Archive for Pengenalan terhadap agama buddha

4 hal berdana yang penuh berkah

Taisho No.730
Fo shuo Chuchu Jing
《佛說處處經》

diterjemahkan oleh : Lianhua Shian

….佛欲度世去。諸比丘白佛言:諸在世間人,皆當從佛得福。今佛度世去,諸世間人民,當複從誰得福 ?

… Saat Buddha hendak Parinirvana, para biksu bertanya pada Buddha, “Para insan di dunia ini memperoleh berkah dari dana pada Buddha. Sekarang Buddha hendak Parinirvana, dari manakah para rakyat di dunia dapat memperoleh berkah ?”

佛言:比丘,我雖度世去,經法當在。複有四因緣,可從得福。

Buddha menjawab : “Wahai Biksu, meskipun Aku hendak Parinirvana, namun Sutra dan Dharma masih ada. Ada empat hal yang dapat menyebabkan insan memperoleh berkah kebajikan.

一者,畜生無所食,飼之令得命。
1. Memberi makanan dan perawatan pada hewan yang kelaparan.

二者,見人得疾病無瞻視者,當給與供養,令得安隱。
2. Memberikan persembahan dan penghiburan bagi orang sakit yang tidak ada yang mengurus.

三者,貧窮孤獨,當護視。
3. Memberi perlindungan pada orang miskin dan sebatang kara.

四者,人獨一身,行禪念道,無所衣食,當給視之。
4. Memberi perhatian dan dana pada sadhaka sejati yang sebatang kara dan kekurangan.

是為四事佈施,持善意與之,其得福,與佛等無有異。

Buddha melanjutkan, “empat macam dana ini, bila dilaksanakan dengan pikiran bajik, pahala dan berkah yang diperoleh adalah sama dengan memberikan pelayanan itu semua pada Buddha.”

Leave a comment »

Lima Rhupang Buddha tertinggi di dunia

1. Spring Temple Buddha

It is the tallest statue in the world and is located in the Zhaocun township of Lushan County, Henan, China. The statue depicts Vairocana Buddha and is 128 meters high with a weight of over 1000 tonnes. It is made out of bronze and gets its name from the nearby Tianrui hot springs.

2. Laykyun Setkyar

It is the second tallest statue in the world and is situated in Khatakan Taung village in Monywa, Sagaing Division, Myanmar. Monywa lies in the heart of the Chindwin Valley and 136 km northwest of Mandalay.

The height of the statue is 116 meters. The construction of the giant statue started in 1996 and the completion ceremony took place in 21st February, 2008.

3. Ushiku Daibutsu

It is the third tallest statue in the world and is located in Ushiku, Ibaraki Prefecture, Japan. Ushiku Daibutsu is also called Ushiku Arcadia.

The statue was completed in 1995 and it stands a total of 120 meters tall, including the 10m high base and 10m high lotus platform. The statue has a elevator inside it which takes the visitors up to 85m off the ground, where an observation floor is located. It depicts Amitabha

4. Guanyin Statue

It is also known by the name Guan Yin of the South Sea of Sanya and is the fourth highest statue in the world. The statue is located in the Nanshan Culture Tourism Zone on the south coast of China’s island province of Hainan. The Guanyin Statue of Hainan has a height of 108 meters.

The statue has three sides, one facing the island and the other two face the South China Sea. It took six years to build the statue and was enshrined on 24th April 2005 and the ceremony was attended by 108 eminent monks from various Buddhist groups in Taiwan, Hong Kong, Macao and Mainland China.

Also present in the ceremony were over tens of thousands of pilgrims and monk delegations from the Theravada and Vajrayana traditions.

5. Grand Buddha at Ling Shan

It is located at the south of the Longshan Mountain near Mashan town of Wuxi in Jiangsu Province of China. It is a famous tourist attraction along with the nearby historic Xiangfu Temple, a thousand-year old Buddhism temple.

The bronze statue was commissioned in 1996 and has a height of 88 meters.

Leave a comment »

MARA – LOKA

MARA LOKA
Mo Jie – 魔界

蓮生活佛/文
oleh : Liansheng Huo Fo

在「神行中」亦曾進入魔界。

Saat melakukan Perjalanan astral, pernah memasuki maraloka.

十魔即是:

Sepuluh Mara yaitu :

蘊魔──色受想行識五蘊變化,為眾罪之源頭。
1. Mara Pancaskandha (yun mo – 蘊魔): Manifestasi dari pancaskandha rupa, vedana, samjna dan samskara ; Merupakan sumber dari semua pelanggaran.

煩惱魔──擾人心思,混亂正理。
2. Kileshamara (Fan Nao Mo – 煩惱魔) : Menggoda pikiran manusia, mengacaukan kebenaran.

業魔──殺盜淫妄業,而成魔。
3. Karmamara (Ye Mo – 業魔) : karma membunuh, mencuri, berzinah dan berdusta yang menjadi mara.

心魔──疑、慢、傲成魔。
4. Hrdaya Mara (Xin Mo – 心魔) : Mara keraguan dan keangkuhan.

死魔──奪人生命、慧命。
5. Mara Kematian (Si Mo – 死魔) : Merampas nyawa manusia dan kebijaksanaannya.

天魔──欲界第六天主,障人善念。
6. Mara Devaputra (Tian Mo – 天魔) : Pimpinan surga ke enam alam nafsu, menghalangi kebajikan manusia.

善根魔──執著善根,不求精進。
7. Mara Akar kebajikan (Shangen Mo – 善根魔) : Melekat pada akar kebajikan, sehingga tidak mau tekun berusaha.

三昧魔──執著禪定,不求菩提。
8. Mara Samadhi (Sanmei Mo – 三昧魔) : Melekat pada samadhi, sehingga tidak mau merealisasi Boddhi.

善知識魔──慳吝於法,不度化眾生。
9. Mara Pembimbing (Shanzhishi Mo – 善知識魔) : Kikir akan Dharma, tidak membagikan ajaran dharma dan t idak mau menyelamatkan insan.

菩提法智魔──執著菩提法,有智慧,但障蔽解脫正道。
10. Boddhidharmajna Mara (Putifazhi mo – 菩提法智魔) : Melekat pada Dharma Boddhi, memiliki kebijaksanaan, namun menghalangi jalan menuju pembebasan.

(佛與魔,有時只是一念、一線)

Antara Buddha dan mara ada kalanya hanya sebatas satu pikiran atau satu garis saja.

看見有四魔坐著吟詩:

Melihat puisi yang dibuat oleh Catur Mara :

「娑婆紛擾事縱橫,不如此界安養城,苦樂全然不侵襲,方名自在最有能。」
Dunia saha penuh dengan berbagai masalah, tidak seperti dunia ini (Alam Mara) negeri ketenteraman, tiada serangan dari sukha dan dukha, sangatlah leluasa.

「死生俱脫稱無生,往生不如我無生,佛魔彼此皆同體,若分彼此道何成。」
Terbebas dari lahir dan mati disebut sebagai A jati, terlahir di tanah suci tak sebanding dengan aku yang tak terlahirkan ini, Buddha dan Mara adalah sama belaka, bila membedakannya bagaimana bisa mencapai Tao.

「文殊智慧只虛無,龍樹辯才也是拙,寄語行者真修者,世上何人不愚夫。」
Prajna Manjusri hanyalah omong kosong belaka, keahlian berdebat yang dimiliki oleh Nagarjuna Bodhisattva hanya kedunguan belaka, wahai para sadhaka sejati, di dunia ini siapakah yang tak pernah berbuat kesalahan.

「說真豈有幾箇真,說理不著尤非理,淨穢原來均是塵,入此三昧才迷蒙。」
Bicara kebenaran berapakah yang benar ?

Bicara teori “tidak melekat” sepertinya bukan kebenaran,

Suci dan kotor pada hakekatnya semua adalah debu,

Memasuki samadhi ini barulah berkabut.

這四首詩偈,聽來似乎有味,就差那麼一點點,那四魔看見我「神行」而至。

Empat bait puisi ini sepertinya bermakna, hanya kurang sedikit saja. Empat Raja Mara itu datang karena melihatku melakukan perjalanan astral.

一魔說:「這位蓮生活佛盧勝彥,上回,看破了我,我就走了。」

Mara yang satu mengatakan :
“Rinpoche Lusheng yan ini, sebelumnya pernah mengenali aku, maka aku pergi.”

其他三魔憤憤不平:「要不要縛他。」

Tiga mara yang lain menjadi marah dan gusar : “Mau mengikatnya ? !”

「要縛綁他甚容易。」三昧魔說。

Mara Samadhi mengatakan : “Mau mengikatnya mudah sekali.

「如何容易?」

“Mudah bagaimana ?”

「蓮生活佛盧勝彥最是有情,用『情絲』縛綁他,當然最是容易的了。」

“Rinpoche Liansheng  itu orangnya sangat sensitif,  ikat saja dengan masalah perasaan, tentu saja ini yang paling mudah.”

於是──

maka…

四魔手掌中,各出一線繩,祭了出來,我被團團綁住,一下子便動顫不得了,我智明全失。

Tiap tiap tangan 4 Raja Mara menggenggam jerat dan mengikat saya, seketika saya terguncang dengan hebat, sampai kehilangan kesadaran.

此四繩綁我,是有奇效,這正是我的弱點:
Empat jerat ini mengikat saya, yang merupakan kelemahan saya :

一曰「親情繩」。
1. Ikatan hubungan keluarga

二曰「感情繩」。
2. Ikatan Cinta kasih.

三曰「師徒情繩」。
3. Ikatan rasa Kasih antara Guru dan murid.

四曰「眾生情繩」。
4. Ikatan kasih terhadap para insan.

三昧魔哈哈大笑:「蓮生活佛盧勝彥,無法掙脫親情、感情、師徒情、眾生情,用此四繩綁他,最是易也,此 人為情所困,常常悲從中來,自艾自嘆,流淚痛苦,我們四魔看他有何方掙破情網。」

Mara Samadhi tertawa terbahak bahak :
“Rinpoche Liansheng tidak mampu melepaskan diri  dari ikatan keluarga, cinta kasih, guru murid dan para insan. Dengan empat jerat kasih ini untuk mengikatnya adalah cara yang paling mudah, orang ini akan dibuat susah oleh perasaan kasih , seringkali kesedihannya datang dari hal ini, dia akan menitikkan air mata, kita 4 Raja mara tinggal melihat dia bagaimana menghancurkan jala perasaan ini !”

其他三魔亦大笑:「有情有義的,被無情無義的綁箇死死的,哈哈!」

Ketiga mara yang lain “Orang yang berperasaan dan terlalu berbudi akan diikat mati oleh yang tidak berperasaan dan tak berbudi, haha !”

三昧魔恥笑我:「濫用感情。」

Mara samadhi mentertawakan saya : “Terlalu berlebihan dalam memakai perasaan.”

三魔亦說:「真是癡心人也。」

Ketiga mara yang lain mengatakan : “Benar – benar terlalu berperasaan.”

我被困在魔網之中,這也算是我的「因緣果報」吧!我的願始終未能了,眾生情緣重,一再的投胎轉世,生生 世世度眾生,眾生界未空,我怎能沒有眾生情?

Saya dibuat susah dalam jala mara, bisa dikatakan ini adalah karma saya ! Sejak awal sampai akhir saya tidak berdaya, perasaan saya terhadap para insan terlalu mendalam, selalu terlahir kembali, dalam setiap kelahiran menyelamatkan insan, bila alam para insan belum kosong, bagaimana mungkin saya tidak ada perasaan pada para insan ?

師徒情重,我的弟子五百萬,這五百萬弟子有了錯誤過失,全在我的身上,我的功德福報又不夠抵償。弟子的 行為過患,我怎能視之不見,聽之不聞,像我這樣子的人,師徒之情,怎能忘?

Perasaan antara Guru dan murid sangatlah mendalam, muridku ada jutaan, bila jutaan murid ini ada berbuat kesalahan, semua menjadi tanggungan saya, pahala dan berkah saya tidak cukup untuk membayarnya. Bila perjalanan hidup para siswa penuh kesulitan, bagaimana bisa saya tidak peduli, orang seperti saya ini bagaimana bisa melupakan hubungan guru murid ?

再說親情,那是最基本層次的感情,這一世的親生父母,協助度生的蓮香上師,子女之情,這是天生的,也是 多世的緣份,如何捨得?

Kemudian mengenai perasaan terhadap keluarga, itu adalah perasaan yang paling mendasar, orang tua dalam kehidpuan kali ini, Acarya Lian Xiang yang membantu saya menyelamatkan insan, perasaan terhadap putera dan puteri saya, ini adalah alamiah dan merupakan jodoh sejak banyak kehidupan yang lampau, bagaimana bisa dicampakkan ?

就這三項,已把我纏得無法呼吸了。

Tiga hal ini, telah mengikatku sampai tidak bisa bernafas.

最後提到感情,我是「有情菩薩」,這東西看不到、聽不到、摸不到,但,有感應。

Terakhir yaitu adalah perasaan cinta, saya adalah Bodhisattva berperasaan, benda ini tak bisa dilihat, tak bisa di dengar, tak tersentuh, namun ada kontak batin.

一、有電。二、有念。三、有覺。

1. Memiliki energi
2.Memiliki Pikiran
3. Memiliki nalar

年輕時掙脫不了,我知道很難掙脫,但,一個修行人,非掙脫不可,不掙脫必然沉淪,這也是甚難處理的,那 種感情是麻麻的感覺,不可思議的。

Saat muda tak bisa melepaskannya, saya tahu bahwa sulit sekali melepasnya, namun seorang sadhaka mau tidak mau harus melepasnya, karena bila tidak melepasnya maka akan terjerumus, ini juga sangat sulit diatasi, rasa itu bagaikan kesemutan, sangat tak terperikan.

這四道繩索,緊緊束縛著我,我陷入無望之中,「神行」也突破不了魔網。上下左右全被綁住。

Empat jerat ini, dengan kuat mengikatku, memasuki saya dengan tanpa harapan, dalam perjalanan astral juga telah menghancurkan jala mara. Atas – bawah, kiri – kanan semua telah diikat.

魔網愈縮愈小,我苦不堪言。我想,這四種情,原是由「我」自己的因緣所創造出來的,修行人要成為因果的 主宰者,而不是被因緣所控制者。

Jala mara semakin mengikat semakin erat, penderitaan yang saya rasakan tak terkatakan lagi. Menurut saya, empat macam perasaan ini, semua tercipta dari nidana “saya” sendiri. Seorang sadhaka harus menjadi tuan dari karma, bukannya malah dikendalikan oleh sebab-akibat.

要解除四種情的痛苦,一定要心智非常清明。身、口、意非常清淨,要懂得轉化。在感性上永恆 喜悅。

Bila ingin lepas dari dukkha catur mara, batin ini harus sangat suci dan terang.
Tubuh, ucapan dan pikiran, sangat suci, harus paham bagaimana mengubahnya. Sifat diri menjadi selamanya bersuka cita.

化小愛為大愛,無緣大慈,同體大悲。像親情、感情、師徒情,都應該化為眾生情。努力去度化眾生,但不執 著度化多少,這才是智慧的精華。

Merubah cinta yang sempit menjadi kasih yang luas, berbelas kasihan tanpa syarat, mengasihani insan lain bagai diri sendiri. Seperti hubungan keluarga, cinta, guru-murid, semua harus dirubah menjadi kasih kepada insan. Dengan tekun menyelamatkan para insan, namun tidak melekat dengan kuantitas insan yang diselamatkan, ini barulah intisari dari prajna.

能提起。能放下。這才是主宰者。(能自主的行者)

Mampu mendapatkan juga harus mampu melepaskan, ini barulah disebut master. (sadhaka yang menjadi tuan atas diri sendiri.)

當我領悟至此時,我感應到巨大的靈性力量發自吾心,這力量放出大毫光,無比的般若之光放了出來,不是小 般若,而是大般若,「嗡啊吽」,四條繩索一齊斷裂,我修持的根本能量全部展現了出來,大光明四 射。   四魔嚇呆了。

Saat saya menyadari hal ini, saya merasakan sebuah kekuatan roh yang amat besar dari batin, kekuatan ini memancarkan cahaya agung, sinar prajna yang tak tertandingi telah keluar, bukan kebijaksanaan kecil, melainkan kebijaksanaan agung ; Om Ah Hum, keempat jerat itu pun putus dan hancur, kemampuan pelatihan diri saya keluar sepenuhnya, cahaya agung menyorot ke empat arah, 4 Raja mara terkejut.

「南摩三十六萬億,一十一萬,九千五百,同名同號阿陀佛」我立起身,念了一句。

Saya berdiri dan melafal satu kali :
“Namo Amitabha Buddhaya dalam nama agung berjumlah tiga ratus enam puluh triliun seratus sembilan belas ribu lima ratus.”

我明白了:幻化。提起。放下。不執。

Saya memahami : ilusi, mengangkat, melepaskan, tak melekat.

三昧魔說:「看來我這回,又要跑了。」

Mara Samadhi mengatakan : “Kelihatannya kali ini aku harus kabur lagi.”

其他三魔說:「此人有綠色光、紅色光、紫色光、黃色光、金色光、橙色光、白色光,是虹光化身,我們溜也 !」

Ketiga mara yang lain juga mengatakan : “Orang ini punya sinar hijau, merah, ungu, kuning, emas, oranye dan putih, merupakan penjelmaan sinar pelangi, kita kabur saja !”

四魔飛奔他去。……

4 Raja mara kabur…

這是:我心感我佛。我佛即應我。應感非前後。心佛同一體。

Ini adalah : Perasaan hatiku mengharukan Yidam Buddha ku, Buddha ku berkontak dengan aku, kontak bukan dari dulu maupun mendatang, hatiku dan Buddha adalah  satu adanya.

我知道菩薩訶色欲經示:
女色者,世間之枷鎖,凡夫戀著,不能自拔。女色者,世間之重患,凡夫困著,至死不免。女色者,世間之衰 禍,凡夫遭之,無殃不至。

Saya tahu, dalam Sutra Nafsu Birahi ada dikatakan :
“Rupa wanita adalah belenggu di alam semesta, baik orang awam maupun dewa yang jatuh hati , tak mampu mengendalikan diri.

Kecantikkan wanita adalah bahaya besar di alam semesta, orang awam yang tergoda, sampai mati pun tak akan bisa menghindar.

Rupa wanita adalah bencana di alam semesta, orang awam yang terlanda, tiada petaka yang tak tiba.

行者既得捨之,若復顧念,是為從獄得出,還復思入,從狂得止,而復樂之,從病得差,復思得病,智者愍之 ,知其狂而顛,死無日矣!

sadhaka harus bisa melepaskannya, namun bila tetap memikirkannya, bagaikan berhasil keluar dari penjara, namun pikiran tetap berada di dalamnya ; Berhenti dari kegilaan cinta, namun tetap merasa senang dalam kegilaan ; Bagaikan sembuh dari sakit, namun tetap merasa sakit ; Bijaksanawan merasa sangat kasihan, terhadap orang yang tahu itu adalah tidak waras namun tetap terjebak di dalamnya .

凡夫重女色,甘為僕使,終身馳驟,為之辛苦,雖復鐵鑽千刃,鋒鏑交至,甘心受之,不以為患,狂人狂樂, 沉淪其中。

Orang awam mengutamakan birahi terhadap wanita, rela menjadi budaknya, seumur hidup selalu dirongrong, dipersulit, walau ditusuk ribuan pisau namun tetap rela menerima, tak merasa menderita, tergila gila pada manusia dan kesenangan, terjerumus di dalamnya.

行者若能棄之不顧,是則破枷脫鎖,惡狂厭病,離於衰禍,即安且吉,得出牢獄,永無患難。

Bila sadhaka dapat melepaskannya dan tidak memperdulikannya, maka akan mampu mematahkan belenggu itu, tidak menyukai kegilaan dan muak terhadap batin yang sakit, terhindar dari petaka, memperoleh ketenteraman, keluar dari kurungan, selamanya tiada petaka.

………..

當知此害,不可近也。………是以智者,知而遠之,不受其害,惡而穢之,不為此物之 所惑也。

Ketahuilah ini akibatnya, maka janganlah melekatinya…. Oleh karena itulah Para bijaksanawan memahami dan menjauhinya, sehingga tidak terlukai, muak terhadap kekotoran dan tak lagi dimabukkan oleh Wujud itu.

大寶積經,佛說一偈:
Dalam Maharatnakuta Sutra, Buddha mengucapkan sebuah gatha :

鋒刃刀山,毒箭諸苦,女人能集,眾多苦事。
Gunung belati, panah beracun dan semua dukha, itu mampu dihasilkan wanita, berbagai macam penderitaan.

假以香華,而為嚴好,愚人於此,妄起貪求。
Dipalsukan oleh wewangian dan bunga yang membuatnya tampak anggun, orang bodoh yang melihat ini, timbul keserakahan untuk memilikinya.

如海疲鳥,迷於彼岸,死必當墮,阿鼻地獄。
Bagai burung yang letih mengarungi samudera, menginginkan tepian, begitu mati pasti terjatuh ke neraka avici. (ket: bagai burung yang terjembab ke dalam samudera)

現見眾苦,皆來集身,善友乖離,天宮永失。
Nampak bahwa berbagai dukha semua tertumpuk di dalam tubuh, teman teman yang baik juga akan menghindari, selamanya kehilangan istana surga.

寧投地獄,馳走刀山,眠臥炎鑪,不親女色。
Memasuki neraka, berlarian di gunung belati, berbaring di tungku, janganlah menggandrungi birahi akan wanita.

我讀偈至此──心中大悟。

Membaca Gatha sampai disini, batin saya tercerahkan

女色之可怖畏矣!情欲之可佈畏矣!

Birahi adalah sangat menakutkan ! Nafsu cinta sangat menakutkan !

感情之繩,自然斷裂,無影無蹤!

Ikatan perasaan cinta, dengan alamiah terpatahkan tanpa sisa !

由佛陀之偈,想起盧家最早的祖先「姜子牙」,他也唱了一偈:

Dari gatha Sang Buddha teringat akan sajak yang digubah oleh leluhur marga LU (qu zi ya) :

青竹蛇兒口。黃蜂尾上針。兩者皆不毒。最毒婦人心。
Bambu hijau mulut ular, lebah kuning berekor sengat, keduanya tak beracun, namun yang paling beracun adalah hati wanita.

對於佛陀的偈及姜子牙(姜尚)的偈,我實在是無話可說,或許這些古來的評語對女性是不公平的,但,我自 己又如何去為異性辯解,幾乎我自己也有口難言了。

Terhadap gatha dari Sang Buddha dan sajak dari Quziya, saya tidak berkomentar, atau mungkin juga kata kritikan kuno ini terasa tidak adil bagi para wanita, namun saya sendiri harus bagaimana menjelaskan mengenai yang berbeda gendernya, sampai sampai saya sendiri juga sulit mengungkapkannya.

當我在魔網中時,我已覺悟到「親情」、「感情」、「師徒情」、「眾生情」,往往全是一時之 幻。

Saat saya berada dalam jala mara, saya telah menyadari bahwa ikatan keluarga, cinta, guru-murid dan insan, semata – mata hanyalah ilusi sesaat belaka.

親情是一時之幻,感情是一時之幻,師徒情是一時之幻,眾生情是一時之幻,這根本是「幻成」的世界。大家全在 妄執情緣,影子追逐影子,生死之後,任何情均歸於業海了。

Ikatan keluarga adalah ilusi sesaat, ikatan cinta adalah ilusi sesaat, ikatan guru murid adalah ilusi sesaat, ikatan perasaan pada insan juga adalah ilusi sesaat, dunia ini adalah dunia yang terbentuk dari ilusi belaka. Orang-orang sedang melekat terhadap jodoh ikatan, bayangan mengejar bayangan, setelah lahir dan mati, semua ikatan perasaan kembali lagi ke samudera karma.

只是佛菩薩──以情起用。悲智無涯。垂機度化。色心俱寂。

Hanya saja Buddha Bodhisattva menggunakan perasaaan dengan benar. Karuna Prajna tanpa batas, memberikan pengajaran Dharma, batin rupa dalam ketenangan.

我奉勸有志修行的行者,要避開:

Saya menghimbau supaya sadhaka yang sejati harus menghindari :

一、婬因──這是一念污染的心,男女都一樣,勿起一念污染。
1. Penyebab perbuatan cabul – sekali terlintas pikiran kotor, baik pria maupun wanita sama saja, jangan sampai timbul selintaspun pikiran kotor.

二、婬緣──這是避開非地,多種助成其婬的緣份,如男女瞻視隨逐均是也。宜避之。
Nidana perbuatan cabul – yaitu menghindari segala sesuatu dan beraneka macam nidana yang menyebabkan terjadinya perbuatan cabul, termasuk yang sepele sekalipun seperti saling memandang penuh arti.

三、婬法──對婬書、婬畫、摩觸稱嘆、婬具、婬店、資具方法,都應該避之。
3. Benda-benda cabul – harus menghindari buku cabul, Makian dengan kata cabul, alat-alat cabul, toko – toko cabul dan cara- cara cabul.

四、婬業──不著婬業,二根交接,成就婬事的事業,均不可為也。
4. Perbuatan cabul – jangan melekati tindakan cabul, bersatunya dua kemaluan, dan semua pekerjaan cabul, semua tidak boleh dilakukan.

今日此時,我寫下「當下的清涼心」、「當下的明燈」、「那老爹的心事」是奉勸迷者,幻夢要早醒,及時要 回頭,一般人回頭可延壽保命,可敦品勵志,可富貴綿長。而行者可覺世真修,清淨自在,解脫煩惱 。

Saat ini saya menulis Batin Teduh Seketika, Illumination dan Beban Pikiran Pak Tua adalah untuk menyadarkan yang tersesat, membangunkan yang sedang bermimpi, mengingatkan untuk berpaling, bila mau berpaling maka akan bisa memperpanjang usia, menjadi suci dan bermoral, serta memperoleh kemakmuran. Sadhaka dapat menyadari dunia dan memasuki pembinaan sejati, leluasa nan suci, terbebas dari kilesha.

勉之,勉之。
Camkanlah baik baik !

Leave a comment »

KEAGUNGAN NAMA SAKYAMUNI THATAGHATA 3

Yangjue Moluo JIng Bab 4

Manjusri Bodhisattva berkata pada Buddha :
“Baghavan, apakah para insan tidak ada karma akar ?”

Buddha menjawab:
“Mereka memiliki karma akar, namun hanya sedikit yang bisa mendengar sutra ini. Asankyeya tak terhingga kesalahan itu semua akan disucikan, oleh karena apakah ? Tathagata telah berikrar agung selama asankyeya kalpa tak terhingga. Supaya para insan yang belum terselamatkan menjadi terselamatkan, yang belum bebas menjadi memperoleh pembebasan. Dengan akar kebajikan dari ikrar ini, matahari kebijaksanaan Tathagata bersinar, menyinari semua karma buruk yang tak terhingga dan melenyapkannya. “

“Dan lagi Manjusri, saat sang mentari belum terbit dan awan menutupi seluruh bagian dunia, namun begitu sedikit saja sinar mentari muncul, maka segala rintangan akan sirna, begitu pula dengan tumpukan karma buruk sejak asankyeya kalpa tak terhingga. Saat matahari sutra ini belum terbit, para insan lahir dan mati dalam samsara, namun begitu matahari sutra ini terbit, dalam sekejap tumpukan karma buruk sirna. “

“Oleh karena itulah, bila mendengar nama Sakyamuni Tathagata, walau belum membangkitkan Bodhicitta namun telah menjadi Bodhisattva.”

Oleh karena ikrar Tathagata, maka yang belum terselamatkan akan terselamatkan, Satya Dharma akan membuatnya sadar. Oleh karena itulah wahai Manjusri ! Barangsiapa mendengar nama Tathagata , maka dia adalah Bodhisattva , bukannya dia sendiri yang dapat menyingkirkan kilesha, demikian pula mereka kelak akan juga memperoleh tubuh yang telah Aku dapatkan ini.

Leave a comment »

Prinsip penting seorang sadhaka

Beberapa Hal Penting Yang Harus Diperhatikan
Dalam Penekunan
Tantra

*1 Guru Mula
Bila Anda mengatakan Milarepa dan lain lain punya banyak Guru, Bisakah Anda memberi contoh seorang Leluhur Yang Telah Cerah selain Sakyamuni Buddha yang :

1. Dalam Mencari Guru lain bukan atas rekomendasi Guru lamanya
2. Yang Mencapai Pencerahan final bukan dari Dharma silsilah satu Guru.
3. Yang tidak menemukan Guru final dalam pencariannya.

*Memperoleh Abhiseka adalah syarat utama
Dalam Sutra Mahayana , Buddha Sakyamuni ada membahas mengenai pencuri Dharma.

*Mahaguru Liansheng sejak awal sudah menekankan bahwa Tantrayana tanpa Theravada dan Mahayana adalah bagaikan seorang tanpa anggota tubuh yang lengkap.

*Bodhicitta
Penekunan tantra apapun tanpa Bodhicitta akan membawa anda pada jalur rendah:
Yidam menjadi ilah ilah
Vajra krodha menjadi dewa kegelapan yang akan menyeret anda semakin dalam
Anuttara menjadi lubang tanpa dasar

*Pengetahuan boleh banyak, namun metode yang ditekuni adalah satu

*Mujijat bukan tanda utama keberhasilan
Dalam semua agama dan kepercayaan ada mujijat, jika hati tidak berubah (menjadi lebih sabar misalnya)  berarti Buddhisme yang kita tekuni adalah sebatas agama biasa, tidak ada sisi unggulnya dibanding agama lain.

*Konsultasikan pembinaan diri dengan satu Acarya pembimbing
(saya sudah saksikan banyak umat yang akhirnya bingung, bukan dapat hasil malah tambah kacau, sebab mereka menkonsultasikan satu hal yang sama pada banyak atau beberapa Acarya sekaligus seperti menanyakan yidam)
Ini juga merupakan tanda tanda Vajrasattva Yoga belum kontak, bagaimana mungkin dikatakan Vajrasattva Yoga kontak bila keyakinan mlempem.

*Tantra adalah penekunan rahasia, sadhana adalah konsumsi anda pribadi dan Guru pembimbing anda.
(sebab begitu disebarkan akan mengundang fitnah dan melecehkan Dharma. Lagipula banyak sadhana Tantra yang bila disebarkan pada orang lain maka anda akan sulit memperoleh realisasi)

*Jangan suka menyebarkan sadhana pribadi diri sendiri maupun orang lain, karena ada dewa penjaga samaya dibalik ini semua.
(Saya pribadi banyak sudah menyaksikan tindakan penyebaran tanpa disadari diikuti bertambah banyaknya halangan yg ditemui oleh orang yang menyebarkan dan makhluk yang tak kelihatan bahkan akan membuat mereka tidak menyadari kebodohannya. )

Lihat Ksitigarbha Sutra , mengenai akibat dari mentertawakan seorang penekun / pemuja. Bila anda menyebarkan sesuatu yg ditekuni orang dan bila orang yang tidak cukup pahala mendengarnya , bukankah akan dikecam dan menghasilkan fitnah ? ini termasuk sebagai perbuatan menghasut orang lain supaya ikut ikutan melecehkan.

*Sadhana Tantra bagai pisau
Digunakan dengan benar akan bermanfaat, jika salah akan melukai anda sendiri

*Sadhana Tantra bagai api
jika benar anda akan memperoleh manfaat tak terkira, ]
jika salah, anda akan terbakar

*Sadhana Tantra adalah anak tangga.
Tanpa fondasi anda akan roboh
Bila anda sementara bisa memmbangun anak tangga tanpa fondasi ini dengan berbagai cara, namun kejatuhan dari tempat yang semakin tinggi akan semakin meremukkan.

*Mahaguru telah memberi peringatan bahwa:
Penekunan sadhana Vajra tanpa memenuhi syarat , mujijat kecil mungkin ada (karena makhluk alam rendah bisa menyaru) namun bukannya manfaat yang anda temui malah rintangan yang akan muncul.

*Seumur umur saya belum pernah lihat seorang pemfitnah akan berakhir dengan baik.
Kalau toh belum ada akibat buruknya, maka itu belum berbuah akibatnya, justru tipe tipe yg belum ada apa apa ini yang akan sangat parah akibatnya.

Contoh : Devadatta
sudah berapa banyak beliau berusaha mencelakai Sakyamuni Buddha namun masih kuat dan sehat saja khan ? bahkan masih sakti.
Tapi akibat akhirnya ?

*Jangan terbuai hanya dengan mujijat kecil atau keinginan dipuji.
Yang paling tidak bisa kita tutupi adalah, musuh utama kita adalah diri sendiri, kelak mati yang kita hadapi adalah kekacauan dan tak terkokntrolnya kesadaran kita sendiri. Kemana larinya mujijat dan pujian ? mereka bisa tolong kita ?
jangan lupa ada banyak kejadian saat Mahaguru atau Amitabha Buddha sekalipun sudah datang namun umat yang ditolong karena ditutupi oleh kekeruhan kesadarannya sendiri akhirnya malah gagal dibawa ke Sukhavati.
Lihat juga pikiran kita saat ini dan taraf pengendalian kita, bila masih payah, perlu diketahui bahwa diri kita sendiri punya seribu satu muslihat untuk menipu dan menghibur diri sendiri.

Leave a comment »

Menyeberang api (KUO HUO)

Melangkahi Api
過火的意義及其他

sumber :buku Mahaguru Liansheng 26_玄秘的力量 Xuanmi de Li Liang

translated by lienhua shian


相信有很多人看過寺廟的「過火」,「過火」就是從火堆中走過,神轎、神像、靈旗,男男女女,抬著,走著, 赤著腳從火焰中穿過,「過火」是很熱鬧的場面,大部份的廟奠基或神明入火鎮座,大半有「過火」的儀式,熊熊 的火騰空,映著神情興奮的人們,大家興高彩烈的。

Saya yakin banyak orang pernah melihat ritual melewati api (guohuo) di kuil – kuil, melewati api adalah berjalan melewati tumpukan bara, tandu dewa, rupang, bendera , laki laki dan perempuan, yang diangkat, yang berjalan, semua dengan bertelanjang kaki melewati api, ritual melewati api adalah sebuah ritual yang sangat meriah. Kebanyakan kuil dalam pengedukan tanah yang pertama dan peremayaman rupang menggunakan ritual melewati api, api menyala naik ke angkasa, semua orang bersuka cita.

小時候,我曾在高雄市立第三中學讀過書,學校在獅甲,校長是陳定閣,我那時的成績很好,每學期拿全班第 一名,有一次放學,沿路回新興區的家,在半路上就被某他同學拉著去看「過火」,那是一個大廟前的空地,地上 舖著大木頭,木屑,熊熊的火燄很紅很亮,有一位法師獨蹺一腳,繞著火堆跳著,有時拿著「牛角」,吹得嗚嗚的 響,,法師口中中唸唸有詞,且往火中拋撒鹽和米,此時人愈擠愈多,場面實在非常熱鬧。

Saat aku kecil, saya pernah bersekolah di Sekolah menengah 3 Kaohsiung yang ada di shijia, kepala sekolahnya bernama Chendingge, raport saya saat itu sangat bagus, tiap semester selalu peringkat pertama. Pada satu kesempatan saat pulang sekolah, sampai di suatu tempat saya dipaksa oleh seorang teman sekelas untuk menyaksikan ritual guohuo yang dilakukan di halaman sebuah kuil yang besar, di atas tanah di tumpuk kayu besar dan potongan potongan kayu, kobaran api berwarna merah menyala, ada seorang suhu mengangkat satu kakinya dan diinjakkan diatas tumpukan bara, ada kalanya ia meniup tanduk kerbau sehingga mengeluarkan suara lantang, mulut suhu itu komat kamit, sambil berjalan sambil menebar beras dan garam. Kerumunannya semakin ramai dan semakin sesak.

「盧同學,你敢不敢過火?」一位張國興同學用手撞我的腰問。
“Bro, kamu berani melewati api tidak ?” Zhangguoxing bertanya sambil memukul pinggangku.

「不敢。」我心中實害怕。
“Tidak berani !” Saya merasa takut.

「我敢,我阿公說,有正氣的人走過,火不會燒他,而心地不好的惡人,火才會燒他。」
(Zhangguoxing) : “Aku berani ! Kakekku bilang, bila orang yang memiliki hawa kebajikan berjalan melewatinya , maka api tak akan sanggup membakarnya, sedangkan orang yang hatinya jahat barulah akan dilalap api.”

「火真的不會熱嗎?」
“Apakah api benar benar tidak akan terasa panas ?”

「真的。」張國興說:「我走過了一次,還感覺真爽快。」
“Sungguhan!” Zhangguoxing melanjutkan, “aku sudah pernah lewat sekali, kesannya sungguh bersemangat !”

那時侯我真羨慕,張國興在我的心中,如同是一位英雄一般。
Saat itu, saya merasa kagum, dalam benak saya, Zhangguoxing bagaikan seorang pahlawan yang pemberani.

遇火的儀式開始了,打豉打鑼震天價響,一座座的神轎由八人抬著,像旋風一樣,入了火堆之中,又衝出火堆,神 轎走完,再來就是走人,我驚詫的看著那些人,手上捧著神像,或手持靈旗,赤足踏著發紅的木頭,竟然不被燙傷 ,煞是奇怪,說真的,我當時曾想試試,但,內心又不敢,真怕若燒到,我這一生就報銷了,由於過火太刺激了, 我看得很晚才回家,印象中似乎被父母來了一頓「竹子抄肉絲」。

Ritual guohuo dimulai, suara tabuhan tambur dan gong sungguh lantang, tiap satu tandu dewa diangkat oleh delapan orang, bagai angin puyuh memasuki dan berjalan keluar dari kobaran api. Setelah tandu dewa lewat , kemudian disusul oleh orang-orang, saya kaget melihat orang orang itu, tangannya memegang rupang, ada juga yang membawa bendera dewata, dengan kaki berjalan menginjak kayu yang membara namun tidak terluka , sungguh mengherankan. Terus terang, saat itu saya ingin sekali mencobanya, tapi hati kecil saya tidak berani, sungguh takut kalau-kalau api membakar saya, maka tamat sudah hidup ini.
Karena guohuo inisangat memikat, maka saya nonton sampai malam baru pulang, seingat saya sesampainya di rumah dihadiahi dengan pukulan rotan.

聽說過火還是很危險的,因為報紙曾報導「過火」燒到了人。

Kabarnya guhuo juga sangat berbahaya, karena koran pernah memberitakan bahwa ritual guohuo benar benar memakan korban.

有一位老師上課時對我們說:「過火撒鹽在火堆上是為了散熱,鹽有散熱的功用存在,這是江湖人士變的戲法 ,火若不熱,赤足走過自然不會受傷。」

Ada seorang guru di kelas menjelaskan kepada saya, “Menebar garam dan beras dalam upacara guohuo adalah untuk menetralisir panas, garam memiliki fungsi untuk menetralkan panas, itu adalah permainan yang dibuat oleh orang orang “dunia persilatan”, bila api tidak panas, maka dengan sendirinya kaki tidak akan terluka.”
對於過火這件事,我曾經請示師父清真道長,
Mengenai guohuo, saya pernah meminta petunjuk Guru Taoist Qingzhen (Qingzhen daozhang – 清真道長)

他說:
Beliau mengatakan :

「過火是道教的儀式之一,其來源已不可考,
*Guohuo adalah salah satu ritual dalam Tao, asal usulnya tidak jelas.

過火的意義是『清淨』的意思,也即是在火堆之中,把一切的東西,包括人和神像全部淨化了,使邪 魔不再附身,
*Makna dari guohuo adalah “Pembersihan”, yaitu melewati api membersihkan barang, termasuk manusia dan pratima .
Supaya roh jahat tidak menempel.

神像過火,象徵邪神不附,人過火,表示祈福消災也。
*Pratima guohuo, bermakna dewa jahat tidak menempel.
*Manusia guohuo bermakna tolak bala dan pemberkahan.

火這個字,有『空幻』的意義在內,也就是一切全燒掉了,一切全淨化了,
*Api memiliki makna sunya, bila semua telah terbakar, maka semua akan menjadi tersucikan.

咒曰
Mantranya :

火神,火神,三昧真火速降臨。
huoshen, huoshen, sanmei zhenren su jianglin

火羅,火鈴,風送化安寧。
huoluo, huoling, fengsong hua an ning.

塵土全淨化,金木水成空,
chentu quanjinghua, jinmushui cheng kong

瘟疫諸邪氣,寒熱速離身,
wenyi zhu xieqi, hanri su li shen.

萬病從此散,男女早安寧
Wangbing chong ci san, nan nv zao an ning

急急如哪吒利律令。
Ji ji ru Nazha Li Lv Ling !

蓮生,道門法術,雖是有形法,但,很多是不可不知的,事實上很多種法術一開始,全要仗火來淨化 。

“Liansheng, meskipun ilmu ilmu Tao adalah berwujud, namun banyak yang hendaknya diketahui, kenyataannya banyak sekali macam ilmu yang menggunakan api untuk menyucikan.”

筆者替神像開光,不計其數,從佛殿的佛至小小家庭供奉的神祗,可以說連自已也不知有多少了,開光時,我 首先一定點火燃燒金箔,然後將神像從火堆上,來回過了三次,表示已經清淨之意義,若在佛殿中替佛菩薩開光, 我用黃紙燃燒,繞佛身走一圈,這也是同樣的含意,先用火,再用筆沾紅硃點眼和其他,最後才用手 印。

Penulis sudah banyak meresmikan rupang dewa, tak terhitung lagi, mulai dari rupang Buddha di vihara sampai dewa yang disemayamkan oleh rumah tangga, bisa dikatakan bahkan saya sendiri juga tidak jelas lagi sudah berapa banyak memberikan pelayanan ini. Saat ritual abhiseka rupang, biasanya saya akan membakar kertas sembahyang terlebih dahulu , kemudian melewatkan rupang tiga kali diatas api. Ini bermakna suci. Bila mengabhiseka rupang di vihara, saya membakar kertas kuning, kemudian kertas saya pegang mengelilingi rupang sekali, ini memiliki makna sama, terlebih dahulu memakai api, kemudian menggunakan kuas dengan tinta merah untuk menitik mata dan lainnya, terakhir baru menggunakan mudra.

我覺得一般的法器或傳達神明一般所用的乩筆等,全得過火,過火不必用大場面,從點燃小小的一張紙到燃一 堆大木頭,其意思全是一樣的,有些人作法何以不靈,諸神何以拘請不到,這是沒有在「過火」上用功夫的緣故, 因為法器若淨化,沒有神聖不高興的。

Menurut saya, alat alat Dharma atau alat penghubung dengan dewa seperti pena dan lain sebagainya, semua harus guohuo dulu, namun tidak perlu besar besaran, antara membakar satu lembar kertas kuning sampai membakar gelondongan kayu , maknanya sama belaka.

敝人認為「過火」有幾點很重耍:

Menurut saya, ada beberapa poin penting dari guohuo :

一、過火時最忌產孝之人撞見,因為火是陽剛,產孝是陰邪,陽剛一碰到陰邪,化為中和,此過火無效,而產 孝之人也會因陽剛之氣的沖煞,產生不好的後果,所以「過火」的時後,特別忌諱產孝之人撞見。

1. Ritual guohuo tidak boleh disaksikan oleh orang hamil, karena api bersifat Yang kuat, dan janin bersifat Yin. Begitu yang bertemu yin, maka akan menjadi netral, maka guhuo itu tidak akan menghasilkan apa apa. Sedangkan orang yang hamil juga akan timbul chiong dengan hawa Yang kuat tersebut, sehingga akan berakibat buruk. Maka saat guohuo tidak boleh sampai dilihat oleh orang hamil.

二、過火唸咒,撤鹽米,須請正法者做法,至於傳火壓煞亦要高明的法師才可以行之,不可隨便,否則容易出 意外,在古時後,過火儀式是替人靈療的方式之一,但我認為在目前的時代,實無此必耍了,除非是一種真正屬於 魘魔的毛病,否則病人應該是要找醫生根治才對。

2. Saat Guohuo menjapa mantra dan menabur garam dan beras harus mengundang orang yang tekun dalam kebenaran, untuk mengendalikan api harus memohon pada seorang suhu yang berilmu tinggi, bila tidak akan mudah timbul kejadian yang tak diinginkan. Pada jaman dulu guohuo merupakan salah satu cara pengobatan alternatif secara spiritual, namun menurut saya di jaman modern ini tidak perlu lagi hal yang demikian. Kecuali penyakit yang benar benar disbeabkan oleh gangguan mara, kalau tidak maka pasien tersebut harus mencari dokter untuk mengobati.

三、宗教儀式的「過火」場面不要太大,但亦不宜過小,舉行時不耍殺豬宰羊的,祗須香花供果誠心就行,不 必舖張宴客,如此反而能體上天有好生之德,更能邀得神聖的接納,在神在人全說得過去,不致於因殺生而搞得烏 煙瘴氣,反而不得安寧呢!

3. Ritual guohuo dalam skala keagamaan sebaiknya jangan terlalu besar, namun juga jangan terlalu kecil, saat menjalankannya jangan dengan membunuh babi dan memotong kambing, cukup dengan tulus persembahkan dupa, bunga dan buah.
Bila diiringi dengan pengurbanan nyawa makhluk, maka justru akan mendatangkan hawa yang tidak baik.

總之,「過火」的法術,其意義祗是「淨化」,並不是表現神威,也不是什麼新奇的神通,更不是障眼法,唬 人的。
Kesimpulannya, tata cara guohuo ini bermakna penyucian dan pembersihan, bukannya pertunjukan wibawa, bukan juga ketakjuban akan kesaktian, terlebih lagi bukan pertunjukan dan penipuan.

Leave a comment »

Dewa Kwan Kong dalam tradisi Tibet

GUANGONG GUANYUNZHANG
關公關雲長


Jialanzunzhe (Sangharamapala) atau Guangong tentu kita tidak asing lagi kan….
Apalagi banyak penggemar Sam Kok (San Guo YUan Yi) he he…
bahkan di game pun ada!

Kali ini kita bukan membahas asal usul Nya

kita akan bahas mengenai pemujaan NYa di dalam Buddhism
mantra Nya dari warisan Mahaguru
kenapa Beliau bisa dipuja di Tibet ?
kenapa Beliau bisa menjadi Dharmapala Vajrayana ?
Siapakah asal usul Beliau ?

Mantra Nya dari Mahaguru langsung aja ya :

OM JIALAN XIDI HUM

Sujud Pada Mahaguru Liansheng
Sujud Pada Sakyamuni Buddha
Sujud Pada Arya Sangharamapala yang Termahsyur


Asal Beliau adalah tokoh pada masa Tiga Kerajaan, kemudian terbunuh, setelah kepala Guanyunzhang (關雲長) terpenggal, dia meninggal dengan rasa benci, sehingga berubah menjadi hantu gentayangan….

Kemudian di jaman Dinasti Sui (隋朝—Sui chao) (581-618), arwahnya bertemu dengan Mahaguru Zhezhe (智者大師) dari aliran Tiantai (天台宗) dan menerima Trisarana, dan bertekad menjadi Dharmapala dari Buddhism.

Menurut catatan Guandizhi Qingjianlong (清乾隆版《關帝志•靈異•建玉泉》):
Tahun (592),malam hari Mahaguru Zhezhe di datangi arwah Guangong (關公)dan bersumpah ” Pada seketika ini juga Ku persembahkan golok Ku untuk melindungi Buddha Dharma” , Guangong juga menerima Pancasila, dan menjadi pelindung kuil.

Tidak hanya kalangan Buddhisme yang menghormati Guangong sebagai Dharmapala,bahkan kalangan Taoisme juga memuja Beliau sebagai Yiyongwuanwang (義勇武安王) yang berarti Raja Pelindung Kedamaian yang Seta dan Gagah Berani ,gelar ini adalah yang diberikan oleh 宋真宗 (sòngzhēnzōng) pada tahun 1014.Inilah awal pemujaan Guanyu di tradisi Tao.

(Oke… dari sejarah kita bisa membuktikan bahwa pemujaan Guangong sebagai Dewa Pelindung adalah di dahului oleh kalangan Buddhism dan bukan Tao.)

Masa Songzhenzong , pimpinan Tao Zhangtianshi (張天師) lah yang pertama kali mengundang Guanyu untuk mengenyahkan siluman dan roh jahat. barulah membawa Guangong masuk pintu Tao. Oleh karen itulah kemudian umat Tao juga mulai memuja Guangong.

VAJRAYANA BUDDHISM

Tibetan Buddhism juga memuja Guangong sebagai Dharmapala,kira kira mulai dari Mahaguru Panchen yang ke 5, saat Beliau memasuki Tiongkok, melihat seorang jenderal bermuka merah dan berjenggot panjang datang menyambut Nya, karena Beliau tidak pernah melihat Nya, maka bertanya pada Kaisar Qianlong (乾隆皇帝) ,Kaisar mengatakan :” Mungkin Beliau adalah Guangong!” mulai pada saat itulah Beliau dihormati sebagai Dharmapala dari Vajrayana.

Mahaguru Panchen yang ke 5 bahkan mengatakan : “Barang siapa yang hendak membabarkan Dharma di bumi Tiongkok maka hendaknya mempersemayamkan Dharmapala ini!”

Dalam Riwayat Guru Negara Lcangskya 《章嘉國師若必多吉傳》tercatat pula penghormatan pada Guangong sebagai Dharmapala. Saat Mahaguru Lcangskya (章嘉大師) sampai di Sizhou (四川) dan tinggal di kaki Gunung Xiangling . Lcangskya Rinpoche (ke-3) bermimpi seorang pahlawan berwajah merah mengatakan : “Puncak gunung ini adalah rumah Ku, mohon tinggal disana.” kemudian Rinpoche melakukan perjalanan ke puncak gunung, ternyata di sana terdapat sebuah bangunan yang indah sekali, Pahlawan bermuka merah menyambut Nya memasuki bangunan tersebut, mempersembahkan berbagai makanan, bahkan memnyuruh keluarga Nya untuk memberi penghormatan, kemudian mengatakan: “Dari tanah ini sampai seluruh bumi Tiongkok ada dalam kekuasaan Ku, sedangkan Rakyat Tibet yang berdana makanan pada Ku juga tidak sedikit, bahkan seorang Sangha Mulia yang telah berusia lanjut di Tibet selalu memberi Ku pujana minuman dan makanan, mulai saat ini, Aku jadi Pelindung Mu, besok Engkau akan menemui sedikit kesulitan, Aku yang akan membantu Mu mengenyahkannya.”

Keesokannya di hutan ada seekor kera yang membawa batu besar, dan melemparkannya kepada pengiring Rinpoche, namun hanya mengalami luka ringan.

Dalam bahasa Tibet, Guanyunzhang disebut Zhenrangjiabu “珍讓嘉布” (artinya adalah Raja Negara Zhangyun — 長雲國王),sedangkan yang dikatakan oleh Guanyu : “Di Tibet ada yang memberi Ku dana makanan.” adalah menunjuk pada Panchen Lama yang memberi persembahan.

Lcangskya Rinpoche menderita penyakit semacam stroke, kaki dan tangan seakan lumpuh, juga menderita penyakit mata, telah diderita sangat lama dan telah mengundang banyak tabib terkemuka untuk mengobati.
Kemudian diadakan sadhana permohonan kesehatan, namun tidak kunjung membaik.
Kaisar sangat khawatir, mengundang beberapa Tabib terkenal di Tiongkok, beliau sendiri juga secara langsung menengok Rinpoche, dengan bakti yang tak terhingga berusaha melindungi Rinpoche. Saat itu diadakan upacara memohon petunjuk dari Dakini, akhirnya muncul penampakan bahwa tubuh Rinpoche ditempeli banyak sekali laba laba raksasa. Kemudian muncul seorang pahlawan Han berwajah merah dan membawa pedang mestika, dan mengusir laba laba menggunakan pedang Nya. Malam itu Rinpoche bermimpi pahlawan berwajah merah mengatakan “setan setan yang melukai tubuh jasmani Mu telah Aku usir.” Rinpoche bertanya “Pahlawan Ku, Anda tinggal dimana?” Pahlawan itu menjawab “Aku tinggal di sebelah kanan pintu utama di depan Istana Raja.” Keesokan harinya , dilakukan pemeriksaan akhirnya ditemui bahwa di tempat tersebut adalah sebuah kuil Guandi (關帝廟)
Kemudian semua akhirnya mengetahui bahwa Guandi lah yang menolong dan melindungi Rinpoche, akhirnya dibuat upacara penghormatan secara megah untuk Guandi. Kemudian akhirnya Rinpoche menggubah sebuah doa kepada Guandi.

Dari sini bisa diketahui, bahwa Gaunyunzhang dipuja tidak hanya oleh kalangan tradisi rakyat, bahkan kalangan Buddhist baik itu Tiongkok maupun Tibet dan sampai Taoisme semua menghormati Nya.

Tidak hanya Guanyunzhang, namun kisah Adinata yang sama, dan dihormati di agama yang berbeda masih ada lagi, misalnya Palden Lhamo (Dewi Sri atau Jixiang Tiannv 吉祥天母)、Sarasvati (Miaoyintiannv—妙音天女) dan masih banyak lagi….

Dalam Tibetan Buddhisme bahkan juga telah digubah doa, tata cara puja pada Guanyunzhang , diantaranya oleh Mahaguru Liansheng, Lcang Skya Rinpoche, Mahaguru Shiguan (土觀大師) dan Karmapa 17 (大寶法王) ,Aqiu Rinpoche (阿秋仁波切) dan masih banyak lagi Rinpoche yang memuji Guanyunzhang.

satu lagi versi cerita dari majalah sinar dharma oleh hendrick

Bodhisattva Sangharama (伽蓝菩薩)
Oleh: Hendrick

Sejarah Singkat

Sebagian besar orang bisa saja tidak mengenal nama Bodhisattva Sangharama, tetapi begitu melihat citra rupang seorang jendral gagah perkasa dengan jenggot panjang indah bergemulai dan paras muka merah lebam berkilau, maka mereka pasti akan langsung tahu. Ya, Bodhisattva Sangharama adalah Guan Yu alias Guan Gong (Kwan Kong).

Siapa tidak tahu Guan Yu? Banyak orang mengetahuinya dari cerita Sam Kok (Kisah Tiga Negara) dan game Dynasty Warrior. Namun, tahukah kita bagaimana latar belakang Guan Yu hingga dinobatkan sebagai Dharmapala (Pelindung Dharma) dalam tradisi Mahayana Tiongkok?

Guan Yu / 關羽 (160 – 219 M), alias Yun Chang (雲長), lahir pada tanggal 24 bulan 6 Imlek,  adalah penduduk asal Jiezhou, Hedong (sekarang Yuncheng, Propinsi Shanxi). Sejak kecil dididik dalam bidang kesusastraan dan sejarah. Beliau sangat menggemari kitab sejarah Chunqiu (Musim Semi dan Gugur) dan Zuozhuan (kitab sejarah karya Zuo Qiuming). Guan Yu memiliki 3 anak: Guan Ping (關平) , Guan Xing (關興) dan Guan Suo (関索).

Salah satu watak istimewa yang dimiliki Guan Yu adalah jiwa setia dan ksatria, beliau berani membela yang lemah dan tertindas. Tahun 184, Guan Yu melarikan diri dari kampung halamannya setelah membunuh orang demi membela kaum lemah. Beliau menuju wilayah Zuo, kemudian berkenalan dengan Liu Bei (劉備) dan Zhang Fei(張飛). Liu Bei adalah anggota keluarga Kaisar Kerajaan Han yang sedang merekrut prajurit untuk membasmi pemberontakan Serban Kuning. Karena memiliki cita-cita yang sama, maka mereka bertiga menjalin tali persaudaraan yang dikenal dengan sebutan Tiga Pertalian Setia di Taman Bunga Persik. Semenjak itu, mereka bertiga berkomitmen sehidup semati memperjuangkan cita-cita penegakan hukum demi membersihkan Kerajaan Han dari gerogotan korupsi dan pengkhianatan.

Namun Kerajaan Han yang telah berdiri kokoh selama 400 tahun itu akhirnya terpecah menjadi 3 kerajaan, yang mana Liu Bei sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan menyatakan diri sebagai penerus Dinasti Han. Era inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan San Guo (Sam Kok – Tiga Negara). Perjuangan keras tiga bersaudara Taman Bunga Persik untuk mempersatukan Tiongkok tidak berhasil. Begitulah hingga usia 60 tahun, Guan Yu bersama putranya, Guan Ping, akhirnya gugur dalam pertempuran.

Meskipun demikian, rasa hormat terhadap Guan Yu tidak serta merta lenyap seiring dengan gugurnya pahlawan berparas merah lebam ini. Keberanian, kesetiaan dan jiwa ksatria beliau menjadi kisah harum dalam masyarakat Tionghoa selama turun temurun. Selain itu, dalam kalangan spiritual, dikenal pula kisah perjodohan Guan Yu dengan ajaran Buddha, sebuah ajaran kebenaran sejati yang menembus kepekatan misteri dimensi ruang dan waktu. Ya, Guan Yu menjadi siswa Buddha setelah beliau gugur.

Awal Mula Sebagai Pelindung Dharma
Kisah berikut ini terjadi beberapa ratus tahun setelah gugurnya Guan Yu. Berdasarkan catatan sejarah Buddhis – Fozhu Tongji (佛祖統紀 – Taisho Tripitaka 2053), pada tahun 592 M, (Dinasti Sui, era Kai Huang ke-12), disebutkan bahwa pada suatu malam, langit tiba-tiba menjadi cerah, bulan terlihat jelas sekali, Guan Yu bersama Guan Ping dan sekelompok makhluk gaib muncul di hadapan Master Tripitaka Zhiyi (智顗 – pendiri aliran Tiantai Tiongkok) yang sedang bermeditasi di Bukit Yuquan. Guan Yu berkata, “Saya Guan Yu dari era akhir Dinasti Han. Ini adalah putra saya, Guan Ping. Kami terus berkelana setelah meninggal. Yang Arya, dengan tujuan apakah anda datang ke sini? Master Zhiyi menjawab, “Aku datang ke sini untuk membangun vihara.”

Guan Yu menjawab, “Yang Arya, izinkanlah kami untuk membantumu. Tidak jauh dari sini, terdapat lahan yang kokoh tanahnya. Saya dan putra saya dengan senang hati akan membangun vihara di sana untuk anda. Mohon lanjutkan meditasinya, vihara akan selesai dalam waktu 7 hari saja.” Setelah Master Zhiyi selesai bermeditasi, terlihat sebuah vihara yang sangat indah muncul persis di tempat yang ditunjukkan oleh Guan Yu. Vihara itu kemudian diberi nama Vihara Yuquan (玉泉寺).

Suatu hari Guan Yu datang ke Vihara Yuquan untuk mendengarkan Master Zhiyi membabarkan Dharma, setelah itu beliau memohon untuk dapat menjadi siswa Buddha dengan menerima Trisarana dan Panca Sila Buddhis. “Aku sangat beruntung mendapat kesempatan mendengarkan Dharma dan beraspirasi mempraktikkan Jalan Bodhi (pencerahan) mulai dari sekarang. Mohon izinkanlah saya untuk menerima Sila dari Anda,” demikian ucap Guan Yu kepada Master Zhiyi. Master Zhiyi kemudian membangun sebuah kuil untuk Guan Yu di sebelah barat laut vihara. Sebuah batu ukiran yang bertajuk tahun 820 M di Vihara Yuquan mengisahkan tentang pertemuan antara Guan Yu dan Zhiyi tersebut. Di dinding kuil yang didirikan Zhiyi untuk Guan Yu, terdapat tulisan: “Di balik wajah merahnya, terdapat hati bagaikan batu merah delima. Guan Gong menunggang kuda melebihi kecepatan angin. Tetapi sejauh ia berkuda, ia melayani Sang Raja Api. Dengan lampu minyak Ia belajar sejarah, di mana ia mempercayakannya pada golok naga hijaunya. Kebijaksanaannya yang mendalam akan membawa terang bagi hari-hari yang ada.”

Selain kisah di atas, ada satu versi lain tentang kisah bagaimana Guan Yu menjadi seorang pemeluk agama Buddha. Dikatakan bahwa pada suatu malam Guan Yu menemui Bhiksu Zhikai(智鎧), murid dari Tiantai Master Zhiyi, dan menerima Trisarana dari Bhiksu Zhikai. Kemudian Bhiksu Zhi Kai melaporkan perjumpaan dengan Guan Yu tersebut kepada Yang Guang, Pangeran Jin (yang kelak akan dikenal sebagai Kaisar Sui Yang Di – 隋煬帝). Pangeran Yang Guang memberikan Guan Yu gelar “Sangharama Bodhisattva”. Itulah asal muasal dari mana gelar Sangharama diberikan kepada Guan Yu.

Pada kisah lainnya, seperti dalam Catatan Kisah Tiga Negara (San Guo Yan Yi – 三国演义), Guan Yu muncul di hadapan Bhikshu Pujing (普淨) di malam saat gugur karena dipenggal oleh pihak Sun Quan, Raja Wu. Tubuhnya dikubur di dekat Bukit Yuquan yaitu di Jingzhou. Di sela-sela kegalauan atas kehilangan kepala, raga halus Guan Yu bergentayangan mencari kembali kepalanya. Bhiksu Pu Jing dengan kekuatan batinnya melihat Guan Yu turun dari angkasa menunggang kuda sambil menggenggam golok besar Naga Hijau, bersama dengan 2 pria, Guan Ping dan Zhou Cang. Semasa hidupnya saat dalam pelarian dari kubu Cao Cao, Guan Yu pernah ditolong oleh Pujing di Vihara Zhen-guo. Lalu Bhiksu Pujing memukul pelana kuda dengan kebutan cambuknya seraya berkata, “Di mana Yun Chang?” Seketika itu juga Guan Yu tersadarkan.

Guan Yu kemudian memohon petunjuk untuk dapat terbebas dari kegelapan pengembaraan batin. Pujing memberi nasehat, “Dulu salah atau sekarang benar tak perlu dipersoalkan lagi, karena terjadi pada saat sekarang tentunya ada sebab pada masa lalu.” Pujing lalu melanjutkan, “Sekarang engkau meminta kepalamu, menuntut atas kematianmu di tangan Lu Meng, namun kepada siapa Yan Liang, Wen Chou dan penjaga lima perbatasan serta banyak lagi lainnya yang telah kau bunuh, meminta kembali kepala mereka?” Kata-kata Pujing itu terasa sangat menyentak.

Setelah tersadarkan dari kegalauannya, Guan Yu lalu menjadi pengikut Buddhis. Sejak itu Guan Yu sering muncul melindungi masyarakat di sekitar Bukit Yuquan. Sebagai rasa terima kasih kepada Guan Yu, para penduduk membangun kuil di puncak Bukit Yuquan.

Awal mula jodoh karma antara Bhiksu Pujing dengan Guan Yu, diceritakan dalam satu legenda. Alkisah kelahiran lampau Guan Yu adalah raja naga yang dengan welas asih membantu rakyat yang mengalami bencana kekeringan dengan menurunkan hujan. Setelah sang raja naga meninggal, Bhiksu Pujing membantu membacakan doa-doa di hadapan jasadnya dan akhirnya raja naga tersebut terlahir kembali menjadi Guan Yu.

Gubuk rumput tempat tinggal Pujing kemudian dibangun menjadi sebuah Vihara yang akan bernama Vihara Yuquan. Sebelumnya Vihara Yuquan ini bernama Vihara Fuchuan shan yang dibangun oleh raja Liang Xuandi pada abad ke-6 M. Namun karena sebab-sebab tertentu, vihara tersebut rusak dan bobrok. Kemudian pada abad ke-6 juga, Zhiyi berniat membangun kembali vihara baru di lokasi tersebut dengan nama Vihara Yuquan. Dalam pembangunan kembali ini dikisahkan Zhiyi mendapat bantuan dari Guan Yu, beserta pihak kerajaan seperti dari Pangeran Yang Guang dan ayahnya, Raja Sui Wendi yang memegang pemerintahan pada masa itu. Vihara Yuquan ini di dalam kompleksnya terdapat kuil Guan Miao (kuil untuk Guan Yu). Ini adalah salah satu tempat pemujaan Guan Yu yang tertua, juga merupakan vihara tertua di Dangyang. Tempat penampakan raga halus Guan Yu ditandai dengan sebatang pilar batu yang bertuliskan: “Di sini tempat Guan Yun Chang dari Dinasti Han menampakkan diri.” Pilar batu itu adalah hadiah dari kaisar Wan Li masa Dinasti Ming dan masih bisa dilihat sampai sekarang. Guan Yu sebagai dewa juga pernah bertanya jawab dengan kakak seperguruan Patriarch Ch’an ke-6, Shen Xiu (神秀).

Dalam Sutra Saptabuddha Ashtabodhisattva Maha Dharani Sutra (Sutra tentang Mantra Sakti Mahadharani yang dibabarkan 7 Buddha dan 8 Bodhisattva) tercatat bahwa ada 18 Sangharama (Qielan Shen) sebagai pelindung lingkungan vihara, yaitu: Meiyin, Fanyin, Tian’gu, Tanmiao,  Tanmei, Momiao, Leiyin, Shizi, Miaotan, Fanxiang, Renyin, Fonu, Songde, Guangmu, Miaoyan, Cheting, Cheshi, dan Bianshi.

Guan Yu sendiri bukanlah sosok yang tercatat dalam Sutra Mahayana sebagai Sangharama. Term Sangharama sendiri mengandung pengertian sebagai tempat tinggal anggota Sangha, atau lebih umum dikenal sebagai vihara. Secara etimologi, istilah Sangharama telah dikenal sejak masa kehidupan Buddha. Selain 18 dewa Sangharama yang telah disebutkan di atas, dua tokoh yang dianggap sebagai pelindung utama Sangharama adalah Anathapindika dan Pangeran Jeta, penyokong Vihara Jetavanarama pada masa kehidupan Buddha.

Secara kualitatif, Guan Yu memiliki pengabdian yang setara dengan para Pelindung Sangharama, pun karena memiliki komitmen yang besar untuk melindungi lingkungan vihara, maka tidaklah mengherankan bila kemudian diapresiasi secara khusus oleh Mahayana Tiongkok sebagai Bodhisattva Sangharama. Ada juga yang menyebut sebagai Bodhisattva Satyadharma Kalama. Pada tahun 1081 M, tokoh politik Song Utara dan umat Buddha bernama Zhang Shangying (張商英)menyebut Guan Yu sebagai Pelindung Dharma.

Di kalangan Mahayana Tiongkok, Guan Yu sering ditampilkan berdiri berpasangan dengan Dharmapala Veda (Weituo Pusa) yang juga merupakan Pelindung Dharma. Keduanya mendampingi rupang Buddha atau Avalokitesvara.

H.H Gyalwa Karmapa ke-17, pemimpin dari Karma Kagyud pernah menulis buku Sadhana kepada Sangharama Maha Dewa Guan Gong. Selain itu, Ven. Hai Tao juga  pernah memberikan ceramah mengenai Guan Gong. Belakangan ini di luar negeri, terdapat beberapa upacara Sangharama yang diadakan dan dihadiri bersama oleh Sangha Mahayana dan Vajrayana. Bahkan di Guandi Miao di Jepang, setiap kali pada perayaan hari raya Guan Gong (Kantei-tan/Guandi Dan) selalu dipimpin para Bhiksu Mahayana. Tidak seperti di vihara-vihara Mahayana Tiongkok, di Jepang, jarang ditemukan vihara yang memiliki altar Guan Yu. Hanya vihara-vihara beraliran Obaku Zen yang mendirikan Garando (Aula Sangharama), yaitu aula untuk Guan Gong, di kompleks viharanya, contohnya seperti Vihara Manpuku-ji.

Pemujaan Guan Yu Hingga ke Tibet
Pemujaan Guan Yu juga meluas sampai ke Tibet (terutama di aliran Gelugpa dan Nyingmapa). Altar beliau ada di vihara-vihara Tibet, seperti Mahavihara Tsurphu, sejak kunjungan Maha Ratna Dharmaraja Karmapa V ke Tiongkok atas undangan Kaisar Yong Le. Dulu di Tibet, Guan Yu sebagai Sangharama dikenal dengan nama Karma Hansheng (噶瑪漢神).

Dalam lukisan Thangka Buddhisme Vajrayana, biasanya Guan Gong didampingi oleh Zhou Chang, Guan Ping, Liu Bei, Zhao Yun, Chitu Ma (kuda Guan Gong) dan Ma She Ye (penjaga kuda Guan Gong). Di atas kepala Guan Gong terdapat figur Amitayus Buddha (mungkin disebabkan karena ada beberapa kalangan yang menganggap Guan Yu sebagai Pengawal Tanah Suci Sukhavati Amitabha Buddha) dan terkadang figur Amitayus digantikan oleh figur seorang Guru dari sekte Gelug (Topi Kuning).

Di Tibet dan Mongolia, pemujaan Guan Di (Dewa Guan Yu) diasosiasikan sebagai Raja Gesar dari Ling yang dikenal merupakan emanasi Guru Padmasambhava. Pengasosiasian tersebut dimulai sejak zaman Dinasti Qing (Manchu). Lobsang Palden Yeshe, Panchen Lama ke-6 (1738 – 1780 M) adalah yang pertama kali mengatakan bahwa Guan Di adalah Gesar. Oleh karena itu Guan Di Miao (Kuil Guan Gong) di Lhasa disebut juga dengan nama Gesar Lhakhang. Ada juga yang percaya bahwa Guan Di dan Gesar adalah inkarnasi masa lalu dari Panchen Lama.

Guan Gong dipandang sebagai Dewa Pelindung Dinasti Qing, sedangkan Vajrayana Buddhis sekte Gelug adalah agama yang dianut anggota kerajaan Dinasti Qing. Demikianlah Guan Gong (Yang Mulia Guan Yu) dihormati baik oleh kalangan Mahayana maupun Vajrayana (Tantrayana) sebagai Bodhisattva Dharmapala (Pelindung Dharma). Bahkan dalam kepercayaan masyarakat, diyakini Guan Gong kelak akan menjadi seorang Buddha bernama Ge Tian (Ge Tian Gu Fo – 蓋天古佛).

Pemujaan di Kalangan Umat Tao dan Kong Hu Cu
Guan Yu dihormati oleh ketiga agama (Buddha, Tao dan Khonghucu). Dalam kitab Taois Guansheng Dijun Baohua (關聖帝君寶誥) – Alamar Mulia Guansheng Dijun disebutkan bahwa Guan Gong, “Memegang Kekuasaan San Jiao (Tridharma) Konghuchu, Buddha dan Tao”.

Pemujaan Guan Yu juga luas di kalangan umat Tao dan Konghucu sebagai Guansheng Dijun (關聖帝君), Guan Gong (關公), dan Guan Di (關帝). Penghormatan ini tampak nyata sekali di banyak kelenteng. Sejak Dinasti Song para Taois memuja Guan Yu sebagai Dewata Pelindung Malapetaka Peperangan, sedang umat Konghucu menghormati sebagai Dewa Kesusasteraan – Wenheng Dadi (文衡大帝).

Pemujaan Guan Gong mulai meluas di kalangan Taois pada abad ke 12 M. Menurut sejarawan Boris Riftin dan Barend J. Ter Haar, pemujaan Guan Yu di kalangan Buddhis lebih awal daripada di kalangan Taois. Bahkan di dinding kuil Guan Miao di Vihara Yuquan terdapat tulisan “Tian Xia Di Yi Guan Miao” (天下第一關廟), yang berarti Kuil pertama Guan Yu di bawah Langit.

Pemujaan ini mulai popular pada masa Dinasti Ming. Guan Di dipuja karena kejujuran dan kesetiaannya, pun dipandang sebagai dewa pelindung perdagangan, dewa pelindung kesusasteraan dan dewa pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan. Julukan dewa perang yang umumnya dialamatkan kepada Guan Di, harus diartikan sebagai dewa yang mencegah terjadinya peperangan dan segala akibatnya yang menyengsarakan rakyat, sesuai dengan watak Guan Yu yang budiman. Di kalangan rakyat, Guan Yu juga dianggap sebagai Dewa Rezeki – Wuchai Shen (武财神).

Bagaimana mungkin Guan Yu sebagai seorang jenderal yang sering berperang dan membunuh akhirnya dihormati sebagai Bodhisattva? Meskipun tampak kontradiktif, namun semua ini tak lebih hanyalah masa lalu yang telah sirna setelah disadarkan oleh nasehat bhiksu suci. Penyadaran ini seperti halnya kisah kehidupan Angulimala di masa kehidupan Buddha.

Sifat Keteladanan Guan Yu
Meskipun pemujaan Guan Yu tersebar di berbagai kalangan, seperti lingkungan ibadah, kepolisian, bahkan hingga kalangan mafia yang konon dikatakan meneladani sikap kesetiakawanan Guan Yu, namun tidak berarti aspek negatif dari dunia mafia lalu dikaitkan dengan sosok Guan Yu. Ini hanyalah cermin kebebasan orang dalam memilih tokoh pemujaan. Terlepas dari hal ini, ada baiknya kita melihat sifat mulia yang tercermin dari sosok Guan Yu, yang bisa menjadi teladan bagi kita semua.

1. Patriotis
2. Menjaga norma susila
3. Tidak tergiur akan kesenangan/kenikmatan
4. Tidak silau akan nama dan harta
5. Tidak mengharap yang baru dan membuang yang lama
6. Tidak melupakan kesetiaan persaudaraan
7. Berjiwa altruis (mementingkan orang lain)

Guan Yu bukan saja telah menjadi sosok yang identik dengan pemujaan spiritual, pun adalah penyatu kultur masyarakat Tiongkok di manapun berada dan menjadi sebuah maskot tentang semangat pengabdian, kesetiaan dan sikap lurus.

Sebagai penutup, kita kutip sebuah sajak yang dilantunkan sebagai apresiasi terhadap Guan Yu dalam Penuntun Kebaktian Sore kalangan Mahayana Tiongkok:
“Pemimpin Sangharama, yang mempunyai wibawa dan keagungan menata seluruh vihara. Dengan penuh sujud dan kesetiaan menjalankan Buddha Dharma. Selalu melindungi dan mengayomi Dharma Raja Graha. Tempat Suci selalu damai tenteram selamanya.Namo Dharmapala Garbha Bodhisattva Mahasattva Mahaprajnaparamita.”

Dharani Sangharama Bodhisattva Kumalaraja Guan / Qielanpusa Guanshengdijun Zancou  (伽藍菩薩關聖帝君讚咒)

伽藍菩薩顯威靈,精忠義勇護法城,十方三界同欽敬,關聖帝君敬讚禮;
Qie lan pu sa xian wei ling , jing zhong yi yong hu fa cheng , shi fang san jie tong qin jing , guan sheng di jun jing zan li ;

敬關帝,頌關公,帝君原是真英雄! 虎牢關前戰呂布,白馬坡上誅猛將,
Jing guan di , song guan gong , di jun yuan shi zhen ying xiong ! hu lao guan qian zhan lu: bu , bai ma po shang zhu meng jiang,

水淹七軍擒于禁,單刀赴會震江東!桃園結義忠仁勇,今古英雄說關公,
Shui yan qi jun qin yu jin , chan dao fu hui zhen jiang dong ! tao yuan jie yi zhong ren yong , jin gu ying xiong shuo guan gong ,

中陰得道成菩薩,尊者奉佛護伽藍,護國護民護正法,到處威靈顯 神勇!
Zhong yin de dao cheng pu sa , zun zhe feng fo hu qie lan , hu guo hu min hu zheng fa , dao chu wei ling xian shen yong !

聞名諸魔皆退 避,降伏羣邪護世間!護佑慈航護我眾,關帝威靈我敬誦;
Wen ming zhu mo jie tui bi , jiang fu qun [xie;ye] hu shi jian ! hu you ci hang hu wo zhong , guan di wei ling wo jing song ;

喃嘸伽藍尊者關聖帝君菩薩摩訶薩。
Nanwu Qielan Zunzhe Guansheng Dijun Busa Mohesa
Namo Sangharama Aryaraja Guan Bodhisattva Mahasattva!

(陳果齊敬題於香江與眾結緣)
(Chen Guo Qi jing Ti Yu Xiang Jiang Yu Zhong Jie Yuan)

Gatha Ge Tian Gu Fo (Buddha Ge Tian)

佛 號唱誦-
Fo hao chang sung
南無正氣神  關聖帝君
Namo Zhengchi shen Guansheng Dijun
南無救劫菩薩  思主公
Namo Jiujie Pusa SizhuGong
南無蓋天古佛  中天主宰
Namo Getiangu Fo  Zongtian Zhuzai

yang ini dikutip dari forum dhammacitta.org

Saya jadi teringat perkataan YM Bhante Uttamo Mahathera dalam DVD ceramah beliau “Melaksanakan Tradisi Imlek sesuai Dengan Buddha Dhamma.” Di sana beliau mengatakan kalau pemujaan Guan Gong sebenarnya berasal dari Buddhis dan gelar Bodhisattva diberikan padanya oleh seorang raja.

Tentu, pernyataan Bhante Uttamo tersebut memang benar. Bahwa raja yang memberikan gelar adalah raja Sui Yangdi,  seperti dalam artikel saya di atas. Namun bagaimana yang katanya pemujaan Guan Yu berasal dari Buddhis?

Ringkasan pembahasan Barend J ter Haar tentang Guan Yu

Pemujaan religius pada Guan Yu muncul di Jingmen, (Dangyang, Hubei) di mana ia dikuburkan (tubuhnya). Awal persis pemujaannya tidaklah jelas, tetapi menjadi sangat populer sampai akhirnya dimasukkan ke dalam kisah Vihara di dekatnya yang terletak di Yuquan Shan, Dangyang, Hubei. Pada pertengahan Dinasti Tang, Guan Yu telah dianggap sebagai pendamping dari Guru Tiantai Zhiyi (530-598 M) dalam membangun Vihara pada tahun 591 M. Meskipun begitu, ia tidak pernah dianggap sebagai pelindung vihara tersebut. Kuil untuknya dibangun terpisah dari Vihara*.

Walaupun ada contoh yang awal (tentang pemujaan Guan Yu di Buddhis), namun pemujaan Guanyu di vihara-vihara Buddhis adalah fenomena di dinasti-dinasti yang lebih kemudian**. Pada masa Dinasti Song dan Yuan, hubungan Guan Yu dengan agama Tao lebih dipentingkan daripada hubungan Guan Yu dengan agama Buddha***.

Awalnya, pemujaannya menyebar dari Yuquan Shan ke tempat kelahirannya, Xiezhou (Shanxi)****. Pada masa Dinasti Song Utara, pemujaannya sudah ada di sana dan di distrik sekitarnya, menyebar dengan cepat dari abad ke-12 M di seluruh Tiongkok Utara dan Selatan.

===============================================================================

Barend J ter Haar adalah Professor Sejarah Tionghoa di Institut Sinologis, Universitas Leiden Fakultas Seni. Penelitiannya berhubungan dengan kebudayaan agama Tionghoa, grup triad Tionghoa, agama-agama baru serta kebudayaan sosial di Tiongkok.

*: terpisah, namun masih dalam kompleks Vihara

**: Sebenarnya Guan Yu telah dihormati sebagai Pelindung Dharma sejak zaman Dinasti Tang. Namun saat itu pemujaannya di Buddhis sebagai Sangharama masih belum populer. Pada dinasti sesudah Tang yaitu Dinasti Song, pemujaan Guan Yu muncul dari kalangan Taois dan mulai meluas. Kepopuleran Guan Yu di kalangan Taois, mungkin turut mendorong banyaknya pemujaan Guan Yu sebagai Sangharama di Vihara-vihara. Namun hal itu bukan semata-mata karena pengaruh Taois, namun lebih karena kisah Guan Yu di Yuquan shan, yang sudah muncul sebelum para Taois memuja Guan Yu.

***: Ini terlihat dari lebih banyaknya pemujaan Guan Gong versi Taois sekarang ini.

****: Kuil untuk Guan Gong di tempat kelahirannya Shanxi sebenarnya dibangun sezaman dengan Zhiyi. Namun mungkin saat itu masih dalam bentuk kuil penghormatan saja. Sampai akhirnya Kuil tersebut lebih banyak terkena pengaruh Taois pada abad ke-12 M, sejak Zhang Jixian (1092 – 1127 M), Patriark Tianshi Dao ke-30 meminta bantuan Guan Yu untuk menaklukkan iblis Chi You di Xiezhou.

================================================================================

Selain itu bukti yang paling otentik bahwa pemujaan Buddhis mengawali pemujaan Taois adalah prasasti bertajuk 820 M yang mencatat kejadian pertemuan antara Guan Yu dengan Zhiyi. Bahkan Zhang Shangying yang hidup pada tahun 1081 M, 11 tahun sebelum master Zhang Jixian lahir, telah mengatakan bahwa Guan Yu adalah Pelindung Dharma.

Selain Barend J Ter Haar, Boris Riftin, pelajar Russia yang terkenal, mendevosikan dirinya selama 4 dekade untuk mempelajari legenda bangsa Tiongkok dan literatur. Karya-karyanya yang populer berkenaan dengan penelitian tentang San Guo dan Guan Yu seperti Guan Gong chuanshuo yu Sanguo yanyi , dll.

Boris Riftin juga memberikan argumen atas penelitiannya, bahwa kemungkinan representasi Guan Yu di Buddhis lebih awal daripada representasi di Taois.

Bahkan kitab utama Guan Gong yang merupakan kitab Taois yaitu Guansheng Dijun Taoyuan Mingsheng Jing (關聖帝君桃園明聖經) menyebutkan, “Han Sou Ting Hou (Gelar Guan Gong) mengarang Bait kitab Taoyuan jing secara singkat. Ditulisnya dalam Vihara Yuquan, disebarkan ke dalam mimpi kepada orang biasa.”

Oleh karena itu, tampaknya memang awal mula pemujaan Guan Yu berasal dari Vihara Yuquan, dekat tempat di mana tubuh Guan Yu dikubur, yang terpisah dari kepalanya.

Sekedar tambahan, di buku 4 ajaran Liao Fan (了凡四訓), dikisahkan seorang bernama Ping Bao yang rela dan tulus mendanakan hartanya demi memperbaiki sebuah Vihara sehingga rupang bodhisattva Avalokitesvara tidak rusak kehujanan. Malamnya, Bodhisattva Qielan (Sangharama) datang padanya dalam mimpi dan berterima kasih padanya.

Rupang Guan Yu versi Buddhis Mahayana.

Di kalangan Mahayana, Guan Yu kebanyakan ditampilkan berdiri sendirian, memegang janggutnya dan memakai “kain surgawi” serta membawa senjata. Ada 2 versi Buddhis dari Guan Yu:
1. Guan Yu yang membawa pedang
2. Guan Yu membawa golok naga hijau, tetapi diturunkan

Hal ini sangat berbeda dengan rupang Guan Yu yang kebanyakan ada di kelenteng. Guan Yu yang membaca buku Chunqiu adalah Guan Yu versi Khonghucu. Guan Yu yang naik kuda ataupun menaikkan goloknya serta penggambaran lainnya yang belum saya sebutkan adalah Guan Yu versi Taois.

Namun kalau dilihat, thangka-thangka Guan Yu versi Vajrayana lebih mendekati versi Taois ketimbang Buddhis Mahayana.

Comments (1) »

Tiandi Bayang Shenzhoujing (Tripitaka No.2897)

(sumber: kumpulan terjemahan sutra dari Ivan Taniputera dan Junaidi Irawan)
((perhatian : Untuk pelafalannya, saya sarankan Anda tetap lafal yg mandarin))

Bisa melenyapkan pengaruh jelek misal: hari, jam, tahun, letak tempat, usia dan lain lain

Cara menggunakan :
Dilafal 3 kali sebelum melakukan aktivitas tertentu, misal : pindah rumah, mempersemayamkan pratima, menggali atau membangun kuburan, pernikahan dll…

Tidak hanya melenyapkan pengaruh jelek saat itu , namun sutra ini mampu memutarbalikkan pengaruhnya menjadi baik/mujur(tidak peduli saat itu qiong atau tidak, dan tidak peduli saat itu hari jelek atau jam jelek dsb, atau letak jelek atau usia pasangan yg tdk cocok dll…)

Sutra ini mengandung pembentukan mandala Tanah Suci, dan Adinata Buddha dalam tubuh kita atau indera indera kita.
Sutra ini mengandung kesunyataan.
Sutra ini mengandung kekuatan Dharma untuk melepaskan diri dari cengkeraman bintang.
Sutra ini mengandung mantra.

佛說天地八陽神呪經
Foshuo Tiandi Bayang Shenzhou Jing

聞如是。一時佛在毘耶達摩城。寥廓宅中。十方相隨。四眾圍繞。
Wen ru shi. Yi shi fo zai bi ye da mo cheng. Liao kuo zai zhong. Shi fang xiang sui. Si zhong wei rao.

Pada suatu ketika Buddha berada di
爾時無礙菩薩。在大眾中。
即從座起。而白佛言。世尊。此閻浮提眾生。
遞代相生。無始已來。相續不斷。(umat manusia di jambudvipa sejak masa yang tak terhingga terus berada dalam tumimbal lahir)

有識者少。無識者多。
(sedikit yang memiliki kesadaran, banyak yang tidak punya kesadaran)
念佛者少。不念佛者多。
(sedikit yang menlafal nama Buddha, banyak yang tidak melafal Nama Buddha))
神通者少。不神通者多。
(sedikit yang memiliki iddhibala, banyak yang tidak memiliki iddhibala)
持戒者少。破戒者多。
(sedikit yang menjalankan sila, banyak yang melanggar sila)
精進者少。懈怠者多。
(sedikit yang berdisiplin, banyak yang malas)
智慧者少。愚癡者多。
(sedikit yang memiliki prajna, banyak yang bodoh)
長壽者少。短命者多。
(sedikit yang berusia panjang, banyak yang pendek usia)
禪定者少。散亂者多。
(sedikit yang mampu bersamadhi, banyak yang berpikiran kacau)
富貴者少。貧賤者多。
(sedikit yang makmur, banyak yang miskin)
柔軟者少。剛強者多。
(sedikit yang lemah lembut, banyak yang kaku)
布施者少。慳貪者多。
(sedikit yg suka berdana, banyak yang serakah)
信實者少。虛妄者多。
(sedikit yg bisa dipercaya, banyak yang munafik)
被使世俗淺薄。官法荼毒。賊役煩重。百姓窮苦。取求難得。良
由信邪倒見。獲如是苦。唯願世尊。為諸邪
見眾生。說其正見之法。令得悟解。免於眾苦
(diatas, Bodhisattva Tanpa Halangan memohon kepada Buddha Sakyamuni untuk membabarkan Dharma demi menolong para makhluk yg menderita karena pandangan sesat, rakyat yang sengsara dan orang orang yang banyak memiliki kilesha)

佛言。善哉善哉。無礙菩薩。汝大慈悲。為諸邪
見眾生。問於如來正見之法。不可思議。
(Buddha memuji Sang Boddhisattva yang berwelas asih memohon Dharma kepada Buddha, demi menolong para makhluk yg berpandangan sesat. Belas kasih Bodhisattva Tanpa Halangan sungguh tak terperikan)

汝等諦聽。善思念之。吾當為汝。分別演說天地八陽之經。此經過去諸佛已說。未來諸佛當說。現在 諸佛今說。
(Sutra ini telah dibabarkan oleh Para Buddha Masa Lampau, akan dibabarkan oleh Buddha Yang Akan Datang dan sedang dibabarkan oleh Para Buddha Masa Kini)

夫天地之間。為人最勝最上者。貴於一切萬物。人者。真也正也。心無虛妄。身行正真。左[必-心]為真。右[人-(必-心)]為正。常行正真。故名為人。是 知人能弘道。以潤身。依道依人。皆成聖道
(Diantara langit dan bumi, manusia adalah yg paling unggul, yg disebut manusia adalah sungguh sungguh dan lurus, tiada kemunafikan, oleh karena itu dapat menyebarkan Dharma)

復次無礙菩薩一切眾生。既得人身。不能修福。背真向偽。造種種惡業。命將欲終。必沈苦海。受種種罪。若聞此 經。信受不逆。即得解脫諸罪之難。出於苦海。善神加護。無諸障礙。延年益壽。而無橫夭。以信力故。獲如是福 。何況有人。盡能書寫。受持讀誦。如法修行。說其功德。不可稱。不可量。無有邊際。
壽終之後。並得成佛。
(sayang setelah memperoleh tubuh manusia malah berbuat karma buruk, namun bila dapat mendengar, meyakini sutra ini, akan terbebas dari segala karma buruk, keluar dari samudra penderitaan. Dilindungi Para Dewa Kebajikan , tiada halang rintangan, memperpanjang usia. Terlebih bila dapat menyalin, dan melafal mempraktekkan ajaran dalam sutra ini, pahalanya tak terhingga, dpt mencapai ke Buddha an.)

佛告無礙菩薩摩訶薩。若有眾生。信邪倒見。即被邪魔外道。魑魅魍魎。鳥鳴百怪。諸惡鬼神。競來惱亂。與其橫 病。惡種惡注。受其苦痛。無有休息。遇善知
識為讀此經三遍。是諸惡鬼。皆悉消滅。病即除愈。身強力足。讀經功德。獲如是福。
(Sutra ini mampu menghapuskan penyakit yg disebabkan mara, ajaran sesat, siluman, dewa jahat, setan. )

若有眾生。多於婬欲瞋恚愚癡慳貪嫉妒。若見此經。信敬供養。即讀三遍。愚癡等惡。並皆除滅。慈悲喜捨。得佛 法分
(manfaat sutra ini bagi org yg memiliki banyak sifat buruk, seperti serakah akan birahi, kebencian, iri hati, kebodohan dll)

復次無礙菩薩。若善男子善女人等。興有為法。先讀此經三遍。築牆動土。安立家宅。南堂北堂。東廂西廂。廚舍 密屋。門戶井窖。碓磑庫藏。六畜欄圂。日遊月殺。大將軍太歲。黃幡豹尾。五土地神。青龍白虎。朱雀玄武。六 甲禁諱。十二諸神。土府伏龍。一切鬼魅。皆悉隱藏。遠屏四方。影銷影滅。不敢為害。甚
大吉利。得德無量。
(Manfaat melafal sutra ini 3x untuk yg hendak mendirikan bangunan, bisa menghilangkan pengaruh buruk waktu, termasuk jenderal Taisui atau Dewa Tahunan)

善男子。興功之後。堂舍永安。屋宅牢固。富貴吉昌。不求自得。若遠行從軍。仕官興生。甚得宜利。門興人貴。 百子千孫。父慈子孝。男忠女貞。兄恭弟順 夫妻和睦。信義篤親。所願成就。
(justru setelah melafal sutra ini, akan memberi pengaruh baik bagi pembangunan rumah, misal : kemakmuran, nama baik, anak cucu yg berbakti, rukun dengan saudara, suami isteri rukun dll)

若有眾生。忽被縣官拘執。盜賊牽挽。暫讀此經三遍。即得解脫。
若有善男子善女人。受持讀誦。為他書寫八陽經者。設入水火。不被焚漂。或在
山澤虎狼。猛獸屏跡不敢。善神衛護。成無上道
(dilindungi Dewa Kebajikan, memusnahkan segala mara bahaya manusia, alam maupun binatang)

若復有人。多於語綺語惡口兩舌。若能受持讀誦此經。永除四惡過。得四無礙辯。而成佛道
(memusnahkan karma buruk ucapan, memperoleh kemampuan berbicara yg bajik, kemudian mencapai Buddha)

若善男子善女人等。父母有罪。臨終之日。當墮地獄。受無量苦。其子即為讀此經七遍。父母即離地獄而生天上。 見佛聞法。悟無生忍。以成佛道
(Melafal sutra ini 7x bagi orangtua yg sedang menghadapi akhir hayat, mampu membebaskan mereka dari neraka dan terlahir di surga)

佛告無礙菩薩。毘婆尸佛時。有優婆塞優婆夷。心不信邪。敬崇佛法。書寫此經。受持讀誦。所作所為。須作即作 。一無所問。以正信故。兼行布施。平等供養。得無漏身。成菩提道。號曰普光如來應正等覺。劫名大漏。國名無 邊。但是人民。行菩薩道。無所得法。以是經威德。獲如是報
(menceritakan dahulu pernah ada para umat Buddha yg bajik dan saleh, melafal sutra ini sampai mencapai Bodhi)

復次無礙菩薩。此八陽經。行在閻浮提。在在處處。有八菩薩。諸梵天王。一切明靈圍繞此經。香華供養。如佛無 異
(Dimanapun sutra ini berada akan dipuja oleh 8 Bodhisattva, Mahabrahma dan Suciwan bagaikan memuja Buddha)

佛告無礙菩薩摩訶薩言。若善男子善女人等。為諸眾生。講說此經。深達實相。得甚深理。
(yang membabarkan sutra ini akan mampu memahami Dharma yg dalam.)

即知身心佛身法心。所以能知即是智慧眼常見種種無盡色。色即是空。空即是色。受想行識亦空。即是妙色身如來 。耳常聞種種無盡聲。聲即是空。空即是聲。即是妙音聲如來。鼻常嗅種種無盡香。香即是空。空即是香。即是香 積如來。舌常了種種無盡味。味即是空。空即是味。即是法喜如來。身常覺種種無盡觸。觸即是空。空即是觸。即 是智明如來。意常思想能分別種種無盡法。法即是空。空即是法。即是法明如來
善男子。觀此六根顯現人皆空口常說之。
(mengenai hubungan antara berbagai Buddha dengan indera indera kita dan kesunyataan)

若說善語。善法常轉。即成聖道。若說邪語。惡法常轉。即墮地獄。善男子。善惡之理。不得不信。善男子。人之 身心。是佛法器。亦是十二部大經卷也。無始已來。轉讀不盡。不損毫毛。如來藏經。唯識心見性者之所能知。非 諸聲聞凡夫所能知。
(Buddha ingin kita berkata kata yg bajik, karena tubuh kita sebenarnya adalah Dharmayudham dan juga 12 bagian Tripitaka)

善男子。讀誦此經。深解真理。即知身心是佛法器。若醉迷不醒。不了自心。是佛法根本。流轉諸趣。墮於惡道。 永沈苦海。不聞佛法名字

爾時五百天子。在大眾中。聞佛所說。得法眼淨。皆大歡喜。即發無等等阿耨多羅三藐三菩提心
(500 pangeran dewata setelah mendengarnya menjadi penuh suka cita, mengembangkan Anuttara Samyaksambodhi)

無礙菩薩復白佛言。世尊。人之在世。生死為重。生不擇日。時至即生。死不擇日。時至即死。何因殯葬即問良辰 吉日。然始殯葬。殯葬之後。還有妨害。貧窮者多。滅門者不少。唯願世尊。為諸邪見無智眾生。說其因緣。令得 正
道。除其顛倒
(manusia lahir dan mati tdk bisa pilih hari, walaupun telah pilih hari utk pemakaman, namun masih banyak yg setelah itu menjadi miskin dan sengsara, maka Bodhisattva Tanpa Halangan memohon pada Buddha utk menghilangkan pandangan sesat manusia)

佛言。善哉善哉。善男子。汝實甚能。問於眾生生死之事。殯葬之法。汝等諦聽。吾當為汝說智慧之理。大道之法 。夫天地廣大清。日月廣長明。時年善美。實無有異。善男子。人王菩薩。甚大慈悲。愍念眾生。皆如赤子。下為 人主。作蓬民父母。順於俗人。教於俗法。造作曆日。須下天下。令知時節。為有平滿。成收開閉。建除定執。破 危之文。愚人依字信用。無不免其凶禍。又使邪師厭鎮。說是道非。謾求邪神拜餓鬼。卻福招殃自受苦。如斯人皆 返天時逆地理。背日月之光明。沒闇室。違正道之廣路。恒尋邪徑。顛倒之甚也。善男子。產生時讀此經三遍。兒 即易生。甚大吉利。聰明智慧。福德具足。而不中夭。
(Bodhisattva Raja Manusia berwelas asih menciptakan pembagian waktu bagi manusia, tapi telah disalahgunakan sehingga manusia semakin jatuh. Bila saat melahirkan menlafal sutra ini 3x akan memperoleh kelancaran, anaknya memiliki keberuntungan besar, bermoral, tak akan diganggu setan)

死時讀此經三遍。一無妨害。得福無量。
(saat meninggal melafal 3x akan memperoleh berkah tak terhingga)

善男子。日日大好日。月月大好月。年年大好年。實無間隔。但辨即須殯葬。殯葬之日。讀此經七遍。甚大吉利。 獲福無量。門榮人貴。延年益壽。命終之日。並得成聖道。善男子。殯葬之地。莫問東西南北。安穩之處。諸人愛 樂。鬼神愛樂。即讀此經三遍。便以修榮。安置墓內。永無災障。家富人興。甚大吉利。
(saat hari pemakaman melafal 7x akan berpengaruh baik dan mujur bagi anak cucu, bahkan menghasilkan pencapaian kesucian. Tidak peduli arah pemakaman, anak cucu akan disukai orang, dihormati hantu dan dewa.)

爾時世尊。欲重宣此義。而說偈言
營生善善日  休殯好好時
生死讀誦經  甚得大利益
月月善明月  年年大好年
讀經即殯葬  榮花萬代昌
(syair Buddha yang bermakna kemampuan sutra ini untuk membuat waktu menjadi mujur)

爾時眾中。七萬七千人。聞佛所說。心開意解。捨邪歸正得佛法分。永斷疑惑。皆發阿耨多羅三藐三 菩提心

無礙菩薩。復白佛言。世尊。一切凡夫。皆以婚媾為親。先問相宜。後取吉日。然始成親。成親之後。富貴偕老者 少。貧窮生離死別者多。一種信邪。如何而有差別。唯願世尊。為決眾疑
(Bodhisattva Tanpa Halangan mengatakan pada Buddha bahwa banyak yg mencari hari baik atau mramal kecocokan pasangan, tapi tetap saja banyak yg bernasib malang)

佛言。善男子。汝等諦聽。當為汝說。夫天陽地陰。月陰日陽。水陰火陽。女陰男陽。天地氣合。一切草木生焉。 日月交通。四時八節明焉。水火相承。一切萬物熟焉。男女允諧。子孫興焉。皆是天之常道。自然之理。世諦之法 。善男子。愚人無智。信其邪師。卜問望吉。而不修善。造種種惡業。命終之後。復得人身者。如指甲上土。墮於 地獄。作畜餓鬼者。如大地土。
(Buddha menjelaskan prinsip alamiah alam semesta, dan banyaknya org yg bergantung pada ramalan tapi tidak berlatih kebajikan, bahkan berbuat berbagai macam kejahatan. Sehingga yg memperoleh tubuh manusia ini sedikit bagaikan debu diatas kuku, sedangkan yang terlahir di neraka dan alam hewan banyaknya bagaikan pasir diatas bumi ini.)

善男子。復得人身。正信修善者。如指甲上土。信邪造惡業者。如大地土。善男子。欲結婚親。莫問水火相剋。胎 胞相厭。年紀不同。唯看祿命書。知福德少。以為眷屬。呼迎之日。即讀此經三遍而以成禮。此乃善善相因。明明 相屬。門高人貴。子孫興盛。聰明利智。孝敬相承。甚大吉利。而無中夭。福德具足。皆成佛道。
(lafalkan sutra ini untuk upacar penikahan, maka segala pengaruh buruk akan diputar balik menjadi mujur)

是時有八菩薩。承佛威神。得大總持。常處人間。和光同塵。破邪立正。其名曰
跋陀羅菩薩漏盡和  羅鄰竭菩薩漏盡和
憍自兜菩薩漏盡和  那羅達菩薩漏盡和
須彌深菩薩漏盡和  因桓達菩薩漏盡和
和輪調菩薩漏盡和  無緣觀菩薩漏盡和
(Nama 8 Bodhisattva)

是八菩薩。俱白佛言。世尊。我等於諸佛所。受持得陀羅尼神咒。而今說之。擁護受持讀誦八陽經者。永無恐怖。 使一切不善之物。不得侵損讀經法師。即於佛前而說咒曰
(8 Bodhisattva melafal Dharani utk melindungi para pembaca sutra ini, supaya tiada ketakutan, dan segala yg tdk baik tdk akan dpt melukai)

阿佉尼(AQIANI)尼佉尼(NIQIANI)阿毘羅(ABILUO)曼隸(MANLI)
曼多隸(MANDUOLI)娑婆訶(SUOBOHE)

世尊。若有不善者。欲來惱法師。聞我說此咒。頭破作七分。如阿梨樹枝
(Bila yg tdk bajik mengusik ketenangan umat yg melafal sutra ini, kepalanya akan hancur menjadi 7 bagian)

爾時無邊身菩薩。即從座起。前白佛言。世尊。云何名為八陽經。唯願世尊。為諸聽眾。解說其義。令得覺悟。速 達本心。入佛知見。永斷疑悔佛言。善哉善哉。善男子。汝等諦聽。吾今為汝解說八陽之經者。八者分別也。陽者 明解也。明解大乘空無之理。了能分別。八識因緣。空無所得。云何八識名為經。八陽
名為緯。經緯相交。以成經教。故名八陽經。八者八識。云何名八識。眼是色識耳是聲識。鼻是香識。舌者是味識 。身是觸識。意是分別識。六根是六識。含藏識。阿賴耶識。是名曰八識。明了分別八識根源。空無所得。即知兩 眼是光明天。光明天中。即現日月光明。世尊。兩耳是聲聞天。聲聞天中。即現無量聲如來。兩鼻是佛香天。佛香 天中。即現香積如來。口是法味天。法味天中。即現法喜如來。身是盧舍那天。盧舍那天中。即現成就盧舍那佛。 盧舍那鏡像佛。盧舍那光明佛。意是無分別天。無分別天中。即現不動如來。大光明佛。心是法界天。法界天中。 即現空王如來。含藏識天。演出阿那含經。大般涅槃經。阿賴耶識天。演出大智度論經。瑜伽論經。善男子。佛即 是法。法即是佛。合為一相。即現大通智勝如來
(Buddha membabarkan penjelasan akan nama sutra ini yg berhubungan dengan indera, kesadaran, Tathagata, Tanah Suci dan kesunyataan…sungguh luar biasa…. ….)

佛說此經時。一切大地。六種震動。光照天地。無有邊際。浩浩蕩蕩。而無所名。一切幽冥。悉皆明朗。一切地獄 。並皆消滅。一切罪人。俱得離苦。皆發無上菩提心
(saat Buddha membabarkan sutra ini, terjadi gempa, dan memberi keuntungan bagi para pendosa dan penghuni neraka)

爾時大眾之中。八萬八千菩薩。一時成佛。號曰空王如來應正等覺。劫名離苦。國號無邊。一切人民。皆行菩薩六 波羅蜜。逮無所得法。六萬六千比丘。比丘尼。優婆塞。優婆夷。得大總持。入不二法門。無數天龍夜叉。乾闥婆 。阿修羅。迦樓羅。緊那羅。摩[目*侯]羅伽。人非人等。得法眼淨。行菩薩道
(pembabaran sutra ini memberi manfaat tak terhingga bagi yg hadir)

復次善男子。若復有人。得官登位日。及入新宅之時。暫讀此經三遍。甚大吉利。善神加護。延年益壽。福德具足 。
(saat memasuki rumah baru malfal sutra ini 3x akan menghasilkan kemujuran)

善男子。若讀此經一遍。如讀一切經一部。若書寫一卷。如書寫一切經一部。其功德不可稱。不可量。等空無有邊 際。如斯人等。即成就聖道
(melafal sutra ini 1x bagaikanmelafal semua sutra, menulis 1 bagaikan menulis semua sutra, pahalanya tak terhingga)

復次無邊身菩薩摩訶薩。若有眾生。不信正法。常生邪見。忽聞此經。即生誹謗言非佛說。是人現世。得白癩病。 惡瘡膿血。遍體交流。腥臊臭穢。人皆憎嫉。命終之日。即墮阿鼻無間地獄。上火徹下。下火徹上。鐵槍鐵叉。遍 體穿穴。融銅灌口。筋骨爛壞。一日一夜。萬死萬生。受大苦痛。無有休息。謗斯經故。獲罪如是。
(bila ada org yg memfitnah sutra ini sebagai bukan dari sabda Buddha, ia akan memperoileh berbagai buah karma seperti yg disebut diatas)

佛為罪人。而說偈言
身是自然身  五體自然足
長乃自然長  老乃自然老
生乃自然生  死乃自然死
求長不得長  求短不得短
苦樂汝自當  邪正由汝已
欲作有為功  讀經莫問師
千千萬萬世  得道轉法輪
(Gatha bagi para pendosa)

佛說此經已。一切大眾。得未曾有。心明意淨。歡喜踊躍。皆見諸相非相。入佛知見。悟佛知見。無入無悟。無知 無見。不得一法。即涅槃樂故。此諸菩薩聖眾。天神地祇。皆悉歡喜奉行
(seusainya, semua memperoleh manfaat besar dan menjalankan dgn suka cita)

佛說天地八陽神呪經終

Comments (2) »

Tripitaka No.782 Sutra Sepuluh Nama Buddha

Sepuluh Gelar Para Buddha adalah :
Rulai (如來). Yinggong(應供).Zhengdengjue(正等覺).Mingxingzu(明行足).San zhi(善逝).Shijianjie (世間解) Wushangshi (無上士).Tiaoyuzhangfu (調御丈夫).Tianrenshi (天人師).Fo (佛).Shizun (世尊)。

Mari kita bersama menyimak maknanya yang dibabarkan oleh Sakyamuni Buddha.

Buddha Membabarkan Sutra Sepuluh Gelar Buddha
佛說十號經

西天譯經三藏朝散大夫試鴻臚少卿明教大師臣天息災奉 詔譯
Diterjemahkan oleh Lianhua Shian ( 5 July 2008)

Rulai (如來). Yinggong(應供).Zhengdengjue(正等覺).Mingxingzu(明行足).San zhi(善逝).Shijianjie (世間解) Wushangshi (無上士).Tiaoyuzhangfu (調御丈夫).Tianrenshi (天人師).Fo (佛).Shizun (世尊)。

Tathagata, Arhat, Samyaksambuddha, Vidya-carana-sampanna,Sugata, Lokavid, Anuttara, Purusa-damya-sarathi’, Shasta devamanusyanam, Buddha-lokanatha

阿難白言:「云何如來?」
Ananda bertanya : “Kenapa dinamakan Tathagata ?”

佛告:「苾芻!我昔因地為菩薩時,歷修眾行,為求無上正等正覺,今得菩提涅槃一切真實,以八聖道正見所證, 名為如來;如過去正等正覺,調伏息心,得至涅槃,故名如來。」
Buddha menjawab, “Biksu! Saat Aku sebagai Bodhisattva di bhumi penyebab, telah banyak kali membina diri, demi merealisasikan Anuttara Samyaksamboddhi. Sekarang telah memperoleh Nirvana Bodhi dan semua kesejatian, merealisasikannya dengan menggunakan 8 Jalan kebenaran, maka dinamakan Tathagata. Bila telah merealisasikan Samyaksamboddhi dan menaklukan batin, memperoleh Nirvana, maka dinamakan Tathagata.”

「云何應供?」 佛言:「昔在因位所行善法威儀戒品,十善根力修令增長,如是修習圓滿至究竟位,證涅槃時斷 盡一切煩惱,令身、口、意清淨無染,永害煩惱,如斷多羅樹頭,永不生芽。復次貪、瞋、癡等煩惱盡故,一切諸 趣永不結生,超過四難——生、老、病、死——苦果之法,惑苦二種而永不生,立應供號。
“Kenapa dinamakan Arahat ? ” Buddha menjawab, “Dulu saat membina diri dengan menjalankan sila dan berkelakuan bajik, selalu menjalankan sepuluh perbuatan bajik, demikian membina diri sampai mencapai kesempurnaan, saat merealisasikan Nirvana memotong semua keruwetan batin. Tubuh, ucapan dan pikiran suci tanpa noda, menyingkirkan keruwtan batin bagaikan memotong pohon Tala, sehingga selamanya tidak bertunas. Oleh karena lobha, dosha dan moha serta semua kilesha telah diakhiri, sehingga memutuskan roda kelahiran kembali, melampaui empat macam dukha : lahir, tua, sakit dan mati serta semua buah dukha. Selamanya tidak timbul lagi dua dukha, maka dinamakan Arahat.”

「復次,令彼世間所有衣服、臥具、飲食、湯藥、幢幡、寶蓋、香花、燈果,及天上人間最上之物,供養於佛,獲 得最上富貴吉祥之福,是名應供之號。」
“Dan lagi, oleh karena telah mempersembahkan kepada Buddha semua benda berharga di dunia dan surga, seperti pakaian, pembaringan, makanan minuman, obat, panji, payung ratna, bunga, dupa, pelita dan buah, maka memperoleh buah pahala kesejahteraan yang paling unggul, sehingga dinamakan Arahat.”

「云何正等覺?」 佛言:「如來具一切智,於一切處無不了知,以四念處、四正斷、四神足、五根、五力、七覺 支、八聖道、十二緣生、四諦法等如是之法,平等開覺一切眾生,令起智斷惑,證須陀洹果、斯陀含果、阿那含果 、阿羅漢,具三明、六通,復於大乘作意思求,歷修諸地,斷盡結習,成無上覺,此名正等正覺。」
“Kenapa dinamakan Samyaksambuddha?” Buddha menjawab, “Tathagata mengetahui semua kebijaksanaan, serta disemua tempat tidak ada yg tidak diketahui. Dengan mengajarkan catur sattipathana, catur samapadhana, catur iddhipada, panca indriya, pancabhala, saptabodhyanga, 8 Jalan kebenaran, paticca samupada dan 4 Kebenaran Mulia kepada para makhluk dengan sama rata, supaya membangkitkan prajna memotong tanha, supaya mencapai tingkatan srotapanna, sakadagamin, anagamin, Arahat, memiliki 3 vidya, enam kesaktian, membina dalam Mahayana dan merelaisasi semua bhumi, memutuskan semua kebiasaan buruk, mencapai kesadaraan yang tertinggi, maka dinamakan Samyaksambuddha.”

「云何明行足?」 佛言:「明,謂:天眼明、宿命明、漏盡明;行足者,為如來身、口、意業,善修滿足,正真 清淨。如有大衣缽等,自在觀照而無愛著,於自願力一切之行,修令滿足,號明行足。」
“Kenapa dinamakan Vidya-Carana-Sampana ? ” . Buddha menjawab, “Vidya itu antara lain : pengetahuan mata deva, pengetahuan akan kehidupan sebelumnya, pengetahuan akan pemutusan keruwetan batin. Carana Sampana adalah Tathagata telah membina kebaijkan dari tubuh , ucapan dan pikiran dengan sempurna, menjadi suci sejati. Seandainya memperoleh jubah dan mangkuk sedekah yang indah, mampu dengan leluasa mengendalikan diri tidak melekat, melaksanakan segala sesuatu dengan tekad, dan membina diri sampai sempurna, maka dinamakan Vidya Cara Sampana.”

「云何善逝?」 佛言:「即妙往之義,如貪、瞋、癡等引諸有情往彼惡趣,非名善逝。如來正智能斷諸惑,妙出 世間,能往佛果,故名善逝。」
“Kenapa dinamakan Sugata ? ” Buddha menjawab, “maknanya adalah mengarah kepada kebajikan. Misalnya, lobha, dosa, moha adalah menuntun makhluk menuju alam rendah, maka tidak patut dinamakan Sugata.
Kebijaksanaan sejati dari Tathagata mampu memotong nafsu, keluar dari keduniawian dan menuju buah kebudhaan, maka dinamakan Sugata.”

「云何世間解無上士?」 佛言:「世間者,謂欲界、色界、無色界。地獄、餓鬼、傍生等類,各具色蘊、受蘊、 想蘊、行蘊、識蘊,眼根、耳根、鼻根、舌根、身根、意根,及彼六識所緣境等一切諸法,名曰世間。正覺正知名 世間解。又彼世間所有二足、四足、多足、無足、欲色諸天、有想無想、唯佛第一最上無等,名無上 士。」
“Kenapa dinamakan Lokavid Anuttara?” . Buddha menjawab, “Yang dinamakan loka adalah alam nafus, alam rupa dan arupa. Neraka, setan kelaparan , hewan dan sejenisnya. Masing masing memiliki rupa, perasaan (vedana), pencerapan (sanna), pikiran (sankhara) dan kesadaran (vinnana). Indriya pengelihatan, pendengar, pengecap, sentuhan dan pikiran, dan enam kesadaran serta berbagai unsur pembentuk lainnya. Inilah yang dinamakan sebagai semesta atau loka. Bagi yang telah merealisasikan Kesadaran dan pengetahuan Sempurna, maka dinamakan lokavid. Hanya Buddha yang tertinggi diantara para makhluk yang berkaki dua, empat , banyak dan tidak berkaki, semua surga nafsu, rupa, arupa dan tanpa pikiran, maka dinamakan Anuttara.”

「云何調御丈夫?」 佛言:「佛是大丈夫,而能調御善惡二類。惡者,起不善三業,而作諸惡,墮地獄、餓鬼、 傍生而得惡報;善者,於身、口、意而修眾善,得人天福果。此之善惡皆由心作,佛以第一義善涅槃之法,顯示調 御令離垢染,獲得最上寂滅涅槃,是故得名調御丈夫。」
“Kenapa dinamakan Purusadamyasarathi?” Buddha menjawab, “Buddha adalah Purusha, serta mampu menyeimbangkan dan mengajar pada makhluk yang bajik maupun jahat. Bagi yang jahat, trikarmanya tdk bajik, berbuat berbagai kejahatan, memperoleh buah kejahatan yaitu terjatuh di neraka, alam setan kelaparan dan hewan. Bagi yang bajik, dengan menggunakan tubuh , ucapan dan pikiran untuk berbuat berbagai macam kebajikan, memperoleh buah kelahiran di surga. Bajik dan buruk adalah timbul dari hati, Buddha dengan menggunakan Dharma Kebenaran Utama Nirvana, menunjukkan penyeimbangan supaya bebas dari polusi kekotoran, memperoleh Nirvana kedamaian tertinggi, maka dinamakan Purushadamyasarathi.”

「云何天人師?」 佛言:「非與阿難一苾芻為師,所有苾芻、苾芻尼、烏波塞、烏波夷及天上、人間、沙門、婆 羅門、魔王、外道,釋、梵、龍、天悉皆歸命,依教奉行,俱作佛子,故名天人師。」
“Kenapa dinamakan Shasta Devamanusyanam?” Buddha menjawab, ” Tidak hanya Biksu Ananda saja yang berguru, namun para biksu, biksuni, upasaka upasika, dan semua sramanera, brahmana, Raja Mara, pengikut bukan jalan, Indra, Brahma, naga serta semua Para Devata pun berlindung, menjalankan ajarana Nya, dan menjadi siswa Buddha. Maka dinamakan Guru para Deva dan manusia (Sashta Devamanusyanam).”

「云何名佛?」 「智慧具足,三覺圓明,是故名佛。」佛告阿難:「我昔經行之次,有婆羅門而來問我:『何故 汝之父母為汝立名呼為佛邪?』佛即答言:『世所知者,我能了知;世所觀者,我亦能觀;所得滅者,我亦得滅。 我具一切智,一切了知。我從無數劫種種修行,遠塵離垢,今得無上菩提,故立佛號。』」
“Kenapa dinamakan Buddha? ” Buddha menjawab, “memiliki Kebijaksanaan, 3 macam penyempurnaan (menyadarkan diri sendiri, yang lain, dan karya penyadaran), maka dinamakan Buddha.” Buddha juga menjawab, “Semua kebijaksanaan semesta, Aku mampu mengetahuinya. Aku dapat melihat semua dalam semesta. Apa yang harus dilenyapkan, Aku mampu melenyapkannya. Aku memiliki sarvajna, Maha Tahu. Aku telah membina diri dengan berbagai metode sejak kalpa yang tak terhingga, terhindar dari semua noda, memperoleh Kesadaran tertinggi, maka digelari Buddha.”

「云何世尊?」 佛言:「我於因地自審觀察所有善法、戒法、心法、智慧法,復觀貪等不善之法,
能招諸有生、滅等苦,以無漏智破彼煩惱得無上覺,是故天人凡聖、世出世間咸皆尊重,故曰世尊。 」
“Kenapa dinamakan Lokanatha ? ” Buddha menjawab, “Saat membina diri di bumi penyebab, Aku telah mengamati semua Dharma kebajikan, sila, batin dan prajna, serta semua dharma yang tidak bajik. Mampu mengundang para makhluk, untuk melenyapkan dukha. Dengan prajna anasrava memotong kilesha, memperoleh Kesadaran Tertinggi, maka itulah para deva dan suciwan, serta para makhluk di dunia dan luar dunia semua menghormati, maka dinamakan Lokanatha.”

Leave a comment »

MANDALA BINTANG

By Lienhua shian

“( 禮斗 ) MANDALA BINTANG

Bagi yang pernah ikutan Pertobatan Kaisar Liang, tentu tahu Altar Bintang untuk pemujaan Bintang kelahiran kita (biasanya didirikan untuk donatur), nah berikut adalah artinya :

Payung :Bermakna sebagai langit yang melindungi segalanya 。

Altar Bintang :Wadah berbentuk bundar, bermakna bumi. Diisi beras bermakna 360 hari dan musim.

Papan Bintang / Lingpai :Tempat duduk Dewa Bintang yang melindungi umat.

Beras putih :Mewakili 5 macam biji-bijian. Bermakna memelihara nyawa.

Pedang Tujuh Bintang Naga Hijau :Simbol Naga dari Timur. Pedang pusaka pelindung, di bawah sinarnya semua setan ditaklukkan.

Timbangan Macan Putih :Simbol Macan Putih dari Barat,timbangan berkontak dengan hati langit , sebagai pelindung.

Gunting (Phoenix) :Simbul Phoenix dari Selatan,Pusaka pelindung。Gunting yang memotong segala pengaruh jelek.

Penggaris (Ular melilit Kura-kura) :Pelindung dari Utara, ular yang melilit Kura-kura , Penggaris simbul Dharma yang teratur, perintahnya mampu mendatangkan laskar langit.

Cermin Istana Bintang :Memantulkan cahaya bintang yang menguasai kelahiran kita, sehingga bertambah sinar, sehat, menambah semangat, melancarkan usaha dan lain sebagainya.

Pelita : Bintang terang kemujuran.

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.