit ; Namun bila Anda menerima bayaran dari si sakit, maka ini akan bertentangan dengan hukum kedokteran, harus diperhatikan !

Jadi membuatnya adalah kayu cendana putih ditambah madu, bisa dimakan. Kayu cendana pada dasarnya memiliki fungsi untuk menenangkan jiwa, madu dapat dimakan, buatlah menjadi pil, setelah menjapa, dimakan sendiri atau diberikan kepada orang lain, diberikan boleh , namun jangan terima uang, jika menerima uang, maka akan bertentangan dengan hukum kedokteran. Harus memperhatikan masalah hukum, karena ini termasuk pengobatan. Mengatakan bahwa obat saya ini bisa dimakan dan bisa menenangkan jiwa, ini untuk Anda. Sebenarnya setelah Anda menjapa mantra, hanya butuh dua macam benda. Pil obat di Tibet entah terdiri dari campuran berapa macam rumput obat, dijapakan berapa kali mantra, bahkan menggunakan banyak campuran, seperti bubuk dari karat cangkul yang pernah dipakai oleh Milarepa juga diambil untuk digunakan, bubuk emas, perak dan tembaga juga digunakan, kemudian dicampur dengan tanaman obat menjadi pil amrta, ditambahkan penjapaan mantra dari Sangha Agung. Saya juga punya beberapa butir, ini adalah pemberian banyak Rinpoche Tibetan yang datang kemari, mereka memberi saya satu kotak demi kotak, di dalam satu kotak ada beberapa butir, dibungkus dengan kain merah, diatasnya diikat dengan benang lima warna, saya sudah menyimpannya entah berapa lama, saya sendiri tidak berani memakannya ! (Mahaguru tertawa) Karena mereka sudah disimpan lama sekali, saya dengar juga menggunakan karat dari cangkul yang pernah digunakan oleh Milarepa, saya merasa bukankah akan menyebabkan keracunan logam, setelah makan itu kehilangan ingatan , habislah saya.

Yang kita gunakan adalah cendana putih dan madu, kayu cendana putih ditumbuk menjadi bubuk berfungsi untuk menenangkan jiwa, ditambah dengan madu yang pada dasarnya bisa dikonsumsi, dicampur menjadi pil, dijapakan enam ratus ribu kali. Berdasarkan apa yang tertulis dalam Mahamayuri Sutra dapat menyembuhkan penyakit. Inilah sadhana penyembuhan penyakit. Banyak orang sakit-sakitan, seperti osteoporosis, kanker dan penyakit diabetes yang sukar disembuhkan. Banyak penyakit kronis yang sampai sekarang tidak bisa disembuhkan oleh obat kedokteran, kenapa Anda tidak mencobanya ?

Membaca Mantra Mahamayuri Genap Enam Ratus Ribu Kali Pasti Terlahir di Mahapadminiloka

Anda menjapa mantra Mahamayuri sampai mencapai yukta dengan Mahamayuri, menjapa mantra Mahamayuri dapat menampakkan Buddhatta Anda. Sebenarnya fungsi tubuh jasmani tidaklah besar, sesungguhnya yang agung dan yang paling penting adalah Buddhatta, mencapai yukta dengan Mahamayuri akan menampakkan Buddhatta Anda. Menjapa mantra Mahamayuri genap enam ratus ribu kali pasti terlahir di Mahapadminiloka. Ini sangat penting, di dalam Tantra Timur, mendirikan mandala Mahamayuri dapat melindungi Negara, Ritual melindungi Negara juga Mahamayuri sebagai adinata, yang besar sampai mampu melindungi Negara, yang kecil sampai dapat menyembuhkan penyakit, bahkan dapat menampakkan Buddhatta Anda. Maka ini sangat penting, yang kita harapkan disini semua dapat sempurna. Anda cukup melaksanakannya sesuai tata cara, asalkan Anda telah mencapai yukta, kemudian menjapa mantra, maka akan sempurna.

Ada orang yang mendaki gunung sampai kelelahan dan lapar, kemudian tersesat dan tidak menemukan jalan keluar, kebetulan dia berjalan sampai ke tempat jin lampu, jin lampu keluar dan mengatakan, “jaman sekarang sangat sibuk, saya juga sangat sibuk, Anda jangan mengganggu saya, saya tidak akan memberi Anda tiga permintaan, satu saja sudah cukup, nah sekarang Anda minta apa ?” Dia kelaparan, karena tersesat maka dia merasa sangat kelaparan, lapar sampai tidak bertenaga dan hampir mati, dia mengatakan : “Saya mau laopo (istri)…” Jin lampu menjawab, “Orang yang hampir mati kelaparan masih menginginkan istri ?” Baiklah, diciptakan seorang wanita cantik untuknya dan jin lampu langsung pergi. Sebenarnya orang itu belum selesai menyampaikan maksudnya, “Saya mau laopo (istri)….bing (biskuit).” kata “biskuit” ini belum diucapkan, tapi jin lampu langsung pergi. Jaman sudah berubah, Anda bicara juga harus cepat sedikit, “Saya mau laopobing.” (ket : nama lain kue matahari / taiyangbing yang popular di Taiwan), di Taiwan ada laopobing, laopobing sangat enak ! Habis makan bisa mengenyangkan dan bertenaga, Anda baru bisa keluar gunung tersebut. Tidak disangka jin lampu mengatakan, “Saya terlampau sibuk, saya beri satu laopo(istri).” Dan dia langsung pergi. Kemudian dia baru bisa mengucapkan kata “Bing” (biskuit) dan akhirnya mati kelaparan. Hari ini Mahaguru memberikan Anda Sadhana Mahamayuri, sungguh memberi Anda laopobing. (hadirin bertepuk tangan). Setelah dimakan , dijamin Anda tidak akan kelaparan ! setelah dimakan dijamin Anda akan merasa puas, asalkan Anda bisa beryukta dengan Mahamayuri, dijamin ritual Anda akan manjur. Tata cara dari Mahaguru tidak sama dengan Tibetan yang sangat merepotkan, melafal satu sutra saja bisa tujuh jam, memohon kedatangan satu adinata saja bisa memakan waktu tujuh jam, terlebih – lebih bila hendak memohon kedatangan Saptabuddha, Maitreya, Pratyeka Buddha dan Sravaka, Astadevaraja, duapuluh delapan yaksa, Sembilan bintang dan dua belas sodiak, setelah mengundang masih harus melafal Mahamayuri Sutra, kemudian mendirikan mandala, setelah mandala didirikan masih harus mengundang semua kerabatnya untuk hadir, kemudian barulah dilakukan abhiseka. Saat itu semua sudah terlanjur “guozhong” (dialek Taiwan.) Oleh karena itu sadhana Zhenfozong, japayoga sangat cepat dan ada hasilnya. (tepuk tangan hadirin) Supaya kalian semua bisa makan laopobing sehingga perut terkenyangkan, setiap orang mempunyai kekuatan, setiap orang bisa bersadhana, penyakit setiap orang bisa disingkirkan, semua harapan bisa direalisasikan. Anda lihat Mahaguru tinggal di Taiwan selama tiga setengah tahun, tiap angin topan semua berubah haluan. Saya masuk setelah badai Xangsane, kemudian terus selama tiga setengah tahun, tidak ada topan sama sekali. Kenapa ? jangan diungkapkan, karena jika diungkapkan akan terlampau menghebohkan, jika suatu saat saya kembali dan menghadapi topan maka matilah saya. (Mahaguru tertawa) bisa kehilangan tenaga. Baiklah, Om Mani Padme Hum (tepuk tangan hadirin)

Liputan oleh True Buddha News (Lianhua Shuhui)

Leave a comment »

RAJA MANTERA

Grand Master talk about Shurangama Dharani

Source : Grand  Master Book  54  : Sadhana Karman Tantrayana

Shurangama Dharani

Untuk Memperoleh Vyakarana Buddha (ramalan mencapai keBuddhaan)

Saya memperoleh Vyakarana dari Sakyamuni Buddha, namun bagaimana saya bisa memperoleh vyakarana dari Sakyamuni Buddha ? Karena saya telah menekuni Mahas Unisa Shurangama Raja Mantra (Shurangama Dharani) dalam bahasa cina dikenal dengan nama  “Da Fo Ding Shou Leng Yan Wang Zhen Yan”

Saat ini, bila sadhaka tantra ingin memperoleh vyakarana dari para Buddha, maka harus mengikuti cara penekunan saya ini, dengan sungguh – sungguh saya beritahukan kepada Anda sekalian, bahwa dengan penekunan Sadhana Mantra Surangama dapat memperoleh vyakarana dari Buddha.

Namun, pendirian mandalanya adalah yang paling istimewa, sekaligus paling sukar, dalam buku saya yang berjudul “Ilmu Hitam Aliran Sesat”, saya sudah pernah menjelaskannya satu kali dalam menundukkan ilmu hitam aliran sesat  dengan dharani ini, sekarang kembali menuliskannya :

Bentuk mandalanya adalah segi delapan, …(Mahaguru menjelaskan pendirian mandalanya yangs angat rumit)

Penekunan sadhananya adalah demikian :

Penjapaan Surangama Mantra adalah sekitar jam empat pagi, terlebih dahulu membersihkan tubuh dan memasuki mandala, membakar berbagai dupa berkualitas, dengan setulus hati bersujud pada para Buddha Bodhisattva, kemudian mengitari mandala dan menjapa mantra, terlebih dahulu menjapa satu atau tiga kali Surangama Mantra versi panjang, kemudian dilanjutkan dengan mantra pendek (mantra hati Surangama) :

Mantra pendek bisa dijapa 108 kali. X1 atau X 3

「答至他。嗡。阿那隸。毘舍提。鞞囉跋闍囉陀唎。槃陀槃陀你。跋闍囉謗尼泮。烏妷都盧甕泮。沙婆賀。」

Setelah menjapa mantra, bermeditasi sambil membentuk mudra Maha Buddha Usnisa.

Saat itu bervisualisasi cakra candra dari sepuluh penjuru Buddha, mengeluarkan payung ratna, tiap – tiap payung ratna berada ditengah cahaya cermin, berubah menjadi

berbagai Sitatapatra yang banyaknya tak terhingga, menuju ke atas kepala sadhaka, tubuh sadhaka menjadi suci bercahaya bagaikan vaidurya, visualisasi ini harus ditekuni setiap hari, masing-masing tahapannya harus divisualisasikan sampai jelas.

Menekuni sadhana ini sampai 21 hari, sampai saat sadhaka memasuki Samadhi yang terang dan suci, saat itu sepuluh penjuru Tathagata akan muncul bersamaan di lokasi bertemunya cahaya cermin, sepuluh penjuru Buddha akan mengeluarkan tangan Buddha, memberikan vyakarana kepada sadhaka tantra. Bahkan bila orang yang memiliki jodoh agung dengan Buddha, yang pada kehidupan lampau telah membina diri, orang yang memiliki akar baik, asalkan menekuni sadhana ini seratus hari, maka akan segera mencapai tingkatan Catur Arahat. Maka sadhana ini adalah salah satu dari Maha Sadhana Anuttara Tantra.

Menekuni sadhana ini , tentu saja tidak hanya akan memperoleh vyakarana dari Buddha, bahkan berbagai Dewa Mara tidak akan sanggup melukai, selamanya tiada gangguan mara, oleh karena perlindungan payung ratna dari Usnisa agung Buddha. Segalanya akan menjadi manggala dan sesuai dengan kehendak. Semua macam racun selamanya tidak akan sanggup melukai, sadhaka tantra akan selalu dilindungi oleh delapan puluh empat ribu Dewa Vajra.

Biksu aliran eksoterik (Mahayana) tidak membentuk mudra, tidak bervisualisasi payung ratna di atas cakra usnisa, tidak memasuki Samadhi, namun hanya menjapa Surangama Dharani, tetap mendapatkan pahala yang amat besar, tetap memperoleh perlindungan dari para Dewa, apalagi yang dapat membentuk mudra, visualisasi, memasuki Samadhi, maka pasti Buddha akan datang memberikan vyakarana, tak diragukan lagi kelak pasti akan mencapai Kebuddhaan.

Saya memperoleh jamahan kepala membuka cakra usnisa dari Buddha, saya mempunyai tangan Buddha di atas cakra usnisa, menerima pesan dari Buddha, namun banyak orang yang membina diri timbul rasa iri setelah mengetahui hal ini, padahal sebenarnya mereka tidak perlu iri kepada saya. Saya akan mengajarkan kepada Anda sekalian supaya menekuni Sadhana Surangama Dharani, agar semua orang juga akan memperoleh vyakarana dari Buddha, asalkan mau dengan tulus menekuni Sadhana Tantra yang saya ajarkan, sepuluh orang menekuni , maka sepuluh orang akan memperoleh ; seratus orang menekuni, maka seratus orang akan memperoleh ; seribu orang menekuni maka seribu orang akan memperolehnya pula.

Yang utama dalam sadhana ini adalah di pendirian mandala, apalagi pertemuan cahaya cermin adalah Sadhana Memutar Seribu Cakra, rahasia Padma berkelopak seribu ada di dalamnya, bila dapat mendirikan mandala dengan baik dan benar, maka saat Anda menghaturkan pujana, Buddha Bodhisattva pasti akan hadir.

Kutipan :

Menurut saya

Mantra adalah sangat penting , seperti Surangama Mantra :Dengan Dharani ini , Sepuluh Penjuru Tathagata mencapai Anuttarasamyaksamboddhi.

Oleh karena Dharani  ini , sepuluh penjuru Tahagata mampu memberikan vyakarana di sepuluh penjuru Oleh karena itulah praktisi Zen sangat menghormati mantra ini, di pasamuan Surangama, senantiasa memuji dan melafal Surangama Dharani ini.

SHURANGAMA  SUTRA

(terjemahan bebas)

Keagungan Surangama Dharani

Ananda, Dharani Kumpulan Cahaya Usnisa Buddha (Surangama Dharani) ini melahirkan sepuluh penjuru Buddha, sepuluh penjuru Tathagata, (yang) karena mantra ini memperoleh Anuttara Samyak Samboddhi.

Dengan berpegangan pada mantra ini, Sepuluh Penjuru Tathagata  menaklukkan semua mara dan semua ajaran sesat. Dengan berkendaraan Dharani ini, Sepuluh Penjuru Tathagata (dapat) duduk di atas ratnapadma dan hadir di berbagai penjuru dunia yang banyaknya bagaikan butiran debu. Dengan mengandung Dharani ini, Sepuluh penjuru Tathagata memutar Dharmacakra di berbagai dunia yang banyaknya bagaikan butiran debu. Dengan menjapa Dharani ini, sepuluh penjuru Tathagata dapat memberikan vyakarana di sepuluh penjuru dunia. Meskipun hasil belum terwujud, namun telah menerima vyakarana (ramalan mencapai Kebuddhaan) dari Buddha.

Dengan Dharani ini, Sepuluh penjuru Tathagata mampu mencabut penderitaan para insan di sepuluh penjuru. Derita neraka, setan kelaparan, alam hewan ; Derita buta, tuli dan bisu, derita kebencian dan dendam dan derita berpisah dengan yang dicinta ; Derita tidak memperoleh apa yang diharapkan, derita merajalelanya panca skandha serta berbagai petaka kecil maupun besar, dalam waktu bersamaan akan dibebaskan. Kesusahan akibat perampokan, bala tentara, raja, penjara dan belenggu  ; Kesusahan yang ditimbulkan oleh unsur  angin, api dan air , kelaparan dan kemiskinan, semua akan sirna dengan merenungkannya (Dharani ini).

Dengan senantiasa mengikuti Dharani ini, sepuluh penjuru Tathagata mampu menjadi seorang Guru Pembimbing bagi sepuluh penjuru, dalam kondisi beraktivitas, diam, duduk, maupun berbaring dapat memberikan berbagai pujana sesuai kehendak. Bahkan menjadi seorang Dharmarajaputra di tengah pasamuan Tathagata yang banyaknya bagaikan butiran pasir sungai gangga.

Dengan menjalankan Dharani ini, sepuluh penjuru Tathagata mampu membimbing para kerabatnya dari berbagai kehidupan yang lampau di sepuluh penjuru, serta membuat para pengikut Theravada/Hinayana tidak takut dan ragu-ragu lagi (antipati) jika mendengarkan tentang ajaran Tantra yang sangat menakjubkan .

Dengan melafal Dharani ini, sepuluh penjuru Tathagata mencapai Anuttarasamyaksamboddhi duduk di bawah pohon Boddhi, memasuki Mahanirvana.

Dengan membabarkan Dharani ini , sepuluh penjuru Buddha dalam masa setelah Nirvana Sang Buddha, mampu melestarikan Dharma, mampu menjalankan sila dengan baik dan suci. Bila saya membabarkan keagungan Dharani ini, dari pagi sampai petang dengan suara terus mengalir tanpa terputus serta tanpa pengulangan kata, demikian seterusnya selama kalpa yang lamanya bagaikan butiran pasir sungai gangga, masih tidak akan mampu selesai mengungkapkannya.

Dharani ini dinamakan juga Tathagata Usnisa, wahai Anda sekalian para pemula, yang belum mengakhiri tumimbal lahir, namun dengan ketulusan ingin mencapai Kearahattan, memasuki mandala dengan tanpa menjapa Dharani ini , serta ingin terhindar dari segala kekejian , tidak ada hal yang demikian itu (bila tidak menjapa Dharani ini)

Ananda, bila para insan di berbagai dunia, bila dapat menuliskan mantra ini (huruf sansekerta) dan menempatkannya ke dalam kantongan, meskipun batinnya masih kalut sehingga  tidak mampu melafal dan mengingat (Dharani ini) , namun bila dapat membawa serta Dharani ini maupun mempersemayamkan di tempat tinggalnya, ketahuilah bahwa orang ini, dalam kehidupan ini tak akan terlukai oleh segala macam racun.

Ananda, sekarang akan Aku jelaskan kembali kekuatan kewibawaan Dharani ini kepadamu, demi melindungi para insan di dunia ini, supaya bebas dari rasa takut, supaya merealisasikan Kebijaksanaan Agung.

Setelah Aku Parinirvana, bila para insan di masa yang akan datang dapat melafal, ataupun mengajari orang lain supaya melafalnya, ketahuilah bahwa para insan yang menjapanya tidak akan terbakar oleh api, tenggelam oleh air dan tak dapat dilukai oleh racun biasa maupun ganas.

Bahkan para Dewa, Naga, setan, roh langit dan roh bumi, mara dan siluman yang suka menyesatkan, juga mantra dan doa jahat, tidak akan dapat melukai.Kekuatan Dharani ini mampu membangkitkan Samadhi dalam batin. Segala macam guna-guna dan racun yang memasuki mulut praktisi Dharani ini akan berubah menjadi amrta. Segala bintang kejahatan, para dewa dan setan, manusia berhati racun, bila berhadapan dengan praktisi Dharani ini tidak akan bisa membangkitkan kejahatannya. Para Vinayaka (dewa rintangan) dam para raja setan kejahatan, akan timbul rasa hormat sehingga akan senantiasa melindungi.

Ketahuilah Ananda, bahwa Dharani ini senantiasa diikuti siang dan malam oleh koti-an Para Vajraraja Bodhisattva sejumlah delapan puluh empat ribu nayuta butiran pasir sungai gangga, dan masing-masing dari mereka mempunyai kerabat para Vajra .

Bila ada insan yang menjapa Dharani ini dalam batin maupun bersuara, walaupun dengan batin yang kacau tanpa Samadhi, namun Vajraraja akan tetap senantiasa melindungi para putera berbudi tersebut. Apalagi yang dapat menjapanya dengan membangkitkan Bodhicitta dan dengan Samadhi. (Maka) Para Vajra Bodhisattva Guhyaraja ini,  akan segera memurnikan kesadaran (pelafal Dharani ini) , sehingga orang tersebut akan mampu mengetahui dan mengingat segala selama delapan puluh empat ribu kalpa dengan tanpa keragu-raguan. Dari kalpa pertama sampai memperoleh tubuh terakhir sebelum Kebuddhaan, dalam setiap kelahiran tak akan lahir di alam asura raksasa, putana, kataputana, kumbandha, pisaca dan lain sebagainya, serta para setan kelaparan, yang berwujud maupun tidak, yang mampu berpikir atau tidak, maupun semua alam rendah.

Wahai Putera yang berbudi, bila melafalkan, bila mencetak maupun menyalinnya, bila membawa maupun mempersemayamkannya (Dharani ini), menghaturkan berbagai pujana, maka selamanya tidak akan terlahir sebagai orang miskin maupun semua alam rendah dan tempat yang tidak menyenangkan. Walaupun orang yang demikian tidak pernah menanam bibit pahala kebajikan, namun sepuluh penjuru Tathagata akan menganugerahkan pahala kebajikan kepada orang ini. Maka dari itu, dia akan selalu

bersama dengan Buddha dalam setiap kelahiran selama berkalpa-kalpa yang tak terhingga, pahalanya tak terhingga bagaikan buah ranum yang tumbuh mengumpul, selamanya bersama membina diri (dengan Bodhisattva yang hendak mencapai Kebuddhaan). Oleh karena itulah (Dharani ini) mampu membuat orang yang pernah melanggar sila dan menyesalinya juga segera bertobat, akan tersucikan kembali akar silanya. Bagi yang belum memperoleh sila akan memperoleh sila (memperoleh kemampuan bertahan menjalankan sila) ; Yang tidak tekun akan menjadi tekun, yang tidak memiliki kebijaksanaan akan menjadi bijaksana, yang tidak suci akan segera mampu menjalankan kehidupan suci, yang tidak mampu menjalankan nicasila, akan menjadi mampu.

Ananda, saat putera yang berbudi menjapa Dharani ini, akan mampu melenyapkan segala pelanggaran sila yang telah  dilakukannya sebelum memperoleh dan memulai menjapa Dharani ini, baik itu pelanggaran ringan maupun berat.  Dari bermabuk-mabukkan, gemar mengkonsumsi lima sayuran menyengat dan berbagai kebiasaan yang tidak suci yang dilakukannya sebelum mengenal Dharani ini , setelah dia menjapanya, maka Para Buddha Bodhisattva, Vajra dan para Deva tidak akan memandangnya sebagai pendosa.

Walaupun mengenakan pakaian usang dan tidak bersih, namun segala aktivitasnya akan menjadi murni. Walau tak membangun mandala, tak memasuki tempat ibadah, dan tak menjalankan formalitas ajaran tertentu, bila melafalkan Dharani ini, maka akan memperoleh pahala bagaikan memasuki mandala dan menjalankan segala aturannya.

Bila telah melakukan lima dosa besar/pancanantaryakarma (membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh arahat, memecah belah Sangha) dan catvarahparajikadharmah , namun telah bertobat dan tak mengulanginya lagi, dengan menjapa Dharani ini, maka karma berat seperti itu akan sirna bagaikan angin kencang meniup pasir sampai tak tersisa sedikitpun.

Ananda, bila ada insan yang telah melakukan berbagai karma buruk baik itu ringan maupun berat , yang dilakukan sejak berkalpa yang lampau, dan tidak sempat melakukan formalitas pertobatan, bila dapat melafal , menyalin, membawa serta dan mempersemayamkannya di rumah maupun halaman, maka karma buruk tersebut akan sirna bagaikan salju yang tersiram air panas, dan dalam waktu singkat akan mewujudkan anuttpatikadharmaksanti.

Dan lagi, Ananda, bila ada seorang wanita yang belum melahirkan putera atau puteri dan memohon ingin mengandung, bila dapat dengan sepenuh hati mengingat dan merenungkan Dharani ini, atau membawa serta Dharani ini, maka akan melahirkan putera maupun puteri yang memiliki berkah dan kebijaksanaan

Bagi yang menginginkan panjang usia, akan memperoleh panjang usia ; Barangsiapa ingin supaya perbuatan baiknya segera berbuah , maka akan segera memperoleh buah karma baiknya. Mengenai nyawa dan kesehatan juga demikian halnya. Setelah akhir hidupnya, akan terlahir di sepuluh penjuru Tanah Suci sesuai kehendak. Dan sudah pasti tidak akan terlahir di tempat yang menderita, apalagi alam rendah.

Ananda, jika di berbagai Negara atau wilayah, terjadi bencana kelaparan dan wabah penyakit, atau bencana senjata dan kejahatan merajalela, atau peperangan yang tiada hentinya, ataupun wilayah yang dilanda becana kekeringan , angin rebut/topan dan hujan es,tulislah Dharani ini dan semayamkan di empat penjuru pintu kota serta berbagai tempat ibadah/vihara maupun dvaja Dharani,  kerahkanlah supaya para insan di negeri itu menyambut dan menerima Dharani ini, bersujud dan menghormati, sepenuh hati

memberikan pujana, setiap penduduk  membawanya serta di badan, masing-masing mempersemayamkannya di rumah kediamannya,maka semua petaka itu akan sirna.

Ananda, bila dimana – mana ada Dharani ini, tiap penduduk mempunyai Dharani ini, maka Dewa dan Naga akan bersuka cita, hujan akan turun pada waktunya, hasil panen akan melimpah , aman dan tenteram. Demikian pula, Dharani ini dapat mengendalikan segala bintang kesialan dan petaka supaya tidak membuat kekacauan. Segala malapetaka tidak akan timbul, penduduk juga tidak akan memperoleh bencana yang membuat pendek usia, segala jerat dan belenggu tak akan membelenggu tubuh, tidur dengan tenteram tanpa mimpi buruk.

Ananda, ketahuilah bahwa dunia saha ini ada delapan puluh empat ribu bintang petaka dan kesialan yang dikepalai oleh dua puluh delapan bintang petaka, dengan delapan bintang malapetaka sebagai pimpinannya. Saat mereka dengan berbagai rupa muncul di dunia, maka akan menimbulkan berbagai malapetaka bagi para insan, namun di tempat dimana ada Dharani ini, semua petaka akan sirna. Dalam jarak dua belas yojana akan menjadi simabandhana, segala petaka selamanya tidak akan sanggup memasuki. Oleh karena itulah Tathagata membabarkan Dharani ini, supaya di masa yang akan datang dapat melindungi para sadhaka yang baru belajar, sehingga mampu memasuki Samadhi, jasamani dan rohani nya selalu diliputi ketenangan, memperoleh ketenteraman. Bahkan tidak akan ada para mara , setan dan dewa, maupun para musuh sejak berbagai kehidupan yang lampau, tidak akan ada yang sanggup melukai (praktisi ini). Engkau dan para siswa di tengah pasamuan ini, serta para sadhaka di masa yang akan datang, dengan berdasarkan instruksi pendirian mandala dari KU, jalankanlah sila, terimalah sila dari seorang biksu yang benar – benar menjalankan sila dengan murni, saat melafal Dharani ini , dalam hati jangan sampai timbul keraguan maupun kemalasan. Maka para putera berbudi itu ( Dalam Garis Lurus Surangama disebutkan bahwa Putera berbudi adalah istilah bagi siswa Buddha yang tidak melakukan empat pelanggaran sebagai berikut :  1. Tidak mematuhi aturan mandala dari instruksi Guru ; 2. Sila yang ternoda ; 3. Menghina Guru Akar ; 4. Ragu-ragu, tidak memiliki keyakinan)  dengan tubuh yang dilahirkan oleh ayah dan ibu ini (tubuh saat ini juga), jika tidak bisa memperoleh pencapaian penembusan hati, maka sepuluh penjuru Tathagata telah berdusta.

Setelah Buddha membabarkannya, ratusan ribu para Vajra bersama bersujud pada Buddha, dan berkata :

“Seperti yang dikatakan oleh Buddha, dengan sepenuh hati, Saya akan melindungi siapapun yang membina diri dalam Bodhicitta.”

Kemudian , Raja Brahma dan Dewa Indra serta Catur Maharajika bersujud pada Buddha dan berkata, “Bila ada orang bajik yang menekuninya, Saya akan dengan sepenuh hati melindunginya, supaya dalam kehidupannya ini segala harapannya akan terkabul.”

Para Jenderal Yaksa yang jumlahnya tak terhingga, para Raja Raksasa, Raja Putana, Raja Kumbandha, Raja Pisaca, Vinayaka, para Raja Setan dan para panglima setan, bersujud pada Buddha, “Saya juga bersumpah melindungi orang tersebut, supaya dapat segera menyempurnakan Bodhicitta nya.”

Ada lagi, para pangeran Dewa Surya dan Candra yang banyaknya tak terhingga, para Dewa Hujan dan Vayu,awan dan Guntur, serta Dewa Petir dan lain sebagainya, Dewa Tahunan dan Para Kerabat Perbintangan di pasamuan, bersujud pada Buddha, dan berkata :

“Saya juga akan melindungi para sadhaka tersebut, mendirikan tempat ibadah dengan tenteram, serta bebas dari rasa takut.”

Para Dewa Gunung dan Dewa Samudera yang jumlahnya tak terhingga, para Dewa Tanah, Air dan Dewa-Dewa penguasa berbagai hal di bumi,Raja Vayu, Arupa Deva, bersujud pada Buddha, dan berkata :

“Saya juga melindungi sadhaka tersebut, supaya memperoleh Boddhi, selamanya tiada hal hal buruk.”

Saat itu, delapan puluh empat ribu nayuta koti buritan pasir gangga para Vajragarbharaja Bodhisattva di pasamuan , bangkit dari tempat duduknya, bersujud pada kaki Buddha dan berkata :

“Bahgavan, seperti halnya kita, yang telah membina diri sejak masa lampau dan mencapai Boddhi, namun kita semua tidak memasuki Nirvana, untuk selalu mengikuti Dharani ini, untuk melindungi para sadhaka sejati yang menekuni Samadhi di masa penghujung Dharma. Baghavan, sadhaka yang ingin memperoleh Samadhi benar, bila dia sedang berada di tempat ibadah maupun melakukan perjalanan, bahkan bila mereka melafalkan Dharani ini dengan tidak mengetahui cara memusatkan pikiran, Kami semua tetap akan melindungi orang tersebut. Raja Mara dan Mahesvara Raja tidak akan dapat memperoleh kesempatan mengganggu. Para dewa dan setan kecil akan mengambil jarak sepuluh yojana menjauh dari orang bajik (praktisi) itu, kecuali bila mereka semua juga membangkitkan Bodhicitta ingin menekuni samadhi. Baghavan, demikianlah para mara jahat dan kerabatnya, bila hendak mengganggu orang bajik itu , saya akan menggunakan vajra mustika menghancurkan kepalanya sampai lebur menjadi debu, supaya orang itu “mendapatkan segala sesuatunya terjadi sesuai kehendak.”

Leave a comment »

PAHALA MENJAPA MANTERA PADMASAMBHAVA

PAHALA MANTRA PADMASAMBHAVA

(Dari kitab Rahasia ajaran padmasambhava yang disimpan oleh Yeshe Tosgyal di dalam gua) Yang baru ditemukan setelah tersimpan ratusan tahun.

Mantera inti Yang Arya Padmasambhava penyukses segala Karman

“Om Ah Hum – Biezha – Gulu- Beima – Xidi- Hum- Xie”

Bersarana pada Mulacarya, Yidam dan Dakini.

Dakini Yeshe Tsogyal bertanya :

“Aku seorang anak gadis, nama Ku Yeshe Tsogyal, kini mempersembahkan mahapujana pada Mandala Mahaguru, pujana luar, dalam dan rahasia. Kemudian demikian mengundang : Maharya Padmasambhava , Aku dan para rakyat Tibet, mohon anugerah perlindungan Mu yang tanpa batas dan pertolongan Mu, pada kehidupan kali ini dan seterusnya yang akan datang. Bagaikan Yang Arya yang telah Sadar bahwa masa lampau tiada orang kuno, masa mendatang tiada yang datang. (tiada siapapun yang datang dan pergi) ; Walaupun Aku adalah kaum wanita, namun tak diragukan lagi pasti memperoleh anugerah Tata Ritual Yang Arya yang sangat berharga bagaikan amrta.”

“Dan Ku lihat para makhluk di masa jauh yang akan datang, batinnya lemah, kebajikan akan cepat berubah menjadi kebencian, tidak mampu tinggal dalam ketenangan dan kesabaran, penuh dengan kekacauan. Dengan berkedok Dharma Yang Suci mempertahankan pandangan salah ; Memfitnah ajaran Suci nan menakjubkan dari Mantra Rahasia. Makhluk seperti itu adalah sakit dan miskin (dalam Dharma), terancam oleh ketakutan akan senjata dan peperangan, ketiganya merupakan malapetaka besar yang terus subur dan bertambah, dan penderitaan yang dahsyat akan datang bersamaan. Saat itu rakyat Tibet akan dirundung derita.”

“Mahaguru! demi mengentaskan dari berbagai derita ini, telah banyak Dharmadesana upaya kausalya. Karena segala tata penekunan dari makhluk yg akan datang tidak sempurna dan tidak lengkap. Banyak kehancuran , semakin haus kekuasaan, saling mencelakai. Segala macam pujana akan sulit dilengkapi dengan sempurna. Sungguh sulit menghindari hal demikian di masa penuh kejahatan! “

“Mahaguru! Apakah pahala yg dihasilkan bila makhluk yang akan datang, mampu berdasarkan tata cara dari Mahaguru yang dinamakan Mantratantra dari Vajracarya? makhluk yang berakar rendah mohon dijelaskan sehingga memiliki pengertian mendalam.”

Saat itu MahaguruPadmasambhava ber Dharmadesana :

“ Wahai anak gadis yang memiliki sraddha, seperti yang telah Kau katakan, adalah demi menolong para makhluk yang dirundung kejahatan Aku terlahir untuk membabarkan berbagai macam ajaran Dharma! Aku punya 18 gudang garbha, yaitu bhumigarbha, tirthagarbha, akasagarbha dan lain lain, tempat dimana mengandung ajaran tak terhingga dan rahasia. Yang diwariskan pada para makhluk dimasa kejahatan, yang memiliki kebajikan dan sebab sebab mujur, namun Pintu Dharma ini sulit untuk mencapai sempurnanya. “

“Bila ada makhluk yang menjaga samaya dan menjapa mantra di tempat suci, 24 lokasi, atau di vihara, desa, gunung, tepi danau, atau tempat hunian dewa, setan dan mara, tempat tinggi maupun dataran rendah. Ataupun bila biksu yang ber sila, bahkan umat awam dan gadis yang bajik, yang bermoral, memiliki ketulusan, rajin, pandangan benar dalam Bodhi, dapat melafalkan inti Mantra Tantra Vajracarya, sampai genap ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, puluhan juta atau sesuai kemampuan, pahala yang dihasilkan sangat tak terbayangkan. Semua macam malapetaka dan bencana di sepuluh penjuru semesta, seperti penyakit, kemiskinan, peperangan, penindasan bala tentara jahat, kelaparan, kekacauan masyarakat, teror, kebengisan dan lain sebagainya akan sirna. Semua daerah, ternak akan terpelihara dengan tenang, panen melimpah, cuaca baik dan segala kemujuran ini akan tiba. Bagi yang berakar tinggi, dalam hidup kali ini dan akan datang, Aku akan datang dalam mimpi Nya menyampaikan ajaran. Insan yang demikian akan berangsur menyempurnakan semua jalan dan bhumi. Dengan kesucian tubuh, wanita dan pria penekun mantra, pasti memasuki mandala terunggul!” “Bila setiap hari dapat menjapa ratusan kali tanpa berhenti, maka ia akan memperoleh makanan dan minuman melimpah, harta dan kekayaan. Bila ada makhluk menjapanya genap ribuan kali, atau puluhan ribu kali, atau lebih, ia akan memperoleh adhistana yang besar, ini pasti dan tidak di ragukan lagi! Bila menjapanya genap 100ribu kali atau 10 juta kali atau lebih, ia akan mempunyai kekuatan di Triloka, dewa dan mara akan menjadi pembantunya, keempat karman akan berhasil tanpa halangan. Kebahagiaan yang didapat dari pahala adalah tak terhingga. Bila ada yg menjapa genap 30.000.000 kali atau 70 juta, Para Buddha tiga masa akan senatiasa bersama nya. Ia dan Aku tiada bedanya. Para dewata di surga, yaksa, raksasa, Dewa Gunung, semua akan menuruti perintahnya, dan membantu menyukseskan pekerjaannya.” “Bagi umat berakar baik, kehidupan kali ini juga akan mencapai keberhasilan sinar pelangi, bagi yang berakar sedang, saat ajalnya akan merealisasikan cahaya suci jati diri. Bagi yang berakar rendah, akan melihat rupa Ku dan memperoleh pembebasan dari tumimbal lahir, terlahir di mandala vijaya.”

Dakini Yeshe Tsogyal kembali mengucapkan :

“Wahai Mahaguru! Kau menganugerahkan pada semua makhluk kebajikan dan manfaat tak terhingga, sungguh besar budi jasa Mu. Demi manfaat makhluk yang akan datang, mohon babarkanlah Aksara rahasya Mantra Padma Guru Rinpoche yang memiliki pahala dan manfaat tak terhingga.”

Kemudian Mahaguru Padmasambhava membabarkan maknanya :

“Wahai gadis yang memiliki keyakinan kokoh, apa yang disebut dengan Mantra Vajracarya, bukan hanya berarti Nama Ku (Namo Guru Padmasambhava/Namo Lien Hua sen Ta Se)) saja, namun mengandung Para Adinata Suci, 4 bagian tantra, 9 yana, 84.000 Pintu Dharma, serta Tathagatagarbha. Mantra ini sungguh sempurna, mengandung intisari hati Buddha tiga masa, Para Guru, Adinata, Dakini dan Dharmapala”

“Sebarkanlah dan jelaskanlah supaya para insan mendengarnya baik baik, menjapakannya, menuliskan mantranya, supaya para makhluk yang akan datang memperoleh ajaran pembebasan”.

Ratna mudra, Rahasia mudra, mudra Penyerahan Pesan.

Dalam Riwayat Padmasambhava tercatat :

“Saat jodoh Padmasambhava dengan tanah Tibet telah habis, Beliau menuju negeri raksasa untuk memberikan pengajaran. Di hadapan Raja Tibet dan para siswa,

Beliau terbang melayang dan mengatakan :

“Aku tidak datang juga tidak pergi, Aku akan hadir dihadapan yang memiliki keyakinan akan Ku. Tiap bulan tanggal 10, Aku akan datang langsung menengok para siswa.”

Dalam Tantrakabum Pewarisan Ucapan : “Tiap bulan tanggal sepuluh, bermanifestasi muncul di berbagai benua, Aku kan menganugerahkan siddhi yang terunggul, bila seumur hidup menekuni Sadhana Guru Rinpoche, tiap saat membina diri, pasti masuk pada Tanah Suci Uddiyana di hati Ku.” Naja Gordi Puntsog : Bila mengharap kebahagiaan bagi Tibet, pada tanggal 10,

Padmasambhava bermanifestasi, saat itu yakinlah pada Ku.

“Raja Tibet dan para rakyat, Aku akan melakukan perjalanan menuju Negeri Raksasa, setiap tanggal 10, Aku pasti datang memenuhi tekad Ku, kata-kata Padmasambhava bukan kebohongan, patahkanlah keraguanmu, barangsiapa bisa meyakini ini, tiap tanggal 10 melakukan pengundangan dan bertekun dalam pembinaan, tak akan terjerumus dalam tumimbal lahir, berlindunglah pada Ku dengan tulus.”

Kitab Sedru Tingba tercatat bahwa barang siapa dalam penanggalan imlek tanggal 10 bisa melakukan ritual Padmasambhava, maka Beliau akan melindungi bagaikan seorang Ibu melindungi anak Nya.

KEISTIMEWAAN TANGGAL 10 DALAM SETIAP BULAN Padmasambhava 8 Forms Days

Guru Orgyen Dorje Chang – Guru Uddiyana Vajradhara Padmavajra

Tanggal 10 Bulan 7

Pada tanggal 10 bulan 7, Yang Arya terlahir dari padma di danau Dhanakosa India, kelahiran Nya penuh kemujijatan, dari langit turun amrta memandikan tubuh Nya, semua yang melihatnya pasti bersujud, para Dewa Naga dan makhluk air datang bersujud. Padmasambhava mewariskan Dharma pada Dewi Danau tersebut, saat itu nama Yang Arya adalah Padmavajra, bila sadhaka menekuni Sadhana Padmasambhava pada hari ini, akan melenyapkan penyakit dan kesulitan, memperoleh panjang usia dan kuasa, abhijna, berjumpa dengan Padmasambhava dan merealisasikan tubuh Padmasambhava, akhir hayat akan terlahir di Tanah Suci Padmasambhava. Yang memohon pencapaian ke Buddha an pasti akan memperolehnya, semua permohonan tiada yang tak terpenuhi.

Guru Pema Gyalpo Padmaraja

Tanggal 10 Bulan 1

Pada tanggal 10 bulan 1, Padmsambhava dibawa oleh Raja Indrabodhi dari danau Dhanakosa menjadi Pangeran Uddiyana, saat itu Padmasambhava memiliki Tujuh Mestika Kerajaan,  saat itu nama Beliau adalah Guru Pema Gyalpo (Padmaraja), bila sadhaka pada hari ini dapat menekuni Sadhana Padmsambhava, maka akan memperoleh kedudukan , kuasa, memiliki wibawa, dihormati dan dipatuhi oleh para dewa, mara, manusia dan makhluk bukan manusia. Menyingkirkan penyakit kelima unusur, memenuhi semua harapan

Leave a comment »

Sutra melepaskan ikatan dendam

Tripitaka Jiaxing jilid 19 ; no B044 ~ Kumpulan Sutra Pelafalan Sehari-hari

Translated by Lianhua Shian

Foshuo jiebaisheng yuanjie tuoluonijing

Sutra Dharani Melepas Ikatan Dendam Ratusan Kelahiran

Rushiwowen, yishi fo zai piyelicheng, yinyueshu xia, yu baqian bijiu zhongju

Demikianlah yang aku dengar, pada suatu ketika, Buddha berada di Vaisali di bawah pohon musik, bersama dengan 8000 biksu.

Shi you yipusa mingyue Puguangpusamohesa zhongsuozhishi

Saat itu, ada seorang Bodhisattva Bijaksanawan bernama Samanthaprabha Bodhisattva Mahasattva

Shuo wangxiyinyuen, molaishizhong, mofa zhongsheng

Mengungkapkan nidana masa lampau, dimasa yang akan datang , para insan di masa penghujung Dharma

Duochouzuiku, jieyuanchouyi, shishi jiexu xiangyu

Para insan banyak melakukan karma buruk, setelah ikatan dendam terbentuk, dalam berbagai kehidupan selalu bertemu.

Ruoyou shannanzi shannvren, wenshi tuoluoni, qiri qiye, jiejingzaijie

Riri qingchao, nianci puguangpusa mohesaming, ji nian cituoluoni yibaibabian, qiri manzu.

Jinde xiaomie, yuanjiabuxianghui, foshuoshiyushi. Sizhongrenming, tianlongbabu, xianxi huanxi, xinshoufengxing.

Bila putera dan puteri yang berbudi dapat mendengarkan Dharani ini, tujuh hari tujuh malam menjalankan sila dan kesucian.

Setiap pagi hari nya selalu melafal nama Phuguang Pusa Mohesa dan Dharani ini 108 kali sampai genap tujuh hari.

Dendam akan sirna , tidak akan bertemu dengan musuh.

Setelah Buddha membabarkan ini, keempat kelompok siswa, kedelapan bagian Dewa Naga, semua bersuka cita menerima, meyakini dan menjalankannya.

Om Chilin

Jinzha Jinzha seng jinzha, wujin weiru jie jinzha, zong bu yu ru jie jinzha.

Om qiangzhongqiang, ji zhong ji, Boluo hui li you shuli.

qie yuanjia li woshen, moheboruoboluomi

Foshuo baisheng yuanjie tuoluoni (Zong)

Demikianlah Sutra Dharani Pelepasan Ikatan Dendam Ratusan kehidupan

Leave a comment »

Mantera untuk menahan nafsu birahi yang berlebihan

Usotha Dharani dari Manjusri Bodhisatva

Sutra Manjusri Mempersembahkan Dharani Pengikis Birahi pada Buddha”Sumber :《七佛八菩薩所說大陀羅尼神經‧卷二》
Sutra Mahadharani yang Dibabarkan Sapta Buddha Asta Bodhisattva – Bab 2
《大正藏》第二十一冊頁543上、545上,Tripitaka Book 21 , page 543
《陀羅尼雜集‧卷二》Kumpulan Dharani Bab 2《大正藏》第二十 一冊頁586上。
Tripitaka book 21, page 586
《文殊菩薩獻佛陀羅尼名烏蘇式 Sutra Usota Dharani Persembahan Manjusri pada Buddha《大正 藏》第二十冊頁778上
Tripitaka book 20, page 778
Translated by lienhua shian

時佛勒阿難。為未來沒苦眾生。廣宣流布。時文殊 菩薩先說偈言 一切眾生類 迴沒婬鬼界 無能覺之者 唯我能救拔 永斷生死本 普處寂滅樂 我文殊師利。今欲說神咒。拔濟諸眾生。除其婬欲 本。有名乌稣咤(晋言usota)。除淫欲,却我慢。

Buddha berpesan pada Ananda supaya menyebarluaskannya demi para insan dimasa yang akan datang.

Kemudian Manjusri Bodhisattva melantunkan gatha :

Semua jenis makhluk
Yang terombang ambing dalam alam setan cabul
Tiada yang dapat tersadar
Hanya Aku yang mampu menolongnya
Selamanya memotong akar tumimbal lahir
Merealisasikan bahagia Nirvana

Aku, Manjusri, saat ini hendak membabarkan Mantra !
Menyelamatkan para insan, supaya menyingkirkan akar birahi, Dharani ini dinamakan Usota, melenyapkan birahi dan mengikis keangkuhan.

句梨句梨-帝那.
kuli‧kuli‧tena‧
忧拙忧拙-帝那.
yudho‧yudho‧tena‧
度呼度呼-帝那.
duho‧duho‧tena‧
究咤究咤-帝那.
kyuta‧kyuta‧tena‧
若蜜都若蜜都-帝那.
namito‧namito‧tena‧
究咤呼究咤呼-帝那.
kyutaho‧kyutaho‧tena‧
忧守忧守-帝那.
yusu‧yusu‧tena‧
耶蜜若耶蜜若-帝那.
yamina‧yamina‧tena‧
度呼咤-究咤多.
duhota‧kyutata‧
莎呵.
svaha‧

诵咒三遍结缕。作七结系脚。是咒能令诸失心者还得正念。灭淫欲火心得清凉。除其我慢灭结使火。 三毒垢障悉得 消除。若诸女人及善男子。精神处在无明重渊下。久处于生死不能得出要。洄波生死流没溺淫欲海。 莫能觉之者, 莫知求出要。呜呼甚可伤。

Menjapakan mantra 3 kali,lalu  ikat satu kali. Hingga membuat 7 ikatan, ikatkan pada kaki. Mantra ini mampu membuat yang kehilangan kesadaran kembali berpikiran lurus. Melenyapkan api birahi menyejukkan hati. Menyingkirkan kesombongan. Melenyapkan semua noda karma lobha, dosa dan moha.

Bila para putera dan puteri yang berbudi kesadarannya terjatuh pada moha yang mendalam (kebodohan), telah lama berada dalam samsara tanpa tahu cara pembebasan.

Terombang ambing dalam kelahiran dan kematian , samudera birahi, tanpa bisa sadar.
Tidak tahu bagaimana cara keluarnya.
Berteriak dengan pilunya…

若善男子善女人。心得惺悟还厌淫欲。应当与此陀罗尼咒令其读诵。淫欲之火渐渐消灭。淫欲灭已, 慢心自灭。慢 心灭已,其心则定。其心定已,结使则灭。结使灭已,心得解脱。心解脱已,即得道果。是则名为大 神咒力。诚谛 不虚,神力如是。断酒五辛七七四十九日。诸不净肉悉不得食。

Wahai putera dan puteri yang berbudi, bila batin tersadarkan, maka birahi akan lenyap. Hendaklah menjapa Dharani ini. Akan mengikis kobaran api birahi.
Bila birahi telah sirna, maka kesombongan juga akan sirna.
Bila kesombongan sirna, maka batinnya akan tenang dalam samadhi.
Bila batin telah tenang maka akan memperoleh pembebasan.
Bila batin memperoleh pembebasan, maka akan memperoleh buah ke Buddhaan.

Inilah kekuatan dari Mahamantra ini, sungguh sejati tiada kepalsuan.
Demikianlah kekuatannya.
Berpantanglah makanan dan minuman yang membuat hilangnya kesadaran dan berpantanglah lima macam sayuran menyengat selama kelipatan 7 hari sampai 49 hari.
Janganlah makan semua daging yang tak suci.

若男子行者九九八十一日。若女人行者七七四十九日。复昼夜六时勤心读诵。烧黑沉水、白旃檀香。 散华供养十方 诸佛。六时读诵曾不废忘。日数足已,结使即灭。其心泰然,无复淫欲。当深生欣跃自发庆幸。今我 遭遇大圣神力 。此身宜至佛身。不惧沦溺。如是净心念念信向。断诸恶作转杂言论离间之语。不念名利。如是日数 足已。决定解 脱。其心泰然。无复欲慢。

Para putera yang berbudi hendaknya melakukan dalam 81 hari kelipatan 9,
sedangkan para puteri yang berbudi  dalam 49 hari kelipatan 7.

Dalam enam waktu tekun menjapakannya.
Membakar heichenshui, dupa cendana putih.
Menabur bunga mempersembahkannya pada sepuluh penjuru Buddha.
Dalam enam waktu menjapakannya tanpa alpa.

Setelah hitungan harinya usai, segala ikatan akan sirna.
Batinnya akan tenang dan terang, tiada birahi.
Saat itu akan timbul suka cita yang mendalam.

Saat ini aku menerima kekuatan Yang Mahasuci, tubuh ini adalah tubuh Buddha, tidak takut akan kematian.
Demikianlah pikiran suci akan berkembang. Mematahkan semua perbuatan jahat dan kata kata yang tidak bermanfaat.

Tidak memikirkan mengenai nama dan keuntungan pribadi.

Demikianlah setelah genap hitungan harinya, pasti memperoleh pembebasan. Batinnya akan tenang tiada nafsu dan kesombongan.

pengalaman pribadi sih, lebih suka membaca Shurangama mantra lengkap 5 bab atau sutera dari Yao ce cinmu yang cen cing. ada sesiung senior menganjurkan bagian terakhir dari bab kedua shurangama yaitu “om svasthir bavatu mama imam mama sya”
ditambah lagi sajak versi indonesia :

wanita cantik menjadi penuh koreng
ciuman di bibir menjadi lidah ular
Mulan jamila menjadi bau tak tertahankan
tak melirik lagi segera membuang muka
Tugu monas aman dari mara bahaya

Air mani adalah harta yang tak terhingga.

Comments (1) »

Mantra membalas budi orang tua

MANTRA MEMBALAS BUDI ORANG TUA

mantra balas budi orang tua “Namo Miliduo Duoboyi Soha”,

bila setiap hari dalam bulan 7 (lunar) menjapanya 49 kali, dapat membalas budi jasa orang tua. Ini adalah sebuah penekunan upaya kausalya bagi perorangan,  karena jika Upacara Ritual Ullambana dilakukan sendiri  maka tidak semua orang yang sanggup membiayainya, namun bila dilaksanakan bersama dengan khalayak, biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit dan manfaatnya sama.

Bila keluarga miskin tidak sanggup mengikuti Upacara Ulambana, maka saya menyarankan untuk menjapa mantra ini 49 kali setiap hari, bila dalam bulan 7 dilaksanakan setiap hari , maka juga akan berhasil meyeberangkan arwah orang tua. Tiap keluarga melahirkan Buddha, pahalanya sangat besar.

Catatan : Bila mantra ini dijapakan untuk orang tua yang masih hidup, maka orang tua akan memperoleh kesehatan dan panjang usia.

Leave a comment »

Mantera pembersih Jasmani, roh dan rumah

Bagi yang telah menderita penyakit harus sering-sering menjaga mantera pembersihan, pagi siang ,dan malam sekali saja setiap hari. Diharapkan ada kemajuan setelah menjaga ucapan, pikiran dan perbuatan bersih setiap hari.

Mantra pemurni air

Wu ci chen sui                                           air sejati dari yang tak terhingga

Ye ti sien ming                                          cairan sejernih kristal

Ching si ling tai chi hui shen                menyucikan roh dan menimbulkan prajna

Wan wu chi run rong                              makanan semua mahluk agar dapat berkembang

Sia er chen ching                                     membersihkan segala yang jauh dan dekat

Siu tao shan yu ching                            dengan sadhana naik ke istana suci

Mantra pembersih hati(pikiran)

Sen chen jing siu                   roh jadi sejati setelah bersadhana dengan tulus

Ik chen jing siu                      pikiran jadi sejati setelah bersadhana dengan tulus

Chi chen jing siu                   chi jadi sejati  setelah bersadhana dengan tulus

Wu chang chen jing               kelima organ vital  tubuh menjadi suci

Mantra pembersih ucapan

Hou ching jing siu                    tenggorokan jadi suci setelah bersadhana dengan tulus

Shek ching jing siu                   lidah jadi suci setelah bersadhana dengan tulus

Ci ching jing siu                       gigi jadi suci setelah bersadhana dengan tulus

San yek ching jing                    ketiga karmaku dibersihkan menjadi suci

Mantra Pembersih tubuh (jasmani)

Thi  chie jing siu                 badan jadi suci setelah bersadhana dengan tulus

Ching chie jing siu              menjadi suci setelah bersadhana dengan tulus

Chen jie jing siu                  menjadi rapi setelah bersadhana dengan tulus

Ik sin jie jing                       hatiku menjadi bersih dan suci

Mantera pembersih tiga karma

Shen cong cu nei jing                 kenyataan yang terwujud dalam tubuh

San wan liok chien sen               ada 36000 dewa-dewa

Tong cuo lik sing chang              bertanggung jawab kesemua organ tubuh

Chien chiek ping hou yek           dari jaman dulu hingga ke masa depan

Yen wo shen ce cai                      berilah aku kesehatan yang prima

Chang cuk san pao cung              selalu menetap dalam tiga kesucian

Tang yiek ciek huai she               ketika masa kehancuran menjelang

Wo shen cang puk mik                rohku menjadi abadi

Song ci chen wen she                   setelah menjapa mantera sejati

Shen sin khou ye cie chin jing      karma dari badan,ucapan dan pikiran menjadi suci

Ji ji ju ri ling                                 laksanakan amanat ini dengan segera.

Manfaatnya : seusai menjapa lahir bathin menjadi bersih dari hawa kotor

Mantera dewa pembersih langit dan bumi /Cin Kuang Sen Cou(Dijapa 3 kali arwah yang masuk ke tubuh menyusut  musnah dengan suara menggelegar)

Thien ti cek jan                                      ketika langit dan bumi dalam keseimbangan

hui ci fen san                                          semua polusi menjadi sirna

tung chung sien si                                  mujijat yang terjadi di langit

huan lang tai yen                                    terpancar dari  penguasa langit sejati tai yuan

Pak fang wei shen                                  dewata sakti dari delapan penjuru

Shi wo che jan                                        menyatukan aku dengan alam

Ling pao fuk ming                                  amanat  ratna suci ling pao

Puk kao ciu thien                                    diumumkan hingga ke langit sembilan

Chien lo ta na                                         Gan la dha na

Tong kang thai sien                                angin surga  dari penguasa langit mujijat

Chan yao fu sie                                       memenggal iblis dan mengikat kejahatan

Sak kui wan chien                                   membunuh ribuan hantu

Cung shan shen cou                                mantera dewa suci gunung tengah

Yuan si ik wen                                        sutra pusaka tertua

Chi sung ik pien                                      begitu membaca satu kali

Chiek ping yen nien                                hilang sakit dan panjang umur

An sing wu yue                                       diedarkan hingga ke lima pegunungan

Pak hai che wen                                      melewati delapan samudra jadi terkenal

Mo wang su sou                                      Raja mara (iblis) tak berdaya

Se wei wo suen                                        lindungi aku dikediamanku

Siong hui siao san                                   segala bahaya dan polusi akan lenyap

Tao chi chang cun                                   jalan sejati tao selalu berkibar

ji ji ju Thai sang lao chin lik ling che      laksanakan perintah Thai sang lao chin segera

Mantera dewa bumi (memanggil dewa bumi menjaga tempat tinggal/altar)

Yen shi an chen                                      dalam pengawasaan dewata kuno

Pu kao wan ling                                      memberitahu segenap arwah

yue tu chen kuan                                     penguasa sejati pegunungan dan sungai-sungai

tu ti che lin                                              dewa tanah dan dewa wilayah

chuo she you chi                                     dewa bumi dan dewa jerami

puk tek wang ching                                 jangan membuat kekacauan

hui siang chen tao                                   kembali ke jalan kebenaran

nei wai su ching                                      sucikan lahir dan bathin

ke an fang wei                                         menjaga di tempat masing-masing

pei shou tanting                                       selalu siaga dalam tugas menjaga altar

thai sang you ming                                 Yang tertinggi mengeluarkan perintah

sou pu sie jing                                         untuk menangkap setan jahat

fu fak shen wang                                     Raja dewa –dewa pelindung

pao wei song ching                                  melindungi yang membaca sutra

kui ik ta tao                                              bersarana dalam jalan kebenaran (tao)

yuan heng li chen                                     semuanya menjadi lancar dan baik

ji ji ru li ling                                             demikian amanat ini segera dilaksanakan

menjapa mantra catur sarana mengubah tanah kotor menjadi suci

namo kulu pei

namo putaye

namo tamo ye

namo sen cia ye

om pu kan

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 83 pengikut lainnya.