Archive for Avalokitesvara

Cintamanicakra Avalokitesvara Bodhisatva



Kwan Yin Pousat yang membawa mutiara cintamani. mempunyai mantera hati
sebagai berikut : "[B]OM PATEMI CINTAMANI CIFALA HUM"[/B]

Manfaat mantera tersebut adalah :

1. Jika ada orang yang memanjatkan mantera ini, maka semua 
rintangan dosanya yang terdiri dari 4 jenis, 5 perbuatan durhaka 
dan 10 perbuatan jahat akan lenyap.

2. Semua penyakit dan bencana lenyap.

3. Semua mahluk jahat tidak bisa mencelakai, begitu juga dengan senjata,
 banjir , kebakaran, angin ribut , petir, batu es , bencana dari pemerintah, 
bencana pencurian, bencana pembalasan dendam, dan

4. Bencana lain dari karma masa lampau tidak dapat mencederai.
Jika sadhaka selalu memanjatkan dharani ini 1080 kali pada 5 waktu 
(subuh, siang sore, magrib dan malam)

maka akan terbebaskan dari dari semua kejadian diatas dan mendapat 
sesuai keinginan.

jangan lupa minta abhiseka sebelum menekuninya.

Leave a comment »

Musik dari Surga

《天上樂曲》
Musik dari Surga

一個人學習密法,到了一定的境界,確實有真實見,不只是真實見,也有真實聞。

Bila orang menekuni Dharma Tantrayana, sampai di suatu tingkat tertentu, maka akan mampu dengan nyata melihat, tidak hanya melihat, juga ada dengan nyata mendengar.

我曾在中秋節的晚上,月兒圓又圓,滿地銀白色,看見「妙音佛母」美如天仙,其五官無一缺憾,身佩珠寶, 懷抱琵琶,種種妙德莊嚴,令人一見歡喜。

Malam hari di Bulan Purnama musim gugur, bulan nampak sangat sangat bundar, berwarna putih keperakan, saya melihat Sarasvati Devi yang sangat cantik, kelima inderanya sempurna, tubuh Nya mengenakan berbagai permata, memeluk sitar, dihiasi dengan berbagai keindahan luhur, membuat setiap orang yang melihat timbul suka cita.


(ket: GM Lu Sarasvati Mantra : Om Salasadiye Soha)
ada juga Dharani Nya dalam GM book

妙音佛母坐在月輪之中,彈了天上樂曲,這天上樂曲,其曲曲折折,其承接婉轉,簡直無法形容。我這一聽, 身心頓覺輕快舒適,自然融入禪境,分別執著意識,如冰自消,自生現觀智慧無邊無際。

Sarasvati Baghavati duduk ditengah cakra candra, memainkan musik surgawi, petikan demi petikan muski surgawi ini mengalun merdu penuh semangat , tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Begitu saya mendengarnya, sekujur tubuh ringan dan penuh suka cita, dengan sendirinya memasuki samadhi, segala kemelekatan sirna, dengan alamiah melihat prajna tanpa batas.

其歌曰:

Nanyian Nya :

有緣密行者,
Sadhaka yang berjodoh

慧力廣無邊,
Prajna luas tanpa batas

禪功非等閒,
Samadhi Nya tak terperikan

攝我辨才天。
Aku Sarasvati Devi sungguh dibuat takjub.

境界已實現,
Pencapaian Nya telah nampak

本尊也親見,
Juga menyakiskan langsung Sang Yidam

速速行教化,
Segeralah membabarkan ajaran

讚汝大覺仙。
Ku memuji Mu wahai Maha Buddha

我當然明白,這位「妙音佛母」出自金光明最勝王經,大隨求經及大日經,其稱號是「辨才天女」、「美音天 女」、「妙音天女」,我則稱為「妙音佛母」。

Tentu saja saya memahami, bahwa Sarasvati Baghavati ini berasal dari Suvarnaprabhasavijayaraja Sutra, Mahapratisara Sutra dan Maha Vairocana Sutra, sebutan Nya adalah Devi Kefasihan Berbicara, Devi Suara nan Cantik, Devi Suara Merdu, saya menyebut Nya sebagai Sarasvati Baghavati.

「妙音佛母」的本誓,在最勝王經大辨才天女品中記載:「釋尊道場,集大眾,聽聞最勝王經時,此天女,起 立于大眾中,白佛言,世尊,若有法師說此經者,當盡我智慧,具足莊嚴言說之辨才,若彼法師,於此經典文字句 義等,有所忘失,使之記憶開悟,又與陀羅尼,總持無礙。對無量有情,聞此經典,皆得不可思議之福智、辨才、 無盡大慧、善解眾論諸技術,能出生死,速赴無上菩提。」

Suvarnaprabhasa Sutra , Bab Mahasarasvatidevi ada memuat ikrar dari Sarasvati Baghavati :
Baghavan, para insan, saat mendengar Suvarnaprabhasavijayaraja Sutra, Devi ini berdiri dan berkata pada Buddha :
“Baghavan, bila ada seorang Guru Dharma membabarkan Sutra ini, akan memperoleh prajna Ku, mempunyai kefasihan berbicara dengan tutur kata yang agung. Bila Guru Dharma tersebut ada terlupa kalimat, maupun makna dari sutra ini, Aku akan membuatnya ingat dan tercerahkan ! Dalam Dharani dan segala mantra tiada halangan. Para insan yang tak terhingga bila mendengar sutra ini, akan memperoleh berkah prajna yang tak terperikan, kefasihan berbicara (dengan baik) , Mahaprajna tanpa batas, mampu memahami berbagai sastra ajaran dan seni, bebas dari lahir dan mati, segera merealisasikan Anuttara Samyaksamboddhi.”

說也奇妙,我自從聽了「妙音佛母」的讚歌之後,常常可以聽到天上樂曲。

Sungguh mengherankan, sejak saya mendengarkan nyanyian dari Sarasvati Baghavati , menjadi sering mendengar musik surgawi.

我最常聽到的天上樂曲,居然是:

Musik surgawi yang paling sering saya dengar adalah :

「嗩吶」之音。

suara suona.

「嗩吶」是一種樂器,其聲音高低曲折迴轉,令我非常的神往。

suona adalah alat musik suaranya naik turun, membuat saya terpukau menikmatinya.


˙pic: seorang gadis memainkan suona

有一回,在自家密壇禪定。

Pada suatu kesempatan, melakukan dhyana di mandala tantra di rumah.

一樣聽到天上有美妙的讚歌,有諸多樂曲,飄揚而下,看見天空中佈滿了霞光彩虹,花雨紛飛,看到許多空行 天女絡繹不絕地行繞轉禮。

Mendengar suara nyanyian pujian yang indah dari angkasa, banyak macam musik pengiringnya, mendayu turun, terlihat di angkasa penuh dengan cahaya awan pelangi, hujan bunga bertaburan, melihat beberapa dakini devi terus menerus berputar sambil menghormat.

這種現象一連數日。

fenomena ini terjadi beberapa kali.

我大詫異。

Membuat saya keheranan.

殷殷垂問其中的一位天女:

saya bertanya pada salah satu devi :

「何故?」

“Apa sebabnya ?”

天女答:「常意法師將歸天。」

Devi menjawab, “Biksu Changyi akan kembali ke langit.”

「幾時?」

“Kapan?”

「十五日後。」

“15 hari lagi.”

我一聽到是常意法師,確確實實嚇了一大跳,這位法師雖不是我的皈依師,也非我的師父,但他亦從旁教過我 一個讚偈,也教了我一些課誦。

Mendengar nama Biksu Changyi membuat saya kaget, walau biksu ini bukan guru saya, namun beliau pernah mengajariku sebuah gatha pujian, juga mengajari saya beberapa pelantunan.

常意法師為人隨和,從不言人是非,做事負責,少說話。

Biksu Changyi mudah akrab dengan siapa saja, tidak pernah menggunjingkan orang lain, bertanggung jawab dalam melakukan segala sesuatu, sedikit bicara.

我到「慈航寺」去找常意法師,他站在大雄寶殿的台階迎接我的到來。

Saya tiba di Vihara Chihang mencari Biksu Changyi, dia berdiri di depan Mandalasala Utama menyambutku.

那天,「慈航寺」有法會,有盛大的群眾聚會,常意法師是「維那」,他的聲音宏亮,當場聽到法師唱頌的聲 音的人,都說他唱的好極了。

Hari itu, Vihara Chihang ada upacara Dharma, ada banyak sekali kerumunan hadirin, suaranya sungguh lantang , hadirin yang mendengar suara lantunannya semua mengatakan bahwa suaranya sangat merdu.

常意法師的臉紅潤,身材挺拔,很健康。

Sinar mukanya segar kemerahan, tubuhnya tinggi, sangat sehat.

我趁休息時,和法師小談。

Saat istirahat, saya berbincang bincang dengan beliau.

「法師近安!」

“Biksu, baik – baik saja”

「一切很好,托你的福。」

“Semua sangat baik, berkat doamu.”

「法師最近有何夢兆?」

“Biksu akhir akhir ini ada mimpi apa?”

常意法師笑笑,答:「沒有,沒有特別留意。我心坦蕩蕩,不去記這些。」

Biksu Changyi tersenyum dan menjawab, “Tidak ada, tidak memperhatikan. Batin saya leluasa, tidak memperhatikan hal-hal demikian.”

我點點頭。

Saya mengangguk.

常意法師問:「蓮生,我知你有神異,你也很忙,怎有時間到此訪我?」

Biksu Changyi bertanya, “Liansheng, saya tahu kau mempunyai kekuatan batin, kamu juga sangat sibuk, bagaimana bisa meluangkan waktu mengunjungi saya?”

「這。…」我吶吶不能言。

“Ini…” saya tidak dapat berkata kata lagi.

我正色的問常意法師:

Muka saya serius dan bertanya pada beliau

「你信我否?」

“Anda percaya saya?”

「信。」法師肯定的回答:「你的神異,眾人皆知,也皆有靈有驗,你也非名利之徒,並未藉此謀取名聞利養 ,同時我也知道,你有修有證,並非矇騙之人。其他的人不信,我不管,但我倒是相信你的。」

“Percaya.” Biksu menjawab dengan pasti : “Kemampuan batinmu, banyak orang yang tahu, semuanya juga ada buktinya, Anda juga tidak mengejar nama dan keuntungan, saya juga tahu bahwa Anda memiliki pencapaian dalam pembinaan diri, bukan seorang penipu. Walau orang lain tidak percaya, saya tidak peduli, namun saya sesungguhnya mempercayai Anda.”

我聽了很感動,於是我就將近日禪定中之所見所聞,不隱瞞的完全告訴他。

saya terharu mendengarnya, kemudian saya memberithukan semua fenomena yang nampak dan terdengar dalam samadhi.

常意法師靜靜的聽,未發一語,聽完,面無表情。

Biksu Changyi mendnegarkan sambil terdiam, sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun, setelah selesai mendengarnya, beliau tetap tidak ada ekspresi.

我說:「在密教,凡遭逢死厄,依勝樂金剛說,要趕快施食、修護輪、誦長壽佛咒、修披甲護身、請息災白諸 尊、著六莊嚴自住天慢、燒護摩火供。」

Saya mengatakan : “Dalam Tantrayana, barangsiapa mengalami tanda tanda bahaya kematian, berdasarkan Kitab Herukavajra, harus segera melakukan dana makanan pada dewa, garuda, naga dan arwah, menekuni sadhana perlindungan cakra, menjapa mantra Amitayus Buddha, menekuni simabandhana diri, memohon santika pada Adinata putih, mengenakan keagungan leluasa, melakukan api homa.”

常意法師未回答。

Biksu Changyi tidak menjawab.

我又說:「在我這裡,有長壽咒,這是無上法,也是最勝行,持誦就能救,死苦諸災難,彼等皆 寂滅。」

Saya menambahkan : “Saya memiliki mantra panjang usia, ini merupakan Anuttara Dharma, juga sangat istimewa, menjapanya dapat menolong dari segala macam malapetaka dan kematian, segalanya akan menjadi tenteram.”

常意法師微微一笑,對我說:「感謝好意。學佛的人,知道生死不可思議,而且無常迅速,這是我們常講的。 我們也知道,一切眾生,有生必有死,生死使人漂沒,今之世人,未得真覺,常處夢中,雖生如死, 又有何用?」

Biksu Changyi tersenyum, mengatakan :
“Terima kasih atas maksud baik Anda. Seorang siswa Buddha, memahami bahwa hidup dan mati adalah tak terbayangkan, lagipula anitya demikian cepat, ini sering kita bicarakan. Kita juga tahu bahwa semua insan, ada lahir pasti ada mati ; Manusia yang masih hiduppun bila belum memperoleh kesadaran sejati, bagai berada dalam mimpi, walau masih hidup tapi seperti mati saja, apa gunanya?”

常意法師又說:
「我看生死之事,非二實一,我是動法性山,入生死海的人,常行生死即涅槃,於諸欲中實無染 。」

Biksu Changyi mengatakan:
“Saya melihat bahwa urusan hidup dan mati bukanlah hal yang berbeda, namun sama saja. Walau saya bergerak namun sejatinya bagaikan gunung yang kokoh, merupakan manusia yang memasuki samudera kelahiran dan kematian, selalu berjalan di lahir mati dan Nirvana, tidak tekotori oleh nafsu.”

「你?」

“Anda?”

「是的。一切自然罷!」常意法師說:「死不可懼,顛倒妄想才可懼。」

“Benar. Alamiah saja!” Biksu Changyi mengatakan ” Mati tidak perlu ditakuti, batin carut marut baru menakutkan.”

「佩服!」我說。

“Salut!” saya menimpali.

常意法師笑了:「你看到霞光彩虹、花雨紛飛,空行天女接引,我當然昇空行佛國,更有何懼! 」

BIksu Changyi tertawa, “Anda melihat berbagai sinar pelangi, hujan bunga, para Dakini dan Devi datang menjemput, tentu saja saya pasti naik ke Negeri Buddha Dakini, tiada yang perlu dikhawatirkan!”

「說的也是。」

“Benar juga.”

我向他合掌告別。

Saya berpamitan pada beliau dengan beranjali.

他拱拱手。

Beliau melambaikan tangan.

。。。。。。。

十五日後

15 hari kemudian…

我看到諸空行天女,隨同一頂微妙殊勝的轎子,這轎子用無上摩尼珍寶、金剛妙石所裝飾,宛若彩虹的各色奇 珍飾其上,交徹成廣大的光明奇燄。

Saya melihat para Dakini mengikuti tandu yang sangat megah, tandu ini terbuat dari permata terbaik, dihiasi dengan batu vajra nan indah, permainan warnanya anggun bagai pelangi, semua terpadu menjadi cahaya yang menakjubkan.

寶蓋幢幡隨行,奇花雜拂,種種莊嚴,天樂自然的鳴奏,無盡迴蕩。

Payung mustika dan panji mengikuti, berbagai bunga, berbagai hiasan pemeragung, musik surgawi mlenatun alamiah, sungguh luar biasa.

這轎子,最後冉冉上昇。

Tandu ini perlahan naik ke angkasa.

我內心感嘆常意法師終於走了

Dalam hati saya menghela… akhirnya Biksu Changyi telah pergi…

我趕到「慈航寺」去。

saya segera menuju ke Vihara Chihang

「慈航寺」是有法事,搭起了布棚子,我的內心有淒楚的感覺,我走向前,驀然之間,我看見一位高大的影子 ,從布棚子裡轉了出來,我看見了,大驚駭。

Di vihara ada upacara, saya merasa berduka cita, saya berjalan lurus, tiba – tiba saya melihat bayangan yang besar, saya merasa sangat kaget.

那不是常意法師嗎?

Bukankah beliau adalah biksu Changyi ?

我「啊!」了一聲。

Saya meneriakkan ” Aaa!”

常意法師轉過頭,看見了我。

Biksu Changyi menoleh melihat saya.

他大踏步的向我走來。

Beliau berjalan dengan langkah lebar ke arah saya.

我自己在一剎那陷入矛盾之中,我認定常意法師在十五日將歸西,而且已轉知他本人,這是我親眼看見,親耳 聽聞的,甚至我看見轎子下降及上昇,聽見天樂自然鳴奏,這一切是真實的。

Di saat bersamaan saya merasa sangat bingung, saya telah memastikan bahwa biksu Changyi akan kembali ke Sukhavati pada tanggal 15, bahkan telah mengabarkan pada beliau sendiri mengenai apa yang saya lihat saya dengar secara langsung, sampai sampai saya melihat tandu turun dan naik kembali, mendengar musik surgawi, semua ini adalah benar.

然而,令人不敢相信的是,我在眼前,竟然是一位活生生的常意法師。我當然不希望常意法師一命嗚呼的歸向 西方,但他的存在,豈不是證明我的真實見真實聞有問題,證實我的妄語。我不知應該喜,還是悲哀 。

Yang tidak berani saya percayai adalah di hadapan mata saya biksu Changyi masih hidup. Tentu saja saya tidak menginginkan Biksu Changyi meninggal dunia, namun kehadirannya bukan merupakan bukti bahwa apa yang saya lihat dan dengar adalah kenyataan, melainkan bukti bahwa saya telah berdusta. Saya tidak tahu harus bersuka cita atau berduka.

我連我都不相信自己了,我自覺羞慚,有點無顏見到他的味道。

Bahkan saya sudah tidak bisa percaya diri sendiri, tidak ada muka menemui beliau.

「你沒事?」我厚著臉皮問。

“Anda tidak apa?” saya menahan malu bertanya.

「尚可。」常意答。

“Lumayan.” Jawab Biksu Changyi

「是我錯了。」我很慚愧。

Saya sangat malu, “Ini salah saya.”

「你也沒錯。」常意法師回答。

Biksu Changyi menjawab, “Anda tidak salah!”

我詫異的看著他。

terheran heran saya menatap beliau.

他指一指布棚子內的超度法事,常意法師示意我,走過去瞧瞧。
我走了過去,這時課誦已結束,人群全散了,我看見黃白菊花襯著一張遺像,像前供著「花、香、燈、茶、果 」,供桌上有西方三聖相,及課誦的法器……。

Beliau menunjuk pada altar penyeberangan di dalam kelambu, Biksu Changyi memberi isyarat supaya saya masuk melihatnya.
Setelah saya masuk, saat itu pelantunan telah usai, kumpulan orang telah pergi, saya melihat bunga krisan kuning dan putih menghiasi foto almarhum, di depan foto terdapat persembahan bunga, dupa, pelita, teh dan buah. Di atas meja ada gambar Triniarya Sukhavati dan alat pelantunan.

我看不出異樣。

Saya tidak merasa ada keanehan

常意法師說:「看看這位法師是誰?」

Biksu Changyi mengatakan, “Lihatlah siapakah biksu tersebut ?”

我抬頭一望,上書:

「常益法師」四字。

Saya menengadah melihat diatas tertulis :
Empat kata, “Changyi Fashi” (kata Yi dari Changyi disini ditulis berbeda)

「啊!常益法師,常意法師,這,這,這,這,這是完全同音的。」

“A! Changyi (益) Fashi, Changyi (意) Fashi, ini… memiliki kesamaan pelafalan.”

(note: jadi di vihara tsb ada 2 Changyi Fashi, bedanya ada di kata YI, masing masing memiliki arti berbeda. Yang “Yi” nya bermakna manfaat adalah yang meninggal, yang “YI” nya bermakna batin adalah teman Mahaguru kita)

「正是。」常意望著我,點點頭。

“Benar!” Changyi menatap saya dan menganggukan kepala.

常意法師拉著我,帶我到他的禪房,他邊走邊說:「你的聽見天上樂曲是沒有錯,聽見天上仙女的告白是沒有 錯,看見神轎的下降也沒有錯,看見空行天女行繞轉禮也是對的。」

Biksu Changyi menarik saya menuju kamar meditasinya, sambil berjalan sambil mengatakan, “Musik surgawi yang kamu dengar tidak salah, mendengar kata kata dari Dewi juga tidak salah, melihat turunnya tandu juga tidak salah, melihat para Dakini mengitari dan menghormat juga benar.”

常意法師又說:
「你的見地是真。」

Biksu Changyi mengatakan, “Apa yang Anda lihat adalah sejati!”

我不說話,畢竟我把常「益」弄成常「意」,這仍然太對不住人了。

Saya terdiam, saya telah salah menduga kata Yi (memberi manfaat) dalam nama Changyi Fashi menjadi Yi (pikiran).

常意法師心胸開朗,他不見怪:「這寺裡,法師的法名弄錯的人常有的,這並不足奇。寺裡有位果隆法師,另 有一位又是果龍法師,果隆法師買了東西,離家往往送到果龍的房間。有訪客找果龍,果隆出來一見,卻不識得, 常有笑話。哈哈!」

Biksu Changyi yang lapang dada tidak menyalahkan saya, “Di vihara ini, sering ada orang yang salah mengcuap nama Biksu, ini bukan hal aneh lagi. Di vihara ada yang namanya Biksu Guolong (hasil yang berkembang), ada juga Biksu Guolong (hasil Naga), sering ada kesalahan pengiriman barang dari luar yang ditujukan pada mereka, sering juga ada kesalahan saat ada tamu mencari salah satu diantara mereka berdua, hal ini sering membangkitkan tawa, haha!”

我不說話。
到了禪房,一落座。

Saya terdiam, sampai di ruang meditasi dan duduk di salah satu sudut.

我遊目四望,窗明几淨,擺設簡單樸素,大小空間約五坪大。

Saya mengamati sekeliling, jendelanya bersih, penataan ruangnya sederhana.

右牆上幾個斗大的毛筆字:
Dinding sebelah kanan ada tulisan besar :

心行滅。

Batin timbul tenggelam

言語斷。

Ucapan terhenti

同真際。

Kesunyataan yang sama

等法性。

Sifat Dharma samatha

寫這毛筆字的人正是「常意法師」。

Yang menulisnya adalah Biksu Changyi

我說:「這幾個字,出自瓔珞經及維摩經、仁王經。」

Saya mengomentari, “Beberapa kata ini, berasal dari SutraYingluo, Vimalakirti dan The Benevolent King Sutra.”

「蓮生,高明。你讀經過目不忘。」

“Liansheng sungguh pandai. Anda tidak melupakan sutra yang Anda baca.”

我笑笑。

「剛剛好讀過這個。」

Saya tersenyum, “Kebetulan saja sudah pernah membaca sutra itu.”

常意法師正色的問我:
「蓮生,今天約你到禪房,實有一事相求!」

Biksu Changyi dengan mimik serius bertanya pada saya,
“Liansheng, hari ini saya mengundangmu masuk ruang meditasi karena ada satu permohonan.”

「但說無妨。」
「我聽人說,你的境界妙漫,當然這是實證的,我現在不是考你,而是我非常想知道,今天常益法師圓寂,有 諸天女下降接引,他現在本人昇往何境界?不知你現在可以回答我嗎?」

“Saya dengar, pencapaian Anda menakjubkan, tentu saja ini adalah pembuktian yang sejati, sekarang syaa bukan mau menguji Anda, melainkan saya sangat ingin tahu, hari ini Changyi Fashi telah berpulang, para Dewi datang menyambut, sekarang beliau terlahir di alam mana? apakah sekarang Anda bisa menjawab saya?”

我點點頭說:

「你且稍候,我靜一靜,再回答你。」

Saya mengangguk sambil berkata :
“Anda tunggu sebentar, saya akan tenang sejenak kemudian menjawab Anda.”

我先凝神在天心,清楚感覺光流由基點向上昇,進入微妙的法界所在,這進入為時甚短,這是因為我的凝注力 已達到了精練的程度。

Terlebih dahulu saya memusatkan batin pada cakra ajna, dengan jelas merasakan arus cahaya dari titik bawah naik, memasuki Dharmadhatu, proses masuk ini sangat cepat, ini karena kekuatan konsentrasi saya mencapai tingkatan intisari.

如果有一明眼人看著我,必可看見一道如月華的光芒,射入雲霄。

Bila ada seorang yang memahami ini melihat saya, pasti melihat ada cahaya bagaikan bunga rembulan, memasuki angkasa.

那是光輝靈妙的力量,以閃電般的動作,與全知全能的佛互相融入,那是一種超意識的極境,是至神至聖的, 非一般人能知之。

Kekuatan cahaya itu bergerak bagai kilat, menyatu dengan Buddha Yang Maha Tahu, itu adalah tingkatan yang melampaui pikiran manusia biasa, sangat suci dan tidak bisa dipahami oleh manusia awam.

我看見一位居住中央的「大隨求明妃」,這位佛母正是大日如來的佛母。
Saya melihat Mahapratisara Bhagavati yang menetap di tengah, baghavati ini adalah pasangan dari Mahavairocana Tathagata.

四頭八臂。

Berkepala empat, berlengan delapan.

我看見很多空行母圍繞著「大隨求明妃」。

Saya melihat banyak sekali Dakini mengitari Mahapratisara Baghavati.

我看見「常益法師」已成「隨求天子」。

Saya melihat Changyi Fashi telah menjadi Putra Pratisara.

於是我即刻出了定。

Saya keluar dari samadhi.

我對常意說:
「常益法師去了大隨求佛母的淨土,常益法師已生成隨求天子。」

Kepada Biksu Changyi saya mengatakan, “Changyi Fashi telah menuju Tanah Suci Mahapratisara Baghavati, Changyi Fashi telah menjadi Putera Pratisara.”

常意「啊!」的一聲。他隨即從書桌的抽屜裡取出幾本書,呈上給我看,這幾本書正是:

Changyi berseru, “Ah!”. Dia mengambil beberapa buku dan memperlihatkannya kepada saya, beberapa buku itu adalah :

「隨求即得大自在陀羅尼神咒經。」

Sutra Dharani Pratisara Memperoleh Maha Leluasa

「普遍光明燄鬘清淨熾盛如意寶印心無能勝大明王大隨求陀羅咒經」。

Sutra Dharani Aparajita Mahavidyaraja Mahapratisara

「大隨求咒經」。

Sutra Mantra Mahapratisara

……

我翻了一翻經典,不明其意。

Saya membolak balik sutra itu, tidak paham apa maksud beliau.

常意法師說:
「蓮生,讓你給說中了,這些書是常益法師留下來的,他雖是顯教的出家人,但,偷偷的修密教的法,他持大 隨求真言、修大隨求佛母法,今日圓寂,當然上昇大隨求佛母的佛國。」

Biksu Changyi mengatakan,” Liansheng, Anda telah menebak dengan benar, beberapa sutra ini adalah peninggalan Changyi Fashi, meskipun beliau adalah seorang Biksu Mahayana, namun dengan sembunyi sembunyi menekuni sadhana Tantra, beliau menjapa mantra Mahapratisara, menekuni Sadhana Mahapratisara Baghavati, sekarang telah parinirvana, tentu saja naik ke Buddha Ksetrha Mahapratisara Baghavati.”

常意法師非常激動:「我也要修大隨求佛母法。」

Biksu Changyi sangat terharu, “Saya juga ingin menekuni Sadhana Mahapratisara Baghavati.”

我對常意說:
「曾經有一破戒比丘,生了一場病,正巧遇到一位瑜伽行者,行者寫了大隨求陀羅尼經,繫於病僧之頭。破戒 比丘去世之後,雖然墮入地獄,然依隨求陀羅尼經之功德,頭上放光,連周遭的人都免受地獄之苦。這破戒比丘很 快轉生天上,成了隨求天子。」

Saya mengatakan kepada Changyi :
“Pernah ada seorang biksu yang melanggar sila, menderita sakit, kebetulan bertemu seorang yogi, yogi menuliskan sutra Dharani Mahapratisara, mengikatkannya di atas kepala si sakit. Setelah si biksu pelanggar sila meninggal, meski jatuh ke neraka, namun dengan pahala Sutra Dharani Mahapratisara, kepalanya memancarkan cahaya, orang disekitarnya pun semua terlepas dari derita neraka. Biksu pelanggar sila ini segera terlahir di surga, menjadi Putera Pratisara.”

常意法師正經的說:
「我願修持。」

Biksu Changyi mengatakan dengan mantap : “Saya rela menekuninya!”

常意法師求我給他灌頂。他說:「修顯修密同樣是佛所說,修顯修密也是因緣,有緣遇到蓮生,又有緣遭逢大 隨求佛母法,而且一一應證無誤,我今世不修,又等何時!」

Biksu Changyi memohon saya meberinya abhiseka, beliau mengatakan : “Penekunan Esoterik (Mahayana) maupun Eksoterik (Tantra) semua adalah ajaran Buddha, semua bergantung pada jodoh, ada jodoh bertemu Liansheng, juga ada jodoh menerima Sadhana Mahapratisara Baghavati, bahkan tiap tiap kejadiannya terbukti tanpa kesalahan, kalau dalam kehidupan kali ini saya tak menekuninya, mau tunggu kapan lagi!”

常意法師真的向我磕頭求法。

Biksu Changyi bersujud kepada saya memohon Dharma.

我扶起了他。

Saya memapah beliau supaya bangkit.

我真的給他灌頂「大隨求佛母法。」

Saya menganugerahkannya Abhiseka Sadhana Mahapratisara Baghavati.

他感嘆,一切事情的發生太不可思議了。

Beliau bersuka cita, segala yang terjadi sungguh sangat tak terperikan.

Comments (1) »

Bija Aksara “Hrih”

HRIH/ xie adalah bijaksara dari Amitabha, Padmasambhava  dan Avalokitesvara, serta berbagai deitis lainnya yg berhubungan dengan keluarga Nya.

Menurut pelafalan Mahaguru Liansheng, HRIH ini dilafal “Xie atau Chuli”

Om mani pedda me hum chuli (om mani pad me hum dari silsilah sukong)

Dalam Tripitaka 《大正藏》No. 1956,
Kumpulan Mantratantra Kelahiran Kembali 《密咒圓因往生集》。
Bagian Sutra Samaya Heruka 《大樂金剛三昧經般若理趣釋》dikatakan:

「HRIH adalah empat huruf yg menjadi satu suku kata mantra 」
Karena suku kata sanskrit adalah gabungan dari beberapa suara.

Dalam Sutra tersebut juga dikatakan :
「Bila seseorang dapat menjapakan mantra satu suku kata ini, dapat menyingkirkan malapetaka dan penyakit. Saat meninggal dunia terlahir di bagian atas dari Tanah Tanah Suci yang tenteram dan bahagia.

source lienhua sian

As Bucknell, et al. (1986: p. 15) opine, the complete Avalokiteshvara Mantra includes a final Hrīh (hrih, pronounced “heRee”[needs IPA]), which is iconographically depicted in the central space of the syllabic mandala as seen in the ceiling decoration of the Potala Palace.[9] The hrīh is not always vocalized audibly, and may be resonated ‘internally’ or ‘secretly’ through intentionality.

source wikipedia

Leave a comment »

Pintu Dharma Avalokitesvara

Quan yin Nan shan

Saat Padmakumara sampai di hutan bambu ungu Gunung Pota (Puto san) tempat petilasan Avalokitesvara di Laut Selatan, Beliau menyampaikan Dharmadesana dan mendengar Dharma, sehingga memperoleh hasil yang luar biasa.

尤其是「觀音法門」。 原來「觀音法門」的正名是「如幻聞熏聞修金剛三昧」。

Terlebih adalah Pintu Dharma Avalokitesvara. Ternyata sebutan lengkap untuk Pintu Dharma Avalokitesvara adalah Vajra Samadhi dari latihan metode pendengaran .

此法得二種殊勝功德: Sadhana ini menghasilkan dua macam pahala yang istimewa :

第一、上合十方諸佛的本覺妙心,與佛同體,並同一慈力,可運無緣大悲,普度眾生。

1. Keatas menyatu dengan Kesadaran Mula dari Para Buddha Sepuluh Penjuru, menyatu dengan Buddha, memiliki kesamaan Maitri, mampu mengkaryakan Karuna tanpa syarat untuk menyelamatkan makhluk luas.

第二、下合十方六道,一切眾生心性,能與眾生同憂患,共悲仰。

2. Kebawah dapat bersimpati dan turut merasakan penderitaan  para insan di sepuluh punjuru enam alam.

觀世音菩薩對蓮花童子說:

Avalokitesvara berkata kepada Padmakumara :

「昔日,我曾供養觀音如來,觀音如來給我印心,傳授觀音法門,今天我得佛體,亦得佛用,所以才有三十二 種應化身,能隨機赴感,任意出入十方法界,普度群迷,同登覺岸。」

“Dahulu, Aku pernah memberi pujana pada Tathagata Lokesvara, Beliau memberiku kiat hati, mentransmisikan Pintu Dharma Avalokitesvara pada Ku, hari ini Ku peroleh tubuh dan kemampuan Buddha, maka barulah mempunyai 32 tubuh penjelmaan yang dapat memberi respons di mana mana, dengan leluasa mampu keluar masuk di sepuluh penjuru Dharmadhatu, menyelamatkan yang tersesat supaya dapat mencapai pantai seberang.

” 菩薩問蓮花童子:Bodhisattva bertanya kepada Padmakumara :

「汝欲印心否?」 “Apakah Kau menginginkan kiat hati ?”

「我當學。」蓮花童子答:「為度眾生故。」 “Aku kelak akan mempelajarinya demi menyelamatkan para insan” jawab Padmakumara.

於是,觀世音菩薩給蓮花童子「印心」。(傳秘密五咒) Kemudian, Avalokitesvara Bodhisattva memberikan kiat hati pada Padmakumara. (mentransmisikan 5 mantra rahasia)

再傳授「觀音法門」: Dan mentransmisikan Pintu Dharma Avalokitesvara

觀音法門是由「耳根的聞性」下手起修,這是耳根修證三昧。由於得「印心」,即感通十方諸如來,超脫天界 ,超脫人界,超脫同倫,超脫無盡的法界,忽然超越世間與出世間,不受「空」、「有」等觀念的繫縛,直接進入 「寂照含空,十方圓明」。

Pintu Dharma Avalokitesvara dilatih melalui sifat pendengaran dari indera pendengaran, dari indera pendengaran melatih samadhi. Dan karena memperoleh kiat hati, maka akan berkontak dengan Sepuluh Penjuru Tathagata, melampaui alam surga, manusia bahkan melampaui Dharmadhatu yang tiada batas, melampaui juga lokiya dan lokuttara, tidak terikat oleh pandangan “Ada” dan “Sunya”, 其法要如下: Demikian inti sadhana nya : 「聞中」--返聞自性,本覺內熏。 “Saat Mendengar” : mendengar ke dalam pada sifat sejati, pada kesadaran mula. 「逆流」--返妄聞而歸真聞,六眼清淨。 “Menuju aliran ” : mengubah pendengaran tanpa arah menjadi pendengaran sejati, ke enam mata tersuci kan.

「返照」--返歸精明的妙覺,純淨無瑕的光明普照。

“Mengamati ke dalam” : kembali pada kesadaran sejati yang terang, sinar yang murni tanpa cela.

「俱滅」--動靜二性,了然不生,根塵雙滅。

“Padam” : gerak dan ketenangan, dua sifat itu tidak muncul, akar debu juga padam.

一直到了,湛然的「境」空,覺照的「智」亦空,如此,不生不滅的真心就自然而然的顯現,大 放光明。 Sampai tibanya sunya yang mendalam, jhana yang mengamati juga sunya, dengan demikian batin yang tidak muncul dan tidak lenyap akan tampak dengan alamiah, serta memancarkan maha cahaya.

這耳根聞熏聞修金剛三昧有大法力,若修證「觀音法門」,便得妙力,能分無數之身,尋聲救苦。世間外火, 不能為害,世間外水,不能為害,刀劍觸身,即斷斷折,一切惡鬼不能近身,禁械枷鎖,不能著身,盜賤不能劫奪 ,遠離貪嗔癡。

Vajrasamadhi melalui indra pendengaran ini mengandung kekuatan Dharma yang besar, bila berhasil dalam Pintu Dharma Avalokitesvara ini, akan memperoleh kekuatan yang istimewa, mampu mengeluarkan badan jelmaan yang tak terhitung banyaknya, mampu mendengar derita dan menolongnya. Api luar di alam tdk akan melukai, air luar juga tidak dapat melukai, senjata tajam bila mengenai tubuh akan patah berkeping keping, segala macam setan jahat tidak akan bisa mendekati , segala belenggu tidak dapat mengikat, perampok tdk dapat melukai dan akan terhindar dari loba, dosa dan moha.

「觀音法門」是妙中最妙的耳根圓通,是妙中妙的「印心」。

“Pintu Dharma Avalokitesvara” adalah penembusan indera pendengaran yang teristimewa diantara yang istimewa, merupakan kiat hati yang luar biasa di antara yang luar biasa.

蓮花童子認為其重點如下: Menurut Padmakumara titik berat nya adalah :

見聞覺知,可成為渾然圓融之清淨法流。 Prajna dari pengamatan dan pendengaran dapat menjadi arus Dharma yang suci bersih nan sempurna.

根本毫無障礙。變成隨意自在的任運。 如月印水,有感必應。 Menjadi leluasa tanpa halangan, bagaikan bulan terpantul di air, pasti timbul kontak.

「觀音法門」的修證,能示現無數的妙容,能說無邊的秘密神咒。其變現,可威猛,如「馬頭明王」。可寂定 ,如「聖觀音」。可慧照,如同「如意輪觀音」。可說任何秘密神咒,如「施無畏者」。 Realisasi Pintu Dharma Avalokitesvara mampu memunculkan rupa indah yang tak terhitung, dapat membabarkan mantra rahasia tak terhingga. Perwujudannya dapat berwibawa, seperti Hayagriva. Dapat tenang seperti Arya Avalokitesvara. Dapat penuh kebijaksanaan bagaikan Cintamanicakra Avalokitesvara. Dapat mebabarkan berbagai mantra rahasia bagaikan Abhayandha. 這「印心」是: Kiat hati ini adalah : 現前一心。 Menampilkan satu hati. 本具萬法。 Yang pada hakekatnya telah mengandung puluhan ribu Dharma 皆有神力。 Semua mengandung kekuatan 及以智明。 dan Prajna 上等佛心。 Keatas menyatu dengan hati Buddha 下同含識。 Kebawah mengandung kesadaran 這「法門」是: Pintu Dharma ini adalah : 聞本見知。 Dari akar pendengaran merealisasikan prajna 制諸魔外。 Mengendalikan semua Mara 具諸總持。 Memiliki segala Dharma 廣度群品。 Menyelamatkan insan luas 蓮花童子在普陀山紫竹林觀世音菩薩處,得到真正的「印心」,「觀音法門」使蓮花童子得二種 殊勝功德。 Padmakumara di Hutan Bambu Ungu Gunung Pota Laut Selatan tempat Avalokitesvara memperoleh kiat hati yang sejati, Pintu Dharma Avalokitesvara membuat Padmakumara memperoleh dua macam pahala istimewa.

Sumber : Buku Mahaguru ke-76 幽靈湖之夜 (Malam di Danau Phantom) Diterjemahkan oleh : Lianhua Shian 觀音法門實 修儀軌

Tata Cara Guanyin Famen (Pintu Dharma Avalokitesvara) 蓮生活佛以為,真佛弟子欲修「觀音法門」,先求蓮花活佛的「印心」,也就是先求蓮生活佛的 「心印」。

Menurut Rinphoce Liansheng, bagi siswa TBSN yang ingin menekuni Guanyin Famen, terlebih dahulu memohon kiat hati / Yinxin dari Rhinpoce Liansheng, atau dengan kata lain memohon mudra hati dari Rhinpoce Liansheng. 此「心印」是南海普陀山紫竹林觀世音菩薩給蓮花童子「印心」。而「蓮花童子」給「真佛弟子 」印心。 Mudra hati ini ditransmisikan oleh Avalokitesvara di Hutan Bambu Ungu Gunung Pota di Laut Selatan kepada Padmakumara, kemudian Padmakumara mentransmisikannya kepada siswa Zhenfo zong/TBSN.

觀音法門實修儀軌如下(分二段): Tata Cara Gunyin Famen seperti di bawah ini (dibagi menjadi 2) :

一、入壇唸清淨咒。

1. Memasuki mandala, menjapa mantra pembersihan

二、召請佛菩薩諸尊。

2. Mengundang Para Buddha Bodhisattva dan Para Adinata

三、真佛大禮拜法。

3. Mahanamskara Satyabuddha

四、真佛四皈依法。

4. Catur Sarana Satyabuddha

五、真佛披甲護身法。(結界)

5. Simabandhana diri Satyabuddha

六、真佛大供養法。

6. Mahapujana Satyabuddha

七、唸高王觀世音真經。(一~三遍)。(五咒加持)

7. Melafal Sutra Raja Agung (1-3kali). (adhistana dengan 5 mantra)

八、真佛行者,雙眼閉上,姿態端正,但略輕鬆些,不用觀想,不用嘴唸咒唸佛,不數唸珠,手亦不結印,坐 姿自然端莊。

8. Sadhaka memejamkan mata, duduk dengan tegak, namun tidak tegang, tidak perlu bervisualisasi, tidak perlu menjapa mantra atau melafal nama Buddha, tidak perlu menggunakan japamala, tangan tidak membentuk mudra, duduk dengan alamiah dan agung. 九、祇在自己心中,想「觀音菩薩」這四個字,每字約二秒鐘。

9. Konsentrasi dalam hati pada empat aksara Guanyinpusa 「觀音菩薩」, tiap aksara 2 detik 十、每字在心中發音,而耳根聽「心音」。注意這四個字的心音如何出現在心中,雖沒有用口出聲,但確可用 耳聞其聲。由此,便可證明「心」的存在。

10. Tiap aksara mengeluarkan suara di dalam hati, telinga mendengarkan suara hati. Berkonsentrasi pada bagaimana suara keempat aksara tersebut muncul dalam hati, walau tidak bersuara dari mulut, namun kenyataannya telinga bisa mendengarnya. Dengan demikian bisa membuktikan keberadaan hati.

十一、注意力一直在「心音」、「耳聞」,如此不輟,雜念一概的收攝在這四字之中。如此用功,攝萬念而成 一念,不久便心開意解,內得精神統一而輕安。

11. Terus berkonsentrasi pada suara hati dan telinga mendengar, melakukannya tanpa bosan, segala pikiran yg bercabang diserap ke arah empat aksara itu. Bila dapat tekun, menyerap puluhan ribu cabang pikiran menjadi satu pikiran, tak lama batin pasti terbuka. Di dalam memperoleh pikiran yang terpusat dan rileks.

十二、定於「一」久久。

12. ber Samadhi dalam “satu pikiran” dengan waktu lama

十三、出定。

13. Keluar dari samadhi.

十四、迴向:

14. Pelimpahan jasa :

南摩大悲觀世音,願我速知一切法。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo suzhi yiqie fa.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat memahami semua Dharma

南摩大悲觀世音,願我早得智慧眼。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode zhihui yan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera memperoleh mata Kebijaksanaan.

南摩大悲觀世音,願我速度一切眾。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su du yiqie zhong.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat menyelamatkan semua insan.

南摩大悲觀世音,願我早得善方便。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode shan fangbian.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera memperoleh kemampuan upaya kausalya yang bajik. (upaya kausalya = upaya yg mudah dan disesuaikan utk para insan yg berbeda)

南摩大悲觀世音,願我速乘般若船。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su cheng bori chuan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat menaiki perahu Prajna.

南摩大悲觀世音,願我早得越苦海。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaode yue kuhai.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera melampaui samudera dukha.

南摩大悲觀世音,願我速得戒定道。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo sude jiedingdao.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat memperoleh sila, samadhi dan pembebasan.

南摩大悲觀世音,願我早登涅槃山。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zaodeng niebanshan.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera tiba di puncak gunung Nirvana.

南摩大悲觀世音,願我速會無為舍。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo su hui wuweishe.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku cepat merealisasikan keihlasan tanpa pamrih. 南摩大悲觀世音,願我早同法性身。

Namo Dabei Guanshiyin , Yuanwo zao tong faxing shen.

Aku berlindung pada Avalokitesvara yang pengasih, semoga aku segera merealisasikan tubuh sifat Dharma.

大禮拜佛。

Mahanamaskara

吉補圓滿。

Sadhana sempurna dan manggala.

(第一段修法,是萬念攝成一念,念念「觀音菩薩」,即入一心不亂的境界。打坐時間,半小時 為宜。) Sadhana

bagian 1,

merupakan penyerapan puluhan ribu cabang pikiran menjadi satu pikiran, merenungi Guanyinpusa 「觀音菩薩」, memasuki tingkatan satu batin tak kacau. Waktu meditasi idealnya setengah jam. 第二段修法:(已能一心不亂久久,可修第二段) 前一~七項,照第一段行之。

Bagian ke 2 adalah setelah mampu memasuki kondisi satu hati tak kacau dalam waktu lama, maka baru dapat menekuni

bagian 2.

diatas adalah, tahap 1-7 dalam tata urutan kemudian merupakan sadhana bagian pertama.

Tahap INTI Bagian 2 : 八、真佛行者,雙眼閉上,坐姿自然端莊。手不結印,口不唸佛唸咒,不觀想,不數唸珠。

8. Sadhaka memejamkan mata, duduk dengan tegak dan alami, tangan tidak membentuk mudra, tidak menjapa mantra, tidak bervisualisasi, tidak menghitung japamala.

九、停止默唸「觀音菩薩」,「心音」停止,放棄所守。

9. batin berhenti melafal Guanyin Pusa, suara hati berhenti, melepas yang telah dipegang.

十、用「早聞」去觀照心中是否有「自言自語」,若有,即再默念「觀音菩薩」四字攝其「自言自語」。若無 ,則入圓寂妙境,這便是「生滅已滅,寂滅現前」,動靜二性,了然不生,心靈安靜,清淨法身,入 涅槃城。

10. Menggunakan “pendengaran awal” mengamati apakah dalam batin ada “ucapan dari diri sendiri”, bila ada maka kembali batin melafal Guanyin Pusa ,empat aksara ini merupakan termasuk sebagai”ucapan dari diri sendiri”. Bila tiada, maka memasuki ketenangan yang sempurna, ini adalah “Telah padamnya kemunculan dan kelenyapan, kepadaman yang tenang telah muncul.”, tidak timbul gerak batin maupun ketenangan, batin sangat tenang, Dharmakaya yang suci, memasuki Nirvana.

十一、由一念變成無代,入金剛三摩地,此三昧地就是「如幻聞熏聞修金剛三昧。」

11. Dari satu pikiran menjadi tiada pikiran, memasuki vajrasamadhi, samadhi ini adalah ” Vajrasamadhi melalui ilusi pendengaran “

十二、入定於三摩地久久。

12. Memasuki samadhi dalam waktu lama

十三、出定,迴向:(如第一段)

13. Keluar samadhi dan Pelimpahan jasa (pelimpahan jasa persis di sadhana bagian pertama di atas)

大禮拜佛。出壇。

Mahanamaskara dan keluar dari mandala.

吉祥圓滿。

Manggala dan sempurna.

(第二段修法,可以打坐二小時,此法門可得輕安、光明清淨、喜樂出現、得大智慧、得大解脫、度生無盡、 得法性身。)

Sadhana bagian ke 2 dapat bermeditasi mencapai 2 jam, sadhana ini mampu memperoleh ketenangan dan kerileksan, cahaya yang suci, munculnya kebahagiaan, memperoleh kebijaksanaan luas, pembebasan, menyelamatkan insan tiada batas, memperoleh tubuh sifat Dharma. 「

觀音法門」儀軌雖簡單,但言簡意賅,由「印心」之故,觀音菩薩圓通法力速得成就也。

Walau tata cara Guanyin Famen ini sangat sederhana, namun menyimpan makna mendalam, oleh karena adanya kiat hati, maka akan segera memperoleh kekuatan Dharma penembusan dari Avalokitesvara Bodhisattva.

Leave a comment »

Pahala Menjapa Namo Quan Yin Phu Sa

Pahala Menjapa Namo Quan Yin Phu Sa

稱念觀世音菩薩名號的功德 Diterjemahkan oleh : Lianhua Shian~摘錄自《葉衣觀自在菩薩經》◎不空大師/翻譯 (Sumber : Parnashavari Sutra)

…Saat itu, Vajrapani Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya dengan jubah bahu kanan terbuka, bersujud pada kaki padma Avalokitesvara Bodhisattva, dan mengatakan :

“Wahai Suciwan, Engkau berada dalam samadhi maha karuna yang membebaskan diri dari khayalan, dapat melenyapkan segala derita dan kerisauan semua makhluk, memperoleh manfaat duniawi dan non duniawi.

Seandainya, semua makhluk dalam trisahasra mahasahasra lokadhatu pada saat yang bersamaan didera oleh berbagai derita dan 8 macam kesulitan, atau mengharapkan pahala duniawi maupun non duniawi. Bila dapat dengan ketulusan dan penuh konsentrasi melafalkan nama Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva, oleh karena Avalokitesvara tiada melepaskan pranidhana maha karuna-Nya, Beliau akan muncul dalam berbagai tubuh, dapat memenuhi harapan semua makhluk, dapat mencabut penderitaan dan melindungi dunia, dapat memelihara dan mensejahterakan, dapat memusnahkan segala racun, penyakit jahat maupun jin jahat. Mampu memusnahkan pisau, pemukul maupun segala senjata berbahaya. Mampu memusnahkan bencana air dan api. Mampu memusnahkan semua kutukan maupun guna-guna. Mampu memberikan simabandhana bagi suatu daerah…”

《Sutra Ekadasamukha Avalokitesvara Mantra》

“Sungguh sulit dapat memperoleh kesempatan mendengar Nama Avalokitesvara . Bila ada orang melafalkan Nama Buddha yang jumlahnya tak terhingga, atau ada orang yang melafalkan Nama Avalokitesvara. Berkah pahala keduanya adalah sama.”

《Karandavyuha Sutra》:

Berkah pahala yang didapatkan dari mempersembahkan kasaya dan jubah surgawi yang indah, makanan minuman, obat, tempat berbaring maupun tempat duduk, kepada Para Tathagata yang banyaknya bagaikan butiran pasir sungai Gangga, tiada bedanya dengan berkah dari ujung sehelai rambut Avalokitesvara. Dan lagi, Putra yang budiman! Bila keempat benua, dalam setahun 12 bulan., siang dan malam turun hujan lebat, Aku dapat menghitung tiap tetesnya: Sedangkan, wahai Putra yang berbudi! semua pahala Avalokitesvara Aku-pun tidak sanggup menghitungnya: Putra yang berbudi! Bagaikan empat buah samudera yang dalam dan luasnya 84.000 yojana, Aku dapat menghitung tiap tetes airnya: Putra yang berbudi! Aku tidak sanggup menghitung berkah pahala dari Avalokitesvara. Buddha memberitahukan pada putra yang berbudi : “Bukan hanya Aku seorang, bahkan bila Para Tathagata yang jumlahnya tak terhingga dari berbagai dunia semua berkumpul pada satu tempat, tidak sanggup menghitung berkah pahala dari Avalokitesvara Bodhisattva”

《Sutra Dharani Ekadasamukha》:

『Pada saat itu Avalokitesvara mengatakan kepada Sang Baghavan, O Baghavan, bila terdapat putra maupun putri berbudi dan semua makhluk, siang dan malam tulus melafalkan NamaKu, semua akan memperoleh tingkatan Avaivartika (tak mundur), dalam kehidupan saat ini terhindar dari segala penderitaan dan kerisauan, semua halangan, semua bahaya, dan melenyapkan semua karma buruk jasmani ucapan dan pikiran.”

《Mahakaruna Dharani Sutra》:

『Para manusia dan dewa senantiasa memberikan persembahan, melafalkan namaNya dengan penuh konsentrasi dan ketulusan, memperoleh berkah yang terhingga, melenyapkan karma buruk yang tak terhingga.』

《Avatamsaka Sutra》

Avalokitesvara Bodhisattva mengatakan:『Putra yang berbudi, Aku melakukan bhavana dalam pintu Dharma Mahakaruna, bertekad senantiasa melindungi para makhluk. Semoga semua makhluk terhindar dari ketakutan akan jalan yang berbahaya, ketakutan akan keramaian, kebingungan, pembunuhan, kemiskinan, ketidak hidupan, reputasi yang buruk, kematian, kerumunan massa, alam rendah, kegelapan, perpindahan, perpisahan , kemarahan, paksaan, kecemasan . Demikian pula Aku bertekad, bila para makhluk merenungkan-KU, memanggil nama-Ku, bila melihat tubuh Ku, semua akan terbebaskan dari segala macam bahaya. Putra yang berbudi, setelah Aku menggunakan upaya kausalya ini untuk menghindarkan para makhluk dari semua bahaya, kemudian mengajarkan mereka untuk membangkitkan hati Anuttara Samyaksambodhi, selamanya tidak mundur』

Saddharmapundarika Sutra Bab25

《觀世音菩薩普門品》 稱念觀音名號可擺脫火災、水溺、黑風、刀兵、惡鬼、牢獄、怨賊等7種災難;還可使眾生遠離淫欲、嗔恚、愚癡 等“三毒”的熬煎。經中總結說:“是故眾生皆應受持觀世音菩薩名號。

” Melafal nama Guanyin dapat terhindar dari bencana api, air, angin ribut, senjata, setan jahat, ikatan dan kurungan, perampok dan lain lain. Dapat membuat para insan terhindar dari nafsu birahi, kebencian, kebodohan dan lain lain. Bahkan pada kalimat akhir dinyatakan : “Oleh karena itu lah para insan hendaknya menjapa nama Guanshiyinpusa. Dalam Saddharmapundarika Sutra juga telah dijelaskan pahalanya, karena Saddharmapundarika Sutra telah banyak beredar terjemahan bahasa indonesia nya, maka saya tidak perlu menulisnya kembali disini.

Mahakaruna Dharani Sutra

《千手千眼無礙大悲心陀羅尼經》 “ 佛言:此菩薩名觀世音自在……過去無量劫中,已作佛竟,號正法明如來,大悲願力,為欲發起一切菩薩 ,安樂成熟諸眾生故,現作菩薩。汝等大眾,諸菩薩摩訶薩,梵釋龍神,皆應恭敬,莫生輕慢。一切人天,常須供 養。專稱名號,得無量福,滅無量罪,命終往生阿彌陀佛國。

” Sakyamuni Buddha mengatakan, “Bodhisattva ini bernama Avalokitesvara… pada masa lampau kalpa yang tak terhingga telah mencapai ke Buddha an, dengan gelar Zhengfaming Rulai (正法明如來), karena kekuatan belas kasih dari ikrarnya, demi membangkitkan para Bodhisattva, demi memberikan ketenangan dan mematangkan rohani para insan, maka Beliau mengambil rupa seorang Bodhisattva. Engkau sekalian para Bodhisattva Mahasattva, Brahma, Indra , Para Dewa dan naga, harus menghormati, jangan timbul rasa meremehkan yang lain dan menyombongkan dirimu. Para Dewata harus selalu memberikan pujana pada Nya. Melafal nama Nya. Maka akan memperoleh berkah pahala kebahagiaan tak terhingga, melenyapkan dosa yang tak terhingga, pada akhir hayat akan terlahir di Negri Amitabha Buddha.” KEAGUNGAN NAMA AVALOKITESVARA

2 Sutra Dharani Maha Karuna Sutra Amitayur Dhyana

《佛說觀無量壽佛經》雲: 如此菩薩(觀音菩薩),但聞其名,獲無量福,何況諦觀。

Demikianlah Avalokitesvara, hanya mendengar nama Nya akan memperoleh berkah tak terhingga, apalagi merenungkan Nya.

Sutra Mantra Ekadasamukha

《十一面神咒心經》 觀世音菩薩雲:若有稱念百千俱胝那庾多諸佛名號,復有暫時於我名號至心稱念,彼二功德,平等平等。稱我名者 ,皆得不退轉地,離一切病,脫一切障,一切怖畏,滅除身語意惡。

” Avalokitesvara mengatakan : “Bila ada yang menjapa nama Buddha yang banyaknya ratusan ribu koti nayuta, dan ada yang orang lain lagi yang hanya sesaat menjapa nama Ku dengan sepenuh hati, jasa pahala keduanya adalah sama rata. Barangsiapa menjapa nama Ku akan memperoleh tingkatan tak mundur, terhindar dari segala penyakit, terbebas dari segala halangan, segala teror, mengikis segala karma buruk tubuh , ucapan dan pikiran. ”

Karandvyuha Sutra

《大乘莊嚴寶王經》雲: 若有人能憶念此菩薩名者,是人當來遠離生老病死輪迴之苦,猶如鵝王隨風而去,速得往生極樂世界,面見無量壽 如來,聽聞妙法。如是之人,而永不受輪迴之苦,無貪、瞋、癡,無老、病、死,無饑饉苦,不受胎胞生身之苦。 承法威力,蓮華化生,常居彼土。

Bila ada orang mengingat nama Bodhisattva ini (Avalokitesvara), kelak ia akan terhindar dari tumimbal lahir – lahir , tua , sakit dan mati ; Bagai raja bangau terbang mengikuti arah angin, demikian pula ia akan segera terlahir di Sukhavati, bertemu dengan Amitayus Tahagata, mendengar Dharma nan indah. Orang yang demikian , selamanya tidak akan mengalami penderitaan tumimbal lahir, tiada keserakahan, kebencian dan kebodohan. Tiada lahir, tua, sakit dan mati. Tiada derita kelaparan, tidak menerima derita terlahir dari kandungan. Memperoleh kekuatan Dharma, terlahir dari Teratai dan senantiasa menetap di Sukhavati.

Pujian dari Bodhisattva Leluhur

歷代祖師菩薩讚嘆觀音菩薩說: 楊枝凈水,遍灑三千

Yangzhi jingshui, biansha sanqian

Air Suci dahan Yangliu, dipercikkan ke Tiga ribu dunia alam semesta

性空八德利人天,福壽廣增延, Xing kong bade li rentian, fushou guangzengyan

bersifat sunya mengandung 8 moralitas, memberi manfaat bagi manusia dan dewa, usia dan berkah terus bertambah

滅罪除愆,火焰化紅蓮!

mizui chuqian, huayan hua honglian

Melenyapkan dosa dan kenistaan, kobaran api berubah menjadi teratai merah! Kitab Nyanyian Kemujijatan Avalokitesvara

《觀世音菩薩本跡感應頌》 觀音菩薩有不可思議威神:救焚、救溺、脫險、免殺、免刑、愈疾、佑歲、錫福、長壽、得子。

Avalokitesvara memiliki kewibawaan yang tak terperikan, mampu menolong bahaya kebakaran, banjir, petaka, pembunuhan, hukuman dan kebodohan. Memperpanjang usia, meberikan rejeki, dan memberikan anak. Kenapa Buddha Mengajarkan Sepenuh Hati Melafal Nama Avalokitesvara

佛教為何教人一心稱念觀音聖號 唸佛,也就是憶想佛。念觀音也是如此。《華嚴經》等大乘佛經認為,這是入道的初門。

Melafal nama Buddha berarti mengingat Buddha. Begitu pula dengan melafal Guanyin. Menurut Sutra Avatamsaka, metode ini adalah pintu awal memasuki ke Buddha an. Metode melafal nama Buddha atau Bodhisattva dapat menyerap batin memasuki samadhi, maka dinamakan

“Samadhi Pelafalan nama Buddha” (唸佛三昧) ,

Samadhi Visualisasi Buddha (觀佛三昧) ,

Samadhi Prajna (般若三昧) .

Dalam Saddharmapundarika Sutra Bab Pintu Semesta 《普門品》disebutkan bahwa para insan yang dirundung dukha, bila setulus hati melafal nama Guanshiyin Pusa, pada saat itu juga Guanyin Pusa akan memperhatikan suaranya dan membebaskannya dari segala derita. Guanyin Pusa memiliki kesaktian penembusan 6 indera (六根圓通) , sehingga bahkan tidak perlu memakai telinga dalam mendengar, bahkan bisa melihat suara melalui mata. Kenapa saat menyebut nama Guanyin Pusa kita bisa bebas dari penderitaan ? karena hati Bodhisattva saling terjalin dengan hati para insan. Saddharma Pundarika Sutra menyatakan 《法華大成》: “Kenapa saat itu bisa terbebaskan ? Sebab bagai bapa dan bunda yang sangat merindukan anak Nya. Bapa dan bunda ini memiliki banyak harta dan kekuatan besar, maka bila anaknya dalam kesulitan, beliau bisa menyelamatkannya. Demikian juga dengan Bodhisattva. Beliau memiliki Belas Kasih tanpa syarat, kekuasaan dan prajna. Kekayaan Suci Nya tanpa batas, kesaktiannya juga tak terkira. Saddharma Pundarika Sutra juga mengatakan

《普門品》說: “妙音觀世音,梵音海潮音,勝彼世間音,是故須常念。

” Miaoyin Guanshiyin. Fanyin Haicaoyin. Shengbi shijian yin. Shigu xu changnian.

Artinya adalah : Melafal “Namo Guanshiyin Pusa” (南無觀世音菩薩) suara ini bagaikan Suara Brahma (Fanyin 梵音),juga bagaikan suara debur ombak samudera (Haicao yin 海潮音),mengungguli segala suara dalam semesta (Shengguo shijian yin 勝過世間音) ,oleh karena itu lah hendaknya selalu dipujikan. Kenapa melafal Guanshiyin “觀世音”, diidentikkan dengan suara Brahma ? Dalam Bab pendahuluan Pundarika Sutra 《法華經.序品》dikatakan : “梵音微妙,令人樂聞。” Fanyin weimiao. Lingren lewen” Suara Brahma sungguh sangat indah, membuat orang suka mendengar 5 Macam keunggulan suara Brahma : 1. Teratur 2. Merdu 3. Jernih 4. Suci 5. Suara mencapai tempat yang jauh . Dan apakah keunggulan suara debur ombak samudera ? (“海潮音”)

Surangama Sutra 《楞嚴經》menjelaskan : “Sakyamuni Buddha yang Maha Welas Asih , mengasihani Ananda dan para insan, kemudian mengeluarkan suara deburan ombak memberikan ajaran pada para putra berbudi dalam pasamuan.” Ombak samudera adalah tanpa niat (haichao wunian — 海潮無念) dan berkesinambungan. Maka suara ombak melambangkan suara yang besar, dan suara yang pasti.

HEART MANTRA Karandavyuha Sutra 《大乘莊嚴寶王經》: 若誦此咒,隨所住處,有無量諸佛菩薩、天龍八部集會,又具無量三昧法門。

Sakyamuni Buddha mengatakan, Bila melafalkan mantra ini, tempat yang dihuni akan ada Para Buddha Bodhisattva , kedelapan kelompok makhluk dewa naga semua berkumpul. Juga akan mempunyai Pintu Dharma Samadhi yang tak terhingga banyaknya.

誦持之人,七代種族,皆得解脫。

Bagi yang menjapa, leluhur tujuh generasi akan terbebaskan semua.

腹中諸蟲,當得菩薩之位。

Makhluk kecil dalam perutnya kelak semua akan memperoleh tingkatan Bodhisattva.

是人日日得具六波羅密圓滿功德,得無盡辯才清淨智聚,口中所出之氣,觸他人身,蒙所觸者,離諸嗔毒,當得菩 薩之位。

Orang tersebut setiap hari akan memperoleh kesempurnaan pahala Sad Paramita, memperoleh kebijaksanaan suci dan kefasihan berbicara, chi yang keluar dari mulutnya bila menyentuh tubuh orang akan menyebabkannya terhindar dari racun kebencian dan kelak akan memperoleh tingkatan Bodhisattva.

假若四天下人,皆得七地菩薩之位,彼諸菩薩所有功德,與誦六字咒一遍功德,等無有異。

Bila seseorang menjapa mantra enam aksara satu kali, pahalanya sama dengan orang di bawah empat surga yang memperoleh tingkatan Bodhisattva bhumi ke 7.

若以金寶造如來像數如微塵,不如書寫此六字中一字功德。

Bila menggunakan emas dan permata membuat Rhupang Tathagata yang tak terhitung banyaknya bagai debu, pahalanya tidak sebanding dengan  menuliskan salah satu aksara diantara enam aksara Mantra Enam Aksara.

(Om Mani Padme Hum dalam sansekerta atau Tibetan)

若人得此六字大明,是人貪嗔癡不能染著,若戴持此咒在身者,亦不染著貪嗔癡病。

Bila seseorang memperoleh mantra Enam Aksara ini, maka lobha, dosa dan moha tidak akan dapat mengotori, bila mengenakan mantra ini di tubuh, maka tidak akan dikotori oleh penyakit loba, dosa dan moha.

此戴持人,身手所觸,眼目所睹,一切有情,速得菩薩之位,永不復受生老病死等苦。

Orang yang membawa dan menjapa mantra ini, segala yang tersentuh oleh tangan maupun tubuhnya, atau yang terlihat oleh matanya, para insan itu akan segera mencapai ke Bodhisattva an, selamanya tidak akan menderita kelahiran, tua, sakit dan kematian .

若念修此隨欲成就之諸佛精藏如意寶者,則能寂滅一切暫時之疾病、饑荒、刀兵以及四大之損害等違緣,壽命福德 財富受用等增上廣大,諸佛菩薩及龍天護法聖眾垂念守護

Bila melafalkan dan menekuninya, maka akan leluasa mencapai siddhi Cintamani intisari ajaran Para Buddha, bahkan dapat melenyapkan segala penyakit, sesat, kelaparan, senjata serta segala petaka yang ditimbulkan oleh empat unsur. Usia, kemoralan, harta kekayaan akan selalu tercukupi dan bertambah luas. Para Buddha Bodhisattva dan Dharmapala serta dewa naga kedelapan kelompok makhluk selalu melindungi.

並能將無始來所造之業,煩惱、痛苦、罪障及其習氣無餘清淨,遠離輪迴、惡趣、中陰之一切痛苦,往生蓮花莊嚴 極樂剎土,最後獲得一切智智之佛位。

Bahkan dapat menyucikan segala karma buruk sejak masa tak terhingga, dan segala kilesha keruwetan batin, penderitaan, pelanggaran dan kebiasaan buruk. Terhindar dari tumimbal lahir, alam rendah, dan segala penderitaan alam bardo (alam antara/ alam arwah) , terlahir di padma agung Sukhavatiloka, kemudian memperoleh tingkatan Buddha yang Maha Tahu. (Harap diingat arti menjapa, bukan berarti sembarang mengucap. Namun bisa mencapai samadhi tertinggi yang hanya bisa dicapai dengan penekunan sila dan lain lain. Sebab dalam sutra Karandvyuha disbutkan pula bahwa saat Avalokitesvara menjapakannya 1 kali bahkan bisa menggoncang alam mara. Kita bisa ambil contoh nyata bahwa saat seorang sadhaka sejati menjapa suatu mantra maka hasilnya akan beda dengan bila seorang biasa menjapa mantra yang sama. Intinya tergantung pada level meditasi seseorang)

Leave a comment »

Menjapa Mantra

Tantrika yang Berhasil Merealisasikan RAINBOW BODY

melalui Keberhasilan menjapa “OM MANI PADME HUM”

密宗虹身成就略記 -六字大明咒成就

King Trisong Deutsen (赤松德贊王)

藏地國王赤松德贊曾經說過︰不僅修持深要密法者能得成就,甚至只念密咒也能成就。

Raja Tibet Trisong Deutsen pernah berkata, : “Tidak perlu menekuni Tantra dengan mendalam baru bisa memperoleh realisasi.  Bahkan hanya dengan menjapa mantra tantra saja bisa memperoleh realisasi.

Pada jaman dahulu di India Barat ada seorang putera Brahmana,

sejak kecil memiliki sraddha pada Tri Ratna, beliau memiliki sradha yang lurus dan pandangan yang benar, kemudian beliau bersarana pada Hevajra dan memperoleh Dharma Tantra, Beliau menekuni Sadaksari mantra di dalam gua di sebuah gunung yang bernama Muka Dewa, akhirnya mencapai keberhasilan sinar pelangi tanpa meninggalkan sisa tubuh jasmani.

Saat itu, bebatuannya berubah menjadi stupa kristal.

Dalam sejarah India tercatat : Seorang kakek berusia 80 tahun, sangat yakin kepada Tantra, namun beliau tidak dapat membina diri berdasarkan segala aturan dan teori yang kompleks,  seumur hidupnya digunakan untuk menjapa Sadaksari seratus juta kali,  akhirnya memperoleh siddhi panjang usia.  Setelah hidup sampai 300 tahun, langsung terlahir di Sukhavatiloka tanpa meinggalkan mayat jasmani di dunia.

Ada lagi, seorang wanita yang menjual diri di Nepal, hidupnya dihabiskan untuk menjual diri memuaskan nafsu birahi, kemudian bersarana pada Acarya Sejati, bertobat dan dengan disiplin ketat menjapa Sadaksari seratus juta kali, sampai merealisasikan tubuh pelangi, tubuhnya yang semula kotor dan hina menjadi tersucikan berubah menjadi Dewi Tara, terbang mengangkasa, tanpa meninggalkan mayat bau di dunia, Beliau terlahir di Tanah Suci Avalokitesvara, kejadian ini dilihat langsung oleh banyak orang.

Generasi ke 49 噶托拉西覺卓 yang telah parinirvana pernah berkata︰ Dulu di Tibet ada seorang yang karma membunuhnya sangat berat, kemudian bertemu dengan bijaksanawan pembimbing, memotong segala kejahatan dan menjalankan kebajikan, dengan sepenuh hati dan tulus menjapa Mantra Hati Quanyin, sampai akhirnya semua kesalahannya tersucikan, tujuh kali berjumpa dengan Yidam Quanyin Pusa, saat beliau meninggal dunia timbul fenomena cahaya pelangi dan banyak keagungan, setelah dikremasikan, terdapat sarira rupang Quanyin sebesar 1 inch.

Menurut Catatan Para Siddha Rainbow Body –

Anda yang memperoleh Cintamani (mantra hati Guanyin) ini dan menekuninya,

leluhur 7 keturunanmu akan memeperoleh kebebasan. 。

Semua makhluk dalam perut praktisi ini kelak akan memperoleh tingkatan Bodhisattva yang tak mundur lagi.

Bhutan adalah tempat suci dimana Padmasambhava menerima Vyakarana.

Di sana ada seorang nenek berusia 113 tahun,sampai sekarang masih sehat. Beliau mulai menjapa Sadaksari Mantra sebagai latihan utama saat berusia 50 tahun, setiap hari menjapanya paling sedikit diatas 10ribu kali, bahkan seringkali dalam sehari bisa menjapa 40 sampai 50 ribu kali. Kemudian, saat beliau berusia 80 tahun, tiba tiba tumbuh gigi baru ! Walau sekarang telah berusia 113 tahun, namun masih banyak rambut yang hitam. Sampai sekarang masih terus menjapa Sadaksari tanpa putus.

*** Dulu di Bhutan ada seorang ibu tua, hidup sampai usia 90 tahun an. Sewaktu muda dia telah menikah, juga telah mempunyai putera dan puteri… di masa tuanya beliau menekankan pada penekunan japa mantra hati Guanyin Pusa, di masa tuanya matanya juga buta, namun masih tetap tulus menjapa mantra hati Guanyin Pusa. Oleh karena ketekunannya, beliau memperoleh siddhi menyembuhkan penyakit. Bila ada orang sakit yang sukar disembuhkan, maka mereka akan mencari ibu tua ini, setelah memperoleh adhistana ibu tua ini, si sakit benar benar tersembuhkan!

Cara penyembuhan yang digunakan ibu tersebut : Bila si sakit dapat datang secara langsung, ibu itu akan menjapa mantra hati Guanyin Pusa, lalu meniupkan hawa murni ke tubuh si sakit…. Namun bila si sakit tidak dapat hadir secara langsung, si ibu tua akan menjapa mantra lalu meniupkan hawa murni ke arah suatu benda atau batu yang bersih, kemudian wakil si sakit membawa benda suci tersebut untuk di masukkan ke dalam air minum si sakit. dengan demikian, dengan alamiah si sakit akan tersembuhkan. Bila ibu tua tersebut sedang bermeditasi di pinggir sebuah pohon, kemudian kebetulan ada orang yang memohon bantuannya, karena ibu itu buta maka beliau akan mengambil daun pohon, setelah menjapa Sadaksari ribuan kali, beliau akan meniupkan hawa murni ke arah daun, maka daun tersebut bisa digunakan untuk memberikan adhistana pada orang yang sakit, selain itu kadang beliau menggunakan misalnya, lempung, pasir, batu , obat obatan dan lain sebagainya.

*** Dulu, di sebuah tempat di Xikang, ada seorang sadhaka penekun Sadaksari yang memperoleh realisasi. Di akhir masa hidupnya, ia melewatkan dengan tinggal di hutan ataupun tempat yang jauh dari khalayak, beliau telah melepaskan ikatan keduniawian, dengan hidup sederhana, beliau melewatkan hari hari nya dengan penjapaan, biasanya bagi yang memperoleh realisasi dari penekunan Dharma Tantra adalah orang yang menekuni mandala dan berbagai tata cara, kemudian melakukan retreat penjapaan dan memperoleh realisasi. , Namun Siddha ini hanya menggunakan metode japa Sadaksari. Beliau memperoleh yoga Anuttara yang membuat takjub setiap orang. Suatu hari, karena jodoh yang telah matang, beliau datang berpindapatta ke pemukiman kaum bangsawan yang sombong …. Ada seorang bangsawan yang puteranya sakit parah dan tak ada yang bisa menolongnya,  karena melihat seorang siddha yogi yang berpindapatta, ia dengan sombongnya bertanya : “Bukankah kamu seorang sadhaka?”

Siddha menjawab, “Ya. Saya adalah seorang biasa yang mempelajari Dharma.”

“Apakah kau punya pencapaian?”

“Ada. Saya punya pencapaian.”

“Baik! bila kau ada pencapaian,maka bantulah saya menyembuhkan orang sakit. Apa syaratmu ?”

Sebenarnya bangsawan tersebut tidak sepenuhnya percaya.

Dengan tegas Siddha menjawab, ” Saya tidak perlu apapun!”

Kemudian Siddha memasuki rumah bangsawan dan bersiap menyembuhkan penyakit dengan menggunakan kekuatan mantra. Namun, karena sang bangsawan sombong sudah terbiasa dengan tata cara kaku Tibetan Buddhism, maka dengan sok nya dia mengumpulkan para biksu untuk membuatkan torma penyingkiran halangan. Setelah Sang Siddha duduk, Beliau memasuki samadhi yang mendalam melalui penjapaan Sadaksari Mahavidya. Berdasarkan permohonan si bangsawan, beliau harus melakukan ritual penyingkiran halangan menggunakan torma. Tak disangka Sang Siddha melakukannya tidak seperti lazimnya membuang torma tersebut ke luar rumah. Malahan beliau membuangnya ke arah si sakit. Orang orang di situ semua menjadi terkejuta dan berdiri melihat ulah Sang Siddha yang tidak sesuai tata cara pakem. Semua meradang melihat Sang Siddha demikian ceroboh dan melawan peraturan. bangsawan sombong kemudian menyuruh orang membuatkan torma lagi. Sang Siddha tetap tidak membuangnya ke luar rumah. Si bangsawan marah bukan kepalang, akhirnya mengumpat Sang Siddha sebagai seorang penipu yang cuma ingin makan dan minum, tidak terpelajar dan tidak tahu aturan, cari cari masalah. Bangsawan ingin membunuh Sang Siddha. Kemudian Sang Siddha memasuki samadhi mendalam menjapa Sadaksari Mahavidya. Kemudian berkata : “Sakit anak ini tak mudah disembuhkan….namun jangan kuatir, biar Saya pergi mengambil obat khusus. ” Selesai bicara beliau langsung keluar…. Dalam hati bangsawan berpikir: “Baiklah~ dasar penipu mau melarikan diri, aku akan memberimu pisau dari belakang! menghabisi brengsek satu ini!” Bangsawan sambil membawa pisau, diam diam mengikuti Sang Siddha memasuki hutan… Saat Bangsawan mencari kesempatan yang tepat untuk menikam Siddha, sementara itu langkah mereka telah sampai di tepi danau…. Siddha membungkuk mengambil air danau, kemudian menjapa Sadaksari dan meniupkan hawa murni ke arah air dalam tangan kemudian membuang air tersebut ke arah atas di hadapannya…. Tiba tiba air tersebut berubah menjadi sebuah tangga kristal menuju bukit di seberang. Sang Siddha berjalan menuju bukit, tiap langkahnya selesai menginjak satu bagian jembatan, satu bagian di belakang langsung sirna… Si bangsawan mengintip dari kejauhan sambil melongo... Kemudian keesokan harinya Sang Siddha kembali lagi ke rumah si sakit, memberikan obat yang bisa menyembuhkan. Akhirnya bangsawan sekeluarga yang semula sombong dan sangat kaku pada aturan kulit belaka menjadi sungguh hati mendalami Dharma yang menembus sanubari. Mereka semua bersujud dan menyerahkan diri pada Avalokitesvara Bodhisattva dan menekuni mantra Sadaksari Mahavidya.

*** Kesaksian seorang umat di Taiwan : Saat di bangku kuliah, aku mulai menekuni mantra hati Quanshiyin Pusa, sampai memasuki kondisi di manapun selalu mendengar dan di saat apapun selalu mendengar kesejukan Sadaksari. Entah itu saat makan, jalan, mandi dan bahkan tidur , dalam hati selalu ada kejernihan gema dan cahaya Sadaksari. Semakin lama waktu penjapaan semakin bertambah, penembusannya semakin mendalam, sampai sampai jasmani dan rohani , kedalaman batin saya merasakan kedamaian yang manis , yang selama ini belum pernah saya alami. Kedamaian dan kebahagiaan seakan langit dan bumi , seisi semesta dipenuhi kasih Avalokitesvara. Bagaimanapun kacaunya kondisi luar , namun dalam batin saya tetap jernih bagai padma di atas lumpur sehingga mampu melihat berbagai hal dengan jernih pula. Pada mulanya, aku menjapa mantra hati Avalokitesvara adalah karena kondisi pikiranku yang tidak tenang dan penuh dirundung masalah, akhirnya berpaling pada Dharma… Suatu sore, pulang dari kuliah, sambil menyanyi lirih dan menaiki motor aku menyusuri jalan pulang. Sampai di perempatan Hepingdonglu dan Xianghuananlu, aku menerobos lampu merah…tiba tiba ada sebuah mobil meluncur dari samping, dan saya menghindarinya sampai kehilangan kendali kemudian posisi motor sudah hampir jatuh , dengan refleks aku menyebut Om Mani Bei Mi Hum, seketika itu juga ban motor dengan ajaibnya bisa berbelok dengan cepat kembali ke posisi semula dan melanjutkan perjalanan lagi dengan lancar, orang orang di tepi jalan juga melongo ke heranan….. Aku juga tidak dapat menjelaskan bagaimana bisa demikian… namun dalam hati aku tahu, ini adalah belas kasih Pusa yang membantuku menyingkirkan petaka. Om Mani Beimi Hum yang diatas mengenai penjabaran pahala dari Sutra Karandavyuha pada dasarnya telah selesai. Baris tulisan mandarin di bawahnya adalah tentang keagungan Avalokitesvara. Sedangkan di postingan di bawahnya lagi adalah catatan teks Tantra mengenai para umat yang berhasil realisasi Rainbow Body melalui Mantra Hati Guanyin Pusa. Kelak akan saya posting lagi sumber lain mengenai keluhuran mantra hati Guanyin Pusa. Mohon diingat lagi, bahwa yang dimaksud dengan kata MENJAPA bukan hanya asal mengucap. namun keberhasilan menjapa itu semua diperoleh dari latihan yang tekun. Hasil dari suatu mantra bukan hanya dilihat dari apakah yang tekun menjapa jadi kaya raya bergelimang harta atau tidak , melainkan sejauhmana kilesha atau keruwetan dalam batinnya berkurang .(seperti sebagian rakyat Tibet yang BENAR BENAR menekuni mantra ini, yang hidupnya sederhana dan bersahaja)

Comments (1) »

Bendera sanscrit “Om mani Pad Me Hum”

Bendera Tantra Sadaksari 密宗大明六字旗

Sumber: Buku Mahaguru Liansheng ke_26 Xuanmi de Liliang /26_玄秘的力量 diterjemahkan oleh : LIanhua shian.

Penulis beberapa tahun belakangan ini telah berkelana ke berbagai tempat, kuil yang telah dikunjungi banyak sekali, biasanya vihara yang menancapkan bendera di puncak atapnya sangat sedikit sekali, namun tidak demikian dengan terlebih lagi kuil Tao,  Saya lihat banyak sekali yang menancapkan  bendera  hitam perintah 「Heilingqi – 黑令旗」,  kemudian  bendera  kuning, kemudian putih, namun bendera dengan warna lainnya sangat sulit dijumpai.

Dalam Ramalan Dewata 「Lingjishenshuanmantan – 靈機神算漫談」 Saya telah menulis mengenai Kegaiban Bendera Perintah Hitam 「Heilingqi de aomi – 黑令旗的奧秘」,dengan demikian bendera hitam bukan lagi sesuatu yang misterius. Dalam praktek Buddhisme dibedakan menjadi esoterik dan eksoterik,  eksoterik menekankan pada  teori,  sedangkan  esoterik  atau  tantra  adalah menekankan pada penekunan rahasia, maksud dari penekunan rahasia adalah berjalannya kekuatan dalam diri atau mengandalkan kekuatan diri sendiri, dan  menitik beratkan pada kedisiplinan dan keuletan, tidak bermalasan. Saya ingat pernah suatu ketika berjalan jalan di tepi sebuah danau kecil, di samping ada sebuah papan petunjuk tertulis bahwa di atas gunung ada sebuah vihara. Sendirian Saya berjalan kesana, lalu tiba di sebuah vihara yang kecil, yang di dalamnya mempersemayamkan rupang Avalokitesvara Bodhisattva, rupang itu tidak sama dengan Rupang Avalokitesvara pada umumnya,  di atas kepala terdapat Amitabha Buddha, lalu berlengan empat,  kedua tangan beranjali,  selain itu ada dua tangan yang lain, yang satu membawa bunga , yang satu lagi membawa japamala, agung sekali, sisi kiri dan kanan terdapat panji bertuliskan :

Yang Mahakaruna nan suci rupawan,

Amitabha Buddha berdiam di kepala,

membantu karya penyelamatan. ;

Seribu mata menyinari derita para insan,

Kami para umat berlindung .

「清淨大悲妙色身,彌陀住頂助弘願。千眼照見眾生苦,我等至心皈命禮。」

Begitu Saya melihat, segera tahu bahwa itu adalah rupang Avalokitesvara dalam aliran Tantrayana,  Saya beranjali dan bernamaskara. Di dalam vihara tinggal seorang upasaka tua,

kita bercakap cakap dan ternyata kita adalah saudara se Dharma (satu aliran). Saudara se Dharma ini tidak bersedia namanya di tulis untuk diketahui khalayak, dulu dia adalah seorang politikus, sekarang menekuni Tantrayana, Saya melihat diatas meja persembahan dia mempersemayamkan Karandavyuha Sutra 『大乘莊嚴寶王經』,

dia membawa Saya melihat rumahnya , ternyata di ke empat sisi rumahnya ditancapkan 5 bendera. Lalu dia bertanya , “Tahukah Anda, bendera apa ini?

“Shixiong, bukankah ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dari Tantrayana?”

“Betul sekali.” Dia senang sekali dan melanjutkan ,

“Pantas saja Sanshan jiuhou Xiansheng mau mewariskan ilmu Tao pada Anda, 5 bendera ini ditancap di arah Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah. Diatasnya dituliskan Sadaksari Mahavidya Mantra, tiap bendera 7 inch berbentuk persegi.

Sebelah Timur adalah bendera putih, dilindungi oleh Dhrtharastra.

Selatan adalah bendera kuning, dilindungi oleh Virudhaka.

Sebelah Barat adalah bendera merah, dilindungi oleh Virupaksha.

Sebelah Utara adalah bendera hijau, dilindungi oleh Vaisramana.

Bagian Tengah berwarna biru, dilindungi oleh 28 konstelasi dan Para Dewa Bintang.

5 bendera ini adalah bendera Sadaksari Mahavidya dalam Tantrayana, memiliki fungsi untuk meredakan bencana , pemberkahan, melindungi mandala dan menaklukkan mara, menyimpan kekuatan yang tak terhingga. “

“Sadaskasri Mahavidya Mantra adalah Om Mani Beimi Hum ,  mantra tibet,  mantra ini sungguh luhur dan unggul, intisari dalam Tantrayana adalah beryukta dengan triguhya (tubuh, ucapan dan pikiran). Berarti juga kesucian tubuh adalah kayaguhya. Ucapan suci adalah Vak guhya dan visualisasi suci adalah Cittaguhya. Mengertikah kau?”  Kata shixiong itu lagi.

“Saya paham.” jawab Saya.  Kemudian menggunakan mata dewa, Saya melihat diatas 5 bendera tersebut masing masing memancarkan 5 sinar kemujuran, di atas tiap sinar ada 5 Jenderal Dewata, tiap tiap Dewata tersebut melayang di angkasa, tangan membawa busur, anak panah, golok, kampak dan vajra penakluk mara. Saya menoleh dan memberitahukan pada shixiong tersebut satu persatu yang Saya lihat. Dengan sangat gembiranya dia mengatakan, “Sungguh ajaib! sungguh ajaib!” Banyak orang tidak tahu bahwa bendera Sadaksari memiliki kekuatan tak terhingga, bila ada yang rumahnya tidak tenteram, dapat menggambar dan menancapkan 5 bendera ini di tempat yang tinggi. Tiap hari perlu menjapa 108 kali, maka secara alamiah akan muncul kekuatan untuk meredam bencana dan mendatangkan berkah, terlebih bila angin meniup bendera, juga saat sinar matahari menyinari, kekuatan mantra ini menyebabkan keluarnya berbagai sinar yang tak putus putusnya. Walaupun ini adalah benda yang berwujud, namun bisa memunculkan kekuatan yang tak berwujud. Saya telah berkunjung ke banyak vihara, namun tidak pernah melihat yang seperti ini, hanya melihat Hualian Shengangong diatasnya menancapkan Heilingqi, bendera hitam ini memiliki kegunaan untuk melindungi altar dan menangkal roh jahat. Namun, rumah biasa tidak boleh menggunakan Heilingqi atau bendera hitam ini, bila ada orang yang menekuni Tantrayana, menjapa Sadaksari Mahavidya Mantra, maka boleh menggunakan Sadaksari Mahavidya bendera ini untuk melindungi rumah tinggal, cara yang demikian sesungguhnya yang paling hebat. Di gunung bambu ada sebuah rumah, pemilik rumah seberang mati bunuh diri, kemudian orang yang tinggal disana merasa tidak nyaman, bahkan ada orang yang melihat arwah di depan pintu, muncul di kaca, di malam hari anak tidak bisa tenang dan menangis dengan kerasnya, angin pun juga bisa menimbulkan suara suara ganjil, oleh karena itu, Saya mengajarkan supaya mempersemayamkan bendera Sadaksari Mahavidya , menjapa Wangsheng zhou bagi almarhum, akhirnya rumah angker itu tidak lagi angker, sampai sekarang tenteram tidak ada masalah, penghuni baru mengecat seluruhnya, sekarang rumah sial menjadi rumah mujur, bendera Sadaksari Tantrayana sungguh berguna.

Dalam mempergunakan Bendera Sadaksari Tantrayana , harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini :

1. Diatas tiap lembar bendera di tuliskan Sadaksari, menuliskan

OM =  warna putih,

MA = merah,

NI = kuning,

BEI = hijau

MI = biru

HUM = hitam,

tiap aksara memancarkan cahaya tak terhingga.

2. Setelah menulis, gunakan mudra dan HA chi satu kali, melakukannya di atas tiap bendera, bila tidak bisa menggunakan mudra, harus dihadapan Bodhisattva membuat Air Mahakaruna Dharani, kemudian di berkati dengan menggunakan Sadaksari Mahavidya Mantra (om mani pad me hum),  setelah ribuan kali penjapaan, dapat menggunakan dahan liu untuk memercikkan Air Mahakaruna ke atas masing masing bendera. Dalam melaksanakannya harus berpuasa attasila baru boleh melaksanakannya, jangan sampai tidak sopan.

3.  Sejak hari penggunaan, tiap hari harus menjapa Sadaksari Mantra paling sedikit 108 kali, menjapa sampai seluruh tubuh diri sendiri memancarkan cahaya terang baru boleh berhenti, ini sangat penting sekali.

Lihatlah satu gatha yang diberikan oleh Shixiong dari danau kecil :

「隱居深山聽禽音, Jiju shenshan ting qin yin

Hidup menyepi di pedalaman mendengar suara unggas.

密行真言不思議; Mixing zhenyan busiyi

Sungguh tak terperikan mantra Tantra

大明六字護鎮法, Daming liuzi huzhenfa

Simabandhana Sadaksari Mahavidya

千年三密得神旗。」 Qiannian sanmi de shenqi

Triguhya ribuan tahun memperoleh bendera dewata.

catatan : karena ini diterjemahkan oleh lienhua shian, setahu saya sadaksari mantera seharusnya berwarna :

om =putih, ma = hijau, ni = kuning, bei = biru,  me = merah dan hum = hitam.

dan ada 2 cara penulisan sanscrit seperti gambar yang paling atas : om-ma-ni-pa-dme-hum, sedangkan

yang bawah/ vertikal : om- ma-ni-pad-me-hum

Comments (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 88 pengikut lainnya.